Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri 2001-2009, Hassan Wirajuda menilai peran forum Board of Peace kini semakin dipertanyakan.

Dalam kondisi saat ini, Hassan memperkirakan potensi kegunaan forum itu mungkin bahkan berada di bawah lima persen.

Salah satu alasannya adalah karena dua tokoh utama yang berperan dalam forum tersebut, yakni Donald Trump sebagai ketua dan Benjamin Netanyahu sebagai anggota, justru dinilai sebagai pihak yang turut memicu ketegangan.

Karena itu, Hassan menilai Indonesia perlu bersikap terbuka untuk mengevaluasi keikutsertaannya dalam forum tersebut.

Ia juga menilai sikap terbuka itu sejalan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa proses keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace akan terus dievaluasi.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Ar0YyHxS21c



#boardofpeace #indonesia #us

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/655029/as-israel-serang-iran-eks-menlu-hassan-wirajuda-peran-board-of-peace-menyusut-rosi
Transkrip
00:00Pak Hasan kemudian muncul, sejak awal sebenarnya keterlibatan pemerintah Indonesia untuk masuk BOP, Board of Peace itu sudah mendapat kritik.
00:12Tetapi kemudian sedikit banyak ada penjelasan bahwa ini adalah pilihan yang tersisa.
00:19Oke, fine, understood. Tapi kemudian dengan penyerangan Amerika dan Israel ke Iran, BOP ini kemudian menjadi dianggap sangat-sangat tidak
00:30relevan.
00:31Apakah dengan pertemuan Bapak kemarin yang kedua bersama para tokoh lainnya dengan Presiden Prabowo, Bapak juga cukup melihat bahwa tidak
00:40ada gunanya lagi kita ada di dalam BOP?
00:44Satu, potensi gunanya kelihatan menyusut.
00:47Potensi gunanya kelihatan menyusut.
00:50Jadi berapa persen? Mungkin di bawah 5 persen kondisi sekarang ya.
00:58Sebab dua aktor utama yang berperan penting dalam upaya pemulihan Gaza adalah Trump sebagai ketua dan Netanyahu sebagai anggota.
01:10Dua itu kan problem maker-nya. Jadi itu satu.
01:14Jadi kita terbuka dan mestinya kita terbuka seperti juga ditunjukkan oleh Presiden Prabowo bahwa kita akan evaluasi dari proses ini.
01:26But how far can you go? Berapa lama lagi tapi harus kita menunggu eskalasi?
01:32Apa prakondisi menurut Pak Hasan yang memang this is it? It's a final say? Keluar dari BOP?
01:39Itu kita mesti pertimbangkan, mesti hitung konteks domestik Amerika.
01:45Hari-hari ini, kemarin dan hari ini Senat dan House sedang melakukan penilaian terhadap kebijakan Trump ini.
01:56Apakah tindakan yang didasarkan oleh pertimbangan eksekutif dan mengabaikan kewajiban bahwa perang harus dinyatakan oleh Kongres.
02:09Itu yang tidak terjadi.
02:10Dan kata lain apakah perang dilancarkan oleh Trump terhadap Iran itu konstitusional atau tidak konstitusional.
02:16Itu satu faktor yang bisa mengerem. Mudah-mudahan ke arah penghentian atau sebelum penghentian ke arah pengurangan tegangan melalui dialog
02:28misalnya.
02:29Jadi itu satu. Yang kedua, perkembangan di lapangan sendiri.
02:33Apabila sudah disebut sampai kemarin bahwa Amerika akan menggelar pasukan darat.
02:40Dan itu akan memperdalam intensitas dari perangnya itu sendiri.
02:48Bahkan saya khawatirkan bisa menjadi meluas di wilayah-wilayah di mana penduduk atau warga syiah di sejumlah negara di kawasan
03:00itu besar.
03:02Mulai dari Lebanon yang punya Hezbollah, yang sudah terjadi juga perang dengan Hezbollah melawan Israel.
03:08Kemudian Syria, kemudian Iraq sendiri, kemudian Iran, Bahrain yang 70% penduduknya syiah, Yemen yang berkuasa dikuasai oleh juga Houthi
03:24yang syiah.
03:25Mudah-mudahan sentimen keagamanannya tidak menjadi contributing factor dalam membuat perang itu meluas dan menjadi lebih intensify.
03:36Mudah-mudahan juga...
03:37Maksud Bapak, contributing factors itu adalah untuk membalaskan, Pak, serangan Amerika, Israel ke Iran sehingga ada sentimen ideologis yang kemudian
03:49secara sporadis itu akan membalas Amerika, Israel atau tempat-tempat lain di luar Amerika dan Israel yang dianggap representasi dari
03:59dua negara ini.
04:00Persis, persis. Jadi itu kalau lebih utamanya apabila terjadi serangan darat.
04:09Kalau serangan udara kan relatif korban juga lebih terbatas karena selektif target ya.
04:15Darat akan lebih meluas jangkauan wilayahnya, tapi juga korban yang lebih besar dan akan lebih lama.
04:25Karena sekali Amerika masuk juga tidak mudah untuk mundur.
04:28Dan Amerika punya rekam jejak buruk dalam peperangan di mana dipulai pasukan, infanteri, ground troops.
04:36Karena mereka tidak pernah menang di sana. Kita bicara soal Vietnam, Afganistan, Irak.
04:42Rasanya mereka tidak akan dengan mudah juga mengerahkan pasukan darat untuk apa yang disebut dengan pergantian rezim.
04:50Karena pergantian rezim hanya bisa berhasil kalau mengirimkan pasukan darat.
04:53Rasanya Amerika harus berpikir 3, 4, 5 kali untuk melakukan itu.
04:58Itu yang bisa mengubah pandangan politik domestik Amerika.
05:04Seperti kita tahu sejak ada perang Vietnam yang mengubahkan demo-demo besar di seluruh Amerika untuk penghentian perang.
05:14Pahasan terakhir.
05:16Jadi apakah satu, Presiden Prabowo mengatakan bersedia untuk menjadi mediator Irak dan Israel Amerika.
05:26Meskipun Iran dan Amerika, meskipun memang untuk menjadi seorang mediator itu adalah panggilan dari dua belah pihak yang bertikai.
05:37Sebenarnya seberapa besar daya tawar kita bisa menjadi mediator dari tiga negara ini?
05:44Pertama, pikiran atau kebijakan untuk damai biasanya sangat tergantung pada kondisi peperangan.
05:53Dan apakah sudah mencapai satu stalemate di mana pihak-pihak yang berperang tidak lagi punya harapan untuk menang dalam proses
06:03perang itu.
06:03Itu yang membuka pikiran mereka untuk oke kita coba dialog.
06:08Nah sekarang ini belum ada tanda-tanda itu.
06:10Dan katain momentum untuk mengusulkan, memajukan dialog belum ada di sana.
06:15Karena kalau kita dengar sendiri pernyataan dari otoritas Iran mengatakan untuk Israel dan Amerika tidak terbuka ruang dialog.
06:24Tidak ada ruang negosiasi.
06:26Itu rasanya juga secara tidak langsung ingin menyampaikan bahwa kami tidak perlu juru damai.
06:32Yang kedua, semestinya yang dibujuk, diajak untuk berdialog pihak yang penyerang.
06:42Bukan yang diserang.
06:44Karena yang diserang kalau dia yang menguatkan oke saya dialog berarti kapitulasi.
06:48Pertama menjawab mereka terperaihannya sendiri bahwa perang dihentikan karena semacam menyerah.
06:55Jadi pendekatan kita harusnya lebih utama pada Amerika dan Israel.
07:00Tapi persoalannya apakah kita punya leverage, posisi tawar terhadap kedua negara?
07:06Tadapis Israel pasti tidak karena kita tidak punya hubungan diplomatik.
07:10Tidak ada Amerika kita tahu bagaimana Trump.
07:13Ujakan Trump sekarang yang sangat mengabaikan apapun.
07:21Jadi satu tidak mudah.
07:23Ada juga seruan dari kelompok masyarakat kita, ORMAS,
07:27untuk kita mengambil inisiatif melalui jalur organisasi konferensi Islam.
07:32Kurang disadari bahwa OKI pun terpecah.
07:35Dan kita juga perlu tahu kalau kita bicara di OKI, praktis Saudi Arabia punya hak fitu.
07:40Sekali dia bilang tidak, ya nggak akan terjadi apa-apa.
07:43Kalau begitu Pak, Indonesia bisa ambil peran apa?
07:47Peran bersama negara-negara lain yang tidak menghendaki perang terjadi dan terjadi berkepanjangan
07:55untuk menggalang suara.
07:58Tidak kurang di Eropa sendiri, Spanyol sangat frontal untuk menolak pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika.
08:05Kemudian Inggris, Perancis, Jerman.
08:09Uni Eropa sama sikapnya terhadap tindakan agresi militer Amerika dan Israel.
08:19Tapi juga China dan Rusia.
08:23Jadi dengan kata lain, suara bersama itu juga diperlukan.
08:26Dan di situ mungkin kita bisa berperang karena praktis kita punya hubungan baik dengan semua.
08:32Jadi tapi tidak serta-merta segera untuk berperan mendamaikan mereka.
08:39Jadi terminologinya bukan mendamaikan.
08:44Karena yang berdamaian itu hanya bisa terjadi kalau Israel dan Amerika berhenti agresi terhadap Iran.
08:53Tetapi menyerukan bahwa dua negara ini berhenti untuk melakukan serangan.
08:59Begitu kan Pak?
09:00Jadi bahasanya adalah bagaimana bersama-sama negara lain Indonesia terlibat aktif untuk mengatakan pada Amerika dan Israel
09:07stop doing this.
09:10Menurut saya itu yang lebih realistik bisa dilakukan.
09:12Karena terhadap banyak pandangan yang sama di dunia.
09:14Termasuk yang kawasan yang dulu sekutunya Amerika.
09:19Baik.
09:20Terima kasih Pak Hasan Wirayuda.
09:23Saya senang sekali.
09:25Karena bicara dengan seorang Menlu yang sepanjang karirnya menjadi seorang Menteri Luar Negeri
09:31juga mengalami peristiwa perang yang bisa dibilang sangat betul-betul menjadi sejarah.
09:41Bagaimana bom WTC dan kemudian New York tidak lagi sama seperti biasa.
09:46Kemudian ada soal Al-Qaeda dan ISIS.
09:48Terima kasih Pak Hasan Wirayuda.
09:50Terima kasih banyak.
09:51Sungguh sebuah perspektif yang luar biasa.
09:54Terima kasih.
09:55Terima kasih juga Anda telah menyaksikan Rosi.
09:58Kita jumpa lagi Kamis depan.
10:00Tetaplah di Kompas TV Independent Terpercaya.
10:04Selamat malam.
10:05Sampai jumpa.
10:07Terima kasih telah menonton.
10:10Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan