00:00Untuk keluarga-keluarga kami, disini kami sangat satu kurangan.
00:10Bareng-bareng semua udah habis, bahkan baju saja kami tidak punya.
00:15Banyak yang kelaparan, anak-anak disini butuh makan, obat-obatan, tempat juga tidak ada pak, udah hanyut semua.
00:24Kami butuh tenda pak, kami butuh bantuannya.
00:30Saudara, banjir besar yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera tidak hanya menelan ratusan korban jiwa.
00:43Banjir juga membuat infrastruktur hancur dan kondisi geografis rusak.
00:48Kami akan hadirkan perbandingan kondisi wilayah yang terdampak banjir.
00:52Pertama, kami akan ajak Anda menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
00:57Ini adalah wilayah Palembayan di Kabupaten Agam yang diambil dari citra Google Earth pada Februari 2025 lalu.
01:06Tampak permukiman bisa Anda lihat masih utuh, saudara, dengan kondisi geografis yang masih baik.
01:14Berikutnya, tapi kalau kita lihat pada 30 November 2025,
01:19ini adalah foto udara di sekitar Masjid Suhada di Nagari Salareh Timur, Palembayan, Kabupaten Agam.
01:27Terlihat rumah-rumah dan juga jalanan hancur, tersapu air.
01:31Kondisi ini terlihat cukup parah dilihat dari perbandingan dengan gambar sebelumnya di Februari 2025.
01:39Dan saudara, inilah perbandingan dari Google Earth di Kabupaten Agam, Sumatera Barat,
01:45yakni pada Februari 2025 dan juga yang terkini, pasca bencana 30 November 2025 dari antara.
01:56Tampak kondisi perbedaan yang signifikan dari lokasi yang terdampak.
02:01Berikutnya, masih dari Sumatera Barat, kami juga ajak Anda untuk menuju ke Padang Panjang, Sumatera Barat.
02:10Gambar ini pada Mei 2025 lalu di Jembatan Kembar dan sebuah Gapura di Padang Panjang yang terlihat
02:18masih utuh dengan panorama pemandangan yang sangat bagus dan bersih.
02:22Tapi kalau kita lihat pada 27 November 2025, pekan lalu, saat terjadi banjir bandang, Gapura dan banjir bandang hancur.
02:35Tampak jalan raya yang sebelumnya bersih, kini tertutup lumpur tebal.
02:39Kondisi sekitarnya juga luluh lantak, ini terjang banjir, saudara.
02:43Nah, dan inilah perbandingan dari yang kami ambil dari Getty Image, kondisi Gapura di Padang Panjang, Sumatera Barat.
02:53Anda bisa melihat perbandingannya pada Mei 2025 lalu dan juga yang terkini, pasca bencana banjir dan longsor pada 27 November 2025.
03:05Kemudian kita lihat dari peta geografis untuk wilayah Padang Panjang ini yang diambil pada 26 Juni 2025 lalu yang terlihat masih sangat normal.
03:20Ini adalah citra yang dari sudut pandang yang lebih luas.
03:24Kemudian kita lihat kondisi geografis pasca diterjang banjir.
03:29Kondisi Padang Panjang pasca diterjang banjir sangat terlihat kondisi air yang menggenangi sejumlah wilayah di sekitar daerah aliran sungai.
03:39Bahkan luapan air dengan volume yang cukup besar juga terlihat di muara pantai.
03:47Dan saudara, inilah perbandingan dari Planet Labs, kondisi Padang Panjang, Sumatera Barat,
03:53yang ini pada Juni 2025 lalu di sebelah kiri dan juga yang terkini pasca bencana 29 November 2025 lalu di sebelah kanan.
04:06Terlihat sangat perbedaan yang sangat signifikan dari daerah aliran sungai hingga menuju muara pantai juga.
04:13Dan dari Sumatera Barat kita menuju pesisir Sumatera juga, tapi ini sudah masuk wilayah Sumatera Utara,
04:20tepatnya di kota Sibolga. Foto udara ini diambil pada 21 Maret 2024 lalu di Jalan Murai sebelum terjadi bencana banjir besar.
04:31Terlihat rumah di permukiman masih utuh dengan penataan yang cukup baik.
04:36Namun kalau kita melihat setelah bencana banjir bandang terjadi pada 30 November 2025,
04:43kondisi kota Sibolga parah.
04:46Sebagian daerah permukiman hancur dengan terjangan banjir.
04:50Lumpur juga terlihat memenuhi permukiman ini.
04:54Dan inilah perbandingan dari Google Earth di kota Sibolga, Sumatera Utara saudara.
05:01Yakni pada 21 Maret 2024 tahun lalu dan juga yang terkini pasca bencana 30 November 2025,
05:10dapat Anda lihat perbedaan yang sangat signifikan setelah banjir menerjang kota Sibolga, Sumatera Utara.
05:17Kemudian kita melihat wilayah Provinsi Aceh, tepatnya wilayah Aceh Timur dan juga Aceh Utara pada 6 September 2025.
05:28Gambar ini menunjukkan 4 kecamatan di Aceh Utara yakni Senudon, Bakhtia Barat, Bakhtia, Tanah Jambuaye,
05:36dan 2 kecamatan di Aceh Timur yaitu Madat dan Simpang Ulim.
05:40Semuanya masih terlihat sangat hijau yang menandakan kondisi geografis yang masih sangat normal.
05:47Tapi foto udara yang diambil 30 November 2025 menunjukkan kondisi yang sangat berbeda.
05:53Hampir seluruh wilayah di sini pun terendam banjir.
05:56Dua kabupaten dengan jumlah pengungsi terbanyak yakni Aceh Utara dan Aceh Timur,
06:00ada 212 ribu orang yang mengungsi.
06:05Dan inilah perbandingan dari Planet Labs kondisi di Aceh Timur dan juga Aceh Utara yakni pada 6 September 2025 lalu
06:15dan juga yang terkini pasca banjir 30 November 2025 lalu.
06:21Tampak sangat berbeda saudara.
06:24Citra hijau yang ditunjukkan pada tanggal 6 September tidak terlihat lagi
06:27dan sangat minim pada tanggal 30 November karena tertutup banjir.
06:32Dan kita menuju wilayah Kabupaten Pidijaya, Provinsi Aceh.
06:37Foto citra satelit ini diambil pada 30 Oktober 2025.
06:43Terutama di dua kecamatan yakni Merde dan Merah II.
06:47Secara geografis masih terlihat sangat baik dan juga normal.
06:52Lalu kita lihat perbandingan usai diterjang banjir pada 30 November 2025.
06:57Dua kecamatan di wilayah ini pun hancur.
07:00Di Kabupaten Pidijaya, Aceh sebanyak puluhan ribu orang mengungsi dan korban jiwa cukup banyak.
07:08Jadi memang terlihat sangat berbeda kondisi perbandingan sebelum dan sesudah terjadinya banjir di Pidijaya, Aceh.
07:14Yakni pada 30 Oktober 2025 dan usai terjadinya bencana banjir di Pidijaya, Provinsi Aceh pada 30 November 2025.
07:25Terlihat daerah aliran sungai, sama seperti di Kabupaten Agam tadi, sangat terpengaruh oleh banjir bandang yang terjadi.
07:32Saudara, breaking news, Kompas TV masih akan kembali usai jeda.
07:36Tetaplah di Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar