Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat menjadi harapan baru bagi dunia internasional.

Dampak ekonomi akibat perang Iran vs Amerika Serikat dirasakan langsung oleh berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lantas, apa yang harus dilakukan Indonesia?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:

- Hikmahanto Juwana - Pakar Hukum Internasional

- Abra Talattov - Ekonom INDEF

- Dian Wirengjurit - Dubes RI untuk Iran 2012-2016


Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Iran-AS Damai, Angin Segar buat Indonesia? Tayang Rabu, 24 Juni 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.


#perang #iran #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/676926/full-iran-as-damai-harga-bbm-di-indonesia-akan-turun-satu-meja
Transkrip
00:01Selamat malam, kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat menjadi harapan baru dunia internasional.
00:09Dampak ekonomi akibat perang Iran versus Amerika Serikat dirasakan langsung oleh dunia, termasuk Indonesia.
00:16Indonesia harus bisa memanfaatkan situasi baik ini demi perbaikan ekonomi dalam negeri.
00:21Iran, Amerika Serikat damai, angin segar untuk Indonesia.
00:25Inilah satu Meja The Forum malam ini bersama saya, Yogi Nugrahar.
00:29Sudah hadir di Studio Kompas TV, tamu-tamu terhormat saya.
00:33Ada Pak Dian Wireng Jurid, Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran 2012-2019.
00:40Selamat malam Pak Dubas.
00:40Selamat malam, sehingga sehat.
00:42Alhamdulillah.
00:44Selamat malam, pemirsa.
00:45Hadir juga Prof. Hikmahanto Juwana, pakar hubungan internasional.
00:51Makin semangat, Prof.
00:52Semangat, masih Yogi.
00:54Masih terus nonton di...
00:58Dengan breakdance-nya ya.
01:00Hadir juga Abrat Alatov, ekonomi indef.
01:02Bu Ngabra, apa kabar?
01:04Alam, Mas Yogi.
01:05Alam.
01:05Baik.
01:06Oke.
01:06Saya mau ke Profik.
01:08Profik?
01:09Ya.
01:10Kesepakatan damai menjadi harapan baru.
01:13Demikian disebut banyak media internasional.
01:16Investor global berharap bahwa ini ada terobosan, minimal ada perbaikan.
01:22Tetapi kan kita pernah punya cerita bahwa di Pakistan sempat gagal.
01:28Anda melihat kesepakatan ini seperti apa substansinya?
01:31Apa haruskah Indonesia seperti juga negara lain berharap banyak terhadap kesepakatan damai Iran dan Amerika ini?
01:38Ya tentu kalau berharap banyak ya pasti lah ya.
01:41Kita harus berharap banyak karena adanya perang yang enam minggu itu telah membuat tidak hanya Iran, kemudian Amerika Serikat, bahkan
01:52negara-negara yang mendukungnya itu menjadi kerepotan.
01:56Tapi dunia sudah menjadi kerepotan termasuk kita di Indonesia berkaitan dengan harga minyak, terkait dengan supply chain, terkait dengan pelambatan
02:07perekonomian dunia yang akan tentunya berdampak pada pelambatan perekonomian nasional.
02:12Jadi kita tentu menyambut baik kesepakatan damai, tapi perlu diingat Mas Yogi bahwa ini hanya tahapan pertama, MOU ya disebutnya.
02:25Jadi baru tahap fase pertama dan masa panjang.
02:29Dan fase pertama ini kan untuk 60 hari.
02:3160 hari karena nanti dalam 60 hari ini dilakukan negosiasi-negosiasi termasuk salah satunya berkaitan dengan senjata nuklir, lalu uranium
02:44yang diperkaya oleh Iran.
02:46Nah ini yang Hezbollah ini kan harusnya mereka Israel itu sudah harus menghentikan serangan ke Lebanon.
02:55Nah ini yang Presiden Amerika Serikat sudah dengan tegas dan keras mengatakan Israel kalau gak ada Amerika Serikat, anda itu
03:04gak mungkin ada sekarang ini.
03:06Udah sampai dalam level seperti itu.
03:08Memang saya yakin Amerika Serikat paham bahwa Israel itu negara yang berdaulat, dia punya keputusan, kebijakan yang bisa dibuat sendiri.
03:21Tetapi permasalahannya adalah di dalam kesepakatan damai yang 60 hari ke depan ada gencatan senjata, itu Iran mengatakan bahwa serangan
03:33itu harus dihentikan.
03:35At all fronts, itu di pasal satu antara Amerika Serikat dan Iran.
03:41Itu sudah disebutkan seperti itu.
03:43Nah Presiden Amerika Serikat, Trump itu sudah mengatakan bahwa harus hentikan, harus hentikan.
03:50Tapi dia juga tahu bahwa Israel itu punya kedaulatan yang belum tentu dia mau menghentikan.
03:55Karena Profik tadi menyampaikan ini adalah fase awal, artinya bisa jadi posisi Israel ini bisa jadi kerikil penghambat.
04:01Karena yang namanya menghentikan serangan ke Lebanon, Hizbullah itu kan menjadi satu bagian kesepakatan yang dari sisi Iran.
04:10Betul, bahkan kalau saya menyebutnya gak hanya kerikil, tapi bisa menjadi pensabotase.
04:15Pensabotase tidak hanya antara Amerika dan Iran, tetapi dunia.
04:19Karena segala sesuatu kan tergantung pada kesepakatan yang sudah dibuat antara Amerika Serikat dengan Iran.
04:27Dan ke depannya ini mereka akan melakukan detailing dari apa yang menjadi kesepakatan yang ada di dalam MOU ini.
04:37Jadi ini kalau kita sebut itu, waktu kita buat perjanjian ART dengan Amerika Serikat, Agreement on Reciprocal Trade,
04:45itu kan diawali dengan yang namanya Framework Agreement.
04:48Nah itu kerangkanya.
04:50Jadi setelah kerangka itu disepakati, baru detailingnya itu dimasukkan di dalam ART ini.
04:57Ini juga seperti itu, MOU nanti baru ada perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran.
05:02Apun demikian ya Indonesia masih tetap boleh berharap lah ya.
05:05Oh iya.
05:06Meskipun masih panjang fasenya.
05:08Betul sekali. Jadi kita tentu berharap, kita boleh agak sedikit lega ya.
05:15Karena kan kesepakatan damai kemarin ini yang juga penting bagi dunia adalah terkait dengan Selat Hormuz.
05:21Bahwa Iran akan membuka bahkan volume trafik itu seperti sebelum terjadinya perang.
05:28Dan Amerika Serikat sudah tidak lagi melakukan blokade.
05:33Sebenarnya kalau bagi dunia, menurut saya ya, kalau gak ada faktor Selat Hormuz mungkin mereka masih tenang.
05:40Tetapi karena ada masalah Selat Hormuz yang memicu harga minyak, itu yang membuat dunia itu sangat khawatir.
05:48Jangankan dunia, Amerika Serikat yang Trump mengatakan bahwa kami ini punya banyak minyak kok sebenarnya.
05:54Tetapi kan pelaku usaha, pelaku usaha di Amerika ketika dia menjual minyak itu di dalam negeri,
05:59tetap merujuk pada harga minyak dunia.
06:02Ya kan gak mungkin dia menjualnya lebih murah daripada itu.
06:07Karena secara bisnis gak masuk itu kalau seperti itu.
06:10Saya ke Bung Abra.
06:11Bung Abra, kalau kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat,
06:16satu hal tadi disampaikan oleh profit, masih ada tahapannya.
06:19Tetapi kan investor global kan berharap menyambut, ya itu tadi, Selat Hormuz segera dinormalisasi.
06:25Karena dampaknya selama ini hampir 6 bulan membuat krisis energi harganya gak karu-karuan.
06:32Anda melihat seberapa besar sih kalau emang Selat Hormuz itu betul-betul menjadi bagian tak terpisahkan
06:38dari kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat,
06:41itu bisa langsung berdampak kepada Indonesia dari sisi stabilitas harga dan sebagainya untuk energi.
06:50Ya Mas Yogi yang menjelas, Selat Hormuz ini menjadi pangkau ya,
06:55tekanan terhadap kondisi ekonomi dan krisis energi dunia termasuk Indonesia.
06:59Jadi dalam 3,5 bulan terakhir, ya pasca Selat Hormuz itu ditutup,
07:03maka mobilitas ya pergerakan minyak dan energi lainnya itu mengalami gangguan
07:11dan itu pada akhirnya kan menekan situasi ekonomi masing-masing negara
07:16dalam konteks fiskal misalnya di bulan April ya pemerintah waktu itu
07:21bahkan sampai rapat di level tinggi dan membuat skenario.
07:25Jadi ada kekhawatiran fiskal kita akan jebol defisitnya lebih dari 3 persen.
07:31Dan bahkan di skenario tersebut juga,
07:33bahkan sampai skenario yang paling optimis saja,
07:35itu kita akan melampaui 3 persen terhadap GDP,
07:38defisit fiskal kita.
07:39Artinya ketika harga minyak mentah melampaui 100 dan sudah terjadi di bulan Mei itu,
07:44memang ada kekhawatiran besar bahwa negara kita tidak akan mampu
07:48menampung ya tambahan kebutuhan subsidi energi.
07:52Nah makanya kan dalam beberapa waktu belakangan muncul polemik kan,
07:55menaikan harga khususnya BBM non-subsidi.
07:58Jadi BBM subsidi-nya masih bisa diabsorb oleh pemerintah,
08:01tetapi karena badan usaha termasuk Pertamina dalam hal ini juga menaikan harga BBM non-subsidi,
08:06itu menjadi komunitas politik.
08:09Nah jadi kembali lagi bahwa ketika nanti harga minyak mentah ini terus mengalami perlambatan,
08:16itu pastinya akan satu sisi dalam jangka pendek akan membuat sentimen positif terhadap kondisi fiskal kita.
08:22Karena dengan begitu pemerintah tidak perlu merogoh kocek lebih banyak
08:25untuk tambahan subsidi dan itu bisa direalokasi.
08:28Ketika selat hormus bisa?
08:29Betul, ketika selat hormus normal dan akan lebih sustain.
08:32Karena dari Januari sampai Mei kemarin mas,
08:35rata-rata harga ACP kita itu sudah di level 91 dolar per barrel,
08:39sudah melampaui lebih dari 32 persen dari asumsi.
08:42Jadi kalau misalkan ini bisa terus harganya melandai,
08:46tentu ini menjadi kabar baik.
08:48Tapi pertanyaan, karena begitu ada kesepakatan damai,
08:50selat hormus sedang diupayakan,
08:52orang, masyarakat berharap,
08:54oh ini ada penyesuaian harga ini, turun nih gitu.
08:57Apakah secepat itu atau bagaimana teknisnya?
08:59Ya untuk produk subsidi,
09:00saya pikir harganya kemungkinan besar masih akan tetap sama.
09:03Jadi pemerintah memang bisa menghemat ya,
09:07tadinya adanya kebutuhan tambahan subsidi dan kompensasi energi,
09:09bisa dikembalikan lagi untuk belanja produktif yang lain,
09:13yang dalam beberapa bulan kebelakangan ini dikunci.
09:15Jadi signifikan ya,
09:17kalau memang ada kesepakatan damai,
09:18ada perubahan di selatan rumput, signifikan ya?
09:20Betul, justru yang diharapkan oleh masyarakat adalah
09:23harga-harga BBM non-subsidi,
09:26itu adakan ada penyesuaian dalam waktu dekat.
09:29Penyesuaian itu turun lah ya?
09:30Turun.
09:30Iya kan, kalau memang ada perbaikan di sana?
09:32Betul, karena di samping itu mas,
09:34selain harga minyak juga turun,
09:36kan sentimennya juga positif buat rupiah kita.
09:38Pak Duta Besar,
09:40Pak Duta Besar,
09:41kalau dilihat perjanjian tadi sampaikan Profik itu,
09:46ini enggak serta-merta langsung seperti,
09:48oke selesai semuanya.
09:50Saya akan menggali dulu dari sisi itu,
09:52sebelum nanti saya akan bertanya,
09:55sepanjang menjadi Duta Besar di sana,
09:57sebenarnya hubungan Indonesia dengan Iran,
09:59itu kan jangan-jangan agak nahan sekarang ya,
10:02karena ada situasi ini,
10:03yang kedua posisi Indonesia mungkin sudah terlanjur oke di BOP gitu.
10:08Anda sendiri melihat sebetulnya,
10:10kalau memang ini kesepakatannya mulus,
10:12jalan sebenarnya,
10:13Indonesia sama Iran itu punya potensi apa sih
10:16dari sisi hubungan diplomatik?
10:18Terima kasih, terima kasih mas.
10:19Begini, pada dasarnya Indonesia dan Iran itu saling membutuhkan.
10:26Oke.
10:26Produk-produk kita,
10:27saling membutuhkan?
10:29Saling membutuhkan.
10:30Karena produk-produk kita,
10:32karet, kelapa sawit,
10:34kertas,
10:34mereka butuhkan.
10:35Sementara kita tahu migas,
10:38petrokimia,
10:39apa namanya,
10:41dan lain sebagainya itu mereka punya.
10:43Jadi kalau hubungan secara normal,
10:46ini akan berkembang saling untungan.
10:49Tapi kalau ditanya sekarang,
10:51kondisinya jelas sudah lain.
10:52Sudah lain.
10:53Bukan hanya karena terjadinya perang,
10:57kalau perang itu masih kita bisa,
10:59apa ya,
11:00kita antisipasikan tidak seperti sekarang,
11:03artinya kita masih tetap tidak usah berbuat apa-apa
11:05dalam kaitan yang terkait Timur Tengah.
11:08Buat saya mungkin dampaknya juga tidak seperti sekarang.
11:11akan lebih ringan sedikit.
11:14Tapi kita kan dari awal perang ini,
11:16bahkan sebelum perang,
11:18sudah menyatakan keberpihakan kita kepada sisi lain.
11:22Keberpihakan karena masuk BOP itu?
11:24BOP khususnya.
11:25Tapi di lain pihak,
11:27selama ini kan Iran sudah berkali-kali mas,
11:31tolong catat nih,
11:32berkali-kali dikecewakan Indonesia.
11:35Apa tuh?
11:36Banyak mas.
11:38Dan kaitannya dalam kurumat itu periode,
11:39ke Kabupaten Timur Tengah.
11:42Dalam kaitan ini saja,
11:43kita bisa ingat,
11:45Indonesia itu masih menahan kapalnya Iran loh.
11:47Masih menahan kapalnya Iran.
11:49Tangker Iran itu masih ditahan.
11:51Dan penahanan itu masih bisa disengketakan
11:53dari sisi hukum internasional.
11:56Ditangkapnya itu katanya kita,
11:58di wilayah kita.
12:00Padahal Iran bilang,
12:02dia di perairan bukan wilayah kita.
12:04Internasional.
12:05Atau sekalipun ZEE pun,
12:07tidak serta-merta kita bisa tangkap.
12:10Tapi ditahannya itu,
12:12ketika dinegosiasikan dengan Iran,
12:15kita menerapkan posisi yang seakan-akan dia butuh kita.
12:20Itu kejadiannya tahun berapa?
12:212023.
12:222023.
12:23Sampai sekarang dan itu di perairan Indonesia.
12:25Masih ada?
12:25Masih di Batam.
12:28Dinegosiasikan,
12:29kita menerapkan kebijakan
12:30yang sangat tidak bisa diterima.
12:33Bahwa untuk menebusnya,
12:34itu bayarnya mahal.
12:35Kira-kira gitu.
12:36Mereka bilang,
12:38kita kan sama-sama bisa hitung
12:40harga kapal berapa,
12:422 juta minyak yang ada di situ berapa,
12:44harga waktu itu.
12:45Tapi Indonesia menerapkan harganya mahal.
12:48Artinya saya ingin menggelirkan,
12:49tadinya kan ada harapan,
12:50ketika semuanya baik,
12:52ada kesepakatan, berjalan,
12:54dan kemudian paling tidak secara terpisah
12:57hubungan diplomatik Indonesia sama Iran
12:59itu bisa berdampak baik.
13:01Kita gak perlu susah-susah nyari minyak sampai ke Rusia,
13:03paling tidak bisa itu.
13:05Dengan ini agak susah,
13:07karena sudah terluka begitu.
13:08Ini salah satu.
13:10Yang kedua,
13:12ada latihan timur,
13:13apa namanya,
13:14komodo,
13:15latihan perang yang diadakan angkatan laut kita.
13:18Iran diundang,
13:18sudah datang dengan 2 kapal perangnya
13:20untuk ikut latihan.
13:21Begitu datang disuruh pulang.
13:23Karena Amerika tidak suka.
13:25Oh, karena Amerika tidak suka.
13:27Oke.
13:28Jadi Iran kembali akan memainkan hormus,
13:30makanya kan tutup buka begitu ya.
13:31Sampai ada mimpah sindi,
13:33nanti Sabtu Minggu hormus buka begitu ya,
13:35Senin tutup lagi begitu kan.
13:36Mereka akan terus mengawasi perjanjian ini,
13:39dan tiba-tiba jika Lebanon itu diserang kembali,
13:41maka hormus akan ditutup.
13:47Masih di satu majadu forum,
13:49Dupes Dian,
13:51saya ingin melanjutkan lagi.
13:54Tadinya kita berpikir,
13:56dengan kesepakatan nama ini,
13:57akan ada perbaruan.
13:59Paling tidak,
14:00Indonesia bisa menempatkan,
14:01Iran menjadi salah satu partner negara
14:05untuk sumber minyak.
14:07Yang kita tahu bahwa
14:08lifting produksi kita kan
14:10tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.
14:12Sebulan itu,
14:13dalam satu hari 1 juta barel,
14:15kalau tidak salah kan kita impor.
14:17Impor gitu.
14:17Nah, alternatif presiden pernah ke Rusia,
14:20dan sebagainya mencari.
14:21Kali ini Iran gimana?
14:22Kan penting juga nih.
14:24Apakah masih bisa diperbaiki,
14:25atau sudah terlanjur marah?
14:27Sanksi terhadap Iran belum dicabut.
14:31Belum dicabut.
14:31Karena ini masih dalam proses.
14:33Saya agak sedikit-pundur sedikit ya.
14:35Saya punya reservasi terhadap statement
14:40perjanjian damai.
14:41Buat saya ini bukan perjanjian damai.
14:43Ini baru memorandum of understanding.
14:47Kesepahaman mengenai pengaturan situasi di Timur Tengah.
14:51Kira-kira begitu.
14:52Yang kalau mau jujur,
14:54buat saya sebelum perjanjian ini ditandatangani,
14:58itu kan banyak beredar informasi
15:00bahwa banyak isu yang sudah disepakati Amerika.
15:04termasuk penarikan pasukan Amerika,
15:09termasuk pembayaran biaya rekonstruksi,
15:12dan sebagainya.
15:13Buat saya belum sampai situ.
15:15Perjanjian ini kan kita bisa lihat sekarang.
15:18Untuk mulai melaksanakan perjanjian ini,
15:20cuma tiga hal yang dibutuhkan saat ini.
15:23Yaitu pengetingan perang.
15:25Kedua, apa namanya,
15:27pembukaan selat hormus oleh Iran.
15:28Ketiga, penarikan blokade oleh Amerika.
15:32Jadi seimbang tuh,
15:33Iran harus melakukan sesuatu,
15:35Amerika juga.
15:36Buat saya itu aja yang penting sekarang ini.
15:38Dan untuk melaksanakan tiga itu?
15:39Dan untuk melaksanakan tiga ini juga
15:41tidak semudah membalik tangan.
15:42Karena ada aturannya,
15:44ada prosedurnya,
15:45dan ada mekanisme
15:46dengan negara-negara tetangga di sana.
15:48Tidak bisa.
15:49Kapal Saudi langsung nyelonong gitu kan gak bisa.
15:52Nah, apalagi
15:53ada kapal kita masih di sana.
15:56Karena yang tiga itu
15:57salah satunya adalah
15:57pembukaan selat hormus.
15:59Sementara di sisi lain,
16:00Indonesia berharap banyak
16:01bahwa selat hormus dibuka itu,
16:03seperti disampaikan oleh Bung Abra tadi,
16:05akan berdampak
16:06dan publik akan melihat,
16:07oke, akan ada penurunan harga.
16:08yang selama ini dirasakan
16:09menjadi salah satu beban.
16:11Bisa juga menjadi pendorong inflasi.
16:13Kalau begitu,
16:14kira-kira alternatif apa?
16:15Supaya Indonesia
16:16gak terlalu berharap betul
16:18dengan situasi ini.
16:18Karena ternyata gak semudah
16:19yang dibayangkan, Bung Abra.
16:21Ya, sebetulnya pemerintah kan
16:22sudah mencoba melakukan
16:24adjustment ya ketika ada
16:26gangguan pasokan.
16:27Kita kurang lebih
16:28ada sekitar 19 persen
16:30sumber minyak mentah kita
16:32dari kawasan Timur Tengah.
16:33Kemudian mencari alternatif lain,
16:35salah satunya dari Amerika Serikat.
16:37dan kemudian pemerintah
16:39dan juga Rusia.
16:40Saya pikir ketika
16:41Salat Hormuz dibuka
16:42artinya alternatif
16:43kita mendapatkan pasokan
16:44dengan harga yang lebih murah
16:45itu lebih terbuka lebar.
16:47Ya, otomatis nanti tentu
16:48dia produksi BBM tadi
16:50semakin murah.
16:51Otomatis masyarakat
16:52pasti ekspektasinya adalah
16:53agar harga BBM
16:54entah yang non-subsidi
16:56bahkan yang subsidi sekalipun
16:57itu diturunkan.
16:59Tapi ternyata
17:00tidak semudah itu.
17:01Tidak semudah itu.
17:01Masyarakat masih harus
17:02menunggu nih.
17:03Betul, karena
17:04dalam hal misalnya
17:05saya berikan contoh
17:06untuk harga BBM non-subsidi
17:07yang sudah dinaikkan oleh
17:09badan usaha seluruhnya
17:10termasuk swasta
17:11itu pun ternyata
17:13ada beberapa produk
17:14yang memang harga jualnya
17:15itu masih di bawah
17:16harga ekonomian.
17:17Artinya masih
17:18sebagian ditanggung oleh
17:19badan usaha
17:20khususnya plat merah.
17:21Artinya ketika
17:22harga minyak mentah itu turun
17:24belum otomatis
17:25serta-merta
17:25ya harga jual akan turun.
17:26kecuali memang
17:28plat merah tadi
17:29memang akan
17:30melanjutkan
17:31opsi untuk
17:33nombok.
17:33Ini kan seperti yang terjadi
17:35dengan Pertamina kan?
17:36Kenapa disampai
17:36menaikkan harga pertama?
17:38Karena pertanyaannya
17:38sampai kapan
17:39mau nombok terus?
17:40Betul.
17:41Jadi saya pikir
17:42nanti
17:42ini akan menjadi
17:43pilihan yang dilematis
17:45buat
17:45badan usaha
17:47apakah memang akan
17:48segera mungkin
17:49menurunkan harga BBM
17:50non-subsidi
17:51atau memang
17:52kalaupun turun
17:53turunnya mungkin
17:54gak terlalu ekstrim
17:55ke level yang
17:56sebelum ada kenaikan
17:57di level
17:5812.300 rupiah.
18:00Karena naiknya
18:00kemarin itu kan cukup
18:01naiknya tinggi 32 persen.
18:0332 persen.
18:04Karena
18:04kalau mau turun
18:05ya berhenti di
18:06Ini sudah menjadi
18:07isu politik ya.
18:08Ini baru pertama kalinya
18:10harga komunitas
18:11non-subsidi
18:11dijadikan bagian
18:13tuntutan
18:13dari demonstrasi
18:14yang sebelum-sebelumnya
18:15itu kan
18:16biasanya harga
18:17kondisi itu
18:18karena situasinya
18:19adalah kelas menengah
18:20sudah mulai digerogoti
18:21dan hampir
18:22menulis
18:22karena pada
18:25akhirnya
18:25kelas menengah ini
18:26yang selama ini
18:27mungkin masa
18:27tidak terlalu terpukul
18:29ketika ada
18:30kondisi perang ini
18:32merasakan adanya
18:33inflasi dari sektor pangan
18:34dan juga inflasi
18:35di sektor energi.
18:36Kalau dari sisi indep
18:37ada alternatif lain gak
18:39supaya satu
18:40jangan terlalu tergantung
18:41ternyata
18:41kesepakatan damai itu
18:43bukan sesuatu yang
18:44bisa langsung dirasakan
18:45ternyata
18:46kalikunya masih panjang.
18:47Dua sisi
18:48tentunya dari sisi domestiknya
18:50kita harus
18:50meningkatkan
18:51lifting bigas
18:52karena ini juga
18:52masih menjadi PR
18:53kita meningkatkan
18:54produksi
18:54supaya mengurangi
18:55ketergantung impor
18:56kedua juga
18:57mendiversifikasi
18:58sekarang kan
18:58pemerintah sedang
18:59mendorong
18:59adanya upaya
19:01bauran energi ya
19:02sehingga
19:02tidak sepenuhnya
19:03dari impor
19:04minyak mentah
19:04misalnya kan
19:05dengan biofuel
19:06targetnya
19:06Juli nanti
19:07adalah B50
19:08itu juga
19:09menjadi bagian strategi
19:10untuk mengurangi
19:10ketergantungan impor
19:11yang kedua
19:12saya pikir ini
19:13saya membaca
19:13salah satu poin
19:15yang dijadikan
19:16bahan kesepakatan
19:17antara Amerika
19:17dan Iran adalah
19:18mengizinkan Iran
19:19untuk melanjutkan
19:20ekspor minyaknya
19:21nah itu juga
19:23mungkin menjadi
19:24diskusi menarik
19:24apakah Indonesia
19:26akan mempertimbangkan
19:27untuk memperkuat
19:29kerjasama dengan Iran
19:30salah satunya
19:31adalah bergeningnya
19:32dengan kita
19:32melakukan importasi
19:34minyak mentah
19:34dari Iran
19:35oke
19:35nah itu
19:35silahkan
19:37silahkan
19:38silahkan
19:38silahkan
19:38silahkan
19:39dibutir ini
19:40jangan kan
19:41masalah politik ya
19:43masalah teknis saja
19:44ketika perjanjian ini
19:46dibicarakan
19:47kecenderungan minyak
19:48mulai turun
19:49tapi ketika ini
19:50ditanda tangan ini
19:51pasti turun
19:52tapi untuk mendatangkan
19:54minyak dengan harga
19:55sekarang ini
19:56ke Indonesia
19:57butuh waktu
19:58berarti yang ada
19:59sekarang ini
20:00masih harga yang
20:01kita beli
20:02waktu mahal
20:03waktu mahal
20:03jadi artinya
20:04untuk menurunkan itu
20:05kan ada waktu
20:06membawa minyak
20:07itu kan
20:07gak dari
20:10Tanjung Perio
20:11ke sini gitu kan
20:12perhari-hari
20:13saya cuma mau bilang
20:14satu lagi
20:15ketika kita menghadapi
20:17masalah-masalah
20:17seperti ini
20:20boleh cerita sedikit
20:21bahwa di masa lalu
20:24kita itu
20:25tidak pernah serius
20:26ketika berbicara
20:27tentang ketahanan energi
20:29nanti saya akan
20:30elaborasi juga
20:31di segmen
20:31tapi kita
20:32masih fokus
20:33soal
20:34ketika Iran
20:35ada cerita itu
20:36ada dampak
20:37terus kemudian
20:38ada faktor Amerika
20:39Profik
20:40melihatnya seperti apa
20:42bisa gak sih
20:43semudah itu
20:44atau memang
20:44bagaimanapun
20:45selama Indonesia
20:46masih dalam
20:47kebutuhan
20:48politik internasionalnya
20:49dengan Amerika
20:49masih dominan
20:50ya mau
20:51elaborasi dengan
20:53Iran pasti susah
20:54gini
20:55saya ini kan
20:56latar belakang saya
20:57hukum nih
20:57jadi kalau orang hukum itu
21:00bicara katanya
21:01kalau gak punya
21:02evidence-nya
21:03buktinya agak repot
21:04gitu ya
21:05jadi waktu ada
21:07kesepakatan
21:08MUU
21:08antara Amerika Serikat
21:10dengan Iran
21:10saya coba
21:11google di internet
21:12apa sih
21:14kesepakatan itu
21:14dan saya dapatkan
21:15itu isinya 14 poin
21:17tapi saya harus disclaimer
21:20ya mungkin aja
21:21ini bukan yang
21:22ditanda tangani
21:23oke bukan yang
21:23otentik
21:24tapi yang hasil temuan
21:25riset mandiri
21:27dari Profik
21:27riset mandiri
21:28yang sudah dipublish
21:29di sebuah koran
21:31korannya dari Israel lagi
21:33nah
21:34di dalam poin 10
21:35dikatakan disitu
21:37bahwa
21:37the United States
21:38undertakes
21:40the United States
21:42undertakes
21:42that immediately
21:43after the signing
21:44of this
21:45MOU
21:45and until the date
21:47of the lifting
21:49of sanction
21:49the United States
21:50Treasury Department
21:51will issue
21:52waivers
21:52for export
21:54of Iranian
21:55crude oil
21:56petrochemical
21:57dan seterusnya
21:58jadi itu
21:59kata-katanya
21:59immediately
22:00jadi itu harus
22:01segera
22:01memang
22:02kemarin itu
22:04ada perkembangan
22:04ada kapal Iran
22:06yang keluar
22:07dan itu tidak diapa-apakan
22:08oleh blokade
22:10blokade
22:10Amerika
22:11Amerika Serikat
22:12artinya
22:14kalau misalnya
22:15dilihat dari
22:16MOU itu
22:17memang ada
22:18yang immediately
22:19segera
22:20ada yang
22:21sifatnya
22:22memang on progress
22:24dari
22:2460 hari ini
22:26dinegosiasikan
22:28memang kalau di
22:29pasal satunya
22:30soal
22:31pokoknya
22:32kita sudah gak saling serang
22:33ya
22:33dan juga termasuk
22:35di Lebanon
22:35itu harusnya
22:37sudah selesai
22:38tapi memang
22:39yang jadi permasalahan
22:40ini sekarang
22:40Israel masih menyerang
22:42Lebanon
22:43nah kemarin ini
22:44setelah ada
22:45penanda tanganan
22:46secara elektronik
22:47dan Benjamin Netanyahu
22:49masih meresponnya
22:50tidak serius
22:51ya tidak serius
22:52dan mengatakan
22:53bahwa
22:54ya mengatakan bahwa
22:56oke kalau misalnya
22:56gak ada
22:57serangan
22:58tapi
22:59kita di Lebanon Selatan
23:00sudah kuasa ini
23:01sudah milik kita
23:02nah sebenarnya
23:03Iran maunya
23:04tidak ada serangan
23:05terutama ke Hezbollah
23:06dan
23:07Israel harus keluar
23:09dari Lebanon Selatan
23:10nah ini kan
23:11apa namanya
23:12yang tadi yang saya katakan
23:14ada yang immediately
23:16tapi kok
23:16tidak sesuai
23:17dengan yang
23:18immediately yang memang
23:20ada satu lagi
23:20prop Israel
23:21tegas menyampaikan
23:23bahwa
23:23kami tidak ikut
23:25dalam kesepakatan damai
23:26betul
23:27itu yang tadi saya katakan
23:28di awal bahwa
23:29dia kan punya kedaulatan
23:30Amerika Serikat
23:32mau dia ngomong apa
23:33Netanyahu sekarang
23:35dalam posisi
23:35oke
23:36sekarang
23:37kita punya
23:38perbedaan
23:39pandangan nih
23:40terkait dengan Iran
23:40kalau kemarin
23:42kita sama
23:42tapi kalau sekarang
23:43tidak
23:44disitu
23:45kalau saya hitung
23:47mungkin ada 2-3 kali
23:48Trump itu marah
23:49sama Israel
23:51bahkan yang terakhir
23:52beliau mengatakan
23:53bahwa
23:53tanpa kami
23:54sebenarnya Israel
23:55sudah gak ada lagi
23:57meskipun agak
23:59sulit dipercaya
24:00Amerika bisa marah
24:01serius gitu
24:02sama Israel
24:02melihat artinya
24:03itu kan agak sulit
24:05khawatirnya ini gimmick
24:06dan sebagainya
24:07tapi itulah
24:07itu wilayahnya Amerika
24:08yang ingin kita
24:10tegaskan disini adalah
24:11karena kita bicara
24:11ini angin segar
24:12apakah ini bisa
24:14khususnya hubungan
24:15diplomatik dengan Iran
24:16apakah bisa diperbaiki
24:17dan kemudian
24:19bisa berdampak
24:20paling tidak ada
24:21alternatif sumber
24:22yang pasti satu
24:23Mas Yogi
24:24sekarang ini pemerintah
24:26tidak bisa lagi
24:27menyalahkan
24:28perekonomian
24:29sedang lesu itu
24:30karena masalah geopolitik
24:31oke
24:32itu selesai
24:32gak ada lagi alasan itu
24:34dan yang diharapkan oleh
24:36masyarakat
24:36kemarin yang naik
24:37itu harus segera
24:39turun
24:39memang ada waktu ya
24:41penyesuaian
24:41dan lain sebagainya
24:42tapi harus turun
24:43dan yang ketiga
24:44adalah
24:44yang tadinya investor
24:46keluar mungkin
24:47dia mau wait and see
24:48ya harusnya sekarang
24:49kita
24:51kalau katakanlah
24:52fundamental ekonomi
24:53sudah bagus
24:54harusnya bisa masuk
24:55tapi kan isunya adalah
24:57apakah masalah
24:58fundamental ekonomi
24:59Indonesia yang bagus
25:00atau kepercayaan
25:02trust
25:02dari para investor ini
25:04jangan-jangan
25:05lebih ke masalah
25:07kepercayaan investor
25:08bukan masalah
25:08fundamental ekonomi
25:09karena
25:10kalau dalam
25:11pemahaman saya
25:12fundamental ekonomi
25:13bagus
25:14geopolitik
25:15sudah meredah
25:16sudah membaiklah
25:17paling tidak
25:17harusnya
25:18ya
25:18BBM akan turun
25:20segala sesuatu
25:21akan
25:21Bung Abra masih yakin
25:22harga BBM
25:23atau punya rekomendasi
25:24bahwa kalau
25:25kesempatan damai ini
25:26berjalan dengan baik
25:27ya otomatis harus
25:28segera turun
25:28karena harga minyaknya
25:29pasti akan turun
25:30mendekati asumsi APBN
25:32selama seminggu terakhir ini
25:34banyak sekali kejutan ya
25:35tanggal 17
25:37mereka menyetujui
25:39MOU
25:40kemudian tanggal 18
25:41ditanda tangani
25:43kemudian tanggal 19
25:44itu tidak ada kejadian
25:46kemudian
25:47beberapa hari terakhir
25:49Israel justru
25:49menyerang Lebanon
25:50jadi hal ini
25:52memang menunjukkan
25:52bahwa Israel itu
25:53merupakan duri dalam daging
25:59masih di satu
26:00menjadi forum
26:01Bung Abra saya melanjutkan
26:02kalau tadi Profik
26:03dan Pak Dubesdian
26:05mengatakan
26:05dengan Iran
26:06ada luka
26:07tapi harus diperbaiki
26:08potensinya besar
26:10membuka normalisasi
26:11gak segampang itu
26:12ada faktor Israel
26:13tapi kan
26:14kita ingin satu
26:15bukan kesimpulan
26:16ingin mengkongkritkan
26:17bahwa
26:18kalau ini baik semua
26:19akan berdampak
26:20ke masyarakat
26:21salah satunya adalah
26:21harga energi
26:22tidak hanya di Indonesia
26:23tapi dirasakan oleh banyak negara
26:25khusus Indonesia
26:25karena acuannya adalah itu
26:27disebut oleh pemerintah
26:29dan pengamat
26:30bahwa kenaikan ini
26:31dipicu oleh
26:32Selat Hormuz
26:34oleh kenaikan harga
26:34minyak dunia
26:36masih boleh berharap
26:37ada turun harga
26:40BBM?
26:41pasti
26:42pertama masyarakat
26:43pasti akan melihat
26:44bagaimana
26:45respon negara-negara lain
26:46dalam menyesuaikan
26:48harga BBM
26:48di masing-masing negara
26:49biasanya itu juga
26:50akan langsung
26:52dilihat oleh publik
26:54secepat apa
26:55respon pemerintah juga
26:56dalam hal ini
26:57juga badan usaha
26:58itu untuk melakukan
26:59penyesuaian harga
27:00atau penurunan harga BBM
27:01dan seberapa besar
27:02apakah besaran penurunan
27:04juga sama
27:04karena turun pun
27:06kalau penurunannya
27:07presentasinya tidak sama
27:08artinya juga
27:08akan muncul pertanyaan
27:09kenapa turunannya
27:10tidak sebesar
27:11yang dilakukan negara lain
27:12yang kedua
27:13sebelum kesana
27:14sebelum nomor dua
27:15sebetulnya proses
27:16mekanisme penurunan harga itu
27:17selalu ada muncul transparansi
27:19seperti apa sih
27:21kalau tadi kan acuannya
27:22dengan negara lain
27:23tapi kalau dalam konteks
27:24untuk publik domestik
27:26seperti apa
27:26menurut Anda
27:27kita untuk produk
27:29BBM subsidi
27:30dan BBM non-subsidi
27:31masing-masing ada
27:32dasar hukumnya
27:33untuk subsidi
27:34yang jelas pemerintah
27:35sudah menjanjikan
27:36sampai akhir tahun
27:37harganya tidak akan naik
27:38per talent tetap akan
27:3910.000 rupiah
27:40yang subsidi
27:41per liter yang subsidi
27:41jadi tidak ada isu nih
27:43walaupun ada isu
27:44mungkin tuntutan masyarakat
27:45apakah harga BBM subsidi
27:46masih bisa diturunkan
27:47karena harga minyak mentah
27:49dan rupiah
27:49sudah mulai membaik
27:51yang kedua
27:52untuk konteks
27:53BBM non-subsidi
27:54ini pasti masyarakat
27:56akan terus mengejar
27:56sebetulnya
27:58formulasi mengenai
27:59penentuan harga jual itu
28:01ya dasar harga
28:02keekonomiannya
28:03kemudian margin
28:05yang diambil oleh
28:05badan usaha itu
28:06seberapa besar
28:07karena ini yang
28:07dalam waktu belakang terakhir
28:09ini menjadi pertanyaan besar
28:10seakan-akan
28:12pemerintah
28:12ini tidak cukup transparan
28:14bahkan ada muncul kesan
28:15harga jual yang diterima
28:17masyarakat saat ini
28:18itu kemahalan
28:19nah mahal atau
28:21tidak mahal
28:22tidak mahal itu
28:23apa sih ada acuan kan
28:24tergantung formulanya kan
28:25betul
28:26tetapi informasi yang saya dapat juga
28:28data yang saya dapat juga
28:29bahwa sebetulnya
28:30untuk beberapa jenis BBM
28:32contohnya adalah
28:32Pertamax
28:33itu sebetulnya
28:34harga jualnya masih
28:35dibawah harga keekonomian
28:37harga keekonomian itu
28:38sekitar 20 ribu
28:39sampai 21 ribu rupiah
28:40artinya harus nombok
28:41masih ditombok oleh
28:42badan usaha
28:43oleh Pertamina
28:44nah ini juga sebetulnya
28:45menjadi persoalan
28:46mengenai
28:48nanti ini yang pada akhirnya
28:49akan menanggung ya
28:50apakah semuanya akan
28:51ditanggung oleh BUMN
28:52atau
28:53pemerintah akan mempertimbangkan
28:55Pertamax ini
28:56akan menjadi bagian dari
28:57BBM penugasan
28:58seperti halnya Pertalite
28:59karena gak mungkin juga
29:00selamanya akan bisa
29:01ditanggung oleh badan usaha
29:02karena kalau pun rugi
29:03nanti kan membahayakan
29:05kondisi keuangan
29:05badan usaha juga gitu mas
29:07oke
29:07oke jadi
29:08angin segarnya
29:10masih belum bisa dirasakan
29:11tapi sudah bisa dilihat
29:12dari jauh ya
29:13kira-kira
29:13supply supply
29:15provik gimana ini
29:16angin segar atau
29:18udahlah kita
29:18harus bersiap dulu
29:20tidak ada sesuatu
29:22yang signifikan
29:22dari kesepakatan damai ini
29:24terhadap
29:25ekonomi di Indonesia
29:26ya pasti harusnya
29:27ada signifikan
29:28oke
29:28karena masyarakat kita
29:30juga gak bodoh ya
29:31menurut saya
29:32masyarakat sangat
29:33aware
29:34terhadap isu-isu
29:36geopolitik
29:37isu-isu yang ada
29:37di dalam negeri
29:38dan saya tidak berharap nih
29:40pemerintah nanti bilang
29:42ya geopolitik udah beres
29:44minyak selat hormus
29:46udah aman
29:46tapi ada tapinya
29:47itu kan crude oil
29:49katanya
29:50bukan yang
29:51apa namanya
29:52sudah di
29:52refine
29:54refinery
29:55kalau yang refine kan
29:56nanti di Singapura
29:57dan lain sebagainya
29:57nanti cerita lagi gitu kan
29:59tapi
30:00sekarang
30:01saatnya
30:02memang pemerintah
30:03harus secara transparan
30:04terbuka
30:05bagaimana sih
30:06proses ketika kita
30:08sebagai negara
30:10importer nih sekarang
30:11itu mendapatkan
30:13minyak itu
30:13ya kan
30:14memang kalau kita bicara
30:16soal di Selat Hormuz
30:17memang mungkin
30:18itu adalah yang
30:19crude oil
30:20ya tapi mungkin juga
30:21ada yang sudah
30:22di refine
30:22ya
30:23Prof, sorry saya potong
30:24tadi
30:24Dubesdian mengatakan
30:26bahwa
30:27ya karena
30:27ada Amerika
30:28sehingga Indonesia
30:29gak punya keluluh
30:30sambal potensinya besar
30:31mungkin gak sih
30:32dalam konteks
30:33sepakatan damai
30:34Amerika dengan Iran
30:35terus setelah itu jalan
30:37Indonesia bisa
30:39punya keleluasan
30:40melakukan hubungan
30:41diplomatik dengan Iran
30:42nah itu yang tadi
30:43saya bacakan
30:43di pasal 10
30:44dari
30:45agreement
30:46MUU yang ada
30:47itu adalah
30:48immediately
30:49setelah di signing
30:50gitu ya
30:50sebelum menunggu
30:52sampai
30:53adanya lift
30:54dari sanction ini
30:55memang ditunggu dulu nih
30:57kan
30:57Pak Dian mengatakan
30:58Pak Dubes mengatakan
30:59kita ini gak bisa
31:00terlalu bebas
31:01berdagang dengan
31:03pihak Iran
31:04karena Iran itu
31:05dikenakan sanksi
31:06dan itu
31:07sanksinya juga
31:08sampai di resolusi
31:09Dewan Keamanan BBB
31:11nah sehingga
31:12siapapun yang kita
31:14negara-negara yang
31:15berkontak dengan Iran
31:17melakukan perdagangan
31:18itu pasti akan
31:19kena sanksi
31:20bahkan individu-individunya
31:22perusahaan-perusahaannya
31:23akan kena itu
31:24nah oleh karena itu
31:25kita tidak mau
31:26ya kan
31:26nah tapi sekarang
31:28sekarang itu
31:28dikatakan kalau untuk
31:30minyak itu di
31:31wafer
31:32sementara ini
31:32di kesampingkan
31:34sanksi itu
31:34boleh nih
31:35kita jalankan
31:36sampai kemudian
31:37suatu saat nanti
31:39sanksinya ini
31:40akan di lift gitu ya
31:41karena itu ada proses ke
31:42sebenarnya faktor
31:43faktor Israel
31:44dalam konteks ini
31:45tadi beberapa kali
31:46marah Amerika ke Israel
31:48itu Indonesia
31:49bisa mendapatkan
31:50keuntungan apa nih
31:51dalam konteks ini
31:52misalnya
31:52bisa leluasa ke Iran
31:54karena memang kan
31:55yang memberatkan adalah
31:56Israel pasti
31:57yang menekan Amerika
31:58kira-kira gitu lah
31:58yang pasti adalah
32:01sekarang ini
32:03kalau kita mau
32:05ini opportunity
32:06yang sangat besar
32:06untuk kita bisa
32:08berhubungan dengan Iran
32:09saya misalnya
32:11kalau tadi Pak Dian
32:12cerita soal kapal
32:13gitu ya
32:14saya mempertanyakan
32:16ketika
32:16Ali Khamenei
32:17itu
32:18ditewaskan oleh
32:19Amerika Serikat
32:20gak ada
32:21ucapan
32:22ucapan
32:22bela sungkawa
32:23di awal-awal ya
32:24walaupun kemudian ada
32:25tapi Pak Menlu yang hadir
32:27gitu ya
32:27sementara
32:28banyak kepala negara
32:29kepala pemerintahan
32:30itu menyampaikan
32:31karena
32:32terlepas dari
32:33dia Iran
32:34musuh Amerika Serikat
32:35tapi yang
32:36meninggal itu
32:37adalah seorang
32:38pemimpin
32:39tertinggi di
32:40negara tersebut
32:41nah ini yang
32:42ya
32:43kalau Pak Dian bilang
32:44ada luka
32:44gitu ya
32:45itu yang menambah
32:46luka lagi
32:47gitu ya
32:47nah sekarang
32:48bagaimana ini
32:49kita bisa
32:50mengembalikan
32:51revitalisasi
32:52nah di dalam
32:53MOU yang ada
32:54itu kan
32:54Amerika Serikat
32:56menjanjikan
32:57akan
32:58akan ada
32:59uang
32:59dana
33:00dari negara-negara
33:01untuk
33:02rekonstruksi Iran
33:03kan gitu kan
33:03karena Iran
33:04mintanya sebenarnya
33:05400 miliar
33:07dolar
33:07sebagai kompensasi
33:09dia diserang
33:10ya kalau dulu
33:11kita jaman Jepang itu
33:12dana apa itu
33:14kayak
33:14pampasan perang
33:16pampasan perang
33:16nah
33:17dia minta 400 juta
33:18Amerika bilang
33:19gak gak mau
33:19akhirnya disepakati
33:21oke 300 juta
33:22tapi ini
33:23bukan hanya Amerika
33:24nah tetapi
33:25juga bukan dari
33:26taxpayer dari Amerika
33:28tapi gabungan negara-negara
33:29Malaysia sudah ada loh
33:30saya lihat
33:31Malaysia ada
33:33pertanyaan kita nih
33:34Indonesia gimana nih
33:35kita mau menebus gak nih
33:36kesalahan kita
33:37kemarin-kemarin
33:38karena posisi
33:38karena posisi
33:40Dupes Dian
33:41Indonesia harus menebus
33:42itu
33:43apalagi Anda sudah
33:44ada potensi
33:46ada salah
33:46tafsir ya
33:47Prof
33:51bahwa yang namanya
33:52sanksi
33:53tidak akan mungkin
33:54diselesaikan dalam
33:55dua bulan ke depan
33:57tidak akan mungkin
33:58tidak akan mungkin
33:58itu yang membuat Anda
34:00tadi menyampaikan
34:00jangan buru-buru berharap
34:01jangan buru-buru berharap
34:03oke
34:03kenapa
34:03gimana soal sanksi
34:04soal sanksi ini
34:05paling antara lain
34:06paling jelimet
34:07dua hal
34:08di dalam masalah
34:08program nuklir Iran
34:09yaitu masalah
34:11pengayaan uranium
34:12oke
34:12dan masalah sanksi
34:14sanksi ya
34:14nah pengayaan uranium
34:16kita paham
34:16sanksi itu
34:18tidak semudah
34:18sekarang sudah ada
34:20ribuan
34:20orang Iran
34:22ribuan
34:24perusahaan Iran
34:25ratusan perusahaan Iran
34:26entitas Iran
34:28dan sebagainya
34:29yang dikenakan sanksi
34:30belum lagi
34:31urusan
34:32otomotif
34:33militer
34:34aviasi
34:35dan sebagainya
34:36artinya apa
34:37kalau sekarang
34:39ditandatang ini
34:40kesepakatan ini
34:41itu hanya
34:42utamanya
34:43yang saya bilang
34:43di awal tadi
34:44penghentian perang
34:45dengan penghentian perang
34:47minyak turun
34:48walaupun kita bisa menikmati
34:49mungkin
34:50dengan penghentian perang
34:51minyak turun
34:51sudah ada kecenderungan turun
34:53oh ada kecenderungan turun
34:53karena harapannya
34:54selat hormus ya
34:55oke
34:55itu pun masih menunggu
34:56mungkin sampai kapalnya
34:58datang di Singapura
34:59tapi yang saya mau bilang gini
35:01yang namanya sanksi itu
35:03Indonesia
35:04saya
35:05di
35:06Iran
35:072012-16
35:08perjanjian
35:09GCPO
35:10disepakati
35:112015
35:11ketika itu
35:13dunia berharap
35:15sanksi langsung
35:16sebuah kesepakatan
35:17yang 100 lembar
35:18ya
35:19ditandatangani
35:20di
35:21oleh semua negara
35:22P5
35:23artinya
35:24bukan hanya
35:25imediat
35:25itu otomatis
35:27saat itu
35:27dianggap berlaku
35:28tapi ternyata kan tidak
35:30Pertamina
35:31membeli
35:33500 ribu
35:34kalau gas itu apa
35:36LPG itu
35:37MBCTU
35:38atau apa itu
35:39dalam 10 kali pengapalan
35:412 kali pengapalan
35:4350 ribu
35:4450 ribu
35:44lancar
35:45ketiga
35:47Pertamina putuskan
35:49tidak dilanjutkan
35:50Amerika
35:51padahal
35:52perjanjiannya
35:53sudah ditandatangani
35:54ini baru
35:56memorandum of understanding
35:58buat saya masih
36:00sangat lus
36:01belum ada
36:02apa yang
36:03yang menurut
36:04Dubez Dian
36:05pemerintah harus lakukan
36:06supaya lebih progresif
36:08ketimbang menanti
36:09bahwa ini
36:09sangat tersandra
36:11oleh yang namanya
36:11sanksi atau
36:12buat saya
36:13untuk menenangkan
36:15masyarakat juga
36:16apalagi yang
36:17paham geopolitik
36:18mulai disadarilah
36:20bahwa
36:21contoh
36:22ya konkret
36:23keluar dari
36:24BOP saja
36:25keluar dari
36:26BOP saja
36:26itu sudah akan
36:27membuat rakyat juga
36:28oh pemerintah
36:30sudah kembali
36:30ke jalan yang benar
36:31itu secara psikologis
36:33tapi yang dampak
36:34langsung kaitannya
36:34dengan harga yang
36:36dirasakan oleh
36:36masyarakat
36:37perbaikan ekonomi
36:38kalau perbaikan ekonomi
36:39saya kira masih jauh
36:41karena buat saya
36:42yang namanya
36:42sanksi tadi saja
36:44mungkin
36:45kalau nanti
36:46setelah 6 bulan
36:47itu perjanjian
36:48bisa disepakati
36:49dan
36:50saya kira juga
36:51setelah
36:5260 hari itu
36:53juga belum tentu
36:54gampang tuh
36:55oke
36:57masih di
36:58Satu Menjadi Forum
36:59Pak Dubus Dian
37:02boleh lah
37:02paling tidak
37:03masih jauh tadi
37:04tapi
37:05pasti adalah
37:06sesuatu yang bisa
37:07diupayakan
37:08apa yang
37:08Bapak sarankan
37:09kepada pemerintah
37:10untuk Iran nih
37:11karena
37:12tidak hanya Rusia
37:14Presiden cari minyak
37:15tapi bisa juga ke Iran
37:16kalau memang hubungannya
37:17bisa diperbaiki
37:18langsung ke Iran ya
37:19langsung ke Iran
37:21etikat baik
37:21harus dimulai
37:22dari Indonesia
37:23apa misalnya
37:25bebaskan kapal yang ditahan
37:26oke
37:27karena itu
37:28akan membantu
37:30kita membebaskan
37:31dua kapal tanker kita
37:32yang ditahan
37:32oke
37:33paling tidak itu
37:34nyata tuh
37:35kapal tanker kita
37:36ditahan dua
37:37artinya apa sih
37:38itu kan resiprokal
37:39ya
37:40kita nahan dia
37:41dia nahan kita
37:42simple
37:42nah
37:43dengan dicabutnya sanksi
37:45belum tentu
37:47perundingan ini saja
37:49akan bisa berjalan lancar
37:50ya
37:51bagaimana menafsirkan
37:52harganya
37:53bagaimana menafsirkan
37:54kondisi kapal
37:55masing-masing
37:56bagaimana menafsirkan
37:57kondisi minyak yang ada
37:58di kapal itu
37:59tidak mudah
38:00Anda gak menyarankan
38:02kalau nanti sudah damai
38:03situasinya
38:03Presiden segera
38:04melakukan lawatan
38:06ke Teheran Iran
38:07kalau
38:09Presiden yang sekarang
38:10pasti tidak mau
38:11kenapa
38:11ya karena posisinya
38:13dari awal
38:13sudah tidak simpati
38:14sama Iran
38:15oke
38:15buat saya
38:16tindakan tadi
38:18yang menimbulkan kecewaan
38:19terutama juga
38:20wafatnya
38:21Hamene
38:21dan sebagainya
38:23itu
38:23luka yang tidak akan bisa
38:25begitu saja datang
38:26oke
38:27datang akan menghibur
38:29kalau kita juga siap
38:30dengan konsep
38:30saya mau datang
38:31kita negosiasikan
38:32pal dua saya
38:33dan kapal Anda
38:35di sini
38:35paling tidak
38:36itu akan memberikan
38:37itu langkah awal ya
38:38langkah awal
38:39untuk menunjukkan
38:39etikat baik
38:40ke
38:40niat baik kita
38:42oke
38:42saya ke Bung Abra
38:44Bung Abra
38:44kita pahamlah
38:46Indonesia ini
38:46produksi
38:47minyaknya
38:48tidak bisa mencukupi
38:48dalam negeri
38:49sehingga impor
38:50adalah kenisjayaan
38:51tetapi dalam konteks
38:52jangka panjang
38:53tentu
38:53belajar dari kasus ini
38:55kita sudah berharap
38:56ternyata
38:56angin segarnya juga
38:57tidak bisa segera diterka
38:58apa yang akan Anda
39:00sampaikan
39:00sarankan kepada negara
39:01untuk ke depan
39:02tidak hanya berpikir
39:03jangka panjang
39:04net zero emission
39:05atau apapun
39:06tapi ada jangka pendek
39:07yang terkaitan dengan
39:08ketersediaan
39:09keterjangkauan
39:09energi di Indonesia
39:10jadi belajar dari tekanan
39:13yang sudah kita alami
39:13tiga bulan terakhir
39:14bahwa kenaikan harga
39:16energi ini
39:17tentunya sudah memukul
39:18berat masyarakat
39:19dan juga jangan lupa
39:20industri
39:21industri ini
39:22saya pikir menjadi
39:23hal yang cukup krusial
39:24karena dalam satu bulan
39:25terakhir di bulan
39:26Mei
39:26itu jumlah PHK
39:27bertambah 52%
39:29jadi sekitar
39:3030 ribu orang
39:31artinya kan
39:32kalau nanti
39:33harga input produksi
39:35khususnya energi
39:36mengalami penurunan
39:37industri juga akan kembali
39:38mengalami recovery
39:39dan diharapkan nanti
39:40akan menyerap
39:41lapangan kerja
39:42yang lebih banyak lagi
39:42karena pastinya
39:43masyarakat akan menutup
39:44hal yang sangat
39:46bisa dilihat
39:46dalam jangka pendek
39:47yaitu pekerjaan
39:48yang kedua adalah
39:49beban inflasi
39:50ya walaupun sampai
39:51bulan Mei
39:52inflasi kita masih
39:52di level 3%
39:53masih di bawah
39:55target 3,5
39:56tetapi kan
39:57tentu
39:58dengan adanya
39:59potensi inflasi
40:00di bulan-bulan berikutnya
40:01khususnya dampak dari
40:02krisis El Nino
40:03itu juga
40:04akan mengurangi
40:05daya beli masyarakat
40:06nah artinya
40:07ketika nanti
40:08agetkan ada potensi
40:09tambahan
40:10alokasi subsidi tadi
40:12bisa digunakan
40:13untuk belanja sosial
40:14kemudian belanja modal
40:15itu diharapkan
40:16memang nanti
40:17akan menjadi pendorong
40:18pertumbuhan ekonomi kita
40:19di semester kedua
40:20jadi saya melihat
40:21bahwa ini
40:22menjadi cuaca cerah
40:23buat perekonomian masyarakat
40:25di dalam negeri
40:27melihat
40:27secara
40:28fiskal
40:29pemerintah harusnya
40:30tidak punya alasan lagi
40:31untuk mengatakan
40:32dana kita terbatas
40:33apalagi pemerintah
40:34punya dana sal
40:35sisa anggaran
40:36lebih itu
40:37400 triliun
40:38jadi seharusnya bisa
40:39dimanfaatkan semaksimal mungkin
40:40di semester kedua
40:41yang kedua
40:42yang juga menjadi ujian kita
40:44adalah
40:44kita akan melihat
40:45sejauh mana sentimen
40:46investor asing
40:47karena tadi kan
40:48faktor geopolitik
40:50dan eksternal
40:50sudah mulai menipis
40:52tetapi mereka akan
40:53melihat sejauh mana
40:54kredibilitas dari
40:55kebijakan pemerintah
40:55apakah memang
40:56pada akhirnya akan dipercaya
40:58sehingga
40:58termasuk kredibilitas fiskal
41:00dan bagaimana
41:00pewaan
41:02fiskal dan juga
41:03apa namanya
41:04sinkronisasi antara
41:06fiskal dan moneter
41:07ini kan juga menjadi
41:07persoalan juga
41:08jadi nanti
41:09cerminannya adalah
41:10ketika nilai tukar kita
41:12menguat
41:12kemudian juga
41:13capital inflow
41:15di pasar modal
41:15dan di pasar uang
41:16oke
41:16Profik
41:18apa yang
41:19kita harus belajar
41:21dari sepanjang
41:226 bulan
41:22ini paling tidak
41:23posisi geopolitik
41:24dimana Indonesia
41:25sempat
41:25ya sudah terlanjur
41:27masuk ke BOP
41:27kemudian di internal
41:28juga ada pro kontra
41:29tapi ke depan
41:30berharap
41:31katakanlah berkaca
41:32dari kesepakatan damai
41:33ini masih proses panjang
41:34tetapi Indonesia
41:35akan harus terus
41:35mengalungi peradaban global
41:36tiga hal
41:38pertama adalah
41:38bagaimana
41:40kita belajar
41:41ketangguhan
41:42ketangguhan
41:43ketangguhan
41:43atas intervensi
41:45yang diinginkan
41:46oleh negara lain
41:47itu yang kita
41:48harus apresiasi
41:50Iran
41:50mampu
41:51untuk
41:52tidak mau
41:52diintervensi
41:53sementara
41:54kita ini
41:55seringkali
41:56sangat mudah
41:57untuk diintervensi
41:58apakah itu
41:59perjanjian
42:00ART
42:01masuk ke
42:02BOP
42:03dan seterusnya
42:04yang kedua
42:05adalah
42:06bagaimana
42:08kita bisa
42:09mengkapitalisir
42:10situasi
42:12perang yang
42:13enam minggu
42:14yang tadinya
42:15terang mengatakan
42:16bahwa
42:16saya akan membuat
42:17perjanjian yang lebih baik
42:19daripada yang dibuat
42:20oleh Obama
42:21dengan negara-negara
42:22P5 itu
42:23itu kalau menurut saya
42:25ternyata
42:26banyak
42:27celah-celah
42:28yang justru
42:28dimanfaatkan oleh
42:29Iran
42:31celah-celah
42:32yang membuat
42:33Iran
42:34sekarang itu
42:34dalam posisi
42:35yang lebih baik
42:36ketimbang
42:37sebelum
42:38dia diserang
42:40saya melihat ya
42:41Bapak Presiden
42:42Presiden kita
42:43itu luar biasa
42:44bisa ketemu
42:45dengan
42:46kepala negara
42:46kepala pemerintah
42:47dan sebagainya
42:48semua
42:48tapi
42:49kapitalisasinya
42:50kapan
42:51untuk
42:53kebermanfaatan
42:54Indonesia
42:55ya memang
42:56katanya ada
42:57apa
42:58komitmen-komitmen
42:59investasi
43:00tapi kan komitmen
43:01realisasinya gimana
43:02makanya yang saya
43:03selalu katakan
43:04ini menteri-menterinya
43:04yang tidak
43:06bisa
43:07memahami
43:08apa yang dikendaki
43:09oleh Bapak Presiden
43:10dan yang ketiga
43:11yang perlu kita
43:13pelajari
43:14itu adalah
43:15tidak ada
43:17negara yang
43:17katakanlah
43:18merasa dirinya
43:19kuat dan dia bisa
43:20melakukan apa saja
43:21ya
43:22itu sudah dibuktikan
43:23oleh Iran
43:23dan menurut saya
43:26Indonesia harus belajar
43:27Indonesia harus belajar
43:28dan ini
43:29adalah
43:30realisasi dari
43:31politik luar negeri
43:32kita yang bebas
43:33oke
43:33terima kasih
43:34Bung Abra
43:35terima kasih
43:36Prof Hik
43:36terima kasih
43:37di Hidupes Dian
43:37selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan