Skip to playerSkip to main content
Seorang guru honorer SD di Kabupaten Muaro Jambi, Tri Wulansari, menangis saat rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI, Selasa (20/1), usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap anak.

Wulansari menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat razia rambut di sekolah pada awal 2025. Ia menertibkan empat siswa kelas VI yang rambutnya dicat pirang, meski sebelumnya telah diimbau untuk menghitamkan rambut sebelum libur semester.

"Jadi akhirnya saya bilang dipotong sedikit saja seperti itu. Akhirnya dia mau dipotong, setelah rambutnya dipotong dia putar badan, putar badan itu ngomong kotor setelah dia ngomong kotor saya refleks nabok mulutnya,” sambungnya.

Menurutnya, tindakan itu tidak menimbulkan luka fisik dan siswa tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Namun, orang tua siswa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Wulansari menyatakan telah berulang kali membuat permintaan maaf. Ia juga mengaku siap berhenti mengajar demi menyelesaikan persoalan tersebut. Pihak sekolah pun telah berupaya melakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.

Pada 28 Mei 2025, ia resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dalam rapat tersebut, ia berharap Komisi III DPR RI dapat membantu mencari solusi atas kasus yang menjeratnya

Penulis/video editor: Rahma Nayali
Produser: Dena Novita
#TirtoRecap

Category

🗞
News
Transcript
00:00Sampai ngelontarin kato-kato kasar juga
00:02Sampai dia balik, dia ngomong juga sama saya
00:06Mati kau kubuat, katanya kalau udah sejarah kasar, sejarah halus, katanya kayak gitu
00:10Baiklah, disini saya akan menceritakan sedikit kronologi
00:15Dari awal tahun 2025
00:18Itu bertepat di bulan Januari tanggal 8
00:22Kejadiannya terjadi di lapangan sekolah
00:27Jadi anak berkumpul di lapangan sekolah dari kelas 1 sampai kelas 6
00:31Kebetulan ada anak 4 orang yang rambutnya bersemir Pak
00:36Jadi rambutnya bersemir pirang
00:39Anak kelas 6 SD
00:41Di semir pirang, cat merah
00:45Jadi saya melakukan razia
00:48Karena sebelumnya sudah diberitahu
00:52Sudah dikasih tahu bahwasannya yang dicat harus dicat hitam kembali
00:59Seperti itu sebelum libur semester
01:01Ternyata setelah masuk liburan semester
01:04Mereka masih rambutnya bersemir
01:07Nah jadi saya merazia, saya potong rambutnya
01:12Anak yang bertiga, teman anak yang ini tadi
01:15Mereka menurut ketika dipotong mereka menurut
01:19Karena mereka merasa memang salah mereka
01:22Seperti itu
01:23Nah yang satu ini mereka berontak
01:26Dia gak mau dipotong rambutnya
01:28Jadi akhirnya saya bilang dipotong sedikit aja
01:33Seperti itu
01:34Akhirnya dia mau dipotong
01:36Setelah rambutnya dipotong
01:37Dia putar badan
01:40Putar badan itu ngomong kotor pak
01:43Jadi setelah dia ngomong kotor
01:45Saya refleks
01:46Nabok mulutnya
01:48Kamu ngomong apa
01:49Orang tua di sekolah ini ya guru kamu
01:51Seperti itu
01:52Kalau di rumah orang tua kamu ya orang tua kamu
01:55Tapi kalau di sekolah guru inilah orang tua kamu
01:57Seperti itu pak
01:58Tapi tidak ada kejadian yang berdarah
02:01Atau mungkin giginya patah
02:04Atau seperti apa tidak
02:05Refleks satu kali
02:07Dan saya tidak pakai atribut apapun
02:10Di tangan saya
02:11Seperti itu
02:11Nah dan anak itu masih masuk
02:14Ke pelajaran selanjutnya
02:16Jadi masih belajar
02:18Sampai selesai
02:19Sampai pulang sekolah
02:20Masih belajar
02:21Jadi kejadiannya hari Rabu
02:23Pulang sekolah mungkin dia ngadu ke orang tuanya
02:26Setelah itu orang tuanya ada datang ke rumah saya
02:30Datang ke rumah saya
02:32Dia marah-marah
02:33Marah-marah ngomong apa yang kau anuin dengan anak aku
02:37Kata gitu kan
02:38Jadi saya jawab
02:39Duduk dulu bang
02:41Biar kita ngomong baik-baik kan gitu
02:43Tapi dia tidak mau ngomong baik-baik
02:47Akhirnya marah-marah gitu
02:48Sudah tuh sampai
02:49Ngelontarin kato-kato kasar juga
02:51Sampai dia balik
02:54Dia ngomong juga sama saya
02:55Mati kau kubuat
02:56Kata kalau udah secara kasar secara halus
02:58Katanya kayak gitu Pak
02:59Itu mengancam begitu
03:02Orang tua
03:03Mati kau kubuat
03:04Kalau udah secara kasar secara halus
03:06Iya
03:06Jadi pas hari Kamisnya
03:08Hari Kamisnya
03:09Kepala Sekolah memanggil
03:10Orang tua tersebut
03:12Maksudnya
03:13Biar mediasi
03:15Tapi hari itu
03:15Saya tidak diperbolehkan ke sekolah
03:17Sama Kepala Sekolah
03:19Karena takutnya terjadi apa-apa sama saya gitu
03:22Jadi Kepala Sekolah
03:24Berbicara dengan orang tua tersebut
03:26Tapi orang tua tersebut
03:28Tidak mau
03:29Karena kami sudah
03:31Mengadukan ini ke proses hukum
03:33Seperti itu
03:34Tidak mau berdamai
03:35Kayak gitu
03:36Akhirnya
03:36Diadukannya ke Polsek Bumpe
03:40Waktu itu
03:40Nah akhirnya saya dipanggil juga
03:43Dapat surat undangan
03:44Diwawancarai disana
03:46Dan tanggal
03:47Ada disitu tanggal berapa
03:49Melakukan mediasi di Polsek
03:53Sudah sempat juga
03:54Melakukan mediasi di Polsek
03:56Sudah sempat
03:57Tapi memang orang tuanya juga
03:58Tidak mau
03:59Malahan
04:00Dia menyebut
04:01Kalau ada jalur yang tidak melibatkan
04:03Dinas pendidikan
04:04Saya tempuh jalur itu
04:05Seperti itu Pak
04:06Akhirnya kasusnya berlanjut
04:09Sampailah
04:10Kepores
04:11Jadi pada tanggal 13 Januari
04:19Itu kabit SD
04:21Kebetulan dipimpin dengan Pak Sabki
04:23Waktu itu sempat datang juga
04:25Turun ke desa
04:26Dan datang ke rumah orang tua tersebut
04:29Untuk mediasi juga Pak
04:31Tapi tidak menemui titik temu
04:34Sudah itu
04:36Yang terjadiin mediasi di Polsek itu
04:39Tanggal 22 Januari
04:41Mediasi di Polsek
04:43Terjadi
04:43Dia orang tua mengatakan seperti itu
04:45Kalau ada jalur yang tidak melibatkan
04:46Dinas pendidikan
04:47Saya tempuh jalur itu
04:48Pada bulan Maret
04:52Kami
04:53Saya beserta suami
04:55Naik ke rumah
04:56Ketua Adat
04:57Ingin
04:59Menyelesaikan masalah ini
05:01Mengajak ketua adat untuk
05:03Ke rumah orang tua tersebut
05:06Biar bisa diselesaikan di desa
05:08Seperti itu
05:08Tapi ketua adat menolak
05:12Ketua adatnya datang sendiri
05:13Ke rumah orang tua tersebut
05:15Dan memang tidak ada penyelesaian
05:18Tidak ada penyelesaian
05:21Pada tanggal 12 Maret
05:23Ada surat panggilan mediasi di Polres
05:25Itu juga tidak terlaksana
05:27Kebetulan hari itu saya ada kegiatan
05:30Jadi suami yang mewakilkan
05:31Untuk datang ke Polres
05:32Tapi ketika suami datang ke Polres
05:34Ternyata
05:34Pihak orang tua tersebut sudah pulang
05:37Jadi mediasinya tidak terlaksana
05:39Pada tanggal 6 Mei
05:41Pihak PGRI Kabupaten Muaro Jambi
05:45Turun ke desa Pemataraman
05:46Nah jadi berharap
05:49Ada mediasi juga
05:50Dengan orang tua tersebut
05:53Tetapi memang tidak ada penyelesaian
05:56Jadi kebetulan ketua PGRI-nya Pak Ismianto
05:59Bapak ini mewawancarai
06:01Semua guru yang ada di sekolah
06:04Seperti itu
06:04Jadi gurunya satu-satu dipertanyakan
06:06Seperti apa
06:07Saya juga tidak tahu
06:09Keterangan mereka seperti apa
06:11Sudah itu
06:14Bapak ini sempat mau mampir ke rumah
06:18Orang tua itu
06:19Tapi orang tuanya tidak di rumah
06:21Jadi tidak jadi
06:22Pada Kamis tanggal 15 Mei
06:25Saya dipanggil lagi menjadi saksi
06:27Di Polres Muaro Jambi
06:30Pada tanggal 20 Mei
06:34Sama seperti itu juga
06:36Saya dimintai saksi
06:37Dan saya ditetapkan tersangka
06:40Pada
06:43Pada tanggal 28 Mei
06:49Saya dipanggil juga
06:52Ke ruangan kepala dinas
06:54Bersama Bapak Ketua PGRI juga
06:57Disitu juga kami
06:59Mencari penyelesaian
07:00Atas kasus ini
07:01Seperti apa
07:02Dan pada hari itu juga
07:05Saya ditetapkan sebagai tersangka
07:08Di Polres Muaro Jambi
07:10Dan pada bulan Juni
07:13Itu saya sudah mulai wajib lapor
07:18Wajib lapor di Polres Muaro Jambi
07:22Terima kasih telah menonton!

Recommended