00:01Kesorotan selanjutnya saudara, mantan sekretaris kementerian BUMN Muhammad Syed Didu mengungkap isi pertemuan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara pada Jumat lalu.
00:13Ia menyatakan diskusi berjalan dinamis dan membahas banyak isu sensitif.
00:19Bersama dengan empat tokoh lainnya, Syed Didu menegaskan mereka sepakat agenda dan juga program pengembalian kedaulatan negara menjadi prioritas.
00:27Syed bilang pertemuan juga membahas soal permasalahan oligarki dan juga kedaulatan negara, termasuk soal reformasi Polri, penegakan hukum, tata kelola BUMN, hingga pemberantasan korupsi.
00:45Sehingga saya menyatakan Bapak Presiden, kami ini dari dulu tidak oposisi terhadap orang atau apa,
00:54tapi kami oposisi terhadap siapapun yang ingin menghancurkan bangsa.
00:59Dan kebetulan sepertinya bahwa program Bapak ini searah, bahwa Bapak juga ingin mengembalikan kedaulatan rakyat.
01:08Dan kami sudah sepakat, Pak, bukan sepakat, kami sudah memahami bahwa sumber kerusakan semua bangsa ini
01:16adalah karena oligarki sudah mengambil alih kedaulatan dan bekerjasama dengan pejabat pedagang kedaulatan.
01:25Saya menyatakan, Pak Musuh Bapak akan bersambah, tapi kami bersedia bersama Bapak berjuang untuk mengembalikan kedaulatan.
01:33Bapak berjuang untuk mengembalikan kedaulatan dan bekerjasama dengan kedaulatan.
02:03Jumat malam pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat
02:17yang kerap kali dinilai memberikan kritikan terhadap pemerintah.
02:22Para tokoh yang hadir dalam pertemuan di Kertanegara selama 4 jam lebih,
02:26diantaranya mantan Barres Krimpolri Susno Duwaji, peneliti utama BRIN, Siti Zuhro, dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.
02:35Dalam pertemuan tertutup tersebut, mantan Ketua KPK periode 2011 hingga 2015 Abraham Samad mengungkapkan,
02:44Presiden Prabowo mempersilahkan setiap pihak yang hadir untuk menyampaikan kritikannya.
02:49Samad bilang, pada kesempatan itu dirinya memberikan masukan soal memperbaiki indeks korupsi Indonesia yang dinilai masih sangat tinggi.
03:01Samad juga menyampaikan, meski sudah berbincang dengan Presiden secara langsung, dirinya akan tetap kritis terhadap pemerintahan.
03:10Menurutnya, forum serupa akan kembali dilakukan Presiden di Hambalang dengan mengundang elemen masyarakat yang lebih luas lagi.
03:20Presiden Prabowo sangat happy dan dia langsung menyampaikan kepada kita bahwa dia tidak anti kritik.
03:27Jadi silakan kritik di forum itu, makanya kenapa sampai lama?
03:31Karena kan masing-masing peserta itu menggunakan waktunya cukup lama, termasuk saya ya.
03:37Karena saya menyarankan bahwa kalau kita ingin meningkatkan indeks persepsi korupsi kita,
03:42maka ada lima hal yang harus diperhatikan sesuai dengan amanah dari UNCIC, United Nations Convention Against Corruption.
03:52Kritis kepada pemerintah, singkat saja?
03:55Tetap, karena gini ya, saya ingin sampaikan bahwa kemarin di akhir pertemuan itu,
03:59Pak Prabowo menyatakan, diskusinya kan belum selesai,
04:03maka akan dilanjutkan kemudian diskusi di Hambalan dengan membuka forum yang lebih lebar.
04:11Kepala Staf Presiden Emkodari menyatakan,
04:14pertemuan tersebut dilakukan Presiden Prabowo untuk melakukan perbaikan,
04:18pembenahan, termasuk pemberantasan pelanggaran,
04:22hingga menerima masukan dan saran dari setiap elemen masyarakat.
04:26Menunjukkan atau ingin mengkomunikasikan bahwa beliau sangat serius untuk melakukan perbaikan-perbaikan
04:33nasib bangsa dan negara, terutama dari segi pembenahan dan pemberantasan pelanggaran pada aspek sumber daya alam.
04:43Dan yang ketiga tentunya ingin mendapatkan masukan dan saran di luar sambil silaturahmi
04:50dengan berbagai macam tokoh dan kelompok masyarakat dari berbagai macam kalangan.
04:54Sementara Direktur Eksekutif LSI Zaya Dihanan menilai,
04:59pertemuan tersebut dilakukan Presiden untuk mendapatkan masukan kebijakan
05:03dan ingin menunjukkan kepada publik jika Presiden terbuka dengan semua kalangan,
05:09termasuk mereka yang kerap bersuara kritis.
05:12Jadi ada nomor satu saya kira yang diinginkan oleh Presiden,
05:18saya setuju Numpang Kodari tadi, bahwa mungkin ada soal masukan kebijakan.
05:22Itu satu yang diperlukan, yang ingin dituju ya.
05:26Yang kedua adalah soal berkomunikasi kepada publik melalui tokoh-tokoh ini.
05:29Yang ketiga saya kira itu juga menunjukkan kepada publik bahwa
05:32secara politik Presiden itu terbuka dengan semua kalangan, termasuk tokoh-tokoh yang kritis.
05:39Itu tampaknya yang ingin dicapai melalui dari sisi politik gitu.
05:45Dalam demokrasi, suara kritis masyarakat kerap dijadikan sebagai suara pengingat bagi pemerintah.
05:53Meski dialog dengan Presiden telah terjadi,
05:56namun demokrasi tidak diukur dari siapa yang diundang masuk.
06:01Melainkan sejauh mana suara kritis tetap lantang setelah pertemuan usai.
06:06Tim Liputan, Kompas TV
Komentar