Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kisah pilu dialami seorang gadis belia berusia 14 tahun yang bekerja sebagai terapis spa di Pejaten, Jakarta Selatan.

Perempuan berinisial RTA ditemukan tewas di sebuah lahan kosong di belakang gedung, di wilayah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 2 Oktober lalu.

Penyebab kematiannya pun hingga kini masih misteri.

Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di sebuah lahan kosong belakang gudang jasa pengiriman barang.

Warga mengaku sempat mendengar teriakan dari lokasi sebelum ditemukannya jasad korban.

Sebelum meninggal, terapis muda itu konon tengah berada di bawah tekanan hebat, terikat sebuah janji yang kejam: denda fantastis sebesar Rp 50 juta jika ia berani berhenti dari tempat kerjanya tersebut.

Tekanan finansial yang mencekik dan dugaan adanya eksploitasi anak menjadi fokus penyelidikan polisi guna mengungkap tragedi penemuan jasad terapis muda ini.

Petugas kepolisian dari Polsek Pasar Minggu dan Tim Inafis Polres Jakarta Selatan langsung mendatangi lokasi ditemukannya jasad perempuan di lahan kosong wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Polisi menemukan jejak kaki korban di sepanjang lantai gedung yang berada di dekat lahan kosong lokasi penemuan jasad korban.

Polisi menyebut ada telapak kaki korban di gedung hingga sampai ke TKP.

Jejak kaki itu ditemukan usai polisi menggelar olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga memeriksa rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan rekan korban.

Hasil pemeriksaan, diduga terapis muda yang diketahui masih di bawah umur ini tewas akibat melompat atau jatuh dari gedung.

Dugaan tersebut masih terus diselidiki polisi.

Beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas, ia sempat berkomunikasi dengan sang kakak. Melalui pesan chat, korban menyatakan keinginannya untuk pulang ke rumahnya di Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga Kebakaran di Tambora Jakarta Barat: 5 Rumah Terbakar, 1 Warga Tewas Terjebak di Reruntuhan di https://www.kompas.tv/nasional/622367/kebakaran-di-tambora-jakarta-barat-5-rumah-terbakar-1-warga-tewas-terjebak-di-reruntuhan

#terapisspa #jasad #eksploitasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/622372/misteri-kematian-terapis-spa-14-tahun-di-pejaten-polisi-selidiki-dugaan-eksploitasi-anak-berut
Transkrip
00:01Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita.
00:05Saudara, kisah pilu dialami seorang gadis belia berusia 14 tahun yang bekerja sebagai terapispa di Pejaten Jakarta Selatan.
00:17Perempuan berinisial RTA ditemukan tewas di sebuah lahan kosong di belakang gedung di wilayah Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 2 Oktober lalu.
00:30Penyebab kematiannya pun hingga kini masih misteri.
00:34Sebelum ditemukan meninggal, terapis muda itu konon tengah berada di bawah tekanan hebat terkait sebuah janji yang kejam,
00:42denda fantastis sebesar 50 juta rupiah jika ia berani berhenti dari tempat kerjanya tersebut.
00:51Tekanan finansial mencekik dan dugaan adanya eksploitasi anak menjadi fokus penyelidikan polisi
00:57guna mengungkap tragedi penemuan jasad terapis muda ini.
01:06Saudara, pada Kamis pagi 2 Oktober 2025,
01:12warga Pejaten Barat Pasar Minggu, Jakarta Selatan digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan tanpa identitas.
01:22Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di sebuah lahan kosong belakang gudang jasa pengiriman barang.
01:31Warga mengaku sempat mendengar teriakan dari lokasi sebelum ditemukannya jasad korban.
01:42Yang denger sebelah yang tinggi, saat ada orang teriak,
01:47Chaah, nggak tau kan namanya juga di sini kayak malam.
01:51Sebenarnya kan yang lahan kosong juga gitu kan.
01:54Sering ada soalnya.
01:55Angkanya di sana itu hari itu di bilik dari sebelah,
01:59makanya itu langsung jem土 dike situ.
02:03Kasian cicet, dan sudah terdekat.
02:05Petugas kepolisian dari Polsek Pasar Minggu dan Tim Inavis Pores Jakarta Selatan
02:13Langsung mendatangi lokasi ditemukannya jasad perempuan di lahan kosong di wilayah Pasar Minggu Jakarta Selatan
02:21Polisi menemukan jejak kaki korban di sepanjang lantai gedung yang berada di dekat lahan kosong lokasi penemuan jasad korban
02:33Polisi menyebut ada telapak kaki korban di gedung hingga sampai ke TKP
02:39Jejak kaki itu ditemukan usai polisi menggelar olah tempat kejadian perkara
02:45Saudara olah tempat kejadian perkara digelar polisi di sekitar lokasi penemuan jasad korban
02:56Polisi juga memeriksa rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi termasuk pihak keluarga dan rekan korban
03:07Hasil pemeriksaan diduga terapis muda yang diketahui masih di bawah umur ini tewas akibat melompat atau jatuh dari gedung
03:18Dugaan tersebut masih terus diselidiki polisi
03:22Kami menemukan tim identifikasi ke TKP untuk melakukan olah TKP
03:30Dari hasil olah TKP yang kita dapat sementara ini
03:33Kita temukan adanya luka di bagian dagu, di tangan sebelah kiri lecet dan perut
03:40Dugaan sementara seperti itu cuma kita masih meriksa para saksi yang ada di TKP
03:48Baik saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali di TKP
03:52Sampai dengan saksi yang ada di sekitaran korban
03:56Saudara semasa hidup korban dikenal sebagai sosok yang mandiri dan kerap membantu tetangga
04:05Ia bekerja di sebuah tempat spa yang tak jauh dari lokasi jasadnya ditemukan
04:12Menurut keluarga, korban baru 2 bulan bekerja setelah mendapat informasi lowongan pekerjaan dari media sosial
04:24Sebelumnya saudara, korban sempat ditempatkan di Bali dan akhirnya dipindahkan ke Jakarta
04:31Kakaknya katanya dapet dari Tiktok kerjaan awalnya
04:37Terus selama 2 bulan atau 3 bulan dia gak pegang HP
04:41Antara September atau Oktober baru dia ngebarin
04:45Ah dia udah di Bali, udah kerja, dia baru bisa pegang HP
04:51Aku cuma nanya, ya emang kerja apa dia katanya
04:55Di sepak wah katanya dijaga disini mah gak bakal macem-macem katanya gitu
05:00Beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas, ia sempat berkomunikasi dengan sang kakak
05:10Belalui pesan chat, korban menyatakan keinginannya untuk pulang ke rumahnya di Indramayu, Jawa Barat
05:19Namun saudara, niat korban terhalang peraturan denda dari tempatnya bekerja
05:25Berupa uang jaminan sebesar 50 juta rupiah
05:29Lantaran masa kerjanya belum sampai setahun
05:33Kepada sang kakak, korban mengaku semakin tak betah dan tertekan
05:38Lantaran gaji yang sebelumnya diterima 5 juta rupiah saat bekerja di Bali
05:43Tiba-tiba turun drastis menjadi 1 juta rupiah saat dipindahkan ke Jakarta
05:50Sesuai sama perjanjian di Bali, di Bali katanya kan gaji 5 juta, sampai di Jakarta malah 1 juta
05:59Terus karena di saya kan, isinya kan udah gak betah lah intinya disini tuh, mau pulang dulu tadinya
06:07Cuma dari pihak deltanya mungkin ngancam, kalau belum satu tahun membayar dendanya 50 juta
06:15Terus saya kan disitu menerang kan, itu peraturan dari pemerintah apa bukan, kan gak mungkin kalau dari pemerintah kan
06:22Terus adik saya pun jawabnya ya gak tau tuh, ada juga pusing gitu
06:25Kenapa jadi kayak gini gitu, intinya dia udah gak betah
06:29Terus keduanya gak sesuai sama perjanjian di Bali lah intinya
06:33Pihak keluarga lantas melayangkan laporan ke Pores Metro Jakarta Selatan
06:41Terkait dugaan tindak pidana kejahatan, perlindungan anak, dan TPPO di balik kematian terapis muda ini
06:49Laporan tersebut dilayangkan oleh kakak korban, guna meminta pertanggung jawaban
06:55Dan meminta kejelasan terkait denda 50 juta rupiah yang diterapkan di tempat kerja korban
07:03Saya minta tanggung jawabnya aja, cuma sama yang itu mempertanyakan denda yang 50 juta itu
07:11Maksudnya kan biar jangan sampai ada korban lagi gitu Pak
07:15Cuma gara-gara gak betah terus, karena tekanan 50 juta itu kan repot lagi ya
07:21Saudara polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti tewasnya terapis muda
07:27Termasuk dugaan eksploitasi anak yang dilaporkan oleh kakak korban
07:32Hingga kini, udit PPA Polres Metro Jakarta Selatan masih menunggu hasil otopsi korban di Rumah Sakit Polri, Jakarta
07:41Selain itu, polisi tengah berkoordinasi dengan Duk Capil untuk memastikan usia korban lantaran ada perbedaan identitas
07:51Nah untuk ownernya, jadi kita baru sampai manajernya saja, kita sudah sampaikan udangan klarifikasi ataupun pemeriksaan juga
08:03Nah terkait di bawah umur atau tidak di bawah umur itu kami masih lakukan pendalaman dulu
08:09Jadi kami harus pastikan dulu nih, kami masih mau koordinasi dulu dengan Duk Capil terkait identitas dari jenazah atau pengkorban itu
08:17Dan saudara sejauh ini, polisi tengah memeriksa 15 orang saksi terkait kematian terapis muda ini
08:27Saksi yang diperiksa mulai dari rekan kerja sesama terapis, atasan korban hingga warga sekitar yang menemukan jasad korban
08:36Selain saksi, polisi juga terus mencari bukti dan petunjuk lain guna membuat kasus ini terang, benderang
08:45Saksi-saksi yang sudah kami periksa kurang lebih ada sekitar 14-15 saksi yang sudah kami periksa
08:53Termasuk ada rekan-rekan terapisnya, kemudian semuriti, kemudian manajer, serta keluarga yang menemukan jalan serangan lama kali di tempat penjadian terakhir
09:03Memang kita masih mencari CCTV ataupun petunjuk-petunjuk lain yang memang mengarah ke tempat penjadian terarah
09:11Jadi memang kami belum bisa lebih lanjut, kami akan mendalam ini lebih lanjut lagi nanti
09:17Saudara misteri kematian terapis perempuan muda di Pasar Minggu Jakarta Selatan belum juga terungkap
09:28Tragedi ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan yang belum terjawab hingga kini
09:35Berbagai barang bukti dan keterangan saksi kini terus didalami polisi
09:40Semoga saja segera terdapat titik terang
09:44Penyebab kematian terapis muda bisa terlihat jelas
09:47Sehingga jadi pelajaran tak ada lagi kasus kematian serupa di kemudian hari
09:54Selamat menikmati!
Komentar

Dianjurkan