00:00Intro
00:00Ramai di media sosial, wedding organizer Ayupus Pita harus berurusan dengan hukum karena diduga melakukan penipuan pada para pelanggannya.
00:17Dugaan tersebut muncul setelah adanya keluhan dan unggahan video yang menceritakan pernikahan yang bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
00:25Unggahan itu lantas menyedot perhatian warganet dan menarik korban lain untuk bersatu.
00:32Mereka akhirnya bergabung dalam sebuah grup pesan singkat untuk melakukan koordinasi.
00:55Terus kenapa marketingnya bisa tiba-tiba kabur dan gak cuma satu orang?
01:04Nah gitu Kak, aku juga gak paham kenapa mereka meninggalkan itu semua.
01:08Karena yang mereka tahu, aku ini tangan kanan Bu Ayu. Jadi mereka juga memusuhi aku.
01:12Para korban melakukan diskusi. Kemudian muncul dugaan, para korban tersebut menerima paket layanan yang sama.
01:20Aku akan paksa ke kanan Bu Ayu untuk menjawab konsumen-konsumen Ibu yang depan Polres itu.
01:28Ibu untuk pernikahan tanggal 13 Desember 2025 atas nama Lulu,
01:3721 Desember 2025 atas nama Dini Gurniawan,
01:41dan tanggal 28 Desember 2025 atas nama Ardita alias Dita,
01:46Ibu sanggup gak menyenggarakan?
01:53Untuk kedepannya sanggup gak?
01:58Jadi tidak sanggup apa-apa sanggup? Itu jawabannya.
02:03Itu ya, jadi udah terjawab semua ya.
02:07Intinya bersangkutan tidak sanggup kedepannya.
02:09Jadi semua hak Ibu tadi yang menitik-pertanyaan ke saya,
02:13sudah saya titipkan, sudah saya kasih video pengakuannya langsung testimoni-nya ya.
02:18Udah itu aja, kurang lebih.
02:19Jadi silahkan nyalain kalau mau buat laporan polisi,
02:22atau mau buat rekomendasi nanti,
02:24silahkan dibawa dengan pikir yang baru,
02:26nanti kita panggil.
02:27Seperti yang hari ini kita panggil, 87 orang
02:29yang datang kemari semalam.
02:32Dari pengalaman tersebut,
02:54para korban lantas datang ke rumah pemilik wedding organizer Ayu Puspita di Jakarta Timur.
02:59Kalau Ayu Puspita tidak melaksanakan kewajibannya,
03:04itu bisa hukum kita proses.
03:06Itu saya kurang tahu, lebih jelaskan apa itu saya kurang tahu.
03:10Oke kita fokus ke uang, uangnya gimana?
03:12Uangnya gimana?
03:13Kalau Ayu, intinya duit keluar kita bubar.
03:16Iya.
03:17Iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya.
03:20Kalau jawab pertanyaan, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya.
03:29Saya suka mengumpulkan lagi jadanya itu,
03:38dari penjualan sebelumnya.
03:40Menjualan-penjualan gigi,
03:43oh siapa yang percaya lagi saya pak?
03:45Apa namanya, karena saya punya sendiri,
03:47seperti barang dekor seperti ini,
03:49jadi kan nggak perkenalkan.
03:51Ya, ini banyak perjagaan saja.
03:54Para korban menuntut pertanggung jawaban dari pemilik WU tersebut.
03:57Iya, kita barengan sama korban-korban yang lain dan calon korban yang lain,
04:02minggu malam kita sudah buat belangkau pelaporan,
04:06dan untuk hari ini kita sudah ada panggilan penyidik,
04:10dan teman-teman juga kemarin sudah ada yang dipanggil juga oleh penyidik.
04:14Polisi itu setelah viral atau gimana?
04:17Jadi waktu hari minggu itu setelah pagi-pagi kan sudah ada berita yang catering tidak datang itu,
04:23kami mencoba untuk mencari tahu, Kak.
04:26Jadi kita dapat informasi, kita langsung bertemu dengan Ibu Ayu yang di kediaman mertuanya,
04:33lalu setelah itu kita mengikuti proses dan akhirnya berakhir di Polres, Jakarta Utara.
04:40Iya, kita mau lanjut ke BAP ya?
04:42Betul. Kemarin kita sudah sempat ngelapor, tapi belum ada tindakan sama sekali,
04:47karena mungkin banyak ya yang ngelapor, ada 200 lebih ya?
04:51Lebih. Perkari itu nombor terus dia berarti.
04:53Soalnya di grup itu sudah hampir 600 pasangan, gak salah ya?
04:57600 pasangan. Dan juga yang ketipu itu bukan cuma klien,
04:59tapi melainkan vendor juga.
05:01Kebetulan acara kita tanggal 13 Desember ya,
05:042025 Sabtu besok, acara tinggal 3 hari lagi,
05:08tapi beliau tidak bisa menyanggupi acara kita.
05:13Awal mulanya, Mbak tahu kalau misalnya WON adalah penyipu atau penyelapan,
05:16gimana sih ceritanya?
05:17Jadi ceritanya gini mas, kita ngeliat dari TikTok-Tiktok ya,
05:22yang lagi beredar viral pada saat ini, katanya Catherine-Catherine gak datang gitu ya.
05:28Nah kita langsung khawatir bagaimana dengan acara kita,
05:32sedangkan acara kita itu sudah hamil 5 ya, 5 hari.
05:35Hamil 5 hari.
05:36Jadi kita tuh langsung ngelapor ke,
05:38kita awalnya ke CGR dulu ya?
05:40Iya, kita langsung susulin ke kantor yang di CGR.
05:44Itu kadangnya sudah kosong, sudah gak ada apa-apa lagi.
05:47Cuma ada sapamnya aja udah.
05:48Betul.
05:49Terus sudah itu, baru ke kantor polisi?
05:51Nah kita langsung dapet kabar ya,
05:53dapet kabar dia udah dipulangin dari Polda.
05:56Udah ke sini ya, katanya?
05:57Tapi sebelum itu kita ke Polres Cipayung dulu.
06:00Cipayung dulu, tetapi di situ kita gak diterima laporannya
06:04karena beliau tuh tidak ada di sana ya.
06:07Karena emang kita posisi emang belum jadi korban,
06:10cuma masih calon korban gitu.
06:12Kita masih calon korban.
06:13Lalu kita kemarin, kemarin kita sempat ke sini
06:16dan juga polisi bilang kalau misalkan acara kita tidak bisa berjalan lagi,
06:21beliau tidak bisa menyanggupi,
06:23lalu kita bilang, oh berarti kita akan menjadi korban ya selanjutnya.
06:28Lalu beliau mengatakan, iya betul gitu.
06:31Menurut keterangan polisi, modus dari wedding organizer Ayu Puspita adalah
06:35menawarkan paket lengkap dan harga miring.
06:38Namun ternyata layanan itu hanya malis di bibir memutar kata.
06:43Bukan, ini bukan hanya lagu untuk yang sedang dirudung pilu,
06:47tapi kejadian sesungguhnya yang benar ada dan merugikan sekitar 87 orang.
06:52Faktanya salah satu korban mengaku telah melunasi pembayaran sebesar di 82 juta rupiah
06:57dengan mengirimkan uang ke rekening atas nama Ayu Puspita di nanti.
07:02Tetapi saat resepsi tidak ada layanan yang dijanjikan sesuai dengan perjanjian.
07:06WO ini sudah menerima uang untuk masalahkan acara pernikahan atau resepsi,
07:14kemudian pada hari hanya tidak terlaksana sesuai dengan kesepakatan.
07:20Salah satu contoh yaitu makanan yang harusnya dihadirkan pada saat pesta tersebut tidak datang.
07:26Sehingga melinggukan komplain dari para korban.
07:30Dan korban membuat laporan polisi ke Ores Metro Jakarta Utara.
07:34Saat ini masih running pemeriksaan dari yang dilaporkan, terlapor.
07:41Kemudian nanti setelah selesai pemeriksaan tentunya akan dilakukan luar perkara
07:45untuk naik ke penyidikan dan apakah bisa langsung letakkan segala tersangka.
07:49Dari video yang beredar, pemilik WO Ayu Puspita mengaku akan menjual asetnya
07:53untuk membayar ganti rugi para korban.
07:56Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ada motif ekonomi di balik kasus tersebut.
07:59Dari masalah itu para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka
08:03dan tengah menjalani pemeriksaan.
08:06Jadi kami jelaskan untuk pandangnya laporan-laporan yang ada,
08:11memang sampai dengan hari Senin pagi itu ada 8-7 laporan.
08:16Namun dari hari Senin kemarin sampai hari ini masih ada beberapa laporan lagi
08:23yang masih kami himpun.
08:25Dan tentunya juga masih kita lakukan pemeriksaan terhadap para korban lainnya.
08:30Ada kemungkinan akan bertambah lagi laporannya Pak?
08:33Karena mungkin meningkat juga banyak.
08:34Iya, masih ada. Masih ada laporan-laporan sesulan tentunya.
08:39Pak San, apakah sudah ada olah sekat kelanjutan dan kalau ada, ada barang bukti apa yang diambil dari kota korban?
08:44Ya, saat ini masih berlangsung melakukan pengumpulan barang bukti untuk memenuhi unsur-unsur yang diutupkan.
08:51Paling biar dari pemeriksaan kami yang ada ini, dari tahun 2024 dan sepanjang 2025 ya.
09:03Sejak ini dari estimasi?
09:06Untuk estimasi belum bisa kita sampaikan karena masih dalam penghitungan.
09:11Pak Kasat, kalau dari tersangka utama sendiri, alasan dia tidak menjalankan setelah dibayar itu apa sih Pak Kasat?
09:18Itu masih kita dalam penghitungan.
09:19Mungkin bisa diberikan, Pak tadi, bagaimana karena si kerugian yang dialami oleh para korban?
09:24Kan kalau masih di dalam ini, kan?
09:26Ya, sebenarnya estimasi kerugian itu berkisar satu korban antara puluhan hingga ratusan korban.
09:33Jadi karena mereka selain catering, apa saja nih yang tidak?
09:36Ya, ada item-item yang lain yang pada intinya tidak diadakan, padahal itu seharusnya sudah dibayar oleh konsumen.
09:46Kalau vendor-vendernya sudah dibayar sedikit belum, Pak?
09:48Nah, itu termasuk juga ada, tadi ada dari salah satu vendor juga yang melaporkan belum dibayar juga.
09:55Itu ada sesuatu.
09:56Jadi selain korban ini, selain konsumen, juga ada juga dari pihak vendor.
10:00Kalau dari penghitungan tersangka, apakah uang yang sudah diterima itu sudah dipergunakan untuk hal lain atau bagaimana?
10:04Ya, itu lagi kita dalam.
10:07Pak, tapi untuk modus performa sendiri kan,
10:11maksudnya tadi juga beberapa korban kan bisa mereka mengurangkan komo dan segalanya macam ini,
10:15saat didalami modusnya bagaimana sih Pak Pak Pak?
10:19Ya, itu promo-promo itu yang juga merupakan satu modus yang dilakukan oleh Tosanga juga.
10:26Seperti yang?
10:27Dia itu memberikan promo dengan harga yang lebih murah pada kecataannya, tidak terl exatamente.
10:33Pak Maksud, mungkin ada info dari pelaku sendiri untuk mengembangkan atau mengganti ke mana-mana?
10:42Itu kita pemeriksaan masih batas dalam komponan usur-usur.
Komentar