Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejumlah warga Amerika Serikat menggelar aksi protes atas penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di luar Pengadilan Federal Manhattan, New York.

Para demonstran membawa bendera Venezuela dan slogan menuntut pembebasan Maduro dan istrinya.

Mereka menilai Trump tidak punya hak menangkap Maduro dan mengganggu kedaulatan negara lain.

Kita akan berbincang dengan warga negara Indonesia di New York, Amerika Serikat, Sonya Michaella, terkait situasi di sana dan reaksi publik Amerika Serikat terhadap penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Baca Juga Demo Besar di Venezuela: Massa Pro-Chavez Tuntut Pembebasan Nicolas Maduro dan Cilia Flores di https://www.kompas.tv/internasional/642907/demo-besar-di-venezuela-massa-pro-chavez-tuntut-pembebasan-nicolas-maduro-dan-cilia-flores

#amerikaserikat #nicolasmaduro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/645136/wni-ungkap-situasi-terkini-reaksi-publik-as-usai-penangkapan-maduro-sejumlah-wilayah-gelar-demo
Transkrip
00:001, 2, 3, 4
00:02Sementara itu sejumlah warga Amerika Serikat menggelar aksi protes
00:09atas penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro,
00:12di luar pengadilan Federal Manhattan, New York.
00:15Para demonstran membawa bendera Venezuela dan slogan
00:18menuntut pembebasan Maduro dan istrinya.
00:21Mereka menilai Trump tidak punya hak menangkap Maduro
00:24dan mengganggu kedaulatan negara lain.
00:30It is important to oppose the U.S.'s infringement on the sovereignty of Venezuela.
00:38It is not our place regardless of if Maduro has committed any crimes
00:42to meddle in the foreign affairs of a sovereign nation.
00:46The destiny of Venezuela is for Venezuelans to decide
00:49and it is not for U.S. hands to meddle with.
00:52Dan saudara, malam hari ini kita akan berbincang dengan warga negara Indonesia
00:56yang saat ini berada di New York, Amerika Serikat,
00:59Sonia Mikaela terkait situasi di sana dan reaksi publik Amerika Serikat
01:03terhadap penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
01:07Selamat pagi waktu New York, Mbak Sonia.
01:11Selamat pagi waktu New York, Mas Reddy, dan selamat malam waktu Indonesia.
01:15Baik. Mbak Sonia, pertama saya ingin tahu dulu reaksi warga negara Amerika Serikat di sana
01:20terhadap momen penangkapan Nicolas Maduro.
01:22Apa lebih banyak yang mengecam atau justru mendukung tindakan Presiden Donald Trump?
01:27Ya, baik tadi tentu saja ini ada dua reaksi ya yang mendukung dan juga menolak
01:35terkait penangkapan Nicolas Maduro oleh Donald Trump, oleh pasukannya Donald Trump.
01:41Jadi tepat di hari satu, sekitar 3-4 jam setelah Maduro ditangkap di Venezuela,
01:48itu langsung ada gelombang protes di beberapa titik di New York.
01:54Salah satunya adalah di Times Square.
01:56Jadi gelombang protes itu mendesak agar Amerika Serikat segera melepaskan Maduro
02:01karena mereka berpendapat bahwa Maduro tidak bersalah.
02:05Begitu juga keesokan harinya, yaitu di hari Minggu,
02:08di depan Metropolitan Detention Center, tempat Maduro ditahan,
02:13ini juga ada gelombang protes yang menyuruhkan hal yang sama.
02:18Tapi ada juga nih beberapa kelompok yang muncul yang
02:22mereka ini adalah warga Venezuela yang sudah tinggal di New York sebagai imigren.
02:27Ini juga mereka berterima kasih kepada Amerika karena telah menangkap Maduro.
02:31Seperti itu.
02:32Oke, jadi ada dua pendapat yang terbelah ya setidaknya.
02:36Tapi komunitasnya saya pikir lebih banyak yang menentang.
02:39Sepertinya ya, begitu ya maksudnya ya?
02:41Iya.
02:43Oke.
02:44Nah, kalau itu tadi secara umum gambaran tentang sikap warga negara Amerika Serikat.
02:49Tapi saya juga ingin menanyakan komunitas Hispanik di Amerika Serikat kan sangat banyak.
02:54Di New York juga begitu sepertinya.
02:56Saya yakin lebih spesifik.
02:57Bagaimana komunitas Hispanik juga menanggapi insiden ini
03:00ataupun penangkapan Nicholas Maduro oleh Amerika Serikat ini?
03:03Kemarin saya sempat menyambangi pengadilan yang ada di New York di mana Maduro dibawa ke pengadilan tersebut sekitar jam 12 siang.
03:16Di situ juga banyak sekali warga Venezuela yang hadir.
03:19Ini juga terbelah menjadi dua kelompok.
03:23Ada warga Venezuela dan juga aktivis Amerika Serikat.
03:26Aktivis New York, anak-anak muda New York yang mereka meminta Maduro untuk dilepaskan.
03:32Tetapi warga Venezuela yang memang sudah lama tinggal di New York ini mereka berterima kasih kepada Trump
03:38bahwa akhirnya Amerika bisa menangkap Maduro karena mereka melihat Venezuela saat ini memang sangat terpuruk di bawah kepemimpinan Maduro.
03:49Seperti itu.
03:50Ada dua suara yang terpecah begitu ya kira-kira dalam momen penangkapan Nicholas Maduro.
03:56Dan memang benar protesnya ini, demonya ini memang depan belakang.
04:01Jadi ada di satu momen bahwa mereka ini saut-sautan, ini kayak berbalas teriakan seperti itu.
04:08Tapi sejauh ini bagaimana kondisi di New York?
04:10Masih kondusif dengan adanya aksi unjuk rasa yang cukup besar di sana dengan dua kubu tadi?
04:17Sangat-sangat kondusif, tidak ada pembatasan jalan, tidak ada pembatasan aktivitas.
04:23Jadi masyarakat, warga masih beraktivitas dan bekerja seperti biasa.
04:28Oke, mungkin saya ingin lebih detail bertanya soal pendukung Nicholas Maduro ya, warga negara Amerika Serikat yang turunan Venezuela yang mendukung Nicholas Maduro.
04:42Apa alasan mereka mendukung sebenarnya?
04:46Maksudnya mendukung penangkapan, maaf.
04:47Mendukung penangkapan, apa alasannya?
04:49Mendukung penangkapan, karena mereka pun keluar dari Venezuela ini merasa karena mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan bekerja dengan baik.
05:01Lalu mata uang juga jatuh, ekonomi terburuk.
05:05Jadi mereka, dan mostly mereka ini kan pasti akan bergeser masuk ke wilayah Amerika, langsung dengan New York.
05:13Dimana New York ini kan adalah melting pot dari berbagai warga negara, khususnya juga Hispanik banyak sekali di sini.
05:22Jadi mereka merasa penangkapan Maduro ini sudah sangat tepat dilakukan oleh Trump.
05:28Dan mereka berharap pengganti Maduro saat ini, yang adalah wakil presiden yang menjadi aktif presiden ini, bisa mengubah ekonomi Venezuela lebih baik lagi.
05:39Dan mereka bisa kembali ke Venezuela, bisa bertemu dengan keluarganya mereka lagi.
05:43Dan mereka bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik lagi di negaranya sendiri tanpa harus bermigrasi ke negara lain.
05:53So they thought, they will have a better future ya ketika mereka meninggalkan Venezuela karena menilai pemerintahnya sendiri tidak bisa menangani krisis ekonomi.
06:06Lalu juga dinilai tiran, kira-kira begitu ya Mbak Sonia ya?
06:09Ya dan mereka juga beberapa, kemarin di depan pengadilan juga mereka membawa poster yang menyebut bahwa Maduro ini adalah diktator.
06:17Dan juga mereka menyebutkan bahwa minyak kita itu banyak, jadi kalian tuh gak usah khawatir.
06:24Jadi mereka, memang mereka mendukung Trump dan pemerintahan Amerika Serikat untuk segera mengadili Maduro.
06:31Oke, Senin kemarin itu persidangan Maduro kan dimulai ya.
06:37Kita juga ingin tahu apa sebenarnya yang ia sampaikan, Maduro sampaikan di hadapan publik gitu ketika muncul di hadapan publik.
06:44Dan bagaimana jalannya pengadilan sejauh ini menurut pengamatan Anda di sana?
06:51Sekitar pukul 10 pagi kemarin, Senin ya waktu New York itu Maduro dibawa dari deteksi center di daerah Brooklyn
07:00untuk menuju ke court di Manhattan, di downtown Manhattan itu sekitar pukul 11 pagi kalau saya tidak salah ingat.
07:08Lalu, jadi sejak pagi hari ini warga ini sudah berkumpul di pengadilan, di depan pengadilan.
07:16Karena memang di bagian depan itu sudah dijaga polisi, jadi kami hanya bisa melihat dari seberang.
07:23Itu memang Maduro mengaku bahwa dirinya tidak bersalah dengan apa yang sudah dituduhkan Trump
07:31dan juga dituduhkan pemerintahan Amerika Serikat selama ini, dia dan istrinya Celia Flores itu hadir di pengadilan
07:38untuk first hearing, tapi dia juga menegaskan bahwa dia tidak bersalah.
07:45Dan kalau saya tidak salah, nanti ada persidangan kedua adalah sekitar bulan Maret.
07:50Jadi, selama menunggu persidangan ini, Maduro ini akan ditahan di deteksi center yang ada di Brooklyn ini.
08:01Terakhir, ini menarik pertanyaan saya yang terakhir ini.
08:04Gara-gara penangkapan Nicolas Maduro ini dan upaya dalam tanda kupit pencaplokan Venezuela oleh Amerika Serikat,
08:11banyak negara lain akhirnya sekarang ketar-ketir, agak-agak takut juga melihat aksinya Donald Trump.
08:16Yang saya lihat, Kolombia, Kuba, lalu konon juga Greenland disebut oleh Donald Trump,
08:23lalu juga ada Denmark juga yang mengaku ketakutan.
08:27Nah, kira-kira dengan adanya kekhawatiran itu, bagaimana editorial media-media di Amerika Serikat
08:33dan juga reaksi publik terhadap pernyataan-pernyataan Trump yang memberikan, dalam tanda kutip, ancaman mungkin untuk negara lain?
08:40Reaksi publik ini dan juga pemberitaan media ini juga beragam ya bahwa kita tahu bahwa kita sebut saja Kolombia
08:49karena memang lagi kemarin Trump juga sempat mengeluarkan ancaman terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro ini cukup menarik
08:58karena Kolombia ini adalah salah satu negara pendukung Palestina,
09:01di mana kita tahu sekarang posisinya Amerika selalu bersama Israel untuk menyerang gasa seperti itu ya.
09:10Jadi, kubu ini juga terbelah kayak ada yang oke ayo segera serang Kolombia
09:19atau satu kubu lagi juga yang menolak dan menentang apapun yang dilakukan oleh Trump.
09:28Kita juga tahu bahwa visa dari Presiden Kolombia ini juga sudah sempat dicabut oleh Trump
09:34karena Gustavo Petro ini sempat ikut aksi solidaritas Palestina
09:39waktu Sidang Majelis Umum PBB di waktu September 2025,
09:44itu dia sempat ikut aksi solidaritas Palestina di depan dodong PBB
09:48jadi memang tensi mereka berdua ini sudah cukup panas ya
09:52dari sejak isu Palestina mencuat seperti itu.
09:56Oke, baik. Terima kasih banyak sekali informasi yang disampaikan oleh Anda, Mbak Sonja.
10:01Nanti kita tunggu ke depannya bagaimana.
10:04Seperti ini memang menyedot banyak perhatian,
10:06termasuk di Indonesia juga sangat menjadi pembicaraan
10:08karena sedikit banyak sepertinya akan punya dampak juga bagi Indonesia
10:12yang saat ini juga punya posisi masih dalam kondisi netral gitu ya
10:17dan menyikapi sikap dari Amerika Serikat ini.
10:19Terima kasih sekali lagi warga negara Indonesia di New York, Amerika Serikat,
10:23Sonja Mikaela telah berbagi informasinya di Sampai Indonesia Malam.
10:26Sampai jumpa lagi. Selamat pagi waktu New York.
10:27Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan