00:00Panitia khusus DPRD Provinsi Riau yang membahas rancangan peraturan daerah tentang peraturan
00:05penambahan penyertaan modal pada PT Bang Riau Keprisyariah, Perseroda, melakukan kunjungan ke
00:10sejumlah ban pembangunan daerah di Sumatera. Kunjungan ini bertujuan memperoleh referensi
00:15komprehensif terkait strategi dan skema penyertaan modal daerah guna memperkuat permodalan ban.
00:20Di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat, penguatan permodalan dinilai menjadi
00:25faktor krusial bagi perbankan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing.
00:30memenuhi ketentuan modal inti minimum, MIM.
00:35terbagi kedua lokasi, yakni Ban Nagari di Bukit Tinggi dan Ban Sumut di Medan.
00:40kunjungan ke Ban Nagari dipimpin Misliadi bersama anggota Pansu selintas fraksi.
00:45Syahyadi, Eva Yuliana, Efrinaldi, Mamun Solihin, Sofyan,
00:50Hardianto, dan Biski, serta didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BNB.
00:55Merkah Syariah Fajar Restu Febriansyah.
00:57Sementara itu, kunjungan ke Ban Sumut dipimpin.
01:00timpin Robin P. Huta Galung bersama Ginda Burnama, Imus Tiar, dan Monang Eliezer Pasarini.
01:05dengan pendampingan pemimpin Divisi Perencanaan dan Keuangan BRK Syariah Yasral Yazis.
01:10Ketua Pansus DPRD Riau, Misliadi, mengatakan kunjungan kerja ini penting.
01:15untuk merumuskan kebijakan penyertaan modal yang tepat dan berkelanjutan bagi BRK Syariah.
01:20Kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai skema penyertaan modal daerah pada BPD lain.
01:25sehingga Ran Perda yang disusun nantinya realistis, implementatif, dan mendukung penguatan BRK.
01:30Ia menegaskan, Pansus berkomitmen mendorong penyertaan.
01:35dalam bentuk setoran tunai, dengan skema yang disesuaikan kondisi keuangan daerah.
01:40Penyertaan modal bisa dilakukan sekaligus atau bertahap, tergantung kemampuan fiskal daerah.
01:45Namun prinsipnya kami ingin memperkuat permodalan ban secara nyata, kata Misliadi.
01:50Terima kasih telah menonton!
Komentar