Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUPANG, KOMPAS.TV - Ayah Prada Lucky Namo meluapkan emosinya di luar ruang sidang. Ia kecewa atas kesaksian anggota Provost, Pratu Petrus Kanisius Mahe, yang saat kejadian tidak mengambil tindakan untuk menghentikan penganiayaan yang dialami anaknya.

Terkait hal yang memicu amarah ayah Prada Lucky, anggota Provost Pratu Petrus Kanisius Wae, yang dihadirkan sebagai saksi, bilang salah satu terdakwa, Pratu Abner Yeterson, memukul Prada Lucky.

Saksi juga melihat terdakwa Letnan Satu Ahmad Faisal tidak menghentikan tindak kekerasan pada Prada Lucky.

Saksi Pratu Petrus juga mengungkap, Prada Lucky sempat berkali-kali meminta ampun, namun seniornya tidak menghentikan tindak kekerasan. Namun, keterangan saksi dibantah salah satu terdakwa yang bilang ada sejumlah ketidaksesuaian.

Menanggapi sidang kematian Prada Lucky, peneliti senior Imparsial, Al Araf, bilang kasus ini harus menjadi momen perbaikan pembinaan agar prajurit lain tidak mengalami hal yang sama seperti korban.

Imparsial juga mendorong bagaimana penerapan hukuman pada pelaku bisa membuat efek jera.

Sejumlah pihak mendorong kasus kematian Prada Lucky harus menjadi momen agar prajurit TNI lain tidak mengalami hal yang sama, dan pelaku harus dibuat jera.

Bagaimana bentuk pembenahan pembinaan terhadap prajurit? Kita ulas bersama Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, dan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI periode 20112013, Laksda Purnawirawan Soleman Ponto.

Baca Juga Jamin PKH dan BLTS Tepat Sasaran, 49 Pendamping PKH Diberhentikan karena Langgar Aturan di https://www.kompas.tv/nasional/628125/jamin-pkh-dan-blts-tepat-sasaran-49-pendamping-pkh-diberhentikan-karena-langgar-aturan

#pradalucky #tni #kekerasan #penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/628130/full-eks-bais-tni-soleman-bantah-kematian-prada-lucky-akibat-penganiayaan-ini-pembinaan

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dari tentara, ingat baik, berani anak saya tidak diurus, saya akan tutup, bukan di Indonesia, sampai dunia satu.
00:07Tanda menurut saya, jangan lain-lain.
00:11Ayah Pralini Kinamo meluapkan emosinya di luar ruang sidang,
00:14yak cewa atas kesaksian anggota provos, Pratu Petrus Ganesius Mahe,
00:17yang saat kejadian tidak mengambil tindakan untuk menghentikan peranihan yang dialami anaknya.
00:21Semua dan apapun, saksi sebelum bersaksi berani tadi sumpah,
00:26lu akan dapat karma, aturan lu menang, tapi lu akan karma, anak saya sudah mati.
00:32Kerjaan provos Kocuma dulu diam.
00:37Terkait hal yang memicu amarah ayah Praliluki,
00:39Anggota provos, Pratu Petrus Ganesius Wai, yang dihadirkan sebagai saksi bilang,
00:43salah satu terdakwa, Pratu Abner Yaderson, memukul Praliluki.
00:47Saksi juga melihat terdakwa, Laitu Ahmad Faisal, tidak menghentikan tindakan kerasan pada Praliluki.
00:52Saksi Pratu Petrus juga mengungkap, Praliluki sempat berkali-kali minta ampun,
00:57namun seniornya tidak menghentikan tindakan kerasan.
01:00Tapi gerangan saksi dibantah salah satu terdakwa, yang bilang ada sejumlah ketidaksesuaian.
01:05Pratu Abner tadi, mencambuk pakai selang, ada terdakwa, melarang nggak terdakwa?
01:12Siap, izin tidak?
01:13Tidak, diam saja.
01:14Siap.
01:15Kalau menurut saksi, seorang Laitnan 1 dengan jabatan Danqi,
01:20siap.
01:21Memerintahkan Pratu untuk berbuat itu bisa nggak mencegah?
01:26Siap, izin kalau diperintahkan bisa?
01:29Bisa.
01:29Siap.
01:30Kami itu memerintahkan untuk para provos itu bukan hanya untuk mengantar,
01:35tetapi melainkan untuk menjaga almarhum di ruangan staff Intel.
01:44Maksudnya yang gimana?
01:45Itu keterangan terdakwa sendiri, karena saksi nggak ada bilang gitu tadi.
01:48Siap tadi menyampaikan hanya mengantar.
01:50Dan pada saat itu juga, bahasi Intel itu memerintahkan untuk kembali.
01:57Yang mengantarnya dibenarkan?
02:00Kami menyampaikan itu menjaga, bukan mengantar.
02:03Kalau mengantar itu kan posisinya, provos itu kembali.
02:06Tapi kami menyampaikan untuk menjaga.
02:09Menanggapi sidang kematian peraluki,
02:10peneliti senior imparsial Al-Araf bilang,
02:13kasus ini harus menjadi momen perbaikan pembinaan,
02:15agar prajur lain tidak mengalami hal yang sama seperti korban.
02:18Karena sesungguhnya peristiwa ini bukan peristiwa yang pertama.
02:23Sebelumnya adalah kasus-kasus rupa yang terjadi dalam tubuh TNI
02:27yang mengakibatkan kematian prajurit.
02:30Sehingga pengungkapan kasus kematian perada luki ini
02:34untuk meraih keadilan bukan hanya untuk kepentingan perada luki dan keluarganya,
02:39tapi juga untuk memastikan para prajurit lain
02:42tidak mengalami hal yang sama dialami oleh perada luki.
02:45Karena itu, upaya memastikan keadilan dengan hukuman yang maksimal
02:51itu sesuatu yang harus dilakukan
02:53agar ada efek jera terhadap para prajurit
02:56yang jika ingin melakukan tindakan seperti ini lagi,
03:01tidak mengulangi.
03:02Imparsial juga mendorong bagaimana penerapan hukuman pada pelaku
03:05bisa membuat efek jera.
03:07Tim Hibutan, Kompas TV
03:10Sejumlah pihak mendorong kasus kematian perada luki
03:19harus menjadi momen agar prajurit TNI lain
03:22tidak mengalami hal yang sama
03:24dan pelaku harus dibuat jera.
03:27Bagaimana bentuk pembinaan pembinaan terhadap prajurit?
03:30Kita ulas bersama Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia,
03:34Muhammad Isnur.
03:35Selamat pagi waktu Indonesia, Mas Isnur.
03:37Selamat pagi, Mas Mario.
03:40Lagi diberhasil, Mas.
03:40Selamat pagi.
03:41Terima kasih.
03:42Terima kasih sudah bergabung di Dialog Sapa Indonesia Pagi
03:45dan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI
03:47periode 2011-2013,
03:50Laksda Purnawirawan Soleyman Ponto.
03:52Pak Soleyman Ponto, selamat pagi.
03:54Ya, selamat pagi.
03:55Terima kasih, Pak Ponto, sudah bergabung juga
03:57di Dialog Sapa Indonesia Pagi pada hari ini.
03:59Saya duluan ke Mas Isnur.
04:00Mas Isnur, bagaimana Anda melihat dakwaan 9 tahun
04:03jauh berbeda dari keinginan keluarga
04:06yang dianggap memenuhi keadilan
04:09yang dimaui oleh keluarga
04:12bahwa seharusnya sumur hidup sebenarnya?
04:14Iya, tentu bagi korban dan keluarga
04:20mengharapkan yang maksimal tuntutannya
04:23karena disitulah keadilan itu muncul
04:26dan akan memperhatikan dimana keseriusan pengadilan
04:30dan semua sistemnya ya,
04:32mas konditor dan kejaksa itu melakukan penuntutan gitu.
04:36Jadi saya melihat memang disini nampak menjadi keanehan ya
04:40kenapa hukuman tidak maksimal gitu.
04:42Ini kan menjadi sinyal, menjadi simbol
04:44kenapa nanti ketika ada festival yang lain
04:46bisa jadi hukumannya lebih ringan.
04:49Dan bukan hanya kali ini saja
04:50ancaman atau hukuman itu ringan.
04:53Ada di perkara lain yang misalnya
04:54di kasus yang di Medan juga sama.
04:56Yang korbannya sipil juga ditutup secara ringan ya.
05:00Jadi ini simbol yang tidak baik
05:01dari ruang pengadilan
05:03tidak memberikan yang maksimal
05:05dalam menuntut orang.
05:07Oke, menurut Anda ini juga
05:08tidak memberikan efek jerak
05:09untuk menghentikan kejadian serupa terulang
05:12dengan dakwa anehannya 9 tahun ini?
05:15Iya, sebagai sebuah ruang sidang,
05:17pengadilan ini sinyal yang kurang baik ya.
05:20Tapi juga untuk perbaikan pembinaan
05:22harusnya bukan hanya hukumannya maksimal
05:24tapi juga perbaikan semua hal.
05:28Jadi kita mengharapkan tentara TNI
05:31yang tidak lagi ada seperti ini
05:32di intral tubuhnya ya.
05:34Bagaimana mulai dari pelatihan, pendidikan,
05:37pembinaan ini di-evaluasi secara maksimal.
05:39Jadi tidak cukup hanya dengan persidangannya saja.
05:42Tapi juga harus ada evaluasi secara maksimal
05:44oleh panglima TNI dan Kepala Stam Angkatan Darat
05:46dan seluruh jajarannya
05:47untuk perbaiki seluruh instrumen pendidikan
05:50dan pembinaan.
05:51Oke, hukuman maksimal seperti apa
05:53yang menurut Anda
05:54bisa memberikan keadilan bagi keluarga
05:56juga diterapkan
05:58atau memitigasi adanya kejadian suruh
06:02apa bisa terulang ini, Mas?
06:04Ya, kita bisa melihat pasalnya.
06:06Kalau pasalnya misalnya berapa maksimal-masu hidup
06:08maka harusnya maksimal disana penggunaannya.
06:11Agar apakah nanti hakim juga
06:12memberikan hukuman yang maksimal kepada
06:14apa namanya, para pelaku ini gitu.
06:17Apalagi misalnya gini,
06:18di tengah kampanye yang gencar ya
06:20dari panglima TNI
06:22atau pihak-pihak di atas
06:24yang mengkampanyakan tentang
06:26prinsip akasih manusia
06:28ini malah ada anggota yang melanggar gitu.
06:30Jadi ini justru bertetangan dengan prinsip
06:32atau semangat yang dibawa oleh
06:33pimpinan-pimpinan di TNI itu sendiri.
06:35Oke, saya ke Pak Ponto.
06:37Pak Ponto, berbeda dengan proses hukumnya,
06:40kita berbicara terkait dengan
06:41banyak kritik terkait
06:42ini pembinaannya seperti apa di tubuh TNI?
06:45Kenapa pada akhirnya bisa
06:46menyebabkan ada
06:48dugaan penganiaya yang menyebabkan
06:50kematian Prada Lukini?
06:52Sebentar, saya itu tidak sepedapat
06:54dengan kata penganiayaan.
06:56Jangan pakai penganiayaan.
06:58Oke, oke.
06:59Itu pembinaan.
07:01Anda masih menegaskan ini adalah sebuah pembinaan?
07:04Ini adalah pembinaan.
07:05Walaupun sudah ada jatuh korban, Pak Ponto.
07:07Ya, sebentar.
07:08Kita jangan lihat sekarang.
07:10Tentara ini lahir dari zaman Belanda.
07:13Ya.
07:13Pasal 131 ayat 3 KUHPM
07:17itu mengatur
07:17tindakan kekerasan oleh atasan terhadap bawahan
07:21yang mengakibatkan bawahan mati
07:23sembilan tahun
07:25itu seperti yang dituntut sekarang.
07:29Ya.
07:30Jadi maksimum
07:31tindakan atasan terhadap bawahan
07:33yang mengakibatkan mati
07:35itu sembilan tahun.
07:36Itu KUHPM.
07:39Jadi, jangan bisa makan
07:41dengan kehidupan sipil.
07:43Tentara ini
07:45bukan satpam.
07:46Ingat.
07:47Ya.
07:48Bukan hansip.
07:49Ingat.
07:50Tentara berhadapan
07:51dengan tindakan
07:52yang sama
07:53seperti pembinaan itu.
07:56Lah,
07:56kalau baru dibina seperti itu
07:58dia sudah teriak-teriak
07:59minta ampun.
08:00Lah,
08:01kalau kita kamu gina
08:02sudah minta ampun.
08:03Lah,
08:04kalau ditekan
08:05musuh
08:06ditanya
08:07di mana
08:08posisi
08:09kawan-kawan kamu?
08:11Di situ, Pak.
08:12Pak Ponto,
08:13Anda mau bilang bahwa
08:14kasus kematian Prada Luki ini
08:15berbeda dengan kematian
08:16masyarakat sipil.
08:16Maksud Anda seperti itu?
08:17Ya, beda.
08:18Beda.
08:19Sangat berbeda.
08:21Oke.
08:21Mas Isnur,
08:22Anda ingin menanggapi
08:24bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Ponto
08:25ini berbeda loh.
08:26Ini TNI,
08:27bukan masyarakat sipil.
08:29Ya, pertanyaannya
08:30apakah tindakan
08:31seperti yang dilami oleh Prada Luki
08:32adalah pembinaan?
08:34Itu kan bukan seperti itu.
08:35Itu seperti konteksnya ya.
08:36Kalau dalam
08:37keseharian pendidikan,
08:38itu bagian dari bullying
08:39yang bukan dari tugas-tugas.
08:41Jadi dilakukan
08:42di luar tugas keseharian
08:43dari atasan dan bawahan gitu.
08:45senior kebawah,
08:46ini bukan seperti itu.
08:47Ini institusi di mana
08:48tindakannya tindakan personal.
08:51Dan kepada korbannya
08:52di ruang-ruang yang
08:53menurut saya bukan bagian pembinaan.
08:55Kalau ini pembinaan,
08:56itu tindakan yang lebih batas
08:57sampai ada peristiwa
08:58dia dikasih
08:59apa namun,
09:00alat kelaminnya
09:01dikasih ini,
09:01dikasih itu,
09:02dikasih tindakan-tindakan yang senonoh.
09:04Itu bukan pembinaan.
09:06Bagi saya berbahaya
09:06kalau ketika menyebut
09:07itu pembinaan ya.
09:08Mas Isnur,
09:12Anda mau bilang bahwa
09:12ini bukan pembinaan
09:14tetapi sudah masuk ke bullying ya?
09:17Iya, bullying yang terjadi
09:18dan kemudian
09:18terjadi secara
09:19apa namanya
09:20kejam ya,
09:21kejam
09:21di ruang-ruang
09:23tertutup seperti itu gitu ya.
09:25Kalau pembinaan
09:26di maksud struktur
09:27yang dia resmi,
09:28itu berbahaya
09:29di tahap seperti itu.
09:30Oke, oke.
09:31Pak Ponto,
09:32ini bukan pembinaan sebenarnya
09:34kalau sampai menyebabkan kematian.
09:35Ya itulah kalau orang
09:37tidak pernah masuk tentara
09:38ya nggak akan pernah tahu.
09:40Oke.
09:41Saya ke 30 tahun
09:42di tentara
09:44tahu bagaimana anak-anak buah.
09:45Saya pernah tahu
09:46begitu masuk
09:47seperti apa
09:48yang kita dilakukan
09:48juga sama.
09:50Itulah sebabnya
09:51ketika masuk tentara
09:53itu yang pertama
09:54fisik harus benar,
09:55mental harus benar.
09:57Setelah jadi tentara
09:59juga perbuatan
10:00harus benar.
10:02Kalau tidak benar,
10:04ya begini nih.
10:04pertama yang dilakukan
10:06adalah pembinaan.
10:08Nah, pembinaan itu
10:09biasanya dilakukan
10:10oleh banyak orang.
10:11Bukan hanya satu.
10:13Itu.
10:14Jadi memang
10:14kalau dilihat
10:15dari kacamata
10:16orang sipil,
10:17ya pembulian
10:19kayak Pak Mas Isnur.
10:21Itu wajar
10:21kalau orang melihat.
10:22Tapi hal ini
10:23sudah terjadi.
10:26Bukan sudah terjadi.
10:27Itu sudah
10:28dari dulu.
10:29Makanya
10:30pasal 131
10:31itu kan
10:31melindungi
10:32atasan.
10:33atasan
10:35yang berbuat
10:36sampai
10:36membuat
10:37orang
10:38anak buahnya
10:39mati
10:39itu 9 tahun.
10:42Itu sudah ada
10:43aturannya.
10:43Jadi dari dulu
10:44sudah tahu
10:44pembinaan itu
10:45dapat mengikabatkan
10:46orang mati.
10:48Tetapi yang perlu
10:49dicatat
10:50tidak ada
10:51atasan
10:52merancang
10:53pembunuhan
10:53untuk membuat
10:54anak buah mati.
10:55Itu.
10:56Jadi kalau
10:57merancang
10:58itu tidak ada.
10:58Tapi kalau
10:59membuat
11:00mengakibatkan
11:02orang mati
11:03iya.
11:04Itu.
11:05Berarti masih
11:05Anda tetap
11:06dengan pendapat Anda
11:07bahwa ini
11:08masih masuk
11:08dalam pembinaan
11:09dan dibenarkan
11:10walaupun ada korban.
11:11Begitu ya?
11:12Oh iya.
11:13Ya tentara
11:13ya begitu.
11:14Lebih baik kita korban
11:15satu daripada
11:16korban satu batalion
11:17hanya gara-gara
11:18satu orang.
11:18Ini kan itu
11:19prinsip-prinsip
11:19tentara.
11:21Tentara
11:22begitu.
11:24Itu.
11:25Kita lebih baik
11:26mengherbankan
11:26satu orang
11:27daripada
11:28satu batalion.
11:29hancur
11:30hanya gara-gara
11:31satu orang.
11:32Itu prinsip
11:33tentara.
11:34Oke.
11:34Mas Istur,
11:35bagaimana Anda melihat ini?
11:36Apakah memang sebenarnya
11:36ini tidak mencederai
11:38hak asasi manusia
11:39sebenarnya
11:39walaupun tergabung
11:40dalam TNI
11:42atau pasukan?
11:44Ya,
11:45kita melihat
11:45justru
11:46semangat
11:47melanggar hukum itu
11:48yang sangat tinggi
11:49dilakukan oleh
11:50para senior-senior ini.
11:53Dan
11:53tindakan yang sangat
11:54kemudian bertentangan
11:55dengan hukum
11:56tentara sendiri.
11:57Kalau Pak Ponto bilang
11:58itu adalah melawan
11:59kebenaran,
11:59tidak tindakan yang
12:00melawan kebenaran.
12:02Bagaimana mungkin
12:02tindakan penyiksaan
12:03secara keji
12:05brutal dilakukan
12:06itu dengan pembinaan.
12:07Ini bukan latihan
12:08yang resmi.
12:09Ini bukan kemudian
12:09standar pelatihannya TNI.
12:12Standar pelatihannya
12:12sudah banyak
12:13pelatihan juga.
12:14Ini bukan
12:14dalam rangka
12:15pembinaan
12:16seperti yang diarahkan
12:17menuju
12:17Sabta Marga
12:18atau Sumpah Prajurit.
12:19Bukan.
12:20Ini bagian dari
12:21ketidaksukaan,
12:22kebencian
12:22yang berlebihan.
12:24Dan bagi saya
12:25tidak bolehkan
12:26dalam
12:26apa namanya
12:27prinsip
12:29di tentara manapun.
12:31Kalau emang dulu
12:32itu adalah
12:32sebuah kesalahan
12:33maka jangan diteruskan.
12:34Jangan diulangi.
12:36Kalau ini dianggap
12:37sebagai pembinaan
12:38ini berbahaya sekali.
12:39Berapa banyak
12:40nyawa
12:41atau jiwa aparat
12:42jiwa anggota
12:43yang bisa jadi
12:44gara-gara
12:45tidak disukai
12:46dibully
12:46dan
12:47melakukan
12:48apa namanya
12:49disiksa
12:49habis-habisan
12:50meninggal di mana-mana.
12:52Bukan karena
12:52dalam pelaksanaan tugas.
12:54Ini bisa menjadi
12:56sebuah
12:58pengalaman yang
13:00negatif ke depan
13:01menurut Anda ya.
13:02Kalau misalkan ini
13:02bisa dimaklumkan
13:04atau dilumerahkan ya
13:05sebagai perintah atasan
13:06walaupun ada yang menikah.
13:07Iya dan
13:08betul.
13:09Dan kemudian juga
13:10tradisi ini
13:11tradisi yang kemudian terjadi
13:12menyebar
13:12secara
13:13apa namanya
13:14kejadian
13:14banyak korban yang lain juga.
13:17Dalam hal
13:17misalnya kejadian
13:18Fahalevi
13:18dan lain-lain
13:19di
13:19kejadian di Serdang
13:21dan anak-anak SMP
13:22jadi menembat keluar juga.
13:24Karena bersifat
13:25misalnya
13:25cenderung kekerasan
13:27itu yang kita bilang
13:28menjadi berbahaya.
13:30Terima kasih.
13:31Oke Pak Poto
13:32ini menarik juga
13:32saudari Mas Isnur
13:33bahwa
13:34kalau misalkan ini
13:36dalam tanda kutip
13:37dibenarkan
13:37ini menjadi presiden
13:39yang buruk juga
13:39bagi ke depan
13:40ada hal-hal
13:41yang bisa diambil
13:42alasan bahwa
13:43ini perintah atasan
13:43walaupun jatuh korban
13:44meninggal juga
13:45sebenarnya Pak.
13:46Nah makanya kan
13:47saya bilang tadi
13:48aturan di kita
13:49itu kau HPM
13:50itu lahir
13:51tahun berapa itu.
13:51dan itu kan dunia itu
13:53kau HPM itu.
13:55Itu ada perlindungan
13:56terhadap atasan
13:57yang dalam
13:58perbuatannya
13:59mengekibatkan
14:00anak buah mati.
14:01Kan itu ada.
14:04Ya kalau tentara
14:05kita tidak keras Pak
14:06wah
14:07saya
14:08sebagai atasan
14:09harus yakin
14:10anak buah saya itu
14:11kalau ditekan
14:12tidak
14:12mengaku.
14:14Nah setiap atasan
14:15punya standar
14:16bagaimana dia
14:17mengaku.
14:17Tapi ingat
14:18dia tidak akan
14:19sampai membunuh.
14:20Itu aja.
14:20Oke tapi menurut Anda
14:22Jadi kalau itu
14:22dilihat dari
14:23begini Pak
14:23jadi jangan kita
14:24melihat dari
14:25kacamata lain
14:26ini kacamata tentara
14:28hidup saya
14:29tergantung juga
14:29anak buah saya
14:30anak buah itu
14:31tergantung kita
14:32kita itu saling
14:33menyatu
14:34itu saling
14:35menyatu
14:36tidak ada
14:37seorang atasan
14:38itu merancang
14:40pembunuhan itu
14:40tidak ada
14:41dan pembinaan
14:42itu tidak selalu
14:43untuk latihan
14:45itu mental
14:46mental itu
14:47tidak ada
14:47aturannya
14:48yang tepat
14:49seperti apa
14:50itu masing-masing
14:51atasan punya
14:52pengalaman
14:53punya sendiri
14:54dia sendiri
14:55merasakan dulu
14:56seperti apa
14:57saya juga
14:58merasakan
14:58seperti apa
14:59sehingga ketika
15:00saya membina
15:01bawahan saya
15:01juga seperti apa
15:03itu sudah ada
15:04lah kalau tiba-tiba
15:05dia terjadi
15:07seperti ini
15:07ya kita
15:08sudah ada
15:09aturannya
15:10karena kejadian
15:12ini kan bisa saja
15:13fisiknya memang
15:15lemah
15:16barangkali
15:16kan bisa saja
15:18tapi kita
15:19menyalahkan
15:20pembinaan itu
15:20bagi saya
15:21tidak akan
15:22saya menyalahkan
15:22kalau kita
15:23menyalahkan
15:24kini turun
15:25derajatnya
15:26hancur lah pak
15:27kita punya
15:28tentara ini
15:29gimana
15:30ya
15:31lantas bagaimana
15:32dengan
15:33ini
15:34kedepan nih pak
15:35masih banyak juga
15:36seperti keluarga
15:37Prada Luki
15:37yang meminta
15:38keadilan juga
15:39mereka merasa bahwa
15:40apa yang mereka dengar
15:41apa yang mereka ini
15:42ya ini bukan bagian
15:43dari perintah
15:44tapi ini bagian
15:44dari penganiayaan
15:45ini kalau kata keluarga
15:47menurut Anda
15:47seperti apa
15:47nah itulah yang saya bilang
15:49kalau orang luar
15:50bilang itu
15:51penganiayaan
15:53tetapi di dalam
15:54itu pembinaan
15:55dan kalau minta itu
15:57oke
15:57meninggal
15:58ya kita turut berduka
15:59itu sudah ada
16:01aturannya
16:01ya itu
16:03pasal
16:03131
16:04ayat 3
16:05ya itu
16:07itu kan yang dipakai
16:08ya memang benar
16:10itu yang dipakai
16:11ya
16:11situasinya begitu
16:13karena itu tadi
16:14jangan menganggap
16:15ini perencanaan
16:16karena tidak mungkin
16:18ada atasan
16:19yang membuat
16:20perencanaan
16:20pembunuhan
16:21ini di dalam
16:22barak banyak orang
16:24itu loh
16:24oke
16:24memang kacamata sipil
16:26dan militer
16:27tidak akan pernah sama
16:28itulah sebabnya
16:30juga
16:30pengadilannya
16:31kita sendiri
16:32oke
16:33kita punya aturan sendiri
16:34kita punya tradisi sendiri
16:36kita punya
16:37sendiri
16:38oke
16:39oke
16:40tidak bisa dicampur
16:41dengan lain-lain
16:41tapi yang saya tangkap
16:43dari diskusi kita adalah
16:45bagaimana
16:46semangat kita
16:47untuk pada akhirnya
16:48pembinaan boleh dilakukan
16:49tapi tidak jatuh
16:50korban meninggal dunia
16:51menurut anda
16:51tadi kan anda bilang
16:52ada aturannya
16:52apakah perlu ke depan
16:54revisi aturannya
16:55atau sebenarnya
16:56pembinaannya lebih sederhana
16:57atau gimana
16:58oh ya tidak lah
16:59kalau bagi saya
17:00yang sekarang sudah bagus
17:01karena itulah
17:02kita bisa bertahan
17:02tentara ini dengan baik
17:04karena aturannya sudah bagus
17:06aturan sudah bilang
17:07kalau pembinaan
17:09kamu mengecepatkan
17:10orang mati
17:10kamu 9 tahun ya
17:11iya
17:12masa kita rubah
17:14aturannya hanya untuk
17:15beberapa orang
17:16ya gak bisa lah
17:18itu prinsip
17:19satu hilang
17:20lebih baik
17:20daripada
17:21satu batalion hilang
17:23yang belum pernah bertempur
17:25gak pernah merasakan
17:26memang
17:26oke
17:26menurut anda saat ini
17:28aturannya tidak ada yang salah
17:29pembinaannya pun tidak ada yang salah
17:30ya
17:30oke
17:31saya ke mas Isnur
17:32mas Isnur
17:33semangatnya untuk
17:35tidak ada korban
17:35tapi kata Pak Ponto
17:36tidak ada yang salah sebenarnya
17:38bagi itu dari aturan
17:39baik itu dari
17:39cara pembinaan
17:40iya kalau
17:43kemudian
17:44pembinaan menjadi alasan
17:45untuk melawan
17:46kekerasan
17:46itu sangat berbahaya
17:48bisa jadi gini
17:48dengan alasan
17:49tidak sukaan
17:50dengan alasan
17:50yang tidak jelas
17:52lalu orang disiksa
17:53lalu orang bisa mati
17:55kapanpun ya
17:56dengan alasan
17:56dia senior
17:57itu justru melanggar
17:59hukum
17:59hukum
17:59yang kasih manusia
18:00dalam konteks ya
18:01kita bisa melihat
18:02bagaimana reformasi
18:03dilakukan
18:03undang-undang TMI
18:052004
18:06itu sangat jelas
18:07garis-garisnya yang baru
18:08gitu
18:08jangan sampai
18:09dengan alasan
18:10pembinaan
18:10bisa alasan
18:11jadi membunuh orang
18:12kapanpun gitu
18:13kalau ini terjadi
18:14standar
18:15apa namanya
18:16pembinaan
18:16mekembangkan
18:17prajurit mati
18:18dimana berada
18:18itu menjadi sangat berbahaya
18:20dan saya melihat
18:21banyak sekali
18:21statement juga
18:22yang lain
18:23dari para alumni
18:24atau kemudian
18:25para penawirawan
18:26itu berasal yang baik juga
18:27dalam artian
18:28ya harusnya
18:29dihukum maksimal
18:29dihukum sebat beratnya
18:30dan harus di review
18:32jangan sampai
18:33jadi alasan
18:34pembenar
18:35dengan pembinaan
18:36membunuh orang
18:37demikian mas Mario
18:39oke
18:39Pak Poto bagaimana
18:40apakah ini mungkin
18:41saja bisa jadi
18:42alasan untuk
18:43melakukan hal
18:44hingga menghilangkan
18:46nyawa orang
18:46bisa saja terjadi Pak
18:47loh Pak
18:49tentara itu
18:50hilang nyawa kan
18:51di pertempuran
18:51disiapkan untuk
18:52hilang nyawa
18:53di pertempuran
18:54jadi kita
18:55jangan lihat
18:56jangan melihat
18:57dari sisi
18:58yang bukan
18:59sisi kacamata lain
19:02ini kaca militer
19:03itulah sebab
19:03tentara itu
19:04punya peradilan
19:06sendiri
19:07punya aturan
19:08sendiri
19:09karena dia
19:09bertempur
19:10dia bekerja
19:11di luar
19:12kehidupan orang sipil
19:14tapi itu kan untuk
19:14bertempur Pak
19:15tapi itu kan untuk
19:16bertempur
19:16disiapkan untuk bertempur
19:17nah justru itu
19:18persiapan
19:19bertempuran
19:19harus keras Pak
19:20misalkan
19:21misalkan
19:23kalau dia dipukul
19:24ditempilingi
19:253-4 kali
19:26dia sudah ngaku
19:27dimana batalionmu
19:28disitu
19:29ya hancurnya
19:30satu batalion
19:31makanya kita harus
19:32yakin
19:33anak ini
19:33diapain pun
19:34dia tidak akan
19:36mengaku
19:36itu setiap
19:38atasan
19:39punya standar
19:40sendiri
19:40bagaimana
19:41dia bisa
19:41meyakinkan
19:43anak buahnya
19:44ini
19:44tahan mentalnya
19:46kalau menghadapi
19:47tekanan
19:48dari
19:49asing
19:50dari lawan
19:51itu
19:51untuk bertanya
19:52bertanya aja
19:53posisi
19:54kawanmu
19:54dimana
19:55itu aja
19:57kalau dia jawab
19:58langsung
19:59habis
19:59satu batalion
20:00mbak
20:00jadi itu
20:02kita punya
20:03standar
20:04tidak bisa
20:04orang bilang
20:05standar saya
20:06standar saya
20:06untuk apa
20:07keselamatan
20:08saya
20:08ini kan
20:09keselamatan
20:10satu
20:10kalau satu
20:12batalion
20:12kena
20:12satu resimen
20:14lagi ke atas
20:15kena semua
20:16makanya lah
20:18pasal sih
20:18kalau orang ditanya
20:19maksimal
20:19maksimal
20:20pasal
20:22131
20:23itu maksimal
20:249 tahun
20:25ya kalau orang
20:26lihat bahwa ini
20:27bisa dijadikan
20:28alat pembunuhan
20:28ya silahkan
20:29silahkan saja
20:30tetapi selama ini
20:32ya 1-2 saja
20:33yang jatuh korban
20:34ya dalam latihan
20:36jatuh korban
20:361-2 ya wajar
20:37oh ini keras kok
20:39ini memang keras
20:40jadi jangan dikira
20:42tentara itu
20:42tempat rekreasi
20:44hanya untuk
20:46seperti
20:46masuk satpam
20:48jaga
20:49mal
20:49gak bisa
20:51tentara ini
20:52berhadapan
20:53dengan musuh
20:55yang juga
20:56kerasnya
20:57sama dengan
20:58ya itu
20:58tadi itu
20:59ya
20:59itu
21:01ketegasan
21:01ketegasan
21:03kematian
21:04ketegasan
21:06pendidikan yang kuat
21:07mental dan lain-lain
21:08di ruang-ruang
21:09pelatihan
21:10bukan di ruang-ruang
21:11senior
21:13terhadap junior
21:14kalau tentara itu
21:15kalau kemudian
21:16dengan alasan
21:17dengan alasan
21:18saya pernah mengalami
21:19korban
21:19senior
21:20kapanpun melakukan
21:21rasanya pada junior
21:21ini ruang
21:22bukan ruang
21:23pembinaan
21:23bukan ruang pendidikan
21:24dan itu
21:25menjadi
21:25situasi yang
21:27sangat liar
21:29kapanpun bisa
21:30diklaim bahwa
21:31saya adalah
21:31bagian dari
21:31pembinaan
21:32senior bisa
21:33kapanpun melakukan
21:33rasanya pada junior
21:34di ruang-ruang tertutup
21:35di barak
21:36di lain-lain
21:36sekolah
21:37sekolah
21:37tidak mencapai
21:40tujuan dari
21:41niat awal
21:42untuk pendidikan
21:43di ruang-ruang
21:44pelatihan
21:45di ruang pendidikan
21:45wajar mungkin
21:46bisa jadi
21:46tegas
21:47tapi di ruang-ruang tertutup
21:49di ruang-ruang
21:49kamar
21:51di ruang-ruang kantor
21:52itu kan tidak
21:53bukan mencapai
21:54tujuan awalnya
21:55itu
21:57kalau ditinggal
22:01dari masyarakat
22:02sipil
22:03kalau ditinggal
22:04dari masyarakat
22:05militer
22:05ya itulah jalannya
22:07pembinaan kita
22:07tidak hanya di ruang kelas
22:09sampai ruang tidur pun
22:10itu pembinaan
22:11eh kamu masuk
22:12ruangan itu
22:14jam sekian
22:14kalau naik
22:15ke tempat tidur
22:16kaki duluan
22:17di atasnya
22:17jangan kepala dulu
22:18itu bagian pembinaan
22:20bagi kita
22:20dan itu sudah
22:22kita laksanakan
22:23untuk mencapai
22:25standar
22:25yang kita
22:26tahu sendiri
22:27karena pembinaan itu
22:28tidak hanya di ruang kelas
22:30Pak Ponto
22:30tapi kan sebenarnya
22:31ayah dari
22:32Prada Luki ini kan
22:33juga seorang
22:34TNI
22:35tapi
22:36apa yang Pak Ponto
22:38sampaikan
22:39dijawab oleh
22:40ayahnya ini
22:41dengan menginginkan
22:43hukuman seberat-beratnya
22:44dia tidak melihat ini
22:45sebagai sebuah
22:46pembinaan
22:46tapi penganiayaan
22:48untuk anaknya
22:48menurut Anda seperti apa?
22:50ya itulah yang saya bilang
22:51tadi Pak
22:51ini kan
22:52dilakukan di ruang
22:54di dalam
22:54bukan di tengah hutan
22:56sana Pak
22:56ya
22:57kalau itu di tengah hutan
22:58bolehlah itu penganiayaan
23:00ini ada di barat
23:01ada di ruangan
23:02ada atasannya
23:04ada kawannya
23:05tidak tertutup
23:06itu semua ada
23:08dan itu kita
23:09kalau pembinaan
23:10seperti itu
23:11kalau penganiayaan
23:12sana di hutan
23:13sana gak ada orang
23:14lihat
23:14ini kan ada
23:15atasannya
23:16ada bawahannya
23:17ada semuanya
23:18ya itu
23:19lah kalau memang
23:21dia tidak
23:21tidak mengambil
23:22tindakan
23:23mengakibatkan
23:23orang mati
23:24ya sudah
23:25pasal 131
23:26itu maksimalnya
23:27gitu loh
23:29berarti Anda mau bilang
23:30bahwa harusnya
23:31Ayah Luki yang seorang
23:32TNI harus mengerti
23:33sebenarnya
23:34ya mengertilah
23:34bahwa itulah
23:37ya saya bilang tadi
23:38kalau penganiayaan
23:39Pak Manis Nur tadi
23:40oke
23:40pekerjaan yang sama
23:42dilakukan di tengah hutan
23:43nah itu oke
23:44sengaja dikumpul
23:46untuk
23:46dihabisin di sana
23:48tapi ini ada
23:49di dalam ruangan
23:50ada di barat
23:52ada orangnya
23:52semua lengkap
23:54struktur itu
23:55ada dan keynya
23:57malah ada di situ
23:58itu kan
23:59jadi kalau memang
24:01itu kelalaian dia
24:02ya sudah dihukum
24:03apa
24:03ya 131
24:04ayat 3
24:05itu maksimal
24:07gitu loh
24:09oke
24:09saya ke
24:10Mas Isnur
24:11Mas Isnur
24:11bagaimana Anda melihat
24:13bahwa ya
24:13apa yang dilakukan ini
24:14masih dalam
24:15sebuah pendidikan
24:16rana TNI
24:17bukan sesuatu yang disengaja
24:18seperti yang Pak Ponto bilang
24:20kecuali
24:20dibawa ke hutan
24:21terus dilakukan
24:22pembantaian
24:23tapi ini masih dalam
24:24bentuk pembinaan
24:25Anda masih
24:26melihat itu
24:26sebagai sebuah
24:27yang masih
24:29dilumrahkan
24:30ya kalau
24:32saya melihat ya
24:33banyak
24:34pola pendidikan
24:35dan standar baru
24:36yang di TNI
24:37itu yang diperbaiki
24:38sebenarnya
24:38masa lalu mungkin
24:39jaman seperti Pak Ponto tadi
24:41ceritanya
24:41tapi sekarang sudah banyak
24:43ya
24:43pola pendidikan
24:44yang diadopsi
24:46dan itu
24:46tenang kutip
24:47melindungi
24:48anggota dari
24:49modus-modus
24:50penyiksaan
24:51yang berbalut
24:51pembinaan
24:52gitu ya
24:52jadi kayak saya sih
24:54melihat semangat
24:55Pak Ponto
24:55semangat yang
24:56mungkin ya
24:57dulu masih terjadi
24:57gitu
24:58tapi kan banyak
24:59upaya reformasi
25:00dilakukan di dalam
25:00ya
25:01nah kalau sekarang
25:02ini masih terjadi
25:02berarti
25:03ada perbedaan
25:04antara standar
25:05perdomaan
25:06kemudian dengan
25:07apa yang terjadi
25:07di lapangan
25:08ya
25:08dan
25:09statement dari
25:10baik itu
25:11anggota DPR
25:12ya
25:12para punawirawan
25:13atau
25:14para pimpinan yang ada
25:15itu sudah mencerminkan
25:16hal yang seperti
25:17disampaikan Pak Ponto tadi
25:18gitu
25:19justru semangat
25:20semangat reformasi
25:20semangat mengurangi
25:21apa namanya
25:23brutalitas seperti ini
25:25gitu
25:25dan kalau kita mendengarkan
25:26ya fakta-fakta persidangannya
25:27itu di luar
25:29di luar nalar gitu
25:30pembinaan yang sangat
25:31keji seperti itu gitu
25:33dipertontonkan di
25:34di teman-teman seniornya
25:37gitu
25:38seperti itu
25:39dan itu praktik yang
25:40benar-benar menular
25:40yang terjadi
25:42banyak terus-menerus
25:43karena
25:44replikasi ya
25:45senior ke junior
25:46senior ke junior gitu
25:47sehingga banyak korban
25:49di
25:49kalangan junior ini
25:51gitu
25:51nah ini berbagai
25:52kalau diteruskan ya
25:53jadi circle yang terus-menerus
25:54dengan alasan
25:55pernah mengalami
25:56akhirnya melakukan serupa
25:57gitu
25:57bukan dalam konteks
25:58dia pembinaan
25:59pendidikan resmi
26:00standar
26:01di pendidikan
26:02demikian
26:03Mas Mario
26:04ya oke
26:05Pak Ponto
26:05bahwa ada sesuatu
26:07yang sudah berubah sebenarnya
26:08zaman semakin kembali
26:09ya sudah reformasi
26:10kita mengalami
26:11mungkin di zamannya
26:11Pak Ponto
26:12hal tersebut
26:14adalah sesuatu
26:15yang bagian dari
26:16pembinaan
26:16lebih mendalam
26:17tapi di saat reformasi ini
26:19mungkin ada perubahan-perubahan
26:20mengingat
26:21perhatian terhadap
26:22hak asasi manusia juga
26:23semakin besar
26:25menurut Anda
26:26apakah ke depan
26:28ya kita lihat
26:29mungkin untuk
26:29tidak jatuh korban lagi
26:31sepertinya
26:31apa saran Anda
26:32sebenarnya
26:33tentara itu
26:36zaman bisa berubah
26:37tentara tidak pernah berubah
26:38Pak
26:39prinsip tentara
26:40kill
26:41or to be kill
26:42itu tidak pernah berubah
26:44jadi kita harus
26:47mempersiapkan diri
26:49supaya kita tidak
26:50kill
26:51or to be kill
26:52itu
26:53jangan sampai
26:55hanya orang-orang
26:56yang berubah sekarang
26:58itu pandangan
26:58orang terhadap
26:59tentara
27:00dikira tentara
27:01itu sama dengan
27:02masuk satpam
27:03sehingga
27:05mau masuk
27:06ini
27:07pakai
27:07KTB Lece
27:08pakai segala macam
27:09supaya bisa masuk
27:10tentara
27:11dikira di dalam
27:12itu enak
27:13nah ternyata
27:15terjadi begini
27:16lalu tentara disalahkan
27:18oh ya gak bisa
27:19tentara memang
27:21tidak enak
27:22zaman boleh berubah
27:24semua boleh berubah
27:25tapi
27:26prinsip
27:27kill or to be kill
27:28tidak pernah berubah
27:30oke
27:31oke
27:31terima kasih
27:32dua narasumber saya
27:35yang hari ini
27:36begitu semangat
27:36dalam memberikan
27:37pernyataan
27:38dan kita harapkan
27:39apa yang terbaik
27:39bagi
27:40keluarga
27:41Prada Luki
27:42Namo ini
27:43terima kasih
27:43Ketua Umum Yayasan
27:44Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
27:45Muhammad Isnur
27:46dan juga
27:47Kepala Badan Intelijen Strategis TNI
27:49periode 2011-2013
27:50Laksda Purna Wirawan Soleman Ponto
27:52terima kasih
27:53Bapak-Bapak
27:54sehat-sehat selalu
27:54selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan