Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda di Universitas Negeri Surabaya saat seorang ibu menggantikan anaknya menerima ijazah. Sang anak meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit.

Dengan langkah tegar, Kartiwi menuju podium wisuda untuk mewakili anak perempuannya, Linda Ayu Tivani, menerima gelar Sarjana Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

Kartiwi tak kuasa menahan tangis karena teringat dengan putri kesayangannya. Sang anak meninggal dunia sebelum sempat mengikuti wisuda.

Kartiwi merasa bangga karena sang anak berhasil menuntaskan pendidikan meski harus berjuang melawan penyakitnya.

Sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga, UNESA juga berkomitmen membantu pendidikan dan memberikan beasiswa kepada adik almarhumah Linda yang saat ini masih duduk di bangku kelas XI SMA.

Pihak kampus berharap perjuangan almarhumah Linda Ayu Tivani dapat memberikan inspirasi untuk tidak pantang menyerah dalam meraih cita-cita meski di tengah keterbatasan.

#wisuda #UNESA #SURABAYA

Baca Juga 16 Warga Tiongkok Dideportasi Diduga Langgar Izin Tinggal | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/677168/16-warga-tiongkok-dideportasi-diduga-langgar-izin-tinggal-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677169/kisah-mengharukan-seorang-ibu-ikut-wisuda-mewakili-anaknya-yang-meninggal-berita-utama
Transkrip
00:00Berita utama kembali hadir untuk Anda, sodara.
00:03Suasana harum menyelimuti prosesi wisuda di Universitas Negeri Surabaya
00:07saat seorang ibu menggantikan anaknya menerima ijasa.
00:10Sang anak meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit.
00:21Dengan langkah tegar, Kartiwi menuju podium wisuda
00:25untuk mewakili anak perempuannya Linda Ayutifani
00:28menerima gelar sarjana ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya.
00:34Kartiwi tak kuasa menahan tangis karena teringat dengan putri kesayangannya.
00:40Sang anak meninggal dunia sebelum sempat mengikuti wisuda.
00:49Kartiwi merasa bangga karena sang anak berhasil menuntaskan pendidikan
00:55meski sambil harus berjuang melawan penyakitnya.
01:02Belum masih mau nyusun jurnal kan, revisi jurnal itu, dia sudah sakit.
01:07Saya suruh ambil cuti, ambil cuti saja nuk.
01:10Kasihkan badannya sakit.
01:12Sekolah itu kalau sehat, kalau sakit kan nggak bisa mikir.
01:15Gitu dia nggak mau, katanya takut.
01:18Biasanya hilang, nggak apa-apa.
01:20Nanti carikan uang buat bayar UKT.
01:22Nambah satu semester kan nggak apa-apa.
01:24Dia tetap nggak mau.
01:25Sebagai bentuk kepedulian pada keluarga,
01:28UNESA berkomitmen membantu pendidikan dan memberikan basiswa kepada adik Almarhumah Linda
01:33yang saat ini masih duduk di bangku SMA.
01:36Di era ketidakpastian global, geopolitik yang luar biasa,
01:41kita menyiapkan mereka dengan tambahan yaitu beberapa aktivitas,
01:48disambung itu sertifikasi pendamping ijazah.
01:51Pihak kampus berharap perjuangan Almarhumah Linda Ayuti Padi
01:55dapat memberikan inspirasi untuk tidak pantang menyerah dalam meraih cita-cita
02:00meski di tengah keterbatasan.
Komentar

Dianjurkan