Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, menuai kritik usai melontarkan kalimat kontroversial akan merampok uang negara.

Imbasnya, DPD PDI Perjuangan Gorontalo resmi memecat Wahyudin.

Dengan hilangnya status keanggotaan partai, posisi Wahyudin di DPRD bisa diganti lewat mekanisme PAW.

#pdip #dprd #gorontalo #viral

Baca Juga [FULL] Fakta Baru Dugaan TPPO WNI di China, Korban Diancam hingga Dapat Kekerasan Seksual di https://www.kompas.tv/internasional/618875/full-fakta-baru-dugaan-tppo-wni-di-china-korban-diancam-hingga-dapat-kekerasan-seksual



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618876/full-sebut-akan-rambok-uang-negara-viral-pdip-pecat-dprd-wahyudin-kompas-pagi
Transkrip
00:00Selamat bertugas kembali.
00:12Saudara anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu menuai kritik dan sorotan publik setelah melontarkan kalimat tidak terpuji akan merampok uang negara.
00:24Untuk ucapannya ini DPP PDIP langsung memecat Wahyudin Moridu.
00:30Lagi-lagi perutak-utak patut ditunjukkan seorang anggota Dewan.
00:35Kali ini seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PDIP Wahyudin Moridu jadi sorotan usai mengeluarkan pernyataan akan merampok uang negara hingga miskin.
00:46Sama negara Makassar kita, Ji.
00:48Tujuan kita hari ini, Bos.
00:49Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara.
00:56Kita rampok aja uang negara ini, kan.
01:00Kita miskin aja biar negara ini lagi miskin.
01:04Pernyataan Wahyudin yang disampaikan sambil tertawa lepas bersama seorang perempuan di dalam mobil ini menuai kritikan publik.
01:13Pak Lama setelah pernyataan kontroversialnya itu viral, Wahyudin Moridu melalui akun Facebook dan didampingi istrinya mengakui perbuatannya dan meminta maaf.
01:22Sesungguhnya, Pak Peranibu sekalian, saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung perasaan masyarakat Gorontalo yang saya wakili.
01:33Semua ini murni kesalahan saya, Pak Peranibu sekalian.
01:37Dan atas kejadian ini dari hati yang paling dalam, saya mohonkan maaf kepada Pak Peranibu sekalian.
01:43Namun, permintaan maaf Wahyudin saja tak cukup.
01:49Badan kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo akan memeriksa Wahyudin Moridu.
01:54Karena selain pernyataannya, diduga ada botol minuman di dalam mobil yang dikendari Wahyudin.
01:59Semua yang beredar di video itu, itu sudah menurut, menurut ya, menurut badan kehormatan ini sudah pelanggaran berat.
02:11Dan pasti sanksinya yang akan dijatuhkan, pasti sanksinya paling berat.
02:20Posisi Wahyudin di DPRD Gorontalo makin di ujung tanduk.
02:25Gara-gara ucapan rampok uang negara, DPD-PDI Perjuangan Gorontalo memutuskan memecat Wahyudin Moridu.
02:32Hilangnya status anggota di partai, buat posisi Wahyudin di DPRD bisa diganti lewat mekanisme PAW.
02:39Bahwa tindakan Wahyudin Moridu tidak bisa dibela, tidak bisa dimaafkan, tidak bisa dimaklumi.
02:46Yang merupakan pelanggaran sangat berat.
02:50Secara dejur, PDI Perjuangan sudah memecat Wahyudin Moridu.
02:57Di era media sosial yang serba cepat, ucapan tak pantas seorang pejabat dapat mengikis kepercayaan publik.
03:02Sebagai pejabat publik, sudah sepatutnya tutur kata dan perilaku dijaga untuk mempertanggungjawabkan integritas pada masyarakat.
03:16PDIP juga telah menyatakan akan segera mengusulkan pergantian antarwaktu atau PAW atas nama Wahyudin Moridu.
03:24Untuk mengetahui pergembangan terbaru, kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV Purupasari dari Gorontalo.
03:31Puspa, selamat pagi.
03:32Saya ingin tahu dulu, setelah ramainya pemberitaan ini, bagaimana reaksi masyarakat Gorontalo atas sikap Wahyudin?
03:38Yang selamat pagi, Nanta dan juga Saudara, kali ini proses pemeriksaan masih terus didalami oleh dan kehormatan
03:47dari Provinsi Gorontalo mengenai kasih anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, dari peraksi KDIP.
03:53Yang mencuat ke publik lantaran videonya viral di media sosial.
03:58Sebelumnya pada 19 September 2025 kemarin, pertama kali beredar di media sosial mengenai video Wahyudin Moridu,
04:05seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang sedang bersama dengan seorang wanita yang diduga merupakan selingkuhannya.
04:12Di dalam video tersebut, Wahyudin Moridu bilang bahwa dia dengan wanita tersebut sedang dalam perjalanan menuju Makassar
04:19dengan menggunakan uang negara.
04:22Bahkan dalam video tersebut, Wahyudin Moridu juga bilang akan merampok uang negara hingga negara akan menjadi miskin.
04:29Nah, pernyataan inilah yang diduga menyebabkan kemarahan publik karena pernyataan ini kontroversial.
04:34Publik pun menilai bahwa Wahyudin Moridu tidak belajar dari kejadian kemarin soal adanya protes terhadap DPR.
04:44Dan sampai dengan saat ini, video ini pun cepat viral media sosial karena pernyataan ini kontroversi.
04:51Dan di tengah situasi hari ini.
04:54Kemudian, Wahyudin Moridu juga langsung melakukan klarifikasi melalui video yang diunggah dalam akun media sosial pribadinya.
05:02Video tersebut merupakan video permintaan maaf yang diunggahnya dalam akun media sosial pribadi.
05:08Beliau pun bilang di situ bahwa tidak ada maksud dan niat untuk mengatakan hal tersebut.
05:13Dari proses verifikasi pun oleh badan kehormatan setelah dipanggil dan diperiksa,
05:18Wahyudin Moridu bilang bahwa dirinya dalam keadaan tidak sadar saat mengatakan hal tersebut.
05:22Karena semalam sebelum video tersebut, dia mengonsumsi minuman keras.
05:27Sehingga dirinya mengaku tidak sadarkan diri dalam pernyataannya tersebut.
05:35Oke, Puspa setelah dipecat oleh DPP, proses apa lagi yang nanti akan bergulir di DPRD?
05:41Dan juga bagaimana proses administrasi untuk pergantian antar waktu Wahyudin?
05:45Ya, Nanda dan juga Saudara, memang DPP sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemecatan oleh Wahyudin Moridu.
05:53Namun, sampai dengan saat ini, dari DPD-PDIP perjuangan di Provinsi Gorontalo,
05:59sampai saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai mekanisme PAW.
06:03Dan sampai dengan saat ini, kami masih menunggu pernyataan resmi dari DPD-PDI perjuangan Provinsi Gorontalo
06:10untuk mekanisme PAW Wahyudin Moridu.
06:12Baik, ini jadi peringatan juga untuk berhati-hati dalam bermedia sosial,
06:17apalagi khususnya untuk bejabat di Indonesia.
06:19Terima kasih, jurnalis Kompas TV, Purpa Sari, melaporkan dari Gorontalo.
06:26Saudara, tetap bersama kami di Kompas Pagi.
06:28Usai jeda akan ada informasi menarik dan penting lainnya untuk Anda.
06:31Jadi, tetaplah bersama kami.
Komentar

Dianjurkan