00:00Saudara pemerintah memperkirakan butuh triliunan rupiah untuk mempercepat pemulihan bencana banjir dan longsor Sumatera.
00:08Namun suntikan dana ini perlu diimbangi dengan pengawasan berlapis agar tak jadi ladang korupsi.
00:30Saya ingatkan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan.
00:52Presiden Prabowo mewanti-wanti pejabat jangan korupsi anggaran untuk penyintas bencana.
00:58Peringatan ini diungkap Presiden saat ratas penanggulangan pasca bencana di Sumatera, Minggu 7 Desember 2025.
01:07Anggaran pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditaksir mencapai 51,82 triliun rupiah.
01:17Dari estimasi ini, BNPB mengungkap Aceh menjadi provinsi yang memerlukan dana paling besar,
01:24yakni 25,41 triliun rupiah, lantaran lebih dari 30 ribu rumah di Aceh hancur akibat diterjang banjir dan longsor.
01:36Sementara, biaya pemulihan di Sumatera Utara memerlukan 12,88 triliun rupiah dan Sumatera Barat 13,52 triliun rupiah.
01:46Dana ini digunakan salah satunya untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana.
01:53Kementerian Peru dengan penyumlahan dari tiga provinsi, estimasi yang diperlukan dana adalah sekian, Bapak Presiden, 51,82 triliun rupiah.
02:03Tetap, hunian tetap, Bapak Presiden, setelah huntara jadi, kemudian dibangun hunian tetap, kami mohon yang relokasi, yang harus pindah,
02:12itu seperti, kami mohon dari Kementerian PKP yang membangun, Bapak Presiden.
02:17Kemudian yang tanahnya tidak harus pindah, karena mungkin banjirnya,
02:21dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu, sehingga tidak harus pindah,
02:25tapi rumahnya rusak, itu kami perbaiki oleh Satgas BNPB.
02:31Presiden Prabowo menyebut pemerintah pusat akan mengalokasikan dana khusus bagi pemerintah daerah terdampak bencana.
02:38Prabowo mengalokasikan anggaran 4 miliar rupiah, atau dua kali lipat dari usulan mendagri,
02:45sebesar 2 miliar rupiah per kabupaten kota, dan 20 miliar rupiah untuk provinsi.
02:52Anda minta 2 M per kabupaten ya?
02:56Saya kasih 4 M.
03:00Paling berat ya?
03:04Kirim 20 M.
03:05Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewo memastikan,
03:24anggaran pemulihan bencana sesuai usulan Presiden dan BNPB sudah siap.
03:30Purbaya bilang, anggaran berasal dari efisiensi APBN tahun depan.
03:34Peneliti selius menyebut penyaluran bantuan bencana Sumatra,
04:04harus diawasi secara berlapis untuk mencegah praktik korupsi.
04:09Ini pengawasannya harus berlapis.
04:12Ini kita harus menyamakan untuk penggunaan dan pengawasan anggarannya
04:17sama seperti ketika ketika COVID-19.
04:20Karena masyarakat bisa mengawasi, mengawasi uang yang dibayarkan dari pajaknya,
04:25pajaknya setiap satu rupiah itu harus digunakan dengan baik dan benar
04:30untuk tujuan penanggilanan bencana yang terjadi di Sumatra, Aceh, maupun di Sumatra Utara.
04:36Pengawasan dan transparansi jadi kunci agar pemulihan dan rehabilitasi bencana banjir dan longsor tepat sasaran.
04:45Jangan sampai ada tangan-tangan tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan di tengah kesempitan.
04:51Suntikan dana disiapkan pemerintah pusat untuk pemulihan korban bencana Sumatra.
05:09Bagaimana pengaplikasiannya oleh pemerintah daerah?
05:12Kita akan berbincang dengan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan.
05:16Selamat malam, Pak Gus. Salam sehat selalu.
05:19Ya, selam. Ya, terima kasih selamat malam, Mbak.
05:23Ya, Pak dengan rencana bantuan yang akan diberikan Presiden bahkan jumlahnya dinaikkan dua kali lipat dari usulan mendagri.
05:30Nah, dana 4 miliar rupiah ini apakah sudah ada pembicaraan lebih lanjut?
05:35Kapan suntikan dana ini dari pusat turun ke daerah?
05:41Belum ya, kami saya kira sifatnya menunggu dari pemerintah pusat, ya saya kira, Mbak.
05:47Oke, berarti sampai sekarang belum ada komunikasi lanjutan ya, termasuk apa ya, arahan baru dari gubernur belum ada ya, Pak ya?
05:56Terkait dengan yang dari pemerintah pusat belum.
05:59Oke, itu dipastikan bentuknya uang 4 miliar atau mungkin dalam bentuk barang?
06:05Misal, kita tentau bahwa daerah Sumatera Utara sebelumnya itu viral antrian warga yang mengantri BBM.
06:12Apakah ini bentuknya BBM atau bentuknya sembako begitu belum tahu juga ya, Pak ya?
06:19Belum, belum tahu. Saya kira dalam, apa namanya, kita mengikuti rakor yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden,
06:29kayaknya sih uang tunai ya.
06:31Baik, oke.
06:33Menurut Bapak, rencana suntikan dana 4 miliar ini apakah memenuhi untuk pemulihan di Kabupaten Tapanuli Selatan?
06:43Saya kira tentu tidak ya, karena kan di Tapanuli Selatan misalnya kami 15 kecamatan,
06:54itu tadi awalnya bencana besar itu kan 2526 ya, itu apa namanya, berdampak di 13 kecamatan.
07:04Lalu 3 hari hujan sampai kemarin, ini satu desa lagi kami juga terdampak banjir lagi.
07:12Nah, sangat tidak cukup sesungguhnya, saya kira kan nanti beberapa infrastruktur yang kemudian kami punya bendungan,
07:21punya irigasi, jalan, baik nasional, provinsi maupun kabupaten yang berstatus jalan kabupaten,
07:29itu kan kerusakannya luar biasa.
07:31Saya kira tentu ini adalah, ya saya kira adalah dana dalam tanggap darurat.
07:36Nanti kan masih ada fase berikutnya transisi, baru kemudian direkonstruksi, rehabilitasi yang saya kira akan juga pasti akan dibantu oleh pusat juga.
07:46Dan sekarang secara itu paralel sebetulnya perbaikan infrastruktur misalnya,
07:52tapi yang fatal-fatal ya, kan orang dari pusat misalnya dari kementerian PUPR,
07:57Balai Jalan Nasional, Balai Besar Wilayah Sungai gitu ya,
08:01kan sudah ada juga di daerah untuk melakukan normalisasi yang sangat mendesak.
08:07Jadi saya kira itu adalah untuk menambah, di kami ada namanya BTT, biaya tak terduga,
08:13itu hanya untuk ditanggap darurat saya kira mbak.
08:16Oke, tapi biaya tak terduga yang dimiliki oleh kabupaten, di lingkup bapak,
08:22itu berarti sudah habis total ya pak ya?
08:24Ya pasti, karena kan kita menganggarkannya juga gak terlalu besar ya,
08:30karena tentu kita gak menduga akan bencana sebesar sedasat ini dan memang sih tapsel tiap tahun akan selalu ada bencana.
08:39Tahun lalu juga ada bencana banjir bandang di dua kecamatan,
08:43ada longsoran di beberapa kecamatan lain gitu,
08:46tapi tidak pernah, apa namanya, cuaca se ekstrim yang kemarin itu dan dampaknya sebesar yang sekarang ini gak pernah kebayang gitu ya.
08:56Sehingga sangat jauh dari apa yang kami butuhkan hanya untuk tanggap darurat saja mbak.
09:03Oke, Pak tapi kalau secara hitung-hitungan,
09:07dana 4 miliar yang nanti akan dikucurkan ke pemerintah daerah, kabupaten kota khususnya ya,
09:13yang paling prioritas, ini rencananya akan digunakan bapak untuk apa?
09:18Pembenahan apa?
09:19Kemudian mungkin juga ada perbantuan untuk warga dalam bentuk sembako atau apa pak?
09:26Ya nanti tentu apa namanya, ini kan luar biasa ya,
09:30saya kira ini ciri kita di Indonesia gitu ya,
09:33banyak kemudian bantuan dari berbagai pihak gitu,
09:37nah tentu karena ini kelihatannya dengan tingkat keparahan yang luar biasa ini,
09:44mungkin masih agak butuh panjang kami untuk bisa menuju normal,
09:48maka dengan yang ada sekarang,
09:50rasanya nanti akan kita lihat,
09:53kemudian kalau misalnya ini saya di gudang logistik ini sekarang,
09:56untuk memanage alokasi logistik ke semua tempat-tempat di mana masyarakat kami ditampung,
10:03di tempat penampungan sementara gitu ya,
10:05jadi nanti tentu akan kita gunakan,
10:08itu dikunci hanya digunakan di dalam tanggap darurat bencana,
10:12apa-apa tentu nanti akan sesuai dengan kebutuhan pada saat kita hadapi nanti situasinya,
10:17gitu mbak.
10:18Oke, Pak dalam hal ini Presiden juga mengingatkan bahwa jangan ada pejelewengan,
10:23nah nanti pengawasannya seperti apa pak?
10:25Karena ini angka yang besar.
10:26Iya, ini kan kita ada, apa namanya,
10:30ada BPBD,
10:33kemudian juga ada kita di tim ya,
10:36posko namanya,
10:38tentu kita berharap,
10:39dari awal juga saya pun wadawanti-wanti,
10:41saya kira,
10:42rasanya ya,
10:43masa sih dalam situasi begini,
10:45untuk, apa namanya,
10:47untuk dana kemanusiaan,
10:49membantu masyarakat kita,
10:50orang dari luar TAPON Selatan,
10:52banyak memberikan bantuan,
10:53saya kira, apa namanya,
10:56masa sih kita di TAPON Selatan dengan bantuan itu pun kemudian disalahgunakan,
11:00saya kira akan sangat, apa,
11:03menjaga itu dan,
11:05rasanya orang,
11:06apalagi orang yang lebih bejat,
11:09kalau kemudian dana kemanusiaan pun diselewengkan, gitu ya mbak ya,
11:12saya kira akan kami awasi terus,
11:15mudah-mudahan tidak ada hal yang kemudian yang diselewengkan.
11:20Oke,
11:21kalau sampai sekarang pak,
11:22apa saja sebenarnya bantuan yang masih dibutuhkan warga TAPANULI Selatan?
11:28Nah,
11:29di gudang logistik kami misalnya,
11:33kan kami punya pengungsi itu belasan ribuan ya,
11:36kalau hitungan kami mungkin,
11:374,5 sampai 5 ton beras,
11:39kami butuhkan setiap hari,
11:41begitu ya,
11:42jadi mungkin kebutuhan beras ini masih sangat kami butuhkan,
11:46tapi tenda-tenda,
11:47karena mereka masih ditampung di tenda-tenda yang sangat sederhana,
11:50tetapi beberapa kiriman tenda,
11:53misalnya dari kunjungan Pak Bahlil,
11:55kemarin dijanjikan 245 tenda dalam perjalanan,
11:58begitu,
11:59saya kira utamanya adalah di,
12:01kemudian logistik lah,
12:03terutama untuk bahan makanan,
12:05siap saji kepada masyarakat yang terdampak.
12:07Oke, baik.
12:09Terima kasih Pak,
12:10sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam Kompas TV,
12:14kami turut berduka,
12:16salam dari seluruh warga Indonesia.
12:18Terima kasih Pak.
12:19Terima kasih Pak, terima kasih.
12:20Terima kasih.
Komentar