00:00Saya lapor sama Pak Presiden, Pak, kalau boleh dalam kondisi seperti ini, BBM subsidi jalan kita naik.
00:10Saya rapat sama Pak Menteri, gimana caranya mendapat duit?
00:14Saya bilang gini, sekarang subsidi kita itu kan murah lebih, harga ICP, Pak Bersibah menuruskan ya, harga ICP 70 dolar,
00:24itu tetap pendapatan negara kita 10,8 miliar dolar.
00:28Dengan asumsi subsidi kita kurang lebih sekitar 200 triliun, 170-200 triliun, asumsi.
00:36Kalau harga ICP 100 dolar, maka ada penambahan subsidi sekitar 200-290 triliun.
00:45Pertanyaan waktu itu orang sempat naik menjadi 119 dolar ICP, pada saat itu semua bingung, gimana caranya, bumi naikkan.
00:54Saya katakan enggak, untuk saudara-saudara kita, yang ekonominya di bawah kita harus protek.
01:02Dan BBM subsidi ini, 80% dari total minyak, dari total BBM, 80% itu disubsidi.
01:13Waktu itu tanya, loh, ini nanti fiskal kita gimana?
01:16Saya kasih tau Pak Purmayan, Pak Menteri, Bapak ini kan sekolahnya di luar negeri, orang hebat Bapak ini.
01:23Kalau saya di sekolah enggak ada dunia, tapi saya sekolah perasaan, lalu Bapak ini kan sekolah rasio, kalau saya sekolah
01:28perasaan.
01:29Saya katakan begini, kalau kita ICP-nya 70, itu pendapatan negara 10,8 miliar USD, kalau ICP-nya 100, itu
01:40pendapatan negara 17,6 miliar USD, artinya ada 7 miliar USD yang sering dari pendapatan itu.
01:487 miliar USD x 17.500, waktu itu asum silahkan rata, kurang lebih sekitar 120-130 triliun, 125-130, baik
01:56kalpulatur aja, saya tidak mengurung angka, makanya sekitar Raya GPI ini.
02:00Itu berarti, kita sudah mempunyai 50% dari total menutup subsidi tambahan.
02:08Habis itu saya nanti langkah lagi, saya putar lagi otak, saya naikkan royalti daripada Nikian dan Betubara, dan komunitas lain.
02:18Itu dapat tambahan 30-35 triliun, jadi totalnya sudah 160 triliun dari sektor SDM untuk menambah penambahan subsidi dari ketidaknaikan
02:30harga BPN itu.
02:32Sisanya bahwa aku ada disesi dari tempat lain.
02:35Bapak-Ibu semua, itulah kenapa rumusan, orang akan tanya saya, inilah rumusan kenapa tidak kita naikkan BPN.
02:42Nah, sekarang terjadi, kalau ini, kalau ini harga BPN naik, Bapak-Ibu semua yang saya cintai, saya hormat, tidak saya
02:53banggakan, coba cek dulu.
02:55Negara itu berdasarkan permit tahun 2022, itu menjaga, mensubsidi BPN kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
03:05Dari total konsumsi BPN, 80% itu subsidi.
03:08Yang naik itu adalah BPN yang bagus, nomor 92, 93, 98, yang itu, masa pakai mobil BPN, pakai Mersi, mau
03:24minyaknya di subsidi, halo, yang masuk akan ajarah.
03:28Nah, kayak Pemis Bakun, kamu pakai minyaknya subsidi, dan ini berkan tinggi, bro.
03:34Jangan Pemis Bakun pakai mobilnya Mersi, nongkrongnya di mal, di kafe bagus, minta minyaknya subsidi.
03:42Macam mana?
03:44Malu dikitlah.
03:46Minyak ini subsidi yang para saudara-saudara kita memang yang berhak untuk subsidi.
03:50Kalau Pemis Bakun mau di subsidi, jangan pakai mobil Mersi, Pemis Bakun.
03:54Pak, pakai amansa, Pak Mersi Bakun, makan di Wartek, ah, nanti saya kasih BPN subsidi.
04:01Jangan coba, Pak Mersi Bakun pakai jasnya gagah, makannya di hotel Grand Hyde, mobilnya BW, minta BPN subsidi.
04:14Ya Allah, ini sudah bagaimana, bos?
04:16Saya pikir, ini ceritainya saya bikin diikmik, dikelola besar diikmik.
04:21Jadi, Bapak Ibu semua, BPN subsidi itu tidak naik.
04:27Dan BPN subsidi ini termasuk men-cover angkutan umum, angkutan logistik.
04:34Tujuannya apa? Agar ada barang tidak naik.
04:39Jadi, BPN yang naik itu diperuntukkan kepada memang mobil-mobil yang mengkonsumsi BPN yang bagus.
04:48Dan itu adalah barang-barang bagus.
04:50Nah, saya mesti tulis ini.
Komentar