Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang di Timur Tengah terus berkecamuk dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, meski berbagai pihak menawarkan diri menjadi mediator perdamaian, termasuk Indonesia.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah menerima usulan dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjadi mediator perdamaian.

Namun, Iran menegaskan tidak akan lagi melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat dan memilih menyelesaikan konflik melalui jalur perang.

Menanggapi rencana Presiden Prabowo yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengingatkan bahwa persoalan antara Amerika Serikat dan Iran sangat kompleks.

Ia juga menilai upaya Indonesia untuk mendamaikan kedua pihak akan cukup sulit karena posisi Indonesia dinilai tidak setara dengan negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan, Kishino Bawono, menilai bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace berpotensi menimbulkan stigma dari Iran.

Hal ini karena Indonesia dapat dipersepsikan tidak lagi netral dan dianggap lebih berpihak kepada Amerika Serikat.

Dalam situasi yang terus memanas ini, Indonesia dinilai perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Baik Amerika Serikat maupun Iran disebut masih berkomitmen melanjutkan perang di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi perlu disiapkan, terutama terkait dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Hampir 2.000 Warga Pakistan Dievakuasi dari Iran Melalui Jalur Darat | KOMPAS SAHUR di https://www.kompas.tv/internasional/655041/hampir-2-000-warga-pakistan-dievakuasi-dari-iran-melalui-jalur-darat-kompas-sahur

#iran #perang #timurtengah #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655043/iran-tutup-ruang-negosiasi-dengan-as-dubes-iran-untuk-ri-kita-selesaikan-lewat-jalur-perang
Transkrip
00:00Saudara perang Iran Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut di Timur Tengah.
00:05Usulan Prabowo yang ingin jadi mediator perdamaian sudah diterima Iran.
00:09Namun, Iran tetap ingin lanjutkan perang.
00:32Perang di Timur Tengah terus berkecamuk.
00:35Belum ada tanda-tanda akan meredah kendati tawaran untuk menjadi mediator muncul dari berbagai pihak termasuk Indonesia.
00:43Duta Besar Iran untuk Indonesia Muhammad Borodjardy menyampaikan
00:46pemerintah Iran sudah menerima usulan dari Presiden Prabowo untuk jadi mediator perdamaian.
00:53Namun, Iran tegaskan tak ada lagi negosiasi dengan Amerika Serikat.
00:57Iran ingin selesai kan konflik lewat gelur perang.
01:33Menanggapi rencana Presiden Prabowo yang ingin menjadi mediator konflik Amerika Serikat dan Iran,
01:38Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala mengatakan persoalan Amerika Serikat dan Iran kompleks.
01:45JK juga bilang agak sulit bagi Indonesia untuk mendamaikan karena posisi Indonesia tidak setara.
01:53Ya, niat rencana itu baik saja.
01:57Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya.
02:03Ya, Israel dengan Presiden saja tidak bisa disulit didamaikan.
02:11Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat dan anu Amerika.
02:18Karena sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, yang sangat berugia Indonesia.
02:26Itu saja, kita tidak setara Amerika.
02:30Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini, dalam hal berbeda seperti ini.
02:38Sementara itu, Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Kisino Bawono menilai,
02:44bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace diduga memunculkan stigma bagi Iran jika Indonesia sudah tidak netral dan pro Amerika Serikat.
02:54Bagaimana Indonesia seharusnya bersikap, maka saya jawabannya adalah Indonesia harus sadar diri bahwa posisi Indonesia,
03:00postur Indonesia di level internasional itu bukanlah sebagai negara yang paling influential,
03:05yang paling didengarkan oleh negara-negara lain.
03:07Apalagi kemudian kalau kita melihat bahwa Indonesia barusan ikut di Board of Peace gitu ya,
03:13sebagai mediator kita harus dipercaya oleh dua pihak.
03:16Masalahnya, Iran kemudian bisa saja melihat bahwa Indonesia ketika masuk Board of Peace,
03:22Indonesia ada di kamp atau di kelompok yang sejalan dengan pemikiran Amerika Serikat dan Israel.
03:28Jadi, netralitas Indonesia kemudian dipertanyakan.
03:31Kini Indonesia harus bersiap karena baik Amerika Serikat dan juga Iran sepakat untuk melanjutkan perang di Timur Tengah.
03:40Segala kemungkinan harus diantisipasi, terlebih yang berdampak langsung pada ekonomi Indonesia.
03:46Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan