Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku harus putar otak agar BBM subsidi tidak mengalami kenaikan harga di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia.

Bahlil mengatakan pemerintah menerapkan kebijakan subsidi silang dengan memanfaatkan penerimaan tambahan dari sektor pertambangan dan migas.

"Saya enggak kehilangan akal lagi. Saya putar lagi otak. Saya naikkan royalti daripada nikel dan batu bara dan komoditas lain itu dapat tambahan 30 sampai 35 triliun. Jadi totalnya sudah 160 triliun dari sektor SDM untuk menambal penambahan subsidi dari ketidaknaikan harga BBM. sisanya baru melakukan efisiensi dari tempat lain.," ujar Bahlil di Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga Bahlil Dorong CNG Pengganti LPG, Uji Coba Tabung 3 Kg Masuk Tahap Ketiga di https://www.kompas.tv/ekonomi/677130/bahlil-dorong-cng-pengganti-lpg-uji-coba-tabung-3-kg-masuk-tahap-ketiga

#bahlillahadalia #bbm #hargaminyak

Video Editor: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/677148/buka-bukaan-bahlil-lahadalia-ngaku-putar-otak-cari-cara-agar-bbm-subsidi-tidak-naik
Transkrip
00:00Saya lapor sama Pak Presiden, Pak, kalau boleh dalam kondisi seperti ini, BBM subsidi jalan kita naik.
00:10Saya rapat sama Pak Menteri, gimana caranya mendapat duit?
00:14Saya bilang gini, sekarang subsidi kita itu kan murah lebih, harga ICP, Pak Bersibah menuruskan ya, harga ICP 70 dolar,
00:24itu tetap pendapatan negara kita 10,8 miliar dolar.
00:28Dengan asumsi subsidi kita kurang lebih sekitar 200 triliun, 170-200 triliun, asumsi.
00:36Kalau harga ICP 100 dolar, maka ada penambahan subsidi sekitar 200-290 triliun.
00:45Pertanyaan waktu itu orang sempat naik menjadi 119 dolar ICP, pada saat itu semua bingung, gimana caranya, bumi naikkan.
00:54Saya katakan enggak, untuk saudara-saudara kita, yang ekonominya di bawah kita harus protek.
01:02Dan BBM subsidi ini, 80% dari total minyak, dari total BBM, 80% itu disubsidi.
01:13Waktu itu tanya, loh, ini nanti fiskal kita gimana?
01:16Saya kasih tau Pak Purmayan, Pak Menteri, Bapak ini kan sekolahnya di luar negeri, orang hebat Bapak ini.
01:23Kalau saya di sekolah enggak ada dunia, tapi saya sekolah perasaan, lalu Bapak ini kan sekolah rasio, kalau saya sekolah
01:28perasaan.
01:29Saya katakan begini, kalau kita ICP-nya 70, itu pendapatan negara 10,8 miliar USD, kalau ICP-nya 100, itu
01:40pendapatan negara 17,6 miliar USD, artinya ada 7 miliar USD yang sering dari pendapatan itu.
01:487 miliar USD x 17.500, waktu itu asum silahkan rata, kurang lebih sekitar 120-130 triliun, 125-130, baik
01:56kalpulatur aja, saya tidak mengurung angka, makanya sekitar Raya GPI ini.
02:00Itu berarti, kita sudah mempunyai 50% dari total menutup subsidi tambahan.
02:08Habis itu saya nanti langkah lagi, saya putar lagi otak, saya naikkan royalti daripada Nikian dan Betubara, dan komunitas lain.
02:18Itu dapat tambahan 30-35 triliun, jadi totalnya sudah 160 triliun dari sektor SDM untuk menambah penambahan subsidi dari ketidaknaikan
02:30harga BPN itu.
02:32Sisanya bahwa aku ada disesi dari tempat lain.
02:35Bapak-Ibu semua, itulah kenapa rumusan, orang akan tanya saya, inilah rumusan kenapa tidak kita naikkan BPN.
02:42Nah, sekarang terjadi, kalau ini, kalau ini harga BPN naik, Bapak-Ibu semua yang saya cintai, saya hormat, tidak saya
02:53banggakan, coba cek dulu.
02:55Negara itu berdasarkan permit tahun 2022, itu menjaga, mensubsidi BPN kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
03:05Dari total konsumsi BPN, 80% itu subsidi.
03:08Yang naik itu adalah BPN yang bagus, nomor 92, 93, 98, yang itu, masa pakai mobil BPN, pakai Mersi, mau
03:24minyaknya di subsidi, halo, yang masuk akan ajarah.
03:28Nah, kayak Pemis Bakun, kamu pakai minyaknya subsidi, dan ini berkan tinggi, bro.
03:34Jangan Pemis Bakun pakai mobilnya Mersi, nongkrongnya di mal, di kafe bagus, minta minyaknya subsidi.
03:42Macam mana?
03:44Malu dikitlah.
03:46Minyak ini subsidi yang para saudara-saudara kita memang yang berhak untuk subsidi.
03:50Kalau Pemis Bakun mau di subsidi, jangan pakai mobil Mersi, Pemis Bakun.
03:54Pak, pakai amansa, Pak Mersi Bakun, makan di Wartek, ah, nanti saya kasih BPN subsidi.
04:01Jangan coba, Pak Mersi Bakun pakai jasnya gagah, makannya di hotel Grand Hyde, mobilnya BW, minta BPN subsidi.
04:14Ya Allah, ini sudah bagaimana, bos?
04:16Saya pikir, ini ceritainya saya bikin diikmik, dikelola besar diikmik.
04:21Jadi, Bapak Ibu semua, BPN subsidi itu tidak naik.
04:27Dan BPN subsidi ini termasuk men-cover angkutan umum, angkutan logistik.
04:34Tujuannya apa? Agar ada barang tidak naik.
04:39Jadi, BPN yang naik itu diperuntukkan kepada memang mobil-mobil yang mengkonsumsi BPN yang bagus.
04:48Dan itu adalah barang-barang bagus.
04:50Nah, saya mesti tulis ini.
Komentar

Dianjurkan