- 2 jam yang lalu
- #roysuryo
- #doktertifa
- #ijazah
- #jokowi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kuasa hukum Roy Suryo membantah tudingan relawan Jokowi, ada orang kuat di balik ditangguhkannya penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Menurutnya, tuduhan itu hanyalah repetisi.
Menurut Kuasa Hukum Roy, Ahmad Khozinudin tudingan orang kuat di balik perjuangan Roy-Tifa dalam mengungkap ijazah Jokowi, bukan baru kali ini.
Sebelumnya, kubu Jokowi pernah menyebut Partai Biru, hingga yang terakhir menyeret nama mantan wapres Jusuf Kalla yang dituding terlibat mendanai Roy cs di kasus ijazah.
Meski membantah, kubu Roy mempersilahkan relawan Jokowi membuktikan tudingan orang kuat versi mereka.
Lalu seberapa valid tudingan ada orang kuat di balik tak jadi ditahannya Roy Suryo dan Dokter Tifa oleh Kejari Jakarta Selatan?
Kita bahas bersama aktivis yang juga tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, Rustam Effendi dan melalui Zoom ada Ketum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan.
Baca Juga Kuasa Hukum Roy dan Tifa Klaim Tolak Tawaran Restorative Justice | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/676892/kuasa-hukum-roy-dan-tifa-klaim-tolak-tawaran-restorative-justice-sapa-malam
#roysuryo #doktertifa #ijazah #jokowi
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676919/full-panas-debat-rustam-effendi-vs-andi-azwan-soal-tudingan-ada-orang-kuat-di-balik-roy-tifa
Menurut Kuasa Hukum Roy, Ahmad Khozinudin tudingan orang kuat di balik perjuangan Roy-Tifa dalam mengungkap ijazah Jokowi, bukan baru kali ini.
Sebelumnya, kubu Jokowi pernah menyebut Partai Biru, hingga yang terakhir menyeret nama mantan wapres Jusuf Kalla yang dituding terlibat mendanai Roy cs di kasus ijazah.
Meski membantah, kubu Roy mempersilahkan relawan Jokowi membuktikan tudingan orang kuat versi mereka.
Lalu seberapa valid tudingan ada orang kuat di balik tak jadi ditahannya Roy Suryo dan Dokter Tifa oleh Kejari Jakarta Selatan?
Kita bahas bersama aktivis yang juga tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, Rustam Effendi dan melalui Zoom ada Ketum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan.
Baca Juga Kuasa Hukum Roy dan Tifa Klaim Tolak Tawaran Restorative Justice | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/676892/kuasa-hukum-roy-dan-tifa-klaim-tolak-tawaran-restorative-justice-sapa-malam
#roysuryo #doktertifa #ijazah #jokowi
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676919/full-panas-debat-rustam-effendi-vs-andi-azwan-soal-tudingan-ada-orang-kuat-di-balik-roy-tifa
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Terima kasih yang masih bersama kami di Kompas Petang.
00:04Saya Sintia Rompas, Saudara Kuasa Hukum Roy Suryo membantah tudingan relawan Jokowi ada orang kuat
00:09dibalik ditangguhkannya penahanan Roy Suryo dan Dr. Tifa.
00:13Menurutnya tuduhan itu hanyalah repetisi.
00:16Menurut Kuasa Hukum Roy, Ahmad Kozinuddin, tudingan orang kuat dibalik perjuangan Roy Tifa
00:21dalam mengungkap ijasa Jokowi bukan baru kali ini.
00:25Sebelumnya kubu Jokowi pernah menyebut Partai Biru hingga yang terakhir menyeret nama mantan Wapres Yusuf Kala
00:31yang dituding terlibat mendanai Roy CS di kasus ijasa.
00:35Meski membantah, kubu Roy mempersilahkan relawan Jokowi membuktikan tudingan orang kuat versi mereka.
00:46Itu adalah tudingan yang sebenarnya direpetisi ya.
00:48Dulu sampai Pak SBI melalui Partai Demokrat membuat laporan polisi
00:52dan akhirnya juga tidak bisa dibuktikan siap orang besar tersebut.
00:56Kemudian juga Pak JK sampai membuat laporan polisi
00:58karena dituding sebagai bagian dari orang besar
01:01dan bahkan mendanai perjuangan Roy Suryo dan kawan-kawan ini juga tidak terbukti begitu.
01:06Saya pikir ini adalah dalih yang berulang kali diulangi dalam rangka
01:10untuk mendelegitimasi wonang dari Kejaksaan Negeri
01:13yang memang dalam hukum, Jaksa itu punya wonang untuk menahan
01:16sekaligus punya wonang untuk memberikan penangguhan.
01:18Dan kita tahu kemarin penangguhan itu diberikan karena ada permohonan,
01:22ada jaminan dari lawyer juga keluarga.
01:24Dan bahwa kalau ada kemudian tuduhan ada orang besar
01:27semuanya sederhana saja, dibuktikan saja.
01:39Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia,
01:44Bapak Prabowo Subianto, karena beliau sangat andil.
01:47Mbak Tifa sendiri, terima kasih kepada tokoh-tokoh ini.
01:50Kan disebut, berarti ada intervensi politik di sini.
01:57Penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo dan Dr. Tifa
02:00menuai protes keras dari kubu mantan Presiden Jokowi Dodo.
02:04Mereka menduga kuat, ada campur tangan pihak berkuasa
02:08hingga memengaruhi kebijakan korps adiaksa dalam perkara fitnah ijasa Jokowi.
02:13Selain itu, kubu Jokowi juga menilai janggal
02:16karena nama Presiden Prabowo ikut dibawa-bawa
02:19sebagai pihak termohon dalam bugatan pra-peradilan
02:23atas penahanan Roy Tifa.
02:24Yang menjadi aneh Mbak Sindy, ketika ada seseorang telah ditangguhkan penahanannya.
02:35Kemudian setelah ditangguhkan, dia melakukan perapit kepada kepolisian
02:42dan kepada kejaksaan yang tambah aneh lagi.
02:46Mbak Sindy, Presiden Republik Indonesia juga sebagai termohon
02:54politik praktis ini bermain di sini.
02:58Dan Mbak Tifa sendiri, terima kasih kepada tokoh-tokoh ini.
03:01Kan disebut bantuannya.
03:04Berarti ada intervensi politik di sini.
03:06Tudingan berpolitik dibalik penangguhan penahanan Roy Tifa
03:11dibantah simpatisannya.
03:13Menurutnya, dukungan sejumlah tokoh dan warga
03:16dilatar belakangi rasa kemanusiaan
03:18atas cara penangkapan Roy Tifa
03:20yang dinilai melanggar prosedur.
03:24Kalau soal politik tadi itu, itu juga kemanusiaan, Bang.
03:28Itu juga kawan-kawan yang mendengar cara-cara polisi menahan
03:33Pak Roy dan Ibu Tifa, mendengar cara-cara bahwa
03:38tengah malam akan dibawa, itu kan kemanusiaannya tergerak.
03:43Dan membuat sebuah surat ataupun dukungan,
03:47ataupun penjaminan penahanan seperti itu, kan?
03:51Itu bukan satu dua orang tokoh politik,
03:53tapi rakyat juga banyak yang membuat.
03:57Sebelumnya, Dr. Tifa yang terharu dengan dikabulkannya
04:00penangguhan penahanannya oleh Kejari Jakarta Selatan
04:02meyakini ada andil Presiden Prabowo
04:05dalam perjuangannya bersama Roy Suryong.
04:09Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada
04:11Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
04:15Karena beliau sangat andil.
04:16Saya yakin beliau berandil di dalam
04:18bagaimana kita berjuang ini.
04:21Kemudian yang kedua adalah kepada
04:22Kejaksaan Agung dan jajarannya,
04:25Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, Jakarta Selatan.
04:29Kami difasilitasi dengan sangat luar biasa,
04:32kami diperlakukan dengan sangat baik.
04:34Jangan dirupakan, kita masih harus tetap membeli lapunnya.
04:38Bukan baru kali ini kasus ijasa Jokowi
04:40dikaitkan dengan kekuatan politik.
04:43Jauh sebelumnya, Jokowi pernah menyebut
04:46ada tokoh besar yang sengaja memainkan kasus ijasa
04:49untuk menurunkan popularitasnya sebagai seorang mantan Presiden.
04:56Tim Liputan, Kompas TV
05:03Ucapan terima kasih Dr. Tifa kepada Presiden Prabowo
05:07dan beberapa pihak saat penangguhan penahanannya
05:09dikabulkan di nilai relawan Jokowi
05:11memiliki muatan politik.
05:14Namun Kuburoi membantah bahwa dukungan para tokoh
05:17adalah dukungan atas dasar kemanusiaan.
05:20Lalu seberapa valid tudingan ada orang kuat
05:23dibalik tak jadi ditahannya Roy Suryo dan Dr. Tifa
05:26oleh Kejari Jakarta Selatan
05:28kita bahas bersama aktivis yang juga tersangka
05:30dugaan fitnah ijasa Jokowi, Rustam Effendi
05:33yang sudah ada di studio dan melalui Zoom
05:35ada Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Aswan.
05:40Selamat petang Bang Andi, selamat petang.
05:43Bang Rustam terima kasih ya sudah bergabung di studio.
05:46Bang Andi terima kasih.
05:46Bang Andi, saya langsung nih ya
05:49kalau Dr. Tifa mengucapkan secara jelas
05:52terima kasih kepada Presiden Prabowo
05:54dan juga Kejaksaan Agung dan Kejari Jaksel
05:57kenapa kubu Anda menilai ini syarat dengan muatan politis?
06:04Ya, terima kasih Sintia.
06:05Kenapa kita katakan muatan politis?
06:08Seperti kita ketahui ya
06:10antara P21 itu kan dibuat oleh Kejaksaan Agung
06:15Kejati DKI, ya.
06:17Kemudian pasti ada koordinasi
06:20antara Kejati DKI dengan penyidik Polda Metro Jaya
06:23untuk menguntaskan perkara ini
06:26masuk ke Kejaksaan Tahap 2.
06:30Ya, dan ini dilakukan
06:31dengan melalui penangkapan itu.
06:34Pasti ada koordinasi antara Kejati dan
06:37Polda Metro Jaya.
06:39Yang nantipun, ya, itu diserahkan pada tahap 2 itu
06:43dalam status tahanan
06:44dan di sana juga dalam status tahanan, gitu.
06:48Tapi, yang agak anomali
06:51buat saya selama ini kan selalu begitu.
06:54Ya, status tahanan di Polda
06:56kemudian dikirim ke Kejaksaan
06:58itu juga dalam status tahanan
07:00diteruskan penahanan itu sampai
07:02ke tahap penyidangan.
07:03Tapi, ini anomali sekali.
07:05Ternyata, ini dibebaskan, ya.
07:09Dengan jaminan dari keluarga dan sebagainya.
07:12Nah, kalau kita melihat
07:14apakah ini ada intervensi?
07:18Jelas sekali kalau kita mengatakan
07:20intervensi ini ada.
07:21Karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan
07:23di masyarakat.
07:24Dengan statement dari tersangka
07:27yang ditanggukan penahanan yang ini
07:29yaitu Dr. Tifa.
07:30Bahwasannya ada.
07:32ada andil dari Presiden Republik Indonesia.
07:35Dan ini saya melihatnya
07:37kalau diri dari pribadi saya
07:39bahwasannya ini ingin geret.
07:43Ya, menggeret Presiden Republik Indonesia ini
07:47yang bersahabat baik
07:48dengan Pak Jokowi ini
07:49untuk dipisahkan secara politik.
07:52Ini yang saya lihat dari situ, Pak.
07:54Oke, bagaimana Bang Rusa
07:56melihat ada andil
07:57ada andil yang bisa dibilang
08:00sangat besar.
08:01Ini yang disebutkan Dr. Tifa
08:02tapi dijawabnya usai jeda
08:03tetap bersama kami di Kompas Petang.
08:11Terima kasih Anda masih bersama kami
08:13di Kompas Petang.
08:14Bang Rusa, mungkin saya langsung
08:16saya akan mengutip
08:17ucapan Dr. Tifa
08:19yang dia sampaikan
08:21saat penangguhan berhasil dilakukan
08:24atau dikabulkan.
08:26Ini ya, kutipan dari Dr. Tifa.
08:28Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih
08:30kepada Presiden Prabowo
08:31karena beliau sangat andil
08:34di dalam bagaimana kita berjuang ini.
08:37Ini andil maksudnya bagaimana?
08:39Ya, bismillahirrahmanirrahim.
08:40Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:43Kalau menurut saya
08:44pernyataan Dr. Tifa itu
08:46sangkin dia bersyukurnya.
08:49dia berterima kasih
08:51kepada Pak Prabowo.
08:54Artinya secara spontanitas gitu loh.
08:56Jadi ketika Andi Aswan atau
08:58Termul-Termul itu mengarahkan kepaduannya
09:00ada orang besar.
09:01Ini kan mereka selalu
09:02selalu berbicara seperti itu.
09:04Terima kasihnya dalam hal apa nih?
09:06Artinya nggak ditahan lah.
09:08Tahan ini kan kasusnya hukum ya.
09:10Artinya ada spesifik
09:12dari lembaga hukum
09:15yang harusnya mungkin
09:17beliau kejaksaan,
09:19kejaksaan negeri,
09:19kejaksaan tinggi gitu.
09:20Jadi gini menurut saya
09:22sepertinya hari ini
09:23kejaksaan lebih cerdas
09:24ketimbang polisi gitu loh.
09:26Jadi dia...
09:27Tapi kenapa mengucapkan
09:27terima kasihnya kepada Presiden?
09:28Itu wajar-wajar saja.
09:29Dia bicara terima kasih Pak Prabowo
09:31karena kan hari ini Presiden Prabowo.
09:33Masa dia harus bilang
09:34terima kasih Pak Jokowi kan tidak mungkin.
09:35Oke, tapi ditahan dulu.
09:37Ada yang juga disebutkan Dr. Tifa
09:39adalah andil di situ
09:41dalam perjuangan ini.
09:43Ya kalau menurut saya gini,
09:44saya kan ada di dalam perjuangan itu.
09:46Artinya saya pribadi
09:47tidak mengetahui
09:49bahwa sebenarnya Jokowi
09:50maaf, Pak Prabowo terlibat
09:52ikut andil dalam ini.
09:54Artinya memang itu spontanitas
09:55yang diutarakan
09:57Dr. Tifa
09:58atas kelegaan dia
10:00tidak ditahan.
10:02Spontanitas menurut saya.
10:03Jadi isu-isu
10:04tentang orang besar itu
10:06ini saya merasa
10:07ini memang justru
10:08relawan Jokowi inilah
10:10yang membuat gaduh masalah ini.
10:12Tidak ada orang besar.
10:12dari dulu juga tidak ada orang besar.
10:14Meskipun sebenarnya
10:15kata andil itu
10:16banyak dimaknai
10:17sejumlah pihak,
10:19sejumlah orang
10:21memiliki peran
10:22khusus.
10:23Karena bukan sekedar
10:24ucapan terima kasih
10:24tapi ada peran andil ini.
10:27Oh itu sah-sah saja
10:27menurut pandangan
10:28orang lain gitu kan.
10:30Tapi saya yang ada di dalam
10:31menyatakan
10:32Prabowo ini
10:33saya rasa
10:33dia lebih bijaksana lah.
10:35Artinya
10:35dia tidak memiak
10:36kepada kami
10:37dan juga
10:38dia tidak juga
10:39memiak kepada Jokowi.
10:40kalau dia memiak kepada kami
10:42yang tadi mbak bilang
10:43andil itu
10:44ya jelas
10:44saya rasa Jokowi
10:45udah ditangkap dari dulu.
10:46Karena apa?
10:47Karena saya yakin
10:48Pak Prabowo juga
10:49punya intelijen
10:50yang tahu soal ini
10:51dan saya
10:51Kenapa harus ditangkap?
10:53Ya karena memang
10:53ijazah saya palsu.
10:55Kan gitu.
10:56Jadi kawan-kawan
10:56di kalangan aktivis ini mbak
10:58ini udah tahu
10:59siapa pembuatnya.
11:00Saya kan selalu bilang
11:00pembuat ijazah ini
11:01Eko Sulistio
11:02aktivis juga.
11:03Jadi kita ini tahu
11:04jadi kalau kasus ini
11:05bergulir
11:06kita ketawa aja
11:06anak aktivis ini
11:07itu kerjanya si Eko itu.
11:08Bang Andi
11:09buktinya apa sih
11:10bahwa ada orang kuat
11:11dibalik kasus ijazah Jokowi ini?
11:15Ya jelas itu
11:16apa yang dikatakan Pak Jokowi itu
11:17memang benar adanya
11:19kalau dikatakan
11:20ada orang besar
11:20di belakang itu.
11:21Buktinya?
11:22Karena semakin
11:23kemari
11:23itu kan semakin terkuat ya.
11:25Dikatakan orang besar itu
11:27kan bukan hanya
11:27seorang badan besar
11:29tidak.
11:29Tapi mempunyai pengaruh
11:30jelas ada pengaruh.
11:31Pengaruh apa ya?
11:32Mungkin pengaruh secara politik
11:34pengaruh secara ekonomi
11:35dan sebagainya.
11:37Tapi kalau kita lihat
11:38apa yang dikatakan
11:39dari Diktor Tifa itu
11:40keluar dari hati yang dalam.
11:42Berarti dia
11:44menghadapi suatu proses
11:45yang mungkin
11:46berinteraksi dalam hal itu.
11:48Tapi secara
11:49pribadi saya
11:50ini
11:52tidak mungkin
11:54seorang presiden
11:55akan mencapai
11:56urusan ini.
11:57Jelas untuk itu.
11:58Tapi
11:58terlihat tadi seperti
11:59ada suatu skenario
12:00untuk menarik
12:03permasalahan ini
12:04untuk
12:04mengadu domba
12:05antara Pak Jokowi
12:06dengan
12:06Pak Presiden yang jelas.
12:08Tapi kekhawatiran Anda
12:09itu di mana
12:09dengan ucapan
12:11dari Dr. Tifa
12:12termasuk ada
12:13klausul kata
12:14sangat andil ini.
12:15Kekhawatirannya di mana?
12:16Karena
12:17karena begini
12:18waktu tanggal 18 saja
12:21Mas Didit
12:21putra beliau
12:23bertemu dengan Pak Jokowi
12:24tidak ada masalah
12:25tidak ada apa
12:25tertawa dan senang
12:27kok gitu.
12:28Kalau dikatakan
12:29sekarang ada andil
12:30dari Pak Prabowo
12:31sebagai presiden
12:32dalam kasus ini
12:33mungkin ditanggungkan
12:34penahanannya.
12:35Kalau buat saya
12:36saya tidak percaya
12:37perkataan itu.
12:40Tapi yang saya lihat
12:41seperti ada suatu
12:42skenario
12:44kata andil ini
12:46artinya
12:46ingin membuat
12:47suatu cerita
12:48bahwa saya ini
12:50cerita yang
12:50saya katakan
12:52cerita omong kosong
12:53untuk
12:53membuat
12:55suatu drama
12:56yang dikatakan
12:57bahwa saya
12:58Pak Prabowo
12:58di sini
12:59terlibat
13:00untuk dihadapkan
13:01dengan Pak Jokowi.
13:03Ini kalau
13:04saya lihat
13:04seperti itu.
13:05Dan apalagi
13:06tadi dikatakan
13:07saudara-saudara
13:09tahu betul
13:10siapa
13:10pembuat
13:11ijazah Pak Jokowi.
13:12Ingat
13:12ijazah Pak Jokowi
13:14tidak belum ada
13:14keputusan
13:15secara hukum.
13:16Tidak boleh
13:17dikatakan
13:18palsu.
13:19Itu tidak boleh
13:20karena tidak ada
13:21keputusan hukum.
13:21Itu yang
13:23seperti disebutkan
13:24Pak Rusta
13:25gimana itu?
13:25Eko kemana Eko?
13:27Itu kalau
13:28menurut saya
13:28Eko
13:29Eko Sulistu itu
13:30ketua KPUB Sulu.
13:31Pemikirannya
13:32pemikiran yang
13:33jalanan.
13:35Cari Eko
13:35Pak Jokowi ketemu dengan saya.
13:37Kita punya orang
13:38yang ikut dengan Eko kok.
13:39Karena apa?
13:40Tidak mempunyai
13:41bukti yang jelas
13:43tidak mempunyai saksi
13:44mengenai
13:45yang dikatakan
13:46diasumsikan oleh
13:47dia itu.
13:47Bukan
13:47asumsi.
13:49Orang itu
13:49mengatui.
13:50Oleh karena itu
13:50cerita yang selalu
13:51dibuat
13:52di Bukal
13:54Nanti kita buktikan
13:55orang-orang itu
13:55ada kok.
13:56Ada seseorang
13:58yang selalu membuat
13:59provokasi-provokasi
14:00dan repotisi
14:01mana.
14:02Ada orang besar itu
14:03mana.
14:03Selalu dibicarakan
14:04orang besar terus.
14:05Tapi enggak ada bukti
14:06ketika
14:07JK tampil
14:08Pak Ismail tampil
14:09langsung
14:10siut nyalinya
14:10orang-orang ini.
14:13Orang besar itu
14:13Jokowi.
14:14Saya melaporkan
14:16di Baris Krim
14:16dengan cepat
14:18dinyatakan asli
14:19lalu laporan Jokowi
14:20dengan cepat.
14:21Oke Bang Rusan gini
14:23bahwa tadi
14:24Bang Ani menyampaikan
14:25bahwa
14:25ini membuat cerita
14:27sengaja dibuat cerita
14:29untuk membenturkan
14:30kedua tokoh
14:31yang bersahabat
14:31Pak Jokowi
14:32dan Pak Prabowo
14:33bagaimana Anda menyebut ini?
14:34Oh itu kan
14:35Andi aja itu
14:36berasumsi seperti itu
14:37padahal kami
14:38terus terang aja
14:39kan sudah saya bilang
14:40ini tidak ada
14:40peran yang
14:42katanya
14:42membenturkan
14:43enggak ada
14:43ini secara
14:44spontanitas aja
14:45gitu artinya
14:47Pak Prabowo
14:48enggak mungkin lah
14:48ikut campur masalah ini
14:49saya bilang
14:50kalau Pak Prabowo
14:51ikut campur
14:51itu Jokowi sudah
14:52ditangkap dari kemarin
14:53karena jaringan kita
14:55nih aktivis
14:55Pak Prabowo juga tahu
14:56itu siapa yang buat
14:57gitu loh
14:59bagaimana Anda menjawab
15:00kalau memang Pak Prabowo
15:01andil
15:02Pak Jokowi sudah
15:03ditangkap
15:04bagaimana Anda
15:05merespon ini?
15:07Bang Andi
15:07kan saya tidak
15:08katakan
15:08ini kan adalah
15:09skenario yang dibuat dia
15:10yang tidak mungkin
15:12Pak Prabowo
15:12akan terlibat
15:13dalam hal ini
15:14dibuat siapa?
15:15tapi seolah-olah
15:16skenarionya siapa yang buat?
15:18ini kan
15:19dugaan saya
15:20untuk skenario itu
15:21tidak mungkin
15:23seorang Presiden
15:24ikut campur
15:25dalam hal ini
15:26yang dikatakan
15:27terima kasih Pak Presiden
15:30atas andil Anda
15:31itu ada suatu
15:32cerita yang dibuat
15:33ingin membetulkan
15:34dengan Pak Jokowi
15:36sebagai sahabat beliau juga
15:37tidak
15:37artinya menurut Anda
15:39ini kan
15:40bang
15:41ini kan
15:42kalau ngomong
15:42sudah begitu
15:44tidak ngaco
15:49ini orang ini kan
15:51kalau ngomong
15:52asal ngomong aja
15:52kemarin orang besar
15:54Pak Jokowi
15:55dibilang
15:56terus lagi
15:56bang Andi
15:57kalau tadi Anda
15:58bilang bahwa ini
15:59ada skenario
16:00jadi menurut Anda
16:01dokter Tifa
16:02sengaja
16:03mengucapkan
16:03hal tersebut
16:04berdasarkan
16:05in purpose gitu
16:07dengan sengaja
16:08menyebutkan
16:08nama Pak Prabowo
16:09saat dibebasan
16:12dugaan saya
16:13in purpose iya
16:14iya enggak
16:15bang Rustam
16:15dengan tujuan
16:17tidak menyebutkan
16:18nama Pak Jokowi
16:19saat penangguhannya
16:20dikabulkan
16:21dokter Tifa ini
16:23saya rasa
16:24menurut saya
16:24tidak ada niat
16:25untuk membenturkan
16:26ini hanya
16:27spontanitas
16:28karena saya ada
16:29di situ
16:29saya tahu
16:30perusiwa itu
16:31kalau misalkan
16:31dia bilang
16:32ini akan
16:32membenturkan
16:33ini kan
16:33karena hanya
16:34si Andi Aswan
16:35aja nih
16:35memang kalau ngomong
16:36suka begitu
16:37jadi artinya
16:38kalau orang ini ngomong
16:39jangan didengerin
16:40salah terus
16:40orang besar
16:41kemarin SBY
16:42kemarin lagi
16:43JK yang dibilang
16:44cari caplin
16:44segala macem
16:45tapi kira orang itu
16:46tampil kabur
16:47semua orang ini nih
16:48jadi lagu-lagu aja nih
16:50asal-asal dia
16:51justru dia nih
16:52yang bikin kacau
16:53negara ini nih
16:53mengadu-adu Pak Prabowo
16:54dengan Jokowi
16:55asumsi dia sendiri nih
16:56bukan kami
16:57saya ada di dalamnya
16:58dan ini juga kan
16:59yang siapa
17:00ini kan gak ada
17:00legalitasnya ini
17:02oke
17:02saya coba
17:03minta konfirmasi ya
17:04Bang Rustam ya
17:05ini kan terbaru
17:06kubu Anda
17:06mengajukan gugatan
17:07praperadilan
17:08atas penangkapan
17:10dan penahanan
17:10Roy Tiva
17:11saya mau konfirmasi nih
17:12oke
17:12benar tidak
17:13nama Presiden Prabowo
17:14ini dijadikan
17:15atau masuk
17:17dalam pihak termohon
17:18dalam hal tersebut
17:19jadi gini
17:21ada juga
17:22di grup itu
17:23soal
17:23praperadilan itu
17:25tapi itu kan
17:25diajukan oleh
17:27Bang Al-Katiri
17:28itu
17:29asumsinya
17:30dipikir akan ditahan
17:31tapi kalau menurut saya
17:32itu akan dicabut
17:33nantinya
17:33oke
17:34artinya
17:34saat ini
17:35untuk sementara waktu
17:36tidak akan dianggap ya
17:37istilahnya tidak jadi
17:38dilakukan ya
17:39oke
17:40ini salah
17:41berarti komunikasinya
17:43Rustam
17:44ya
17:44udah gak usah
17:45ajarin saya lah
17:46kamu tuh siapa
17:47saya baru
17:48itu aja
17:48saya baru
17:53sudah masuk itu hari
17:55Senin
17:55itu praperadilan itu
17:56ya
17:57jadi kalau kita
17:58lihat ya
17:59apa lagi
18:00kalau Rustam itu
18:01bicarakan cuma
18:02bacotnya aja
18:02itu tidak ada
18:03saya langsung
18:04tadi berdua
18:05itu ya
18:05di salah satu
18:06stasiun TV
18:07swasta yang lain
18:08ya
18:08itu dijelaskan
18:10bahwa itu
18:10praperadilan
18:11mereka sudah melakukan
18:11praperadilan
18:12dan memang
18:13sudah disedulkan
18:14kalau tidak salah
18:15itu tanggal 1
18:16ya
18:17baik
18:17begitu
18:17baik
18:18kalau gitu
18:19kita tunggu
18:19kelanjutan dari
18:20kasus ini
18:21terima kasih
18:21Bang Andi Aswan
18:23terima kasih Bang Rustam
18:24Andi Aswan
18:24dari Anton
18:26oke baik
18:28siap
18:28terima kasih
18:28Bang Rustam
18:29Bang Andi
18:30terima kasih
18:31sudah berbagi perspektif
18:32di Kompas Petang
18:32selamat sore
18:33selamat menikmati
Komentar