00:00Jejak MRA Saat, Presiden RI dari Ranah Minang yang dibuang sejarah.
00:06Bicara tentang Presiden Indonesia, masyarakat akan teringat nama Soekarno, sang pemimpin pertama RI tapi tahukah kamu?
00:13Ada sosok dari Ranah Minang, MRA Saat, yang juga pernah menduduki kursi kepresidenan.
00:19MRA Saat, putra asli agam, Sumatera Barat, Sumbar, lahir 18 September 1904.
00:25Ia menjadi Presiden RI pada masa Republik Indonesia Serikat, RIS, dari tahun 1949 hingga 1950.
00:35Ia memimpin Indonesia pasca dilaksanakannya Konferensi Meja Bundar, KMB, dan Pengakuan Kedaulatan.
00:42Menurut laman kebudayaan Kemdikbud, MRA Saat Muda sempat mengenyam pendidikan dokter distofia, namun memilih keluar karena merasa tak cocok.
00:49Ia kemudian melanjutkan sekolah ke AMS, setingkat SMA, dan berlanjut ke sekolah hukum di Rekshoge School, RHS.
00:58Semasa kuliah di RHS, ia aktif di Organisasi Pergerakan Pemuda.
01:03Sikap kritisnya membuat pihak sekolah tak pernah meluluskannya, meski sudah berkali-kali mengikuti ujian.
01:09Muak dengan keadaan, MRA Saat pindah ke Universitas Leiden di Belanda, dan berhasil meraih gelar MR, Master in the Rechten, atau Sarjana Hukum.
01:18Pada 1945, MRA Saat bergabung dengan Komite Nasional Pusat Indonesia, KNIP, yang menjadi cikal bakal DPR RI.
01:28Dua tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Ketua Badan Pekerja, BP, KNIP.
01:33Saat Belanda melancarkan agresi Militer II pada 1948, banyak pemimpin RI, termasuk Soekarno dan Hatta, ditangkap.
01:43Kekuasaan pemerintah pun dialihkan ke Sumatera Barat di bawah pimpinan Syafruddin Prawiran Negara.
01:48Kemudian dilaksanakan Konferensi Meja Bundar, KMB, di Den Haag Tahun pada Agustu 1949.
01:55Hasilnya, adalah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, RIS.
02:01RIS yang menjadi taktik Belanda untuk memecah belah Indonesia, justru dimanfaatkan para pemimpin bangsa untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan penuh.
02:10RIS membuat Indonesia terbagi menjadi 16 negara bagian.
02:13Soekarno dan Hatta ditunjuk sebagai Presiden dan Perdana Menteri RIS, sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan di Negara Republik Indonesia, salah satu negara bagian RIS, di Yogyakarta.
02:24Berdasarkan konstitusi, tanggung jawab ini jatuh ke tangan Ketua BP KNIP, MRA Saat.
02:30Mr. Saat akhirnya ditunjuk sebagai pemangku jabatan pelaksana Presiden Negara Republik Indonesia.
02:35Meski menyandang gelar Presiden, MRA Saat yang bergelar Datuk Mudo ini dikenal sangat sederhana.
02:42Ia menolak dipanggil, Yang Mulia Paduka, dan berjasa besar dengan menandatangani pendirian Universitas Gajah Mada, UGM.
02:51Jabatan Presiden kembali diserahkan kepada Soekarno pada 15 Agustu 1950.
02:56Setelahnya, MRA Saat sempat menjadi anggota parlemen dan menteri dalam negeri Kabinet Natsir.
03:02Namun, perjalanan hidupnya tak lantas mulus.
03:05Saat di Sumatera Barat, MRA Saat bergabung dengan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, PRRI.
03:13Ia terpaksa hidup berpindah-pindah di hutan setelah pemerintah pusat menyerang PRRI.
03:18Di antara hutan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, As Saat kerap sakit.
03:22Di tengah pelariannya, kondisi fisiknya melemah.
03:26Ia ditangkap dan dipenjara selama 4 tahun, 1962 hingga 1966, di era demokrasi terpimpin Presiden Soekarno.
03:33Ia dibebaskan setelah Orde Baru berkuasa.
03:38MRA Saat wafat dalam usia 72 tahun pada 16 Juni 1976 di rumahnya yang sederhana di Jakarta Selatan.
03:44Kini, kisah hidupnya sebagai putra agam yang pernah memangku jabatan Presiden, mulai banyak dicari orang.
Komentar