Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengungkap isi pertemuan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara pada Jumat (30/01/2026) lalu.

Said menyatakan diskusi berjalan dinamis dan membahas banyak isu sensitif.

Bersama dengan empat tokoh lainnya, Said Didu menegaskan mereka sepakat agenda dan program pengembalian kedaulatan negara menjadi prioritas.

Said bilang, pertemuan juga membahas soal permasalahan oligarki dan kedaulatan negara.

Termasuk soal reformasi Polri, penegakan hukum, tata kelola BUMN hingga pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, Jumat (30/01/2026) malam pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat yang kerap kali memberikan kritikan terhadap pemerintah.

Para tokoh yang hadir dalam pertemuan di Kertanegara selama 4 jam lebih di antaranya Mantan Bareskrim Polri Susno Duadji, Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro dan Mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, mantan Ketua KPK periode 2011 hingga 2015, Abraham Samad mengungkapkan Presiden Prabowo mempersilahkan setiap pihak yang hadir untuk menyampaikan kritikannya.

Samad bilang, pada kesempatan itu dirinya memberikan masukan soal memperbaiki indeks korupsi Indonesia yang dinilai masih sangat tinggi.

Samad juga menyampaikan meski sudah berbincang dengan Presiden secara langsung, dirinya akan tetap kritis terhadap pemerintahan.

Menurutnya forum serupa akan kembali dilakukan Presiden di Hambalang dengan mengundang elemen masyarakat yang lebih luas lagi.

Baca Juga Said Didu Ungkap Isi Diskusi Prabowo Bersama Tokoh Oposisi: Berlangsung Dinamis di https://www.kompas.tv/nasional/647725/said-didu-ungkap-isi-diskusi-prabowo-bersama-tokoh-oposisi-berlangsung-dinamis

#prabowo #saiddidu #bumn

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647990/said-didu-ungkap-isi-pertemuan-dengan-presiden-prabowo-bahas-oligarki-hingga-kedaulatan-negara
Transkrip
00:01Kesorotan selanjutnya saudara, mantan sekretaris kementerian BUMN Muhammad Syed Didu mengungkap isi pertemuan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara pada Jumat lalu.
00:13Ia menyatakan diskusi berjalan dinamis dan membahas banyak isu sensitif.
00:19Bersama dengan empat tokoh lainnya, Syed Didu menegaskan mereka sepakat agenda dan juga program pengembalian kedaulatan negara menjadi prioritas.
00:27Syed bilang pertemuan juga membahas soal permasalahan oligarki dan juga kedaulatan negara, termasuk soal reformasi Polri, penegakan hukum, tata kelola BUMN, hingga pemberantasan korupsi.
00:45Sehingga saya menyatakan Bapak Presiden, kami ini dari dulu tidak oposisi terhadap orang atau apa,
00:54tapi kami oposisi terhadap siapapun yang ingin menghancurkan bangsa.
00:59Dan kebetulan sepertinya bahwa program Bapak ini searah, bahwa Bapak juga ingin mengembalikan kedaulatan rakyat.
01:08Dan kami sudah sepakat, Pak, bukan sepakat, kami sudah memahami bahwa sumber kerusakan semua bangsa ini
01:16adalah karena oligarki sudah mengambil alih kedaulatan dan bekerjasama dengan pejabat pedagang kedaulatan.
01:25Saya menyatakan, Pak Musuh Bapak akan bersambah, tapi kami bersedia bersama Bapak berjuang untuk mengembalikan kedaulatan.
01:33Bapak berjuang untuk mengembalikan kedaulatan dan bekerjasama dengan kedaulatan.
02:03Jumat malam pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat
02:17yang kerap kali dinilai memberikan kritikan terhadap pemerintah.
02:22Para tokoh yang hadir dalam pertemuan di Kertanegara selama 4 jam lebih,
02:26diantaranya mantan Barres Krimpolri Susno Duwaji, peneliti utama BRIN, Siti Zuhro, dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.
02:35Dalam pertemuan tertutup tersebut, mantan Ketua KPK periode 2011 hingga 2015 Abraham Samad mengungkapkan,
02:44Presiden Prabowo mempersilahkan setiap pihak yang hadir untuk menyampaikan kritikannya.
02:49Samad bilang, pada kesempatan itu dirinya memberikan masukan soal memperbaiki indeks korupsi Indonesia yang dinilai masih sangat tinggi.
03:01Samad juga menyampaikan, meski sudah berbincang dengan Presiden secara langsung, dirinya akan tetap kritis terhadap pemerintahan.
03:10Menurutnya, forum serupa akan kembali dilakukan Presiden di Hambalang dengan mengundang elemen masyarakat yang lebih luas lagi.
03:20Presiden Prabowo sangat happy dan dia langsung menyampaikan kepada kita bahwa dia tidak anti kritik.
03:27Jadi silakan kritik di forum itu, makanya kenapa sampai lama?
03:31Karena kan masing-masing peserta itu menggunakan waktunya cukup lama, termasuk saya ya.
03:37Karena saya menyarankan bahwa kalau kita ingin meningkatkan indeks persepsi korupsi kita,
03:42maka ada lima hal yang harus diperhatikan sesuai dengan amanah dari UNCIC, United Nations Convention Against Corruption.
03:52Kritis kepada pemerintah, singkat saja?
03:55Tetap, karena gini ya, saya ingin sampaikan bahwa kemarin di akhir pertemuan itu,
03:59Pak Prabowo menyatakan, diskusinya kan belum selesai,
04:03maka akan dilanjutkan kemudian diskusi di Hambalan dengan membuka forum yang lebih lebar.
04:11Kepala Staf Presiden Emkodari menyatakan,
04:14pertemuan tersebut dilakukan Presiden Prabowo untuk melakukan perbaikan,
04:18pembenahan, termasuk pemberantasan pelanggaran,
04:22hingga menerima masukan dan saran dari setiap elemen masyarakat.
04:26Menunjukkan atau ingin mengkomunikasikan bahwa beliau sangat serius untuk melakukan perbaikan-perbaikan
04:33nasib bangsa dan negara, terutama dari segi pembenahan dan pemberantasan pelanggaran pada aspek sumber daya alam.
04:43Dan yang ketiga tentunya ingin mendapatkan masukan dan saran di luar sambil silaturahmi
04:50dengan berbagai macam tokoh dan kelompok masyarakat dari berbagai macam kalangan.
04:54Sementara Direktur Eksekutif LSI Zaya Dihanan menilai,
04:59pertemuan tersebut dilakukan Presiden untuk mendapatkan masukan kebijakan
05:03dan ingin menunjukkan kepada publik jika Presiden terbuka dengan semua kalangan,
05:09termasuk mereka yang kerap bersuara kritis.
05:12Jadi ada nomor satu saya kira yang diinginkan oleh Presiden,
05:18saya setuju Numpang Kodari tadi, bahwa mungkin ada soal masukan kebijakan.
05:22Itu satu yang diperlukan, yang ingin dituju ya.
05:26Yang kedua adalah soal berkomunikasi kepada publik melalui tokoh-tokoh ini.
05:29Yang ketiga saya kira itu juga menunjukkan kepada publik bahwa
05:32secara politik Presiden itu terbuka dengan semua kalangan, termasuk tokoh-tokoh yang kritis.
05:39Itu tampaknya yang ingin dicapai melalui dari sisi politik gitu.
05:45Dalam demokrasi, suara kritis masyarakat kerap dijadikan sebagai suara pengingat bagi pemerintah.
05:53Meski dialog dengan Presiden telah terjadi,
05:56namun demokrasi tidak diukur dari siapa yang diundang masuk.
06:01Melainkan sejauh mana suara kritis tetap lantang setelah pertemuan usai.
06:06Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan