Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sebuah video pengakuan seorang perempuan inisial SH (28) yang menabrak petugas marka jalan hingga meninggal dunia, Masrial (30) viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @sarang_tawa tersebut, SH terlihat tidak menunjukkan penyesalan mendalam atas hilangnya nyawa korban, melainkan justru lebih fokus membicarakan kondisi mobilnya pascakecelakaan.

Dalam rekaman yang beredar luas, SH terdengar berbicara sambil tertawa, mempertanyakan kerusakan kendaraan yang ia gunakan saat insiden tragis itu terjadi.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #kecelakaan #tabrakan #pekanbaru

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Penabrak petugas jalan ngaku mabuk dan bahas biaya kerusakan mobil sambil tertawa.
00:14Sebuah video pengakuan seorang perempuan inisial SH-28 yang menabrak petugas marka jalan hingga meninggal dunia,
00:22Mas Rial 30, viral di media sosial dan menuai kecaman publik.
00:27Dalam video yang diunggah akun Instagram arroba sarang tawa tersebut,
00:32SH terlihat tidak menunjukkan penyesalan mendalam atas hilangnya nyawa korban,
00:37melainkan justru lebih fokus membicarakan kondisi mobilnya pasca kecelakaan.
00:42Dalam rekaman yang beredar luas, SH terdengar berbicara sambil tertawa,
00:47mempertanyakan kerusakan kendaraan yang ia gunakan saat insiden tragis itu terjadi.
00:52Ia bahkan menyebut alasan mengapa dirinya pergi mabuk dan gak membawa mobil tersebut.
00:58Sikap SH dalam video itu pun memicu kemarahan warganet.
01:20Banyak yang menilai pengakuan tersebut tidak menunjukkan empati terhadap korban yang kehilangan nyawa akibat perbuatannya.
01:27Alih-alih menyesali kejadian, SH justru terlihat lebih memikirkan kerugian materi yang ia alami.
01:33Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas Satelantas menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian pelaku saat mengemudi.
01:42Dalam keterangan awal, pihak kepolisian menyebut SH diduga menabrak korban
01:47karena sedang melakukan panggilan video-video call saat mengendarai mobil.
01:51Menanggapi viralnya video pengakuan tersebut,
01:55Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Bagus Wirawicaksana memberikan klarifikasi terkait dugaan bahwa SH mengemudi dalam keadaan mabuk atau di bawah pengaruh zat terlarang.
02:07AKP Satrio menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes urin terhadap SH.
02:14Kami sudah melakukan tes urin terhadap yang bersangkutan.
02:18Hasilnya negatif, tidak terbukti mengonsumsi obat-obatan terlarang maupun alkohol.
02:23Ujar AKP Satrio, Senin, 2 Februari 2026.
02:29Meski demikian, penyelidikan terhadap kasus kecelakaan maut tersebut masih terus berlanjut.
02:34Polisi menegaskan akan memproses perkara ini sesuai dengan hukum yang berlaku dan mendalami seluruh unsur kelalaian yang menyebabkan meninggalnya petugas marka jalan tersebut.
02:45Satrio juga menegaskan kalau ada biaya pembebasan 1 miliar rupiah yang viral di media sosial juga tidak benar.
02:53Itu kan kata orang, tidak benar. Pelaku masih kita tahan sampai saat ini, pungkasnya.
02:59Sebelumnya diketahui, Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Bagus Wirawicaksana menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi yang tidak berkonsentrasi saat berkendara.
03:12Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan tersangka yang bersangkutan saat pengemudi melakukan panggilan video dengan rekannya.
03:20Handphone kemudian terjatuh ke lantai mobil dan saat berusaha mengambilnya, konsentrasi pengemudi hilang sehingga kendaraan oleng dan berpindah lajur, ujar AKP Satrio.
03:32Kamis, 29 Januari 2026.
03:36AKP Satrio menerangkan, sebelum tabrakan terjadi, pengemudi sempat melihat korban yang sedang jongkok mengerjakan marka jalan dengan jarak sekitar 15 meter.
03:46Namun karena fokus terganggu akibat handphone, kendaraan melaju zigzag, berpindah ke lajur kiri, dan justru menginjak pedal gas hingga menabrak korban.
Komentar

Dianjurkan