00:00Beriman Katolik dalam kebudayaan Dayak merupakan proses harmonisasi
00:08antara ajaran gereja Katolik dengan kebudayaan suku Dayak.
00:12Bertujuan menciptakan identitas Kristiani, kaya dan kontekstual,
00:17menghindari sinkretisme, fokus pada aplikasi ajaran Yesus Kristus.
00:22Dalam pemahaman sederhana, agama Katolik sebagai sumber keyakinan iman
00:27dan kebudayaan Dayak sebagai filosofi etika berperilaku.
00:32Karena antara agama Katolik dan kebudayaan Dayak,
00:35saling bersinergi di dalam membentuk karakter dan jati diri Dayak.
00:39Dua landasan mendasar beriman Katolik dalam kebudayaan Dayak.
00:44Pertama, konsep teologi adikodrati dari Thomas Aquinas, 1225-1274.
00:52Kedua, Sacro Sanctum Concilium, Lumen Gentium, Gadium et Spes, Nostra Aetate,
01:00Konsili Fatikan II pada 11 Oktober 1962-8 Desember 1965.
01:06Teologi adikodrati atau teologi naturalis alamiah,
01:10penggunaan akal budi manusia dan pengamatan terhadap alam semesta.
01:14Guna memahami dan membuktikan kebenaran tentang Tuhan,
01:18seperti keberadaannya dan sifat-sifatnya.
01:21Berbeda teologi wahyu bersandar kitab suci
01:24dan dapat digunakan untuk meyakinkan orang yang belum percaya tentang dasar iman Katolik.
01:30Menggunakan akal budi, ratio, dan pengamatan alam fisik sebagai sumber untuk memahami Tuhan.
01:38Guna menunjukkan keberadaan Tuhan, sifat-sifatnya,
01:41penyebab pertama atau tidak berubah,
01:44dan kebenaran lain dapat dipahami secara rasional.
01:47Akal dan wahyu, melalui kitab suci,
01:50saling melengkapi.
01:52Akal dapat membawa manusia pada pemahaman awal,
01:56sementara wahyu diperlukan memahami kebenaran yang melampaui akal.
02:00Teologi naturalis berguna sebagai pintu gerbang memperkenalkan iman,
02:05karena dapat meyakinkan orang tidak beriman
02:07tentang kebenaran dapat diamati secara rasional,
02:11sebelum mereka menerima otoritas kitab suci.
02:14Teologi naturalis alamiah tidak bergantung pada wahyu ilahi secara langsung.
02:19Pengetahuannya diperoleh dari mengamati dan membaca ciptaan Tuhan.
02:23Wahyu bersandar pada penyataan langsung dari Tuhan dalam kitab suci dan tradisi gereja.
02:29Thomas Aquinas, 1225-1274,
02:35filsuf berkebangsaan Italia,
02:38penggabungkan pemikiran Aristoteles dan teologi katolik.
02:41Thomas Aquinas,
02:43tokoh filsuf katolik paling berpengaruh sejarah filsafat dan teologi barat,
02:48dengan teologi adikodrati atau teologi naturalis alamiah.
02:51Melalui teologi adikodrati atau teologi naturalis alamiah,
02:56Thomas Aquinas,
02:58mengatakan,
02:59seseorang mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.
03:02Itu berarti sejak abad ke-13,
03:05masyarakat suku Dayak sudah diakui mampu mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.
03:10Peristiwa religi dalam ekspresi kebudayaan Dayak,
03:14membuktikan suku Dayak mampu mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.
03:18Konsep teologi adikodrati bagian penting dari pendekatannya yang menggabungkan iman dan nalar,
03:24yang dikenal sebagai tomisme.
03:27Dengan prinsip utama sebagai berikut,
03:29Penggunaan akal dan budi,
03:31Thomas Aquinas percaya akal manusia,
03:34anugerah Tuhan,
03:35cukup kuat amati dan pahami dunia sekitar.
03:39Melalui observasi,
03:40manusia dapat menarik kesimpulan logis tentang keberadaan pencipta atau penggerak utama.
03:45Thomas Aquinas,
03:48Merumuskan lima argumen atau jalan untuk membuktikan keberadaan Tuhan.
03:52Semuanya didasarkan pada pengamatan empiris dan penalaran logis,
03:57bukan pada wahyu ilahi.
03:59Segala sesuatu di dunia bergerak,
04:01dan setiap gerak pasti memiliki penyebab.
04:04Rangkaian penyebab ini tidak bisa mundur tanpa batas.
04:08Sehingga harus ada penggerak utama yang tidak digerakkan Tuhan.
04:12Setiap akibat di alam semesta memiliki penyebab,
04:15dan seperti argumen gerak,
04:18harus ada penyebab pertama yang tidak disebabkan Tuhan.
04:21Banyak hal di alam semesta bisa ada atau tidak ada.
04:25Kontingent.
04:26Jika semua hal bersifat kontingen,
04:29maka pada suatu titik tidak akan ada apa-apa.
04:32Tetapi karena sesuatu ada sekarang,
04:35harus ada wujud yang niscaya atau harus ada.
04:38Tuhan.
04:38Ada tingkatan kualitas atau kesempurnaan yang berbeda-beda di antara benda-benda.
04:44Misalnya, ada yang lebih baik,
04:46lebih benar,
04:47lebih mulia.
04:49Menyitarkan adanya standar atau kesempurnaan tertinggi sebagai patokan.
04:53Tuhan.
04:54Benda-benda yang tidak berakal pun bertindak dengan tujuan atau keteraturan.
04:59Keteraturan ini pasti diarahkan oleh suatu kecerdasan tertinggi.
05:04Tuhan.
05:05Menurut Thomas Aquinas,
05:06pengetahuan tentang Tuhan melalui akal adalah wahyu alami,
05:11natural revelation.
05:13Dapat diakses oleh siapa saja terlepas dari keyakinan agama spesifik mereka.
05:18Thomas Aquinas menekankan misteri iman tertentu,
05:22seperti trinitas atau inkarnasi.
05:25Berada di luar jangkauan akal manusia dan hanya dapat diketahui melalui wahyu ilahi,
05:31divine revelation,
05:33diterima melalui iman.
05:34Bagi Thomas Aquinas,
05:36akal dan budi berfungsi sebagai jembatan penting yang memungkinkan manusia untuk secara rasional.
05:43Guna menyimpulkan adanya Tuhan melalui bukti-bukti yang terlihat dalam penciptaan dan tatanan alam semesta.
05:49Pasca Konsili Fatikan II, 1962-1965,
05:56terbit berbagai dokumen,
05:58salah satunya aplikasi teologi adikodrati dalam inkulturasi gereja katolik.
06:03Dokumen utama mendasari inkulturasi gereja katolik dalam budaya lokal dari berbagai negara dari seluruh dunia,
06:10Pasca Konsili Fatikan II.
06:12Pertama, Sacro Sanctum Concilium atau Konstitusi Liturgi Suci.
06:18Sebuah landasan teologis dan pastoral untuk proses inkulturasi,
06:23diumumkan Paus Paulus VI pada 4 Desember 1964.
06:27Dokumen pendorong utama pembaruan liturgi membuka jalan bagi inkulturasi.
06:32Menekankan partisipasi aktif umat dalam liturgi,
06:36mengizinkan adaptasi dalam budaya dan tradisi lokal,
06:40asal esensi iman katolik tetap terjaga.
06:43Kedua, Lumen Gentium atau Konstitusi Dogmatis tentang Gereja.
06:48Membahas hakikat gereja sebagai umat Allah dalam budaya seluruh dunia.
06:53Mendukung gagasan gereja lokal dapat mengekspresikan imannya dalam konteks budaya mereka sendiri.
06:59Ketiga, Gadium et Spes atau Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Modern dengan Berbagai Budaya di Dalamnya.
07:08Keempat, Nostra Aetate atau Pada Zaman Kita, 28 Oktober 1965,
07:15tentang hubungan gereja dengan agama-agama non-katolik.
07:18Mendorong sikap hormat dan dialog terhadap agama dan budaya non-katolik yang sejalan dengan pendekatan inkulturasi.
07:25Memberikan kerangka dasar gereja katolik mengintegrasikan pengalaman iman.
07:31Sacro Sanctum Concilium, Lumen Gentium, Gadium et Spes, Nostra Aetate, Dokumen Konsili Fatikan II,
07:39pada 11 Oktober 1962-8 Desember 1965.
07:45Memberikan kerangka dasar yang memungkinkan gereja katolik
07:48untuk mengintegrasikan pengalaman iman ke dalam budaya setempat.
07:52Sehingga budaya lokal dari berbagai negara tidak hanya terefleksikan dalam aspek gereja,
07:58tetapi disegarkan dan dibimbing oleh iman.
08:01Di Indonesia lahir regulasi mengatur implementasi kebudayaan asli dalam kehidupan sehari-hari,
08:08berupa Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
08:11Hakikat dari Undang-Undang No. 5 Tahun 2017
08:14tentang Pemajuan Kebudayaan Mengelola Kekayaan Budaya Indonesia
08:20sebagai landasan membangun karakter dan jati diri bangsa.
08:24Kebudayaan asli Indonesia ditempatkan sebagai filosofi etika berperilaku
08:29melalui empat langkah strategis
08:32perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.
08:38Bertujuan mencegah klaim pihak asing dan menjaga keberlanjutan warisan budaya,
08:43baik yang berwujud maupun tak berwujud.
08:45Kebudayaan dijadikan fondasi dalam membentuk identitas nasional
08:49dan etika berperilaku masyarakat Indonesia beragam namun satu kesatuan.
08:55Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara,
08:59mengembangkan, dan memanfaatkan nilai-nilai budaya.
09:03Menggunakan kebudayaan sebagai arah pembangunan nasional,
09:07termasuk sebagai motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat.
09:10Landasan Filosofis Regulasi Pemajuan Kebudayaan
09:14berakar pada Amanat Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945
09:21menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia
09:26di tengah peradaban dunia.
09:28Dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara
09:31dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
09:34Dalam memahami beriman katolik dalam kebudayaan dayak,
09:37dua tokoh nasional dapat dijadikan rujukan.
09:41Pertama, Monsignor Albertus Sugia Pranata SJ,
09:4525 November 1896-22 Juli 1963,
09:51Uskup Agung Semarang.
09:53Albertus Sugia Pranata ditetapkan menjadi pahlawan nasional
09:56didasarkan keputusan Presiden No. 142 Tahun 1963.
10:02Kedua, Anak Letus Cilik Riwut,
10:052 Februari 1918-17 Agustus 1987,
10:11Gubernur Kalimantan Tengah,
10:131957-1967.
10:17Anak Letus Cilik Riwut ditetapkan menjadi pahlawan nasional
10:21didasarkan Surat Keputusan Presiden No. 109 Tahun 1998.
10:26Albertus Sugia Pranata dikenal sebagai konseptor nasionalisme dalam beriman katolik,
10:33yaitu jadilah katolik 100% dan Indonesia 100%.
10:37Anak Letus Cilik Riwut,
10:39sebagai inspirator beriman katolik dalam kebudayaan dayak.
10:43Cilik Riwut ingatkan nasionalisme suku dayak beragama katolik,
10:47jadilah dayak 100%,
10:49katolik 100% dan Indonesia 100%.
10:53Masyarakat dayak menganut Trilogi Peradaban Kebudayaan,
10:57yaitu hormat dan patuh kepada leluhur,
11:00hormat dan patuh kepada orang tua,
11:03serta hormat dan patuh kepada negara.
11:05Trilogi Peradaban Kebudayaan,
11:08membentuk karakter dan jati diri manusia dayak beradat,
11:11yaitu berdamai dan serasi dengan leluhur,
11:14berdamai dan serasi dengan alam semesta,
11:17berdamai dan serasi dengan sesama,
11:20serta berdamai dan serasi dengan negara.
11:22Pembentuk karakter dan jati diri suku dayak dimaksudkan di atas,
11:27lahir dari sumber doktrin,
11:29atau berurat berakar dari legenda suci dayak,
11:32mitos suci dayak,
11:34adat istiadat dayak dan hukum adat dayak,
11:37dengan menempatkan hutan sebagai sumber dan simbol peradaban.
11:41Anak Letus Cilik Riwut,
11:43pemeluk agama katolik,
11:45tapi orang pertama kali memperkenalkan agama keharingan,
11:49salah satu agama asli suku dayak.
11:51Anak Letus Cilik Riwut memperkenalkan agama keharingan,
11:55saat menjadi residen sampit di Provinsi Kalimantan tengah tahun 1942.
12:01Bagi Anak Letus Cilik Riwut,
12:04agama katolik dianutnya sebagai sumber keyakinan iman.
12:08Tapi sistem religi dayak yang berurat berakar dari legenda suci dayak,
12:12mitos suci dayak,
12:14adat istiadat dayak dan hukum adat dayak,
12:17sebagai filosofi etika berperilaku bagi orang dayak.
12:21Karena menurut Cilik Riwut,
12:23orang dayak yang memeluk agama katolik,
12:26misalnya,
12:27tidak semerta-merta berubah menjadi suku bangsa Yahudi.
12:30Hanya lantaran agama katolik berurat berakar dari kebudayaan suku bangsa Yahudi.
12:35Sementara status kedayakan orang dayak,
12:39menurut Cilik Riwut,
12:40akan melekat di dalam diri orang dayak,
12:43sampai akhir hayat.
12:45Karena itulah,
12:46Cilik Riwut,
12:47mengingatkan orang dayak bisa memaknai dalam konteks berbeda.
12:51Antara agama sebagai sumber keyakinan iman dengan sistem religi dayak
12:55sebagai panduan etika berperilaku bagi orang dayak.
12:59Agar terhindar dari tudingan mencampur adukan doktrin agama
13:03dan terhindar kesan sinkretisme.
13:05Agama katolik dan kebudayaan dayak saling bersinergi
13:09di dalam pembentukan karakter dan jati diri dayak.
13:35Terima kasih.
13:39Terima kasih.
13:42Terima kasih.
13:46Terima kasih.
13:47Terima kasih.
13:48Terima kasih.
13:49Terima kasih.
13:50Terima kasih.
13:51Terima kasih.
13:52Terima kasih.
13:53Terima kasih.
13:54Terima kasih.
13:55Terima kasih.
13:56Terima kasih.
13:57Terima kasih.
13:58Terima kasih.
13:59Terima kasih.
14:00Terima kasih.
14:01Terima kasih.
14:02Terima kasih.
14:03Terima kasih.
14:04Terima kasih.
14:05Terima kasih.
14:06Terima kasih.
14:07Terima kasih.
14:08Terima kasih.
14:09Terima kasih.
14:10Terima kasih.
14:40Terima kasih.
15:10Terima kasih.
15:40Terima kasih.
16:10Terima kasih.
16:12Terima kasih.
16:13Beriman katolik dalam kebudayaan dayak merupakan proses harmonisasi antara ajaran gereja katolik dengan kebudayaan suku dayak bertujuan menciptakan identitas kristiani, kaya dan kontekstual, menghindari sinkretisme, fokus pada aplikasi ajaran Yesus Kristus.
16:32Dalam pemahaman sederhana, agama katolik sebagai sumber keyakinan iman dan kebudayaan dayak sebagai filosofi etika berperilaku.
16:41Karena antara agama katolik dan kebudayaan dayak, saling bersinergi di dalam membentuk karakter dan jati diri dayak.
16:49Dua landasan mendasar beriman katolik dalam kebudayaan dayak.
16:53Pertama, konsep teologi adikodrati dari Thomas Aquinas, 1224-1274.
17:02Kedua, Sacro Sanctum Concilium, Lumen Gentium, Gadium et Spes, Nostra Aetate, Konsili Fatikan II pada 11 Oktober 1962-8 Desember 1965.
17:15Teologi adikodrati atau teologi naturalis alamiah, penggunaan akal budi manusia dan pengamatan terhadap alam semesta.
17:24Guna memahami dan membuktikan kebenaran tentang Tuhan, seperti keberadaannya dan sifat-sifatnya.
17:30Berbeda teologi wahyu bersandar kitab suci dan dapat digunakan untuk meyakinkan orang yang belum percaya tentang dasar iman katolik.
17:39Menggunakan akal budi, ratio, dan pengamatan alam fisik sebagai sumber untuk memahami Tuhan.
17:47Guna menunjukkan keberadaan Tuhan, sifat-sifatnya, penyebab pertama atau tidak berubah, dan kebenaran lain dapat dipahami secara rasional.
17:57Akal dan wahyu, melalui kitab suci, saling melengkapi.
18:01Akal dapat membawa manusia pada pemahaman awal, sementara wahyu diperlukan memahami kebenaran yang melampaui akal.
18:09Teologi naturalis berguna sebagai pintu gerbang memperkenalkan iman.
18:14Terima kasih telah menonton!