00:00Pertama, perlu juga single akun.
00:07Setiap warga negara hanya boleh memiliki satu akun.
00:11Hanya satu punya akun sosial.
00:14Sebagai genjet itu perlu dua akun.
00:17Yang satu untuk privat, yang satu lagi buat publik.
00:21Ini sebetulnya bukan solusi kalau kamu lihat ya.
00:23Bahkan berisiko melanggar hak di juta warga.
00:30Wacana satu orang satu akun per media sosial kembali memicu polemik.
00:38Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Karyadi,
00:41pekan lalu mengusulkan agar satu orang hanya punya satu akun di tiap platform media sosial.
00:49Ide ini diajukan agar informasi yang disampaikan di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.
00:54Bahkan kami berpendapat bahwa ke depan,
01:00perlu juga single akun.
01:03Setiap warga negara hanya boleh memiliki satu akun.
01:07Baik itu, kami belajar dari Swiss misalnya kan.
01:11Satu warga negara hanya punya satu nomor telepon.
01:15Hanya satu punya akun sosmed.
01:18Karena untuk mengetahui bagaimana ke depan,
01:21orang-orang yang memberikan informasi di sosial media dapat bertanggungjawab.
01:26Usulan Partai Gerindra mendapat dukungan dari partai lain.
01:31PKS juga sepakat dengan ide satu orang satu akun per media sosial.
01:37Namun PKS memberikan syarat agar dalam prosesnya tidak ada pemaksaan.
01:41Terkait ide satu orang satu akun menarik karena mengajarkan tanggungjawab dan akuntabilitas.
01:53Saya dukung.
01:54Tetapi prosesnya tidak boleh pemaksaan.
01:57Prosesnya bangun edukasi.
01:59Kasih waktu tiga tahun untuk ditertibkan dari situ.
02:04Semua orang punya akun resmi yang bertanggungjawab.
02:08Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah mengkaji usulan soal satu orang satu akun medsos.
02:18Pemerintah menyebut pembatasan kepemilikan akun media sosial bisa menjadi salah satu solusi
02:23mencegah tindak penipuan di ranah digital.
02:27Kita lagi review itu. Kita lagi review itu karena itu terkait juga dengan program Satu Data Indonesia itu ya.
02:36Ya itu salah satu solusi ya.
02:38Salah satu solusi.
02:39Dan kita lagi kaji sekian opsi yang intinya adalah untuk semakin memperkecil upaya-upaya scamming misalnya ya.
02:49di dunia online kita dan juga untuk memudahkan pengawasan kita terhadap disinformasi, hoax, dan lain-lain.
03:03Sebagian warga masyarakat menyatakan keberatan dengan wacana satu orang satu akun media sosial.
03:10Mereka mengaku memiliki akun ganda untuk keperluan yang berbeda.
03:15Akun aku jujur kayaknya aku kurang setuju ya.
03:18Karena pengguna sosial media, apalagi warga Indonesia, itu tuh menggunakan sosial media untuk berbagai kebutuhan.
03:26Itu yang pertama. Ada yang untuk kegunaan pribadi saja, tapi ada juga yang untuk profesional.
03:31Jadi kalau seandainya hanya diperbolehkan cuma punya satu, menurutku itu jadi kayak membatasi kegunaan sosial media itu sendiri sih.
03:40Akun banyak kan itu kan sebenarnya kayak hak asasi manusia juga ya.
03:43Jadi kayak hak dari kita juga mau buat akun dua atau tiga atau empat.
03:47Toh juga akun tersebut dipakai nggak selalu buat hal-hal yang buruk.
03:51Ada juga yang pakai untuk kebutuhan lain dan lain-lain hal.
03:54Pertama saya punya second akun dan second akun itu untuk dump biasanya dan untuk koleksi foto-foto yang nggak seperti di first akun gitu.
04:02Kemudian juga kan saya juga punya coffee shop dan ada akun Instagramnya dan beberapa akun jualan saya gitu.
04:12Jadinya saya punya banyak akun di situ.
04:14Kalau cuma harus satu akun sih menurut saya kebijakan itu saya nggak setuju.
04:19Soalnya sebagai genjet itu perlu dua akun.
04:22Oh gitu?
04:22Iya.
04:22Perlu dua akun.
04:24Yang satu untuk privat, yang satu lagi buat publik gitu.
04:27Oke.
04:28Itu untuk anak muda ya?
04:29Iya untuk anak muda.
04:30Sementara pegiat media sosial menilai usulan satu orang satu akun per medsos bukan solusi yang tepat untuk memerantas penipuan dan praktik buzzer.
04:42Usulan tersebut justru berpotensi melanggar hak-hak digital warga.
04:47Ini sebetulnya terdengar sederhana gitu ya.
04:51Tapi ini sebetulnya bukan solusi kalau kamu lihat ya.
04:54Bahkan berisiko melanggar hak digital warga gitu.
04:57Karena kita tahu banyak sekarang orang menggunakan akun media yang berbeda, media sosial yang berbeda itu untuk urusan kerja, pribadi, bisnis gitu.
05:06Bahkan untuk menindungi diri dari serangan digital gitu ya.
05:10Dan dari sisi efektivitas juga kita lihat ini masih sangat lemah gitu.
05:14Karena pelaku penipuan atau buzzer ini masih bisa menggunakan identitas palsu gitu ya.
05:18Menggunakan VPN misalnya atau platform luar negeri ya yang memang belum diatur misalnya di Indonesia.
05:24Jika masyarakat keberatan dengan pembatasan kepemilikan akun media sosial,
05:30anggota Komisi 1 DPR RI dari fraksi PKB oleh Soleh mengusulkan agar dalam setiap pembuatan akun media sosial harus menggunakan identitas atau alamat yang jelas.
05:42Kalau memang keberatan masyarakat untuk dibatasi satu orang satu akun,
05:48ya sudah jalan tengahnya adalah pembuatan akunnya satu kepada platform digital tidak menyediakan sebuah kolom untuk membuat multi-multi akun.
06:04Dalam satu email, dalam satu nomor telepon dan yang lain-lain.
06:10Yang keduanya bagi user, bagi user tentunya dia membuat akun media sosialnya itu tadi dengan alamat jelas,
06:19dengan identitas jelas, terserah bisakah menggunakan KTP, NIC atau NIC.
06:26Sementara pengamat keamanan cyber menilai pembuatan akun media sosial dengan mengisyaratkan identitas yang jelas pengaturannya akan rumit.
06:36Sedangkan untuk memberantas akun-akun anonim yang tidak bertanggung jawab,
06:41dengan kemajuan teknologi saat ini seharusnya pemerintah bisa melakukannya.
06:46Pasti rumit, pasti rumit sekali gitu.
06:49Kenapa? Karena memang platform media sosial ini kan tidak didesain untuk kita memasukkan identitas yang benar ya gitu.
06:56Contohnya misalkan, apakah kita dipaksa harus pakai KTP untuk daftar? Kan enggak.
07:02Apakah kita dipaksa untuk menggunakan nomor telepon kita sendiri untuk daftar?
07:06Enggak, kita bisa pakai nomor telepon yang tadi Pak Soleh bilang, kita beli, perregistrasi, udah itu kita buang, kita bisa gitu.
07:11Sebenarnya platform itu, mereka memiliki teknologi untuk mengetahui mana akun yang fake, akun yang hoax, dan akun yang memang didesain oleh robot gitu.
07:22Jelas itu misalkan, ketahuan dia ngomongnya banyak nih, bergrombol nih gitu, tapi dia followernya cuma satu atau dua, kemudian dia enggak pernah posting sesuatu.
07:32Jadi dari situ tipe-tipenya kelihatan ya?
07:34Itu kelihatan sebenarnya gitu, iya kan.
07:36Dan pemerintah pun kalau punya teknologi yang tepat gitu, itu bisa ngejar gitu.
07:40Dan sekarang ada ilmu namanya social network analysis.
07:43Social network analysis itu adalah ilmu yang bisa kita gunakan untuk menteris.
07:47Jaringan ini sebenarnya jaringan yang digerakkan oleh organik atau jaringan yang digerakkan oleh bot gitu.
07:53Itu bisa ketahuan tuh.
07:54Nah, tinggal kita bagaimana memiliki teknologi itu untuk ngejar orang-orang ini gitu.
07:58Apakah itu tidak bisa dikejar?
07:59Gini, setiap orang melakukan postingan, dari manapun, pasti ada geolocation yang ke-tracking sebenarnya.
08:05Walaupun dia pakai VPN dan lain-lain begitu.
08:07Dengan teknologi-teknologi yang baru, dengan operasi-operasi intelijen, kita tuh bisa tahu nge-trace gitu.
08:13Sebenarnya dia terkoneksinya dengan siapa aja gitu.
08:15Nah, kenapa itu yang enggak dilakukan gitu, ya kan?
08:18Upaya mewujudkan ekosistem digital Indonesia menjadi lebih baik dengan memerantas praktik scamming maupun praktik baser patut didukung.
08:29Namun, kajian lebih dalam perlu dilakukan jika usulan satu orang, satu akun media sosial akan direalisasikan.
08:36Agar tujuannya bisa tepat sasaran.
Komentar