00:00Berikutnya saudara di usia 77 tahun, seorang lansia bersama dua anak perempuannya
00:04bertahan hidup di sebuah rumah tak layak huni di kota Bengkulu.
00:09Diding rapuh dan bau tak sedap dari kandang ayam di bawah satu atap
00:14menjadi bagian dari keseharian mereka.
00:21Beginilah potret kehidupan pandi, lansia 77 tahun di pematang gubernur kota Bengkulu.
00:27Bersama dua anak perempuannya, ia bertahan di sebuah rumah kayu lapuk yang tak layak huni.
00:35Belasan tahun, keluarga kecil ini hidup di rumah yang bukan milik sendiri,
00:39melainkan pinjaman dari pemilik lahan.
00:43Selain kondisi bangunan yang kian rapuh, lingkungan tempat tinggal pun jauh dari sehat.
00:49Mereka harus berbagi ruang dengan ayam peliharaan.
00:52Menghadapi aroma tak sedap dan kelembapan adalah makanan sehari-hari.
00:59Pandi tinggal bersama dua anaknya sejak sang istri meninggal lima tahun lalu.
01:04Dan sejak itu, hidupnya perlahan berubah.
01:08Mantan pekerja bangunan ini kini hanya bisa duduk di kursi roda akibat kelumpuhan.
01:12Sementara kedua anaknya, yang berusia 14 dan 19 tahun, telah lama putus sekolah.
01:19Meski prihatin dengan kondisi pandi, pemerintah kota Bengkulu tidak bisa merenovasi tempat tinggal pandi.
01:48Karena bangunan itu bukan miliknya.
01:51Tetapi, pemerintah kota menargetkan sebelum lebaran, pandi dan dua anaknya akan menempati rumah yang lebih layak.
01:59Kami tidak bisa merehab rumah tersebut karena tanahnya budak tanah Bapak Pandi.
02:05Tapi kami akan merangkul para donatur, para orang-orang baik untuk kita cari tanah, kita baru.
02:12Target, sebelum lebaran Bapak Pandi sudah punya rumah baru.
02:16Selama bertahun-tahun, Pandi bertahan hidup dari bantuan pemerintah.
02:22Ia tercatat sebagai penerima PKH dan berbagai bantuan sosial lainnya.
Komentar