00:00Polemik Ijazah, Wakil Presiden RI, Gibran Draka Buming Raka kembali menyeruak dalam beberapa minggu terakhir.
00:08Salah satu tokoh yang bersuara keras meragukan Ijazah Gibran adalah Roy Suryo.
00:14Pakar telematika sekaligus mantan Menpora RI tersebut meyakini bila Gibran tak pernah lulus SMA.
00:22Hal ini hampir mirip dengan analisa dari Profesor Sulfikar Amir, pengajar Nanyang, Teknologikal University.
00:30Melalui kanal Youtube Abraham Samad Speak Up, Profesor Kampus Singapura tersebut berpendapat bahwa Ijazah Gibran hanya setara SMP+, kelas satu SMA, bukan SMA penuh.
00:44Di sisi lain, Roy Suryo sangat yakin jika Ijazah Gibran palsu dan sangat diragukan keasliannya.
00:51Dalam laman resmi KPU, Gibran disebut menempuh SMA di Orchid Park Skandary School Singapore tahun 2002 hingga 2004 dan UTS Insurse Sydney 2004 hingga 2007.
01:05Roy Suryo pernah mengungkap keraguan tentang pendidikan Gibran saat hadir di kanal Youtube Refli Haru.
01:14Ia menyinggung aturan Undang-Undang Pemilu No. 7 tahun 2017 yang menyebut bila seorang capres atau cowapres harus ada Ijazah SMA, SMK, atau sederajat.
01:25Menurutnya, Gibran dapat dimakzulkan karena Ijazahnya diragukan bahkan dicurigai palsu.
01:33Perkataan belum tentu lulus SMA hampir mirip dengan analisa Profesor Kampus Top Singapura, Sulfikar Amir.
01:40Menurut pemaparan dari Profesor Sulfikar Amir, PhD, sistem pendidikan di Singapura mengadopsi kurikulum Inggris dimulai dengan 6 tahun primary school atau setara SD, dilanjutkan dengan 4 tahun skandary school.
01:56Setelah itu, murid akan mengikuti ujian O-Level yang hasilnya menentukan dua jalur.
02:00Junior College atau A-Level yang setara SMA dan merupakan jalur utama menuju universitas seperti NTU atau Politeknik yang berorientasi pada keterampilan kerja.
02:14Prosesor Sulfikar Amir menjelaskan bahwa lulus O-Level tidak setara dengan tamat SMA dan untuk masuk universitas seperti NTU dibutuhkan kelulusan A-Level.
02:24Berdasarkan riwayatnya, Gibran menyelesaikan pendidikan SD dan 2 tahun SMP di Solo, kemudian melanjutkan ke Orchid Park Skandary School di Singapura yang berarti ia hanya mencapai jenjang O-Level.
02:37Dengan demikian, status pendidikan Gibran saat itu dinilai setara dengan SMP ditambah kelas 1 SMA dan bukan SMA penuh.
02:47Terkait hal ini, akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisis tajamnya.
02:52Menurut Rocky, langkah pakar telematika Roy Suryo meminta salinan ijazah Jokowi dari KPU justru menjadi bumerang yang semakin memperkuat indikasi pemalsuan.
03:04Alih-alih meredam isu, bukti yang diserahkan KPU tersebut kini menjadi bahan analisis baru yang memberatkan.
03:11Rocky Gerung menilai temuan ini memberikan amunisi metodologis bagi pihak yang meragukan keabsahan ijazah tersebut.
03:18Rocky menegaskan bahwa Roy Suryo memiliki hak dan kapasitas akademis untuk terus meneliti kejanggalan pada ijazah tersebut.
03:28Rocky membandingkan pendekatan metodologis yang digunakan KPU Roy Suryo dengan klaim para pendukung Jokowi yang hanya berbasis keyakinan tanpa pembuktian ilmiah.
03:39Menurut Rocky, pertarungan pembuktian ini seharusnya tidak lagi terjadi di ruang publik yang sensasional,
03:47melainkan di pengadilan, tempat di mana argumen dan bukti diuji secara formal.
03:53Terima kasih telah menonton!
Komentar