Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Timnas PSSI, Sumardji mengungkapkan proses penunjukkan John Herdman sebagai pelatih baru.

Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan pelatih baru timnas, dengan melihat karakter pemain, karakter supporter, dan juga iklim Indonesia.

"Kita kepingin pelatih yang memang dia mau tinggal di Indonesia, tahu kultur, tahu budaya dan lain-lain sebagainya, berkaitan dengan negara kita di sini, walaupun sebagian pemain-pemain kita ini berada di luar. Tetapi poinnya adalah, agar supaya ketika pelatih ini ada di Indonesia, akan banyak ruang dan waktu yang akan bisa dilakukan untuk melihat kondisi liga yang ada di Indonesia. Yang lebih penting lagi bisa komunikasi aktif dengan para pelatih yang ada di klub-klub," katanya.

Sumardji menambahkan Herdman selalu aktif mengikuti perkembangan tim nasional Indonesia ini dia melihat pertandingan-pertandingan tim nasional Indonesia mulai dari U-17 hingga kualifikasi Piala Dunia.

"Jadi intinya kalau berkaitan dengan soal dia absen kurang lebih 1 tahun, tidak melatih, menurut dia tidak jadi masalah karena dia selalu mengikuti perkembangan. Di samping tim nasional Indonesia, dia juga mengikuti tim nasional negara lain," ungkapnya.




Saksikan Program DIPO INVESTIGASI episode "JURU TAKTIK BARU TIMNAS GARUDA", Senin, 12 Januari 2026, pukul 20.30 WIB di KompasTV!



Klik di sini: https://youtu.be/S6zqmyidJfY?si=Rd7v0v45e3utszZo



#timnasindonesia #johnherdman #garuda

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/643578/pssi-ungkap-proses-terpilihnya-john-herdman-jadi-pelatih-baru-timnas-indonesia-dipo
Transkrip
00:00Intro
00:00Setelah PSSI resmi menunjuk pelatih yang diberi juluk history maker John Hartman untuk melatih tim nasional Indonesia
00:26Apakah John Hartman sesuai dengan julukannya mampu memberikan sejarah manis bagi sepak bola tanah air?
00:33Saya akan langsung tanyakan kepada Ketua Badan Tim Nasional PSSI Pak Sumarji
00:38Pak Sumarji apa kabar?
00:39Baik Alhamdulillah
00:40Pak Sumarji kita tahu bahwa akhirnya setelah 2 bulan lamanya tim nasional kita kembali memiliki pelatih
00:47Yang tentu kita mengetahui juga latar belakang dari John Hartman itu sendiri
00:52Tapi dalam prosesnya mungkin bisa diceritakan seperti apa penunjukan dari John Hartman ini
00:57Ketua Umum langsung perintahkan saya selaku Ketua Badan Timnas
01:00Dan saya komunikasi koordinasi dengan Direktur Teknik Mr. Alexander
01:05Kami langsung tancap gas cari beberapa alternatif calon-calon yang memang kiranya cocok dengan tim nasi kita
01:15Kita harus melihat karakter pemain, kita juga harus melihat karakter supporter dan juga kita harus melihat iklim Indonesia
01:23Jadi semua itu kita rangkai jadi satu
01:25Saya sampaikan ke Alexander dan Alexander pun juga sama-sama mencari
01:30Akhirnya kita menemukan lebih dari 10 ya
01:34Lebih dari 10 mungkin hampir mendekati 20 calon pelatih
01:38Baik itu pelatih-pelatih yang memang lotabene nya punya nama besar dan juga pelatih-pelatih yang boleh dikatakan middle ya
01:46Diperkecil, dipersempit dari segi yang tadi tinggal 5 nama
01:51Nah setelah dari 5 nama tentu yang kita lakukan adalah memperdalam lagi
01:56Hal dari statistik dan lain-lainnya, detail sekali
01:59Setelah itu baru kita lakukan, kita sampaikan ke Ketua Umum
02:03Dan kita sampaikan secara umum ke teman-teman EXCO
02:07Dan setelah itu baru kita menentukan sikap
02:11Oke kita akan tentukan tim ini dan kita akan melakukan interview
02:15Salah satu hal yang menjadi pokok utamanya adalah
02:20Apakah pelatih ini mau tinggal di Indonesia
02:23Karena kita kepingin pelatih yang memang dia mau tinggal di Indonesia
02:30Tahu kultur, tahu budaya dan lain-lain sebagainya berkaitan dengan negara kita disini
02:35Walaupun sebagian pemain-pemain kita ini berada di luar
02:39Tetapi poinnya adalah agar supaya ketika pelatih ini ada di Indonesia
02:45Akan banyak ruang dan waktu yang akan bisa dilakukan untuk melihat kondisi liga yang ada di Indonesia
02:52Yang lebih penting lagi bisa komunikasi aktif dengan para pelatih yang ada di klub-klub
02:58Ini penting sekali
02:59Karena kan dari lima kan, dari lima nama, lima nama itu kita intens kita bicara
03:07Dan yang bersedia, bersedia mau datang di interview ya dua, dua orang, dua pelatih ini
03:15Nah dari dua pelatih ini kan kita tanya seorang mendetail
03:20Dan yang tidak kalah penting juga berkaitan dengan soal nilai kontrak dan lain sebagainya
03:27Ini bagian terpenting yang tentu kita harus bisa mengkalkulasi agar supaya kita tepat seperti itu
03:34Koreksi kalau saya salah Pak Sumarji
03:36Tapi apakah tidak kemudian menjadi tantangan tersendiri ketika kita tahu John Hartman terakhir kali menunggangi klub FC Toronto itu pada November 2024
03:45Artinya kurang lebih setahun dia tidak melatih pemain
03:48Apakah kemudian ini juga menjadi tantangan ke depan?
03:51Dia menyampaikan, saya selalu aktif mengikuti perkembangan
03:54Bahkan dia menyampaikan, untuk Timnas Indonesia ini dia melihat pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia mulai dari U17-nya Piala Dunia kemarin dia betul-betul lihat dan dia tahu
04:09Terus dia Piala Dunia kemarin dia sampaikan secara detail menyampaikannya ketika lawan Saudi, ketika lawan Irak, dia sampaikan secara detail
04:21Jadi intinya kalau berkaitan dengan soal dia absen kurang lebih satu tahun, tidak melatih
04:28Menurut dia tidak jadi masalah karena dia selalu mengikuti perkembangan
04:32Di samping Timnas Indonesia, dia juga mengikuti Timnas Negara lain
04:37Yang dilihat dari latar belakang John Hartman juga soal bagaimana kiprahnya menangani sebuah tim nasional
04:43Kita tahu bahwa John Hartman hasil membawa Timnas Kanada
04:46Lolos ke Piala Dunia 2022 setelah lebih dari 30 tahun absen
04:51Bahkan membawa Timnas Kanada ini melesat dari ranking 90 FIFA menuju ke ranking 33
04:58Apakah artinya John Hartman ini diberikan tanggung jawab untuk mampu membawa Timnas kita masuk ke Piala Dunia 2030?
05:05Kita memberikan kesempatan seluas-luasnya
05:11Dan tentu kita ada GPI-nya, targetnya ada berkaitan dengan soal 2026
05:16Yang terdekat, contoh nanti Maret ada VivaMSD
05:23Terus nanti setelah itu AFF ada
05:27Tetapi jangan juga, jangan juga nih kebiasaan kita ini kan harus menang, harus menang
05:34Ya semuanya itu kan, kalau itu kita yakin sama-sama berjalan itu setiap tahun berprogresnya positif
05:42Setiap tahun berprogresnya positif, setiap tahun berprogresnya positif
05:46Nah itu kan akan membawa kepercayaan kepada publik dan juga trustnya kita akan semakin naik ke SSI
05:53Artinya dengan waktu yang relatif masih panjang menuju 2030, PSSI tetap menaruh harapan mungkin kepada John Hartman
06:00Untuk mampu setidaknya membawa kita melaju lebih jauh di Piala Dunia
06:03Arahnya itu ke sana
06:05Arahnya itu adalah ke kita bisa lolos Piala Dunia di 2030
06:11Kita banyak belajar, pengalaman yang sudah-sudah
06:14Saya sampaikan juga apa adanya
06:16Sintayong itu pertama datang juga saya yang ada di situ
06:19Itu juga gak bisa kan, langsung berk-berk-berk menang, gak bisa
06:23Semua itu progres, ada proses yang cukup panjang Sintayong itu
06:28Untuk mengenal masing-masing pemain, untuk mengenal PSSI ini seperti apa
06:35Untuk mengenal supporter seperti apa
06:37Sehingga semuanya itu ada tahapan-tahapannya
06:41Tetapi ingat ketika mereka dikasih KPI, dikasih target
06:48Terus target itu tidak tercapai
06:50Tentu ada evaluasi, gitu loh
06:52Kenapa? Setiap event kami selalu melakukan evaluasi
06:56Evaluasi
06:57Dan evaluasi itu pasti ada sanksinya gitu
07:03Artinya sanksi itu apa?
07:05Sanksi yang kira-kira, oh iya kamu sanksi apa?
07:08Kalau ini kurang gak? Kamu harus tingkatkan
07:10Bagaimana caranya?
07:11Ya kamu yang sanksinya kamu yang perbaiki, gitu loh
07:14Bukan terus sanksi pecat-pecat
07:16Ya gak bisa begitu
07:17Semua itu, mohon maaf aja, gak ada ceritanya
07:21Melatih suatu tim, itu instan, itu gak ada, gak ada cerita
07:26Ada yang menarik juga Pak Sumarji bahwa
07:28Ada satu mimpi, yang kemudian selalu dielulukan mungkin
07:32Oleh para supporter kita adalah mengangkat Piala AFF
07:35Untuk pertama kalinya
07:36Apakah kemudian ini juga menjadi PR pertama bagi John Hartman
07:40Untuk mampu membawa Piala AFF ke negara kita?
07:42Ya, betul
07:43Tetapi ingat ya
07:44Target kita, ya kita udah sampaikan pada saat interview
07:48Targetkan dia kamu harus juara
07:49Tapi kami tidak memberikan ultimatum kamu
07:53Nanti kalau gak ini, gak ada
07:55Ya, jelas ya
07:56Kami sepakat bahwa
07:58Nanti akan kita sampaikan lagi ke John
08:00Minta ingatkan lagi bahwa kita punya target
08:02Tapi targetnya juara, ya
08:05Tetapi jika itu tidak tercapai
08:08Saya mohon pengetahuan masyarakat jangan langsung menjudge negatif-negatif
08:13Dan artinya PSSI juga mohon maaf
08:14Tidak akan mungkin memencet John Hartman ketika gagal membawa Piala AFF
08:18Itu dipastikan juga?
08:20Iya, iya harus dipastikan
08:22Dipastikan dan itu memang tidak ada pembicaraan
08:25Hanya gagal Piala AFF terus nanti ada sanksi berat gitu
08:29Oke, ada yang jadi perhatian publik juga Pak Sumarji
08:32Bahwa ketika PSSI memilih Patrick Klyver
08:35Euphoria dari, mohon maaf, PSSI ini terlihat cukup besar
08:39Mulai dari proses perkenalan
08:41Dari Patrick Klyver ke supporter kita hingga dan lain sebagainya
08:45Tapi ketika John Hartman ini nampak cukup sederhana
08:48Apa yang kemudian membedakan Pak Sumarji?
08:50Begini ya, satu, kami ini tidak ingin terlalu bereforia
08:58Satu, karena kita tidak tahu prosesnya nanti seperti apa, kendalanya apa
09:03Dan itulah yang kita jadikan pengalaman-pengalaman yang tidak baik gitu
09:09Makanya kami ingin memperlakukan itu wajar-wajar saja
09:14Supporter kita saat ini menantikan sosok yang kemudian dapat kembali dicintai
09:19Oleh para penikmat sepak bola tanah air
09:22Mungkin kalau kita bicara soal siapa sosok terakhir yang dicintai
09:25Kita bisa sebut STY
09:27Karena dinamika yang kemudian terjadi pada saat Patrick Klyver masuk ini begitu bergejolak
09:31Apakah kemudian John Hartman ini akan mampu memenuhi ekspektasi dan menghadapi ekspektasi dari supporter kita?
09:38Kami semua dari ketua umum, pakil ketua umum, teman-teman EXCO itu punya yakinan
09:43Kami punya yakinan, karena untuk memilih namanya John itu juga kami pilih secara aklamasi
09:51Insya Allah kalau kita memilihnya dengan pikiran yang positif, penilaian positif, ya kita punya feeling juga akan positif
10:00Klyver ada aura sebagai pemain, yes
10:05Dia pemain yang sangat-sangat luar biasa bagi tim Nasus Belanda
10:09Tapi sebagai pelatih kita tahu dia punya banyak red flag
10:11Sementara Herman kebalikannya
10:13Sub indo by broth3rmax
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan