Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Palang Merah Iran merilis video yang memperlihatkan proses evakuasi bayi prematur dari sebuah rumah sakit di selatan Bushehr pada Selasa waktu setempat, setelah terjadi serangan udara di wilayah tersebut.

Akibat serangan yang menghantam rumah sakit, beberapa bayi harus segera dibawa menggunakan ambulans untuk dipindahkan ke rumah sakit lain. Sementara itu, sebagian bayi lainnya masih berada di dalam ruang inkubator yang mengalami kerusakan parah akibat dampak serangan.

Sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, sedikitnya 10 rumah sakit dan pusat ambulans di Iran dilaporkan telah menjadi sasaran serangan.

Iranian Red Crescent Society melaporkan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah mencapai lebih dari 700 orang.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Torpedo AS Bombardir Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Orang Tewas | KOMPAS SAHUR di https://www.kompas.tv/internasional/655044/torpedo-as-bombardir-kapal-perang-iran-di-samudra-hindia-87-orang-tewas-kompas-sahur

#as #israel #iran #rumahsakit

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655045/bayi-bayi-dievakuasi-dari-rumah-sakit-di-iran-usai-serangan-udara-kompas-sahur
Transkrip
00:00Palang Merah Iran merilis video bayi prematur dievakuasi dari sebuah rumah sakit di selatan Bushar, Iran setelah seragat udara pada
00:09hari Selasa waktu setempat.
00:17Akibat serangan ke rumah sakit, beberapa bayi dibawa ke ambulans untuk dipindahkan ke rumah sakit lain.
00:24Sementara yang lain berada di dalam ruang inkubator rumah sakit yang rusak parah.
00:29Sejak perang Amerika Serikat Israel, 10 rumah sakit dan pusat ambulans di Iran terkenal serangan sodara.
00:36Palang Merah Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan ini mencapai lebih dari 700 orang.
Komentar

Dianjurkan