Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 bulan yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis dugaan keterlibatan Istana dengan isu munaslub Partai Golkar.

Menurut Prasetyo, tidak semua isu hendaknya dikait-kaitkan dengan pihak Istana.

"Begini, kalau saya begini melihatnya, tolong jangan segala sesuatu itu dikaitkan dengan Istana ya," kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Selain itu, Prasetyo juga membahas soal royalti musik dan games online roblox untuk anak-anak.

Baca Juga Kata Mensesneg soal Peluang PDIP Masuk Kabinet: Dukung Tak Harus Gabung di https://www.kompas.tv/nasional/609619/kata-mensesneg-soal-peluang-pdip-masuk-kabinet-dukung-tak-harus-gabung



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/609665/full-pernyataan-mensesneg-soal-isu-munaslub-golkar-royalti-hingga-game-roblox
Transkrip
00:00Sudah habis itu mas yang disediakan pemerintah?
00:02Pertama-tama tentu saya sebagai Ketua Panitia dan sebagai penanggung jawab
00:07yang pertama untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat
00:13yang kemarin telah dengan antusiasme yang sangat tinggi
00:20ikut mendaftar untuk mendapatkan undangan.
00:26Memang kami juga mohon maaf karena ketersediaan tempat yang sangat terbatas
00:33dan ternyata dari data yang masuk animo masyarakat luar biasa
00:39yang tidak mungkin semua juga tertampung
00:43sehingga kami dari kemarin sampai hari ini sedang memproses
00:48sesuai dengan ketentuan yang kita persyaratkan
00:54untuk sesegera mungkin nanti kita putuskan kepada masyarakat yang berhak
01:00mendapatkan undangan.
01:04Namun demikian kami juga hari ini tadi mencoba menganalisa dan mencoba mengevaluasi
01:13ada kemungkinan ya rencana untuk kita mau menambahkan kuota
01:19sehingga kita akan memberi kesempatan kembali kepada masyarakat
01:24yang nanti belum termasuk yang kita nyatakan berhak mendapatkan undangan.
01:32Nah kami nanti akan sedang memikirkan untuk menambahkan kuota yang kita buka kembali ke masyarakat.
01:40Mas itu kuota sedikit atau 8 ribu ya?
01:42Ditunggu sebentar.
01:438 ribu itu akan dibagi pagi 4 ribu dan sore 4 ribu atau bagaimana Mas Kani semuanya?
01:49Kurang lebih demikian tapi memang disitu kan ada pembagian untuk pagi
01:55kemudian juga ada pembagian yang untuk yang sore gitu.
02:00Jadi hari ini nanti minta tolong sabar dulu.
02:04Kami dua hari sedang memverifikasi dan insya Allah mungkin malam ini
02:09atau paling lambat besok kami akan umumkan kembali.
02:12Kalau yang tadi saya sampaikan ada rencana penambahan kuota
02:17baik untuk acara di pagi maupun di acara di sore hari ini.
02:21Sekitar berapa Mas untuk tambahan kuotanya untuk pagi sama sorenya?
02:25Mungkin di kisaran 1 ribu sampai 2 ribu.
02:29Berarti yang 8 ribu itu udah full ya Mas?
02:31Udah habis kuota untuk 8 ribu.
02:33Karena kemarin tuh banyak yang ngeluh kuota penduh gitu Mas saat mendaftar.
02:37Berarti hari ini udah full gitu ya Mas?
02:39Udah habis kuota 8 ribu.
02:41Berarti sampai 10 ribu total gitu ya?
02:44Iya.
02:44Nah nanti kita juga akan, kan begini.
02:47Jadi memang dari 8 ribu kan dibagi beberapa kriteria tadi.
02:51Yang sudah saya sampaikan bahwa sebagian besar memang petunjuk dari Bapak Presiden adalah untuk
02:57sebagian besar masyarakat kan begitu.
03:00Nah tapi tentunya kita coba mengevaluasi bisa jadi nanti ada beberapa yang di luar
03:06yang 80 persen itu juga yang akan kita kurangi gitu.
03:11Mas tadi agak mendetail soal yang karnaval atau Pak WD malamnya itu rutinnya gimana gitu ya?
03:16Presiden ikut kiri atau enggak?
03:20Iya menyapa masyarakat.
03:21Beliau akan apa namanya memberangkatkan peserta karnaval.
03:27Dari titiknya dari sini?
03:29Titiknya?
03:30Masih rahasia.
03:33Di sekitaran istana juga.
03:35Di sekitaran istana.
03:36Mas untuk mantang Presiden wakil petunjuknya Pak Kaudara yang masih hadir
03:40kayak Pak SBY, Ibu Mega, dan Pak Jokowi gitu mas.
03:42Ini udah berapa hari lagi gitu mas.
03:44Untuk sementara konfirmasi final belum.
03:48Karena memang secara resmi kami baru akan menyampaikan kepada mantan-mantan Presiden,
04:02mantan-mantan wakil Presiden, beserta dengan seluruh keluarga dari panitia secara resmi minggu ini.
04:09Kalau pembicaraan secara informal beberapa sudah.
04:12Mas, terkait dengan pertumbuhan ekonomi mas.
04:17Iya.
04:18Tunggu 5,1, 2.
04:20Iya.
04:20BPS, itu pemerintah melihatnya itu apakah karena keberhasilan dari paket stimulus yang diberikan
04:26atau memang daya beli masyarakat yang udah kembali puli ya mas?
04:30Kalau menurut pendapat kami tentu semua faktor berpengaruh di situ ya.
04:37Karena pertumbuhan ekonomi itu kan terdiri dari beberapa komponen.
04:43Di situ ada belanja rumah tangga, kemudian di situ ada belanja pemerintah, di situ ada komponen investasi.
04:55Nah tentunya kalau hari ini IPS secara resmi menyampaikan mengenai pertumbuhan ekonomi kita ya
05:04pastilah di situ berisi seluruh komponen-komponen tadi.
05:09Jadi tidak hanya satu, dua komponen.
05:12Bahwa komponen-komponen itu adalah hasil dari program-program
05:17atau kemudian kalau dari sisi pemerintah itu adalah hasil dari stimulus-stimulus yang
05:23itu disiapkan oleh pemerintah ya memang demikian.
05:29Kerjanya, sistemnya begitu.
05:31Ada tanggapan mas, ekonomi sendiri menurut ini lebih ekspektasi perhitungan mereka gitu mas.
05:36Banyak yang bilang kalau ini tembui-tembui banget sementara sentimennya gak terlalu besar kayak misalnya gak ada lebaran, gak ada apapun gitu.
05:45Kalau secara teknikli, perhitungan ya tentunya ada di BPS aja.
05:52Ada di BPS itu.
05:55Kalau kita sebagai pemerintah kan tugasnya adalah tadi menciptakan ekosistem yang memungkinkan semua komponen-komponen tadi itu bertumbuhan.
06:06Tapi bahwa cara menghitungnya seperti apa, seperti apa kan itu menjadi domennya di BPS.
06:13Mas, tapi kan banyak yang bilang pertumbuhan ekonomi ini banyak anomali di tengah masyarakat gitu mas.
06:19Maksudnya banyak PHK juga, terus banyak yang masih susah cari kerja dan juga ada fenomena kelompok anjaran beli dan segala macem nih mas.
06:28Roh jali dan roh anjali.
06:30Maksudnya melihatnya gimana mas di istana mas, ini apa benar anomali itu terjadi gitu mas?
06:35Tergantung dari sudut pandang mana ya.
06:39Kan kalau sebuah perhitungan tingkat pertumbuhan sebagai sebuah negara, itu kan secara menyeluruh.
06:49Tidak bisa kemudian hanya dari satu kelompok masyarakat gitu.
06:55Bahwa masih ada kita mendapati saudara-saudara kita yang masih secara ekonomi berada di desil satu maupun desil dua.
07:08Yang secara ukuran istilah itu berada di garis miskin ekstrim, kemudian miskin dan seterusnya.
07:16Kemudian tadi muncul fenomena saudara-saudara kita yang kemampuan secara ekonominya sekarang masih terbatas dengan istilah-istilah.
07:35Tadi saya sih terus terang tidak terlalu gembira dengan istilah itu.
07:41Menurut pendapat saya istilah itu jangan dijadikan sebagai sebuah juk atau lelucon.
07:52Itu adalah sebuah lecutan bagi kita bahwa memang masih banyak yang harus kita perjuangkan, masih banyak yang harus kita benahi.
08:05Kalau bagi kami pemerintah, fenomena-fenomena itu menjadi semacam pengingat bahwa masih ada kelompok saudara-saudara kita yang memang kita masih harus bekerja terus.
08:22Mendorong pertumbuhan ekonomi kita lebih optimal lagi, mendorong investasi kita lebih optimal lagi,
08:30mengurangi kebocoran-kebocoran sebagaimana yang Bapak Presiden sering sampaikan itu.
08:36Di segala sektor, di segala lini, di segala lapisan.
08:42Itu begitu.
08:43Mas Peras, Partai Golkar, ini belakangnya jadi perbicaraan salah satu partai pendukung pemerintah yang besar juga diboyangkan.
08:51Ternyata dari istana, gimana kan ini partai pendukung pemerintah juga?
08:55Tanyakan ke Partai Golkar dong.
08:57Ke Partai Golkar dong.
08:59Mas, tapi kaitan nama istana, mas.
09:01Maksudnya ada istana, katanya agak gitu.
09:04Jadi isu munasnya yang mengaitkan dengan posisi ketum ini dikaitkan dengan istana, ya?
09:10Tuh, tangkapan ini gimana, mas.
09:13Begini, kalau saya begini, melihatnya tolong jangan segala sesuatu itu misalnya dikaitkan dengan istana, ya?
09:25Bahwa Partai Golkar adalah salah satu partai koalisi utama dari pemerintah?
09:32Iya. Nah, tapi kalau pun terjadi dinamika dan Ketua Umum Partai Golkar juga menyampaikan bahwa,
09:42bahwa, apa namanya, isu tersebut juga tidak, tidak benar gitu.
09:49Nah, sehingga kalau pendapat kami dari pemerintah,
09:53marilah yang segala sesuatu itu jangan, marilah jangan semua dikait-kaitkan dengan istana gitu.
10:02Tidak ada itu.
10:04Dan sekali lagi konsentrasi kita tidak di situ gitu.
10:10Kita betul-betul sedang ingin fokus,
10:14menyelesaikan seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden,
10:20program-program yang dicanangkan oleh pemerintah,
10:22yang sudah berjalan, tetapi itu belum semuanya tereksekusi dengan merata di seluruh Indonesia.
10:35Misalnya, program akan bergisi gratis.
10:38Itu kan kita berharap sesegera mungkin ini seluruh saudara-saudara kita,
10:43adik-adik kita, peserta didik, ibu-ibu hamil, ya, kemudian balita,
10:50untuk sesegera mungkin semua mendapatkan makan bergisi gratis ini.
10:55Nah, kita sedang berkonsentrasi ke situ.
10:57Mas, masalah SKB 18 Agustus kapan, Mas?
11:00Insya Allah secepatnya ya, hari ini tadi baru selesai kita koordinasikan dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait.
11:13Nah, insya Allah dalam waktu 1-2 hari ini nanti akan kita sampaikan kepada masyarakat mengenai SKB,
11:20tanggal 18 diliburkan.
11:22Mas, terkaitkan amnesti, Mas, yang perdakwa, kalau kosik, yang luar buda juga minta digunakan.
11:28Abulisi juga, Mas, oleh Pak Persitrabo.
11:31Siapa, siapa?
11:31Dari Thomas Tomomong, ada juga, ada lain yang minta digunakan.
11:35Abulisi juga, Mas, kelaku.
11:36Perdakwa lainnya, Mas, lain, kalau nemu, kan ada banyak pendakwanya.
11:39Jadi perusahaan-perusahaan itu, Mas?
11:41Iya, mereka minta juga, Mas.
11:43Minta abolisi juga, minta kaji.
11:45Nanti kita surahkan ke Kementerian Hukumlah untuk mengkaji, kalau memang ada permohonan.
11:51Belum?
11:51Belum.
11:53Tapi artinya kasusnya masih jalan, Mas, yang selain Tom Lembong ini?
11:57Iya, Dom.
11:58Pasti.
11:59Berarti abolisi itu bukannya peristiwa itu yang enggak ada, Mas?
12:02Hanya untuk Tom Lembong?
12:03Hanya untuk orang itu yang...
12:05Hanya untuk beliau?
12:06Jadi untuk para terdakwa lainnya enggak proses hukum?
12:09Ya proses hukum yang lain tetap jalan.
12:12Berarti Mas, berjalan ya proses hukum untuk tersampai yang lain.
12:14Oh iya.
12:15Terdakwa.
12:16Tapi kasusnya kan sama, Mas, yang satu diabolisi sisanya enggak, itu gimana ya?
12:19Hmm?
12:20Satunya diabolisi, yang lainnya enggak?
12:21Iya, tapi kan satu kesatuan kasusnya, Mas.
12:23Ya kan memang, memang abolisinya ini kepada beliau, pada orang perorangan.
12:30Piks pelaku-pelaku tersebut juga bakal diberikan abolisi juga, Mas.
12:34Apa baru musik?
12:35Jadinya kan dianulirkan hukumannya itu.
12:37Sampai hari ini tidak.
12:38Tapi akan dibahas kan, Mas?
12:39Akan diajukan?
12:40Belum ada, belum ada.
12:41Belum ada.
12:42Terkait dengan pelaporan pengacaranya Tom Lembong juga, mungkin ada komentar untuk hakim.
12:48Karena kan sudah diberikan abolisi, banyak yang berkongong sudah diberikan abolisi.
12:53Masih aja enggak bersyukur kira-kira begitu.
12:55Ya, sebaiknya minta tolong ditanyakan ke timnya Pak Tom Lembong.
13:00Mas, memangnya ini juga Mas lagi rame juga soal kafe-kafe yang takut sekarang muter lagu-lagu...
13:06Oh, royalti.
13:07Ya, terkait royalti ini, kan?
13:09Apa ini juga?
13:10Ya, kita sedang mencari jalan keluar ya, sebaik-baiknya lah.
13:17Karena kan juga itu, di satu sisi memang ada hak yang diperjuangkan oleh saudara-saudara kita pencipta lagu.
13:28Tetapi juga ada sebagian juga yang merasa bahwa kalau itu domen publik, kemudian juga kalaupun dalam tanda kutip dianggap dikomersialisasikan itu,
13:46tetapi bentuknya seperti hanya diputar di kafe atau di rumah makan,
13:53dan ada juga yang berpendapat bahwa kalau seperti itu bentuknya ya enggak masalah.
13:58Sebagian kan berpendapat kalau dikomersialisasikan dalam bentuk misalnya itu di platform-platform atau di show-show event-event tertentu yang memang itu menghasilkan keuntungan,
14:13ada yang berpendapat bahwa itulah yang harus diatur pembagian haknya kepada yang menciptakan lagu.
14:23Kita sedang cari jalan keluar terbaiknya lah.
14:25Bukan dipanggil lah, kita duduk bareng lah.
14:30Artinya pemerintah turun tangan untuk hal itu ya?
14:32Pasti.
14:32Mas, soal ini mas, game Roblox, katanya Mending Desmen ini kan melarang katanya ada undur, kekerasan dan mager.
14:42Nanti apakah akan berkomunikasi dengan Kom Digi mas?
14:46Ada mas, mas Bami, bisa ditanyakan langsung ke beliau.
14:50Tapi intinya begini, bukan masalah Roblox-nya ya.
14:54Tetapi kita perlu memahami sebagai sebuah bangsa bahwa ada unsur-unsur tertentu yang memang harus kita fikirkan betul supaya tidak mempengaruhi generasi-generasi muda kita ke depan kan begitu.
15:15Misalnya unsur-unsur yang mengandung apapun itu bentuknya,
15:19Mau games, mau siaran di televisi, mau pemberitaan, mau melalui media mainstream, maupun melalui media sosial.
15:31Memang ini menjadi keresahan kita bersama-sama bahwa konten-konten yang muncul di situ,
15:37Kita harus betul-betul, apa namanya, mencoba mengurangi hal-hal yang itu bisa menumbuhkan sesuatu yang kurang baik bagi yang menonton.
15:51Terutama bagi generasi muda-generasi muda gitu.
15:55Kan kalau kita perhatikan banyak sekali kejadian yang di luar nalar kita gitu ya,
16:03Misalnya yang baru-baru saja terjadi ini kan bagaimana seorang anak sampai melakukan sesuatu tindakan yang di luar batas-batas nalar kepada orang tuanya.
16:21Nah inilah yang kita semua punya tanggung jawab ya.
16:25Kita semua punya tanggung jawab moral, punya tanggung jawab etik, punya tanggung jawab sosial,
16:33Untuk sebisa mungkin bagaimana kita menampilkan sesuatu itu yang menghindari unsur-unsur yang negatif.
16:43Kekerasan saling, apa namanya, menghardik, saling membeci satu sama lain.
16:53Akhirnya karena provokasi, tawuran antar kampung, antar geng yang kadang-kadang itu hanya karena sesuatu kejadian yang sebetulnya itu bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.
17:09Jadi bukan perkara Roblox-nya.
17:12Apapun itu, kita coba berusaha melindungi diri kita semua, bangsa kita, terutama generasi-generasi muda, dari pengaruh-pengaruh tindak-tindak kekerasan.
17:27Tapi menik dasarnya ini kan nyebutnya game-nya Roblox ini katanya ada memicu kekerasan juga.
17:32Tidak hanya game Roblox, apapun itu.
17:37Berarti nanti apakah akan dilakukan pemblokiran terhadap game tersebut atau bagaimana?
17:41Kalau memang kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan di situ mempengaruhi perilaku dari adik-adik kita,
17:54ya tidak mempengaruhi kemungkinan. Kita mau melindungi generasi kita, tidak ragu-ragu juga kita.
18:02Kalau memang itu mengandung unsur-unsur kekerasan, ya kita tutup, tidak ada masalah.
18:07Tapi sudah berkomunikasi dengan KomDigi?
18:09Sudah, sudah. KomDigi setiap hari melakukan evaluasi.
18:14Melakukan evaluasi dari seluruh stasiun TV, kemudian di media sosial, untuk melihat games, platform-platform games,
18:29aplikasi-aplikasi itu untuk melihat sejauh mana konten tadi yang saya sebutkan itu mengandung unsur-unsur kekerasan,
18:36negatif, pembunuhan, dan seterusnya yang itu perilaku-perilaku yang jauh dari perilaku bangsa kita,
18:45yang saling gotong royong, saling toleransi, kan begitu.
18:53Dan kita itu terus terang sangat rentan ya.
18:57Kita semua harus paham bahwa bangsa kita itu dibangun dari sekian ribu pulau, sekian ribu suku, beda agama, beda bahasa.
19:11Makanya selalu Bapak Presiden mengingatkan kepada kita semua untuk kita selalu mawas diri.
19:17Sehingga apapun tadi, bentuknya yang bisa mempengaruhi atau memicu terjadinya saling ini antara satu sama lain ini sebaiknya mungkin kita minimalisir.
19:33Mas Pres, soal tunjangan khusus untuk dokter spesialis di daerah terpinggir kan itu sudah ditekan presiden ya Mas?
19:39Sudah.
19:40Itu bisa dijelaskan mas, realisasinya kapan mungkin percairan tunjangannya berapa besar untuk dokter?
19:47Pertama begini, karena pertama adalah Bapak Presiden memang sangat concern kalau sudah berkenaan dengan masalah dokter ya.
19:56Kedua, apalagi dokter yang bertugas di 3T.
20:03Memang hari ini kita mendapatkan fakta dan data bahwa masih banyak daerah-daerah 3T itu yang bahkan kita tidak memiliki dokter.
20:15Nah, maka sekarang ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga sedang bekerja keras pertama adalah untuk menambah secepatnya bagaimana kita bisa menambah jumlah dokter yang harus kita miliki.
20:33Kedua, bagaimana juga kita memikirkan distribusi penugasan dari para dokter kita.
20:42Nah, oleh karena itulah pada saat disampaikan bahwa saudara-saudara kita yang bertugas sebagai dokter di 3T ini membutuhkan perhatian,
20:54di situ Bapak Presiden berkenan untuk memberikan tunjangan khusus.
21:00Bahwa mengenai realisasinya mungkin Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan yang lebih paham.
21:08Tapi biasanya itu tidak lama.
21:11Setelah beliau ambil keputusan mungkin bisa jadi di bulan depan juga sudah terrealisasi.
21:17Jadi begini ya, kan memang pertama semangat kita itu adalah betul-betul kita ingin membenahi BUMN-BUMN kita.
21:41Karena BUMN-BUMN kita ini kan menjadi tulang punggung ekonomi kita.
21:48Nah, sehingga kita merasa bahwa satu mengenai pengawakan di BUMN itu harus kita perbaiki.
21:59Kemudian yang kedua mengenai manajemen harus kita perbaiki.
22:04Ketiga mengenai keuangan juga harus kita perbaiki.
22:08Oleh karena itulah kemudian kita mengambil Bapak Presiden, mengambil keputusan bahwa siapa yang ditugaskan di BUMN-BUMN itu,
22:18terutama komisaris, memang tugasnya adalah membenahi tadi, tiga hal tadi.
22:24Bukan mau berencana atau ingin dapat tantiem gitu.
22:29Jadi, tidak ada masalah kalau berkenaan dengan komisaris tidak mendapatkan tantiem.
22:37Ini semangatnya ini yang harus kita lihat bahwa semangatnya itu memang mau memperbaiki,
22:42diberi tugas di situ untuk memperbaiki BUMN-BUMN kita.
22:45Jadi sudah fix, dihapus ya itu tantiemu.
22:46Itu tantiemu kok bisa di...
22:48Mas, izinkannya soal Rizad Jaret, kan infonya lagi ada di Malaysia, Rizad Talib.
22:52Siapa?
22:52Rizad Talib.
22:53Infonya kan di Malaysia, mangkir lagi.
22:56Apakah ada langkah dari pemerintah sendiri untuk membantu pihak yang berwajib untuk koordinasi-koordinasi terkait lokasinya?
23:04Kalau tidak salah sudah pemanggilan ketiga, kalau tidak salah ya.
23:10Ya kalau upaya komunikasi ada, tapi tentunya itu kita kembalikan ke teman-teman aparat penegak hukumnya dalam hal ini kejaksaan.
23:22Kalau pemerintah jelas bagian dari kejaksaan agung, bagian dari pemerintah, kita mem-back up penuh.
23:30Apa yang kejaksaan agung butuhkan, pasti kita pick up.
23:35Mas, kalau Presiden sendiri...
23:36Begitu?
23:37Mas, Presiden sendiri kok menyuruti soal Pak Rakyat?
23:40Mas, mas...
23:40Gak bisa habis ini.
23:41Dekosiasi, mas, dekosiasi.
23:43Mas, Presiden sendiri kok menyuruti itu gak sih, mas yang...
23:46Apa, apa, apa?
23:47Benderawan-benderawan.
23:48Bisa ikut menyuruti gak, mas, sekarang?
23:50Siapa?
23:51Presiden sendiri.
23:51Kemarin saya juga sudah menyampaikan ya, kemudian DPR juga sudah menyampaikan, Ketua ANPR juga sudah menyampaikan bahwa kalau berkenaan dengan bendera One Piece yang itu kaitannya dengan teman-teman komunitas-komunitas dan itu bagian dari ekspresi kreativitas,
24:20Sekali lagi itu tidak ada masalah, tapi yang jadi masalah atau mungkin akan jadi persoalan manakala ada pihak-pihak, ya.
24:32Ada pihak-pihak yang kemudian menggunakan kreativitas teman-teman komunitas ini untuk hal-hal yang kurang pas, yang secara waktu juga tidak pas.
24:46Ini bulan Agustus, ini bulan kemerdekaan, ini bulan kemerdekaan kita itu diraih bukan hadiah, itu pengorbanan para palawan, ya.
25:02Yang kita sebagai generasi muda ini tugasnya sekarang menjaga itu, jadi kemudian janganlah ada pihak-pihak yang mengganggu kesakralan di bulan kemerdekaan ini dengan membentur-benturkan itu antara kreativitas dalam bentuk bendera dengan kesakralan bendera kita merah putih.
25:26Kita harus cintai bangsa kita, cintai merah putih, apa adanya, dari lahir maupun batin, apapun kondisinya, kita harus cintai negara kita, salah satunya ya cintai lambang negara kita merah putih.
25:41Presiden melihat fenomena itu bagaimana mas? Presiden melihat ada fenomena ini itu seperti apa gitu? Beliau melihatnya?
25:49Ya tadi kalau tidak masalah dengan ekspresi itu ya mas?
25:54Ya kalau sebagai bentuk ekspresi, it's okay, tidak ada masalah gitu.
25:59Tapi jangan ini dibawa atau dibentur-benturkan kepada ini disandingkan atau dipertentangkan dengan bendera putih.
26:07Tidak seharusnya seperti. Kita sebagai anak bangsa, bendera putih itu satu-satunya.
26:15Tapi dari pemerintah akan melarang gak mas? Ada yang ngecat jalanan di...
26:19Ada yang ngecat jalanan, terus ada yang hashtag juga di Twitter, nah itu gimana?
26:24Satu hashtag aja, gede banget lah.
26:27Pemerintah akan melarang gak mas?
26:28Satu biji, dua biji, ada bilang gede banget.
26:32Alpiga ini mendorong pemerintah katanya bisa melarang bendera one piece ini mas, kalau dari pemerintah akan melarang atau seperti apa?
26:37Kalau sampai ke pelarangan, itu tadi yang saya sampaikan gitu loh, kalau pun ada yang sampai ke sana ya, mau pelarangan atau tindakan apapun itu bagi pihak-pihak yang tadi loh.
26:50Membentur-benturkan itu dengan misalnya ya, menghasut dalam nyara kutip ya, untuk lebih baik mengibarkan bendera ini daripada bendera merah putih.
27:02Itu kan gak benar gitu loh, gak boleh seperti itu. Kita sebagai anak bangsa, gak boleh.
27:08Mas, termasuk makna kritikan dari bendera wan di situ ya mas, tidak ada masalah ya?
27:12Termasuk makna dari kritikan bendera wan di situ?
27:14Enggak ada masalah, kalau makna kritikan kita sangat terbuka, pemerintah sangat terbuka.
27:21Dan kita menyadari kok, kita menyadari bahwa memang masih banyak pekerjaan rumah, masih banyak yang harus kita perbaiki.
27:33Mas, apakah perlu TNI 4 ikut juga turun ke lapangan dengan merah perazia rumah-rumah, apakah dia mengibarkan bendera wan di situ?
27:41Apakah sepenting itu ada TNI 4?
27:42TNI 4 itu yang bikin.
27:44Mas, ada juga kita mau merahsia, mau pengguna.
27:49Mas, mas walaupun nasional mas.
27:50Mas, mas walaupun nasional.
27:52Mas, mas kerjasama sama RT.
27:53Kerjasama?
27:53Sama RT, ini kalau dilaporin.
27:55Kerta kerjasama dengan RT, RW, Camat, Babinsa, Babinkan, Tipmas, Bupati, Gubernur, Kepala Daerah
28:05untuk menyemarakkan peringatan HUD ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia
28:13dalam berbagai bentuk, bikin perlombaan, hidupkan lagi kotong royong, hidupkan lagi kerja bakti,
28:23hidupkan lagi skampling, dan saudara-saudara kalau keliling ke daerah-daerah sekarang Semarang
28:29desa-desa yang mulai pasang umbul-umbul, pasang balihu, dengan segala kreatifitasnya
28:38untuk menunjukkan rasa nasionalismenya, untuk menunjukkan rasa cinta tanah airnya
28:44untuk menunjukkan rasa cinta pada bendera merah putihnya itu, itu betul adanya
28:51Tanda kehormatan sedang difinalisasi untuk diputuskan, jadi dari tim gelar tanda kehormatan
29:15sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden, nama-nama yang diusulkan untuk tahun ini
29:21mendapatkan penghargaan atau penghormatan dari negara dalam bentuk tanda gelar kehormatan
29:28yang diusulkan ada 22 nama, untuk sementara ya, untuk sementara yang diusulkan, macam-macam
29:37Ada yang budayawan ada, ada yang politisi ada, ada yang pejuang lingkungan ada, ada yang tadi kita sebutkan ya teman-teman yang bertugas
30:03di 3T, di daerah terpencil, terluar, terdepan, ada
30:09Mas, kalau ini mas, buku sejarah yang ditulis ke Medek, bukan katanya akan di launching Agustus 17 Agustus juga, apa nanti ini salah satu kejutannya?
30:11Mas, kalau ini mas, buku sejarah yang ditulis ke Medek, bukan katanya akan di launching Agustus 17 Agustus juga, apa nanti ini salah satu kejutannya?
30:39Mas, buku sejarah yang ditulis kemudian?
30:41Belum, belum, belum
30:43Berarti mundur itu?
30:45Ada kemungkinan mundur
30:47Sekolah rakyat?
30:49Sekolah rakyat?
30:51Rencana kemungkinan akhir Agustus yang akan dikunjungi Bapak Presiden
30:59Kalau launchingnya kan sudah 14 Juli yang lalu
31:05Dan saya kalau ngomong sekolah rakyat memang agak-agak
31:13Apa ya?
31:15Ya, karena banyak adik-adik kita yang selama ini tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan
31:31Akhirnya sekarang bisa mendapatkan pendidikan dan kita berharap masa depannya lebih baik mengangkat harga martabat keluarganya
31:43Jadi kalau, karena itulah kami berjuang terus Bapak Presiden mendorong kami untuk bekerja secepat-cepatnya karena
31:59Itu sebuah kebanggaan bagi kita sebagai anak bangsa di usia kemerdekaan yang ke-80
32:21Meskipun hanya satu kita bisa memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita untuk mendapatkan akses pendidikan dan masa depan yang jauh lebih baik itu sangat-sangatlah mulia
32:42Jadi kalau ada pihak-pihak yang mempermasalahkan mengenai sekolah rakyat
32:50Ya, mungkin perlu kita bertanya hatinya di mana gitu
33:01Terus terang kita, sekolah rakyat bagi kita adalah perjuangan yang mungkin tidak bisa diukur dengan angka-angka
33:15Dan kita terus terang belum puas karena baru tahun ini, akhir bulan ini mungkin baru akan 159 lokasi yang kita bisa sediakan untuk saudara-saudara kita yang selama ini belum mendapatkan akses
33:42Itulah makna bagi saya, itulah makna kemerdekaan yang hakiki
33:48Kita semua sadar bahwa pendidikan salah satu cara untuk kita keluar dari kemiskinan yang membelengkuh kita
34:02Belum, belum diputuskan
34:08Mas Pres, terkait kredit janggal rumah prajurit di masa kasat gunung ini sudah sampai ke Trina Presiden Tabu belum?
34:18Itu kan mangkrak ternyata
34:20Soalnya dari pengakuan Pak Dudung ini sudah disampai ke Trina Tabu
34:24Belum denger juga
34:26Belum monitor juga
34:28Pasti kalau ada laporan masuk
34:32Pasti akan
34:34Kita cek seperti apa
34:36Permasalahan
34:38Oke, jadi
34:40Tolong, semangat
34:42Nangis aja
34:44Nanti aku
34:48Aku pasti menyendiri aja
34:50Salam untuk selain sekolah rakyat
34:53Salam untuk adik kita Chelsea
34:56Yang di Jakarta Selatan yang menderita penyakit yang sangat langka
35:05Yang hanya bisa diobati kalau harus kita bawa ke Jerman itu
35:14Baru Jerman yang memiliki teknologi itu
35:16Tetapi
35:17Alhamdulillah
35:18Setelah beberapa bulan
35:20Atas
35:22Atensi dari Bapak Presiden
35:24Adik Chelsea sekarang sudah
35:26Bisa
35:28Bersekolah
35:30Jadi salam untuk Naila
35:32Naila yang
35:34Masih bisa tersenyum
35:36Yang dalam kondisi keluarga yang
35:38Yang
35:40Sangat sulit
35:42Salam
35:44Hormat juga untuk
35:45Chelsea
35:46Untuk Chelsea dan Naila
35:48Kita
35:49Seharusnya semua bergantikan tangan kita
35:52Berjuang untuk bangsa dan negara kita
35:54Terima kasih
35:55Terima kasih
35:56Terima kasih
35:58Terima kasih
36:00Terima kasih
36:02Terima kasih
36:04Terima kasih
36:06Terima kasih
Komentar

Dianjurkan