00:00Dan kita akan update bagaimana kondisi terkini di Aceh Utara Aceh bersama jurnalis Kompas TV Zikri Maulana.
00:07Selamat pagi Zikri, bagaimana kondisi di desa tempat Anda melaporkan, bagaimana kondisi rumah warga dan juga infrastruktur di sana?
00:18Baik, selamat pagi bagaimana dan juga saudara dapat kami kabarkan kondisi terkini di Keutara.
00:25Nah, tepatnya di Kabupaten Aceh Utara, di desa Bang Priya, di Kecamatan Samudera ini, memang hingga hari ini kondisi rumah warga masih tergenang lumpur.
00:36Itu sangat sulit dibersihkan, namun sebagian masyarakat sudah mulai bersih-bersih begitu, dan juga sebagian ada yang sudah kembali ke rumah.
00:45Namun, masih banyak dari warga di desa ini, ada sekitar seribu lebih jiwa, namun setengahnya masih berada di lokasi pengusian.
00:56Bahkan mereka masih menempati tenda-tenda pengusian yang dibuat secara mandiri dengan terpalsadanya, tanpa tenda yang lebih layak.
01:05Untuk diketahui memang, untuk infrastruktur di Aceh Utara sendiri, ada ratusan infrastruktur ataupun fasilitas umum yang rusak, yaitu ada sekolah, puskesmas, dan juga perkantoran itu masih lumpuh total sebagian.
01:21Namun, untuk di kondisi sendiri di pedalaman Aceh Utara, terutama di Kecamatan Langkahan ataupun Kecamatan Sawang, itu kondisi masyarakat sangat memprihatinkan.
01:33Terutama bagi mereka yang tidak memiliki lagi tempat tinggal, dikarenakan ada beberapa desa itu di Kecamatan Langkahan, rumah mereka itu tersapu bersih oleh banjir bandang,
01:42dikarenakan perkampungan mereka berada di kawasan bandaran sungai Langkahan dan juga di Kecamatan Sawang.
01:50Nah, ini yang menjadi dilema hingga saat ini, mereka belum memiliki fasilitas yang layak seperti tenda yang lebih baik, juga selimut, dan obat-obatan lainnya.
02:02Mereka juga tidak memiliki tempat tinggal. Nah, ini jadi dilema bagi masyarakat, kemana mereka akan tinggal.
02:08Nah, sebagian masyarakat mungkin bisa tinggal di rumah-rumah sonak saudaranya mungkin.
02:13Nah, bagi yang tidak punya sonak saudara yang dekat dengan daerah itu, mungkin mereka akan tinggal di mana.
02:19Nah, ini yang masih menjadi pertanyaan kami. Dan pemerintah pun belum ada komentar apapun terkait bagaimana cara menanggulanginya pada masyarakat-masyarakat yang tidak memiliki rumah. Begitu bagaimana?
02:31Sudahkah ada bantuan ataupun upaya pembersihan di sana yang dilakukan oleh pemerintah setempat?
02:36Ya, untuk pembersihan sendiri memang terkait perumahan warga itu belum ada.
02:43Namun, kalau untuk pembersihan jalan yang ketimbun longsor, jembatan, itu terus dilakukan pembersihan.
02:51Seperti mungkin ada jalan raya, ini yang sangat berdebu, ini di kawasan jalan Medan Bandar Aceh, terutama di Kecamatan Samudera.
02:58Nah, ini sangat berdebu, itu terus dilakukan pembersihan.
03:02Namun, untuk perumahan warga ataupun membantu masyarakat untuk menjedot lumpur, memberikan fasilitas alat menjedot lumpur,
03:09agar memudahkan masyarakat untuk membersihkan rumah, itu belum ada. Begitu bagaimana?
03:13Kemudian, bantuan. Tadi Anda sampaikan banyak yang kemudian mereka harus tinggal seadanya, bahkan tidak punya tempat tinggal sama sekali.
03:21Misalnya, apakah sudah ada bantuan tenda ataupun air bersih misalnya yang diberikan pemerintah untuk mereka yang belum punya tempat tinggal hingga saat ini?
03:30Nah, terkait bantuan, jika dilihat bantuan logistik terus disuruhkan.
03:36Nah, meskipun ada sebagian tempat, terutama di kawasan pedalaman, itu belum membadai.
03:41Seperti tenda, tenda yang lebih layak, dapur umum yang lebih layak, itu sangat minim begitu, Bremana.
03:46Terlebih lagi di kawasan pedalaman yang sebelumnya sempat terisolasi.
03:51Bahkan mereka sangat kekurangan selimut, perlengkapan tidur, tenda yang layak, dan juga obat-obatan.
03:57Nah, seperti air bersih sendiri memang terus disalurkan, namun belum merata.
04:02Dan juga hingga saat ini belum mencukupi. Begitu, Bremana.
04:05Kemudian, masih adakah juga upaya pencarian korban yang mungkin belum ditemukan di Aceh Utara sendiri?
04:13Nah, hingga saat ini upaya pencarian itu sangat terfokus oleh pemerintah dan juga tim relawan, itu pencarian dan juga obat-obatan dan juga air bersih.
04:24Itu sangat difokuskan saat ini, pencarian terus dilakukan pagi, siang, dan malam untuk menemukan korban-korban yang hilang. Begitu, Bremana.
04:34Baik, Zikrik, jika saya lihat di belakang Anda ini sudah ada warga yang mungkin kembali ke rumahnya masing-masing.
04:41Bagaimana dengan mungkin mereka yang masih tinggal di tempatnya, masih bisa ditempati rumahnya, apakah pasokan listrik ataupun air bisa diberikan?
04:51Nah, baik. Untuk bagi masyarakat yang telah kembali ke rumah, memang untuk listrik, terutama di Kecamatan Samudera ini, di jalan kawasan lintas Bandar Aceh Medan ini,
05:05ini pasokan listrik mulai berlangsung normal, namun di Aceh Utara belum semua titik normal airan listrik, terutama di kawasan-kawasan pedalaman.
05:13Begitu, untuk bagi masyarakat yang telah kembali ke rumah, memang untuk saat ini yang kesulitan itu air bersih,
05:20dikarenakan mereka tidak bisa menggunakan air sumur yang sangat bau dan tidak layak pakai. Begitu, Bremana.
05:28Baik, ada yang sudah kembali ke rumah tapi masih kesulitan air bersih, kemudian bagaimana dengan kondisi kesehatan mereka secara umum, apakah bisa mengakses layanan kesehatan di Aceh Utara?
05:40Ya, untuk di, terutama di desa tempat saya melaporkan saat ini, untuk masyarakat di sini, untuk mengakses layanan kesehatan itu bisa, terutama di Pukes Mas, Kecamatan Samudera.
05:52Ini tidak jauh dari lokasi tempat saya melaporkan saat ini. Di situ, Pukes sudah berjalan dengan normal.
06:00Jika masyarakat pun tidak ingin berobat di Pukes terdekat, masyarakat juga bisa mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Cut Mutia.
06:11Itu juga hanya sekitar 15 menit dari desa ini. Di situ, perawatan dan pelayanan sudah mulai dilakukan. Begitu, Bremana.
06:19Namun, yang sangat disayangkan di kawasan pedalaman Aceh Utara, terutama di Kecamatan Langkahan maupun Kecamatan Sawang,
06:26mereka hingga saat ini masih susah akses layanan kesehatan. Terutama di Kecamatan Langkahan, dikatakan Pukes Mas pun rusak marah, diterjang banjir.
06:36Bahkan mereka, jika ingin mengakses posisi kesehatan, harus keluar jauh dari kecamatan tersebut. Begitu, Bremana.
06:43Tapi sebenarnya, kalau di Aceh Utara sendiri total ada berapa posko pengungsian yang besar yang bisa ditempatkan oleh warga, Sikri?
06:52Ya, baik. Bremana dan juga, Saudara, jika kita lihat posko pengungsian maupun posko kesehatan, ini ada beberapa titik.
07:03Namun, terpusat itu di pusat kabupaten, di Lok Sukun.
07:07Nah, untuk posko kesehatan di masing-masing pengungsi ataupun masing-masing kecamatan, ini belum ada.
07:14Dan itu sangat, hingga saya ini masih mingin, dan jikapun ada layanan kesehatan untuk mengunjungi para pengungsi itu,
07:23yang dilakukan oleh relawan secara sukarela. Begitu, Bremana.
07:27Oke, untuk relawan sendiri, ini biasanya mereka apakah punya jadwal yang tetap atau mereka hanya datang sesekali saja?
07:35Nah, untuk jadwal, jika kita bicara tentang jadwal, ini relawan kesehatan ataupun relawan medis untuk melayani pengungsi dampak banjir ini,
07:49ini masih sangat minim hingga saat ini, Bremana.
07:51Nah, ada beberapa relawan itu pun harus berkeliling ke lokasi-kokasi terdampak yang lebih parah,
07:57sehingga relawan itu tidak bisa terfokus kepada satu tempat.
08:01Nah, ini yang sangat dibutuhkan saat ini, bahwa harus adanya melayanan tambahan dari lelawan siapapun itu yang mau sukarela menjadi relawan,
08:12dan juga yang dibutuhkan saat ini penambahan persediaan obat-obatan. Begitu, Bremana.
08:18Oke, kemudian Zikri, kalau Anda melihat mungkin di sekitar Anda dan juga informasi yang Anda dapatkan,
08:24ini kan ada yang disampaikan oleh Gubernur Aceh bahwa dia khawatir bahwa pengungsi ataupun korban banjir ini bisa meninggal karena kelaparan.
08:33Daerah mana atau ada tidak yang Anda sempat temukan gitu ya, kejadian seperti itu, warga hingga kelaparan pasca banjir ini?
08:41Ya baik, Bremana. Untuk di Kabupaten Aceh Utara ini, mungkin sebelumnya, di 4 hari sebelumnya mungkin ada.
08:50Itu dikarenakan di kecamatan langkahan masih sulit diakses, dan bahkan jalan darat pun tidak bisa ditempuh.
08:56Untuk saat ini, akses menuju langkahan itu sudah berlangsung nomor, mungkin agak sulit.
09:02Agak sulit di pihak-pihak tertentu yang ingin menembus ke kawasan dengan cara airdrop, dengan helikopter,
09:10dikarenakan memang tidak ada akses darat sama sekali.
09:13Sampai di sejati utara, hingga hari ini memang bantuan masih minim, namun untuk makanan sehari-hari,
09:21terutama logistik, itu mencukupi.
09:24Yang sangat dibutuhkan dan sangat kekurangan hingga saat ini, yaitu air bersih dan juga obat-obatan.
09:30Begitu, Bremana.
09:30Air bersih dan obat-obatan masih kurang.
09:33Kemudian, Zikri, untuk aktivitas ekonomi sendiri, apakah masih lumpuh?
09:37Di mana memang warga pasti butuh untuk beli kebutuhan pokok untuk sehari-hari,
09:42untuk bagi mereka yang tidak mendapat bantuan.
09:43Bagaimana kalau dari pantauan Anda, Zikri?
09:46Nah, untuk perekonomian sendiri, terutama di kecamatan Samudera ini, di pusat kecamatan, di pasar Samudera ini,
09:56belum ada aktivitas sama sekali, begitu Bremana.
09:59Nah, ini kondisi pasar ini masih mati total, dikarenakan masih banyaknya tergenang lumpur di kawasan jalan menuju pasar,
10:07dan juga pertokohan di situ, Bremana.
10:09Nah, ini sudah terjadi sejak hampir dua pekan, begitu.
10:13Belum ada pembersihan apapun dari pihak terkait, untuk kembali bisa dilalui jalan tersebut, Bremana.
10:20Ini juga menjadi dilema masyarakat di kecamatan Samudera ini.
10:26Mereka jika ingin membeli sesuatu, atau ingin belanja, begitu Bremana,
10:31mereka harus menuju ke kecamatan tetangga, untuk belanja, membeli, apapun itu.
10:38Dikarenakan memang di kecamatan Samudera ini, aktivitas perekonomian masih lumpur total, gitu.
10:42Bremana.
10:43Kemudian, jika mereka bisa mengakses pasar, ataupun kegiatan jual-beli di kecamatan lain,
10:49bagaimana dengan harganya? Apakah kemudian harganya melonjak tinggi, atau seperti apa sebenarnya?
10:55Nah, terkait harga memang mulai melonjak, begitu Bremana, terutama seperti cabai,
11:01dan juga telur.
11:02Itu cabai yang biasanya harga Rp60.000, kini sudah lebih dari Rp100.000,
11:06dan juga telur, dari harga normal Rp60.000, kini sudah lebih dari Rp80.000.
11:13Itu memang sudah terjadi beberapa hari yang lalu,
11:19semenjak stok pangan di KINI Langka, akibat terputusnya jalur, begitu.
11:25Baik, harga bahan pokok juga melonjak di sana.
11:28Terima kasih.
11:29Zikri Maulana melaporkan langsung dari Aceh, Utara Aceh.
11:33Selamat bertugas kembali.
Komentar