00:00Kami juga punya sejumlah target yang bisa dikatakan ambisius,
00:04tapi kenapa tidak?
00:06Karena Indonesia juga memiliki potensi yang besar
00:10untuk memajukan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta,
00:17Cengkareng, kebanggaan kita,
00:19untuk bisa menembus 10 besar bandara terbaik di dunia.
00:24Ada dasarnya, bukan hanya sekedar angan-angan.
00:27Saat ini kita di posisi 22.
00:30Sedunia, kita tahu sejumlah Bandara Udara yang terkenal,
00:35misalnya Canggih, kemudian Narita,
00:40atau sejumlah bandara lainnya di dunia yang juga cukup sering berada di papan atas,
00:47Indonesia juga harus berusaha sekeras tenaga untuk bisa tembus ke sana.
00:51Bukan hanya sekedar reputasi atau menjadi gengsi,
00:56tapi karena ada dampak ekonomi yang bisa dihadirkan.
01:00Mengapa kita harus punya optimisme?
01:03Karena dalam 3 tahun terakhir ini,
01:05dengan transformasi yang dijalankan oleh teman-teman In Journey dan Angkasa Pura,
01:11tentunya dengan dukungan dari semua pihak,
01:13pemerintah pusat dan daerah,
01:15termasuk kalangan dunia usaha,
01:17ini secara gradual terus naik peringkatnya.
01:22Kadang naik 4 peringkat, naik 5 peringkat, naik 3 peringkat,
01:25artinya selalu ada progres setiap tahunnya.
01:27Jadi kalau kita tarik sampai dengan 2029,
01:30kita mudah-mudahan bisa top 10 dalam ranking dan juga bisa mendapatkan bintang 5.
01:38ratingnya 5 bintang.
01:41Dan ini semua perlu kerja keras, satu sama lain.
01:45Saya rasa itu yang menjadi esensi,
01:48selebihnya kita juga memahami bandara Igusi Ngurah Rai misalnya di Bali.
01:55Sampai dengan hari ini berdasarkan data yang kami miliki,
02:00itu memang paling dominan untuk menjadi tujuan atau destinasi bagi para wisatawan mancanegara.
02:09Itu yang paling dominan.
02:11Oleh karena itu, kita juga harus memastikan aksesibilitasnya itu terjaga.
02:16Karena inilah yang menjadi center of gravity bisa dikatakan
02:21untuk penguatan para wisata Indonesia.
02:24Selain, tadi Bu Menteri Pariwisata menyampaikan
02:27akan terus mengembangkan destinasi-destinasi prioritas nasional lainnya.
02:32Danau Toba, Lombok, kemudian Labuan Bajo, Borobudur, dan lain sebagainya.
02:40Begitu pula Pak Menteri Ekonomi Kreatif juga terus mencoba
02:44membangun strategi yang terbaik untuk memasarkan karya-karya kreatif anak bangsa ke dunia.
02:50Nah, ini harus disupport dengan memastikan bahwa misalnya kemacetan itu bisa ditangani dengan baik.
03:00Kemudian kebersihan lingkungannya.
03:02Karena biasanya yang sering mendapatkan sorotan itu isu kemacetan,
03:07kemudian banjir, termasuk ke arah Cengkareng, sampah.
03:12Jadi tiga itu bisa dikatakan tiga isu terbesar.
03:16Selebihnya dengan penguatan ekosistem internal bandara,
03:22dan semua termasuk custom, immigration, quarantine, CIQ,
03:27ini juga terus kita benahi dan terus tingkatkan pelayanannya.
03:34Maka mudah-mudahan ini juga akan dikawinkan dengan kesiapan fasilitas pendukung
03:41menuju bandara ataupun keluar dari bandara.
03:44Ini akan memberikan customer experience yang lebih baik,
03:48passenger experience yang lebih menyenangkan.
03:51Dan memori itu akan lebih kuat,
03:54impresinya akan lebih kuat,
03:55dan dengan demikian citra positif terhadap Indonesia juga akan semakin tersebar luas kemana-mana.
04:01Nah, ingat Indonesia bukan satu-satunya negara yang ingin lebih sukses pariwisatanya,
04:07kita bersaing dengan negara-negara sekitar kita.
04:11Ada Singapura, ada Malaysia, ada Thailand, ada Vietnam,
04:15semua juga bekerja keras.
04:18Oleh karena itu mohon doa restu dari teman-teman, dari masyarakat sekalian,
04:22kami ingin terus memajukan sektor pariwisata dan infrastruktur, konektivitas.
04:27Kami ingin pastikan siap mensupport segala upaya tersebut.
04:32Terima kasih.
04:32Terima kasih.
04:41Terima kasih.
04:51Terima kasih.
04:54Terima kasih.
Komentar