00:00Dan saya katakan saya bukan menakut-takuti, kalau anak-anak kita mengkonsumsi makanan-makanan kelas rendahan, umurnya terbatas, penyakitnya banyak.
00:15Anak kita tidak lagi pagi-pagi minum teh manis pakai gula aren, tidak ada langsung kemasan, berwarna, kemudian bergula, bersoda, sehingga umur 18 tahun banyak yang gagal ginjal, umur 20 tahun kena diabetes.
00:35Orang lain senang lihat kita, senang, kenapa? Generasi muda Indonesia lemah.
00:41Kenapa mereka senang? Kekayaan alamnya melimpah.
00:48Dan di negara yang kekayaan alamnya melimpah, negara itu harus hati-hati, karena dia bidikan banyak orang.
00:58Untuk itu saya ini yang menegaskan kembali lagi, karena pramuka itu ngajarin itu semua.
01:04Dan yang berikutnya lagi pesen, kalau perkemahan-perkemahan harus dihidupkan lagi, kerjasama TNI, PORI menjadi pembimbingnya.
01:16Kenapa? Saya masukin mereka ke barak militer, terbentuk.
01:20Bisa baris, bisa upacara, bisa jadi paski.
01:23Ini manfaatin Kak Dede, Kak Herman, jadi saya ingin nanti yang dikirim ke barak marinir, ke barak TNI AU, ke barak TNI Angkatan Darat,
01:37anak-anak sudah berbaju pramuka, pendidikannya di situ.
01:41Ini, ini pembentuk karakter-karakter ini, karena kerjasama kami dengan Polda, dengan Pores, hari ini angka geng motor sudah hampir menurun.
01:54Yang terakhir kemarin di Bandung sudah ditangkap.
01:57Kita ini waktunya hanya terbatas dengan Pak Kapolda.
02:01Pokoknya Pak Dede, Pak Gubernur, dua hari pasti kena.
02:04Kita terus update, menurun.
02:07Dan, yang paling jadi ancaman hari ini adalah pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur,
02:14yang dilakukan oleh Bapak Tiri, yang ibunya pergi ke timur, tengah jadi TKI.
02:25Nanti saya sih pengen bikin moratorium saja lah.
02:31Tidak boleh seorang ibu meninggalkan anak balita untuk bepergian ke luar negeri.
02:36Saya pengen begitu.
02:37Terutama meninggalkan anak perempuan.
02:45Udah lah, saya kemarin sudah nangkep lagi di Sukabumi.
02:50Terakhir, jadi gubernur konten itu manfaatnya ternyata banyak.
02:55Saya tiap hari itu bacain TikTok yang satu masalah pelecehan seksual, langsung telepon Kapolda, cepat ditangkap.
03:08Yang ini masalah apalagi, pokoknya ayo nama KB ke Pak Deddy.
03:11Tapi bagi mereka yang punya ibu rumahnya roba, anaknya jangan teriak-teriak Pak Deddy.
03:21Atau yang pula punya kewajiban pertama adalah anaknya.
03:25Pak Deddy, tolong ibu saya rumahnya Pak Deddy gentengnya bocor.
03:28Kusia atau etama?
03:32Pak Deddy, ibu saya sakit kusia etama.
03:36Nah, saya hari ini alhamdulillah ya terupdate karena sekarang berani speak up.
03:47Kemarin kan enam orang, orang Garut, orang mana-mana.
03:50Kemudian berjalan kaki sudah dua hari di Aceh, sudah bisa diantarkan pulang gara-gara.
03:56Pak Deddy, Pak Deddy saya di Aceh, Pak Deddy.
03:58Saya koordinasi dengan poresnya, terus bisa.
04:03Hari ini lagi 45 orang Jawa Barat, orang Garut, orang Cirebon, orang Purwakarta, orang Subang.
04:10Ya, pokoknya Bupatina di area KB.
04:13Kemarin dia di Takengon, di daerah saya telepon ke pores Aceh Utara.
04:19Itu kan nggak bisa ditembus.
04:21Hari ini sudah bisa tembus, mereka sudah ada di Lok Semawe.
04:24Hari Kemis mau saya jemput, saya kembalikan ke kampung halamannya.
04:28Itu gara-gara gubernur konten.
04:33Nanti ada manfaatnya itu.
04:35Nah, cuman yang tidak saya layani cuma satu.
04:38Satu.
04:39Pak Deddy tolong kawin saya.
04:41Nah, itu saya telepon.
04:49Kenapa saya sudah ngomong untuk urusan itu?
04:53Gus, omongan saya apa?
04:55Janji politik, pasti saya tepati.
04:58Tapi janji menikahi, belum tentu saya turuti.
05:07Saya terima kasih ya.
05:09Dan ya kita sudah, kita hari ini sudah.
05:13Orang Jawa Barat, saya meyakini kita punya harga dan punya martabat.
05:18Kita bisa membantu saudara orang lain yang kesusahan.
05:22Nanti suatu saat juga orang akan, kita ketika susahan akan dibantu orang.
05:27Jadi itu ciri khas hidup kita dan jangan ngomong ngapain juga.
05:32Itu ke Sumatera pada di Bandung, Banjir.
05:36Sumatera ada orang suna.
05:40Barang amprok, aduh orang suna hungkul.
05:44Loba di Sumatera Barat saja 60 ribu.
05:46Nah, tetapi kan semuanya selesai.
05:57Artinya, Bandung solusinya saya sudah nemu.
06:01Satu, gunungnya dihijaukan.
06:05Yang kedua, sudah lah daripada capek-capek rumah di bantaran sungai, kita relokasi.
06:10Sudah.
06:11Pimpinan DPR, saya mohon izin.
06:13Daripada terus-terusan.
06:15Tinggal di bantaran sungai, ada hampir 1.500 rumah.
06:18Mau tiap tahun gitu-gitu.
06:20Sudah, daripada tiap tahun ngomong hal yang sama, kita pindahin.
06:23Sudah.
06:24Cukup duit kita untuk menyelesaikan mereka?
06:26Cukup.
06:27Asal kita mau efisien.
06:30Sudah, selesai.
06:31Saya pilihnya begitu.
06:33Tiap hari.
06:34Saya paling lucu itu di Dayah Kolot.
06:38Yang paling utama Dayah Kolot itu bertentangan dengan keadaan.
06:42Saya Dayah depan kota, saya kolotnya orang tua.
06:44Saya itu harus nubatur kabeh.
06:47Itu orang kebanjiran, tendanya di atas bendungan.
06:55Ini air di atasnya, kade dek.
07:02Di atasnya, disitu bikin tempat.
07:04Kenapa?
07:05Saya selamun saya cahing ke kerhe es, kumaha.
07:11Aduh.
07:13Dan doakanlah saya tetap jadi gubernur yang dudak.
07:16Sudah.
07:20Kenapa?
07:21Saya naik pesawat.
07:23Saya lihat Bupati Cianyur bukannya pucat.
07:27Karena pesawat Susi Air itu turun pertama di Langsa.
07:30Itu bandaranya, itu asalnya ketutu sama pohon.
07:32Ditebangin dulu.
07:34Saya lihat Bupati Purwakarta pucat.
07:37Wali kota Depok pucat.
07:40Kang Deddy, kenapa?
07:41Bukannya senyum terus.
07:42Orang lain begitu turun, langsung WA-nya pada keluar.
07:57Papa, Alhamdulillah selamat papa.
08:01Yang begitu dibuka, begitu ada WA langsung.
08:04Pak Deddy, ya anu di Bandung, ya daya kolot, ya butuh selimut, ya Pak Deddy.
08:10Aik nukir di WA.
08:12Sudahlah Pak.
08:13Jadi berbahagialah punya gubernur dudak.
08:17Karena tak ada rasa takut dalam dirinya.
08:21Yang dirindukan hanya warganya.
08:23Bukan orang yang dicintai di rumahnya.
08:26Beris.
08:30Terima kasih.
08:32Terima kasih.
Komentar