Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Polda Jawa Barat masih mengusut motif tersangka Taufik Hidayat, menyekap dan menganiaya perempuan berinisial YTR.

Polda Jabar juga membentuk satgas khusus untuk menuntaskan kasus ini.

Polisi masih menyelidiki motif tersangka melakukan penyekapan dan penganiayaan korban.

Polisi mengalami hambatan dalam mengumpulkan informasi dari korban, karena kondisi korban yang belum memungkinkan.

Menindaklanjuti kemungkinan adanya korban lain, Polda Jawa Barat membentuk satgas khusus yang melibatkan berbagai satuan kerja untuk mengusut kasus ini.

Kita analisis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung bersama Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto.

Baca Juga Taufik Hidayat Ditangkap, Ini Deretan Fakta Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung di https://www.kompas.tv/regional/676906/taufik-hidayat-ditangkap-ini-deretan-fakta-kasus-penyekapan-dan-penganiayaan-perempuan-di-bandung

#taufikhidayat #penyekapan #bandung

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676920/full-analisis-kriminolog-soal-motif-taufik-hidayat-sekap-dan-aniaya-kekasih-selama-3-tahun
Transkrip
00:00Intro
00:00Kembali di Sapa Indonesia malam bersama saya Friska Klarissa
00:04Polda Jawa Barat masih mengusut motif tersangka Taufik Hidayat
00:09menyekap dan menganyaya perempuan berinisial YTR
00:12Polda Jabar juga membentuk Satgas khusus untuk menuntaskan kasus ini
00:17Polisi masih menyelidiki motif tersangka melakukan penyekapan dan penganyayaan korban
00:23Polisi mengalami hambatan dalam mengumpulkan informasi dari korban
00:27karena kondisi korban yang belum memungkinkan
00:29Menindak lanjuti kemungkinan adanya korban lain
00:32Polda Jawa Barat membentuk Satgas khusus
00:35yang melibatkan berbagai satuan kerja untuk mengusut kasus ini
00:51Dengan kondisi yang sampai saat ini masih sangat minim kita dapatkan informasi
00:59dengan kondisi yang memang masih belum pulih 100%
01:04Kita sudah membuat Satgas
01:06Satgas untuk mengungkap kasus ini
01:09Dan ini melibatkan dari semua satkar
01:13Satkar dari sese kriminal umum, PPA, SEBER, dan SUS
01:19Ini kita libatkan semua
01:21Jadi ini satu kesatuan yang utuh yang nanti mem-backup semua proses ini sampai nanti selesai
01:32Polda Jawa Barat menangkap Taufik Hidayat
01:35Tersangka penyekapan dan penganyayaan terhadap perempuan berinsial YTR di Kabupaten Bandung
01:41Taufik berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya ditangkap di rumah kerabatnya
01:47Persangkutan sempat berpindah ke Tanggerang
01:53Merasa bahwa Tanggerang itu tempat yang aman
01:56Tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman
02:02Dan kembali lagi ke Jawa Barat
02:04Rumah di Pesona Geria tadi, Geria Pesona
02:08Itu rumah kerabatnya
02:10Dia meyakini bahwa itu tempat yang aman menurut
02:15Yang bersangkutan, tersangka
02:18Tetapi kita sudah melacaknya
02:20Tadi pagi kita sudah berada di Majalaya
02:25Sudah mengikuti apa yang dilakukan
02:32Sebagai informasi tadi pagi
02:35Yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi
02:38Ya ini menjadi petunjuk buat kita
02:46Keluarga perempuan korban penyekapan
02:48Merasa geram dengan perbuatan keji tersangka
02:51Keluarga berharap Taufik Hidayat dihukum berat
02:55Dihukum setimpal-timpalnya, seberat-beratnya
02:59Soalnya ini pertama ya, masa depan keponakan saya itu masih panjang
03:03Umur 29 tahun
03:05Dia itu masih pengen ngejar karirnya
03:07Masih istilahnya, dia itu banyaklah cita-citanya gitu
03:11Ya dibikin hancur kayak gini gimana buat ke depannya
03:14Kakak saya juga kan udah tua
03:15Nggak mungkin bisa ngurus dia selama dia sakit kayak gini
03:19Ya harapan itu, pengennya sih dihukum seberat-beratnya ya
03:23Dari pengakuan mantan rekan kerja
03:26Taufik sering menelepon dan minta saran
03:28Ia menyarankan agar Taufik menyerahkan diri
03:32Dan bertanggung jawab atas perbuatannya
03:34Pak saya sekarang mau menyerahkan diri
03:38Saya bilang kamu harus kooperatif
03:40Oh iya saya, insya Allah kooperatif
03:42Datang ke sini Pak Hendi udah ada di sini
03:44Kemudian Pak Hendi itu dari Polda ya
03:50Polda
03:52Pak Hendi udah ada di sini, dia datang ke sini
03:56Terus sama Pak Hendi dibawa masuk dulu ke sini ngobrol
04:00Jadi teknisnya gimana setelah ngobrol sebentar
04:03Barulah dibawa sama anggota
04:10Sementara korban penyekapan dan penganiayaan YTR
04:13Hingga kini masih dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin, Bandung
04:18YTR mengalami luka parah di bagian wajah, mata, dan mulut
04:22Akibat disekap dan dianiaya Taufik Hidayat selama 3 tahun
04:27Tim Liputan, Kompas TV
04:35Kita analisis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung
04:39Bersama kriminolog Universitas Budi Luhur, Luki Nurhadianto
04:42Selamat malam Mas Luki
04:45Selamat malam Mbak Peska
04:47Dalam kasus ini kan kasus yang sangat sadis dan di luar nalar
04:52Untuk mengungkap motif ini bagaimana sebenarnya polisi harus bekerja
04:56Karena tentu kasusnya lebih kompleks
04:59Ya tentu kita turut berduka gitu ya kepada warga korban dan korban juga bahwa kemudian
05:05Menjadi bagaimana kemudian akhirnya agresi secara emosional dalam konteks relation itu
05:11Berdampak pada munculnya korban-korban gitu ya
05:13Yang perlu kita garis bawahi tadi pertanyaan dari Mbak Peska adalah bagaimana akhirnya motivasi ini
05:18Apakah memang murni dia ingin melakukan kekerasan atau memang ada motivasi lain
05:22Maka kita bisa gradasikan atas dasar bagaimana kemudian kekerasan itu melembaga kepada dirinya
05:27Yang pertama kita kenal sebagai salah satu bentuk circle of violence disana
05:30Jadi orang-orang yang kemudian menjadikan kekerasan sebagai suatu hal yang dalam tanda putih
05:35Mohon maaf sudah dibenarkan oleh diri mereka
05:37Itu karena mereka melalui satu hal yang kita kenal sebagai tensi disana
05:40Jadi mereka akan cenderung impulsif untuk meledak-ledak dan kemudian harus dapat diterima oleh para pasangannya
05:46Atau bahkan kemudian oleh para korbannya
05:47Yang kedua mereka akan meneskalasikan ini tidak hanya secara verbal bahkan kemudian psikis
05:52Tapi kemudian mereka akan meningkatkan gradasian salah berkelas dalam konteks agresi
05:56Agresi dalam hal ini ada sudah mulai menggunakan tindakan
05:59Nah pada titik inilah seharusnya orang-orang yang memang menjadi bagian gitu ya dari circle tersebut
06:05Kita harus memahami bahwa apa yang dilakukan, apa yang kemudian menimpa orang tersebut
06:08Itu adalah bagian dari kekerasan yang dibenarkan
06:11Oke, mas sebelum kita ke poin yang ketiga
06:13Oke, mas Luki izin sebelum poin ketiga kita akan dengarkan dulu
06:18Kumandang Azan Maghrib untuk luayah Jakarta dan sekitarnya
06:20Berikut ini
06:21Kami masih bersama dengan kriminolog Universitas Budi Luhur, Luki Nurhadianto
06:25Mas Luki, kita sambung tadi poin yang ketiga silahkan
06:30Ya, yang ketiga adalah saat kemudian akhirnya menjadikan korban ataupun pelaku gitu
06:36Bersepakat menjadikan itu sebagai suatu hal yang diwajarkan
06:38Makanya kita kenal sebagai salah satu bentuk rekonsiliasi dalam konteks circle of violence
06:43Itu akhirnya menjadi salah satu nilai yang terlembaga
06:45Nah yang kedua adalah jika memang ini terindikasi dalam konteks motivasi
06:48Yang kita kenal sebagai obsessive relationship instruction di sana
06:51Maka tentu ada upaya dari psikologis pelaku gitu
06:55Atau kemudian dari pihak korban pun bahwa obsessivitas dalam bentuk agresi
06:59Itu adalah satu hal yang mereka akui sebagai hal yang menjadi barrier
07:03Agar kemudian hubungan mereka bisa berjalan dengan lancar
07:05Maka kedua aspek ini seringkali menjadi motivasi
07:08Jika memang penguatan kekerasan itu adalah sesuatu yang dibenarkan
07:11Maka tentu itu tidak ada gangguan berkaitan dengan kejiwaan
07:13Tapi jika memang hal ini adalah satu hal yang mereka sepakati
07:17Terus kemudian mereka menikmati bagaimana kekerasan itu
07:20Dan ini tidak bisa dibenarkan juga
07:21Maka saya cenderung bahwa motivasi ini
07:23Karena memang korban mengeksploitasi, pelaku mengeksploitasi diri korban
07:26Untuk kemudian mencapai tingkat kepuasan dalam konteks kekerasan
07:29Nah untuk tes kejiwaan ini bagaimana yang membedakan
07:33Untuk mengarah mendeteksi adanya obsesivitas dari pelaku?
07:37Mas Luki
07:37Ya kalau saya sih cenderung untuk mengeliminir poin ini ya
07:41Karena tentu tadi juga dalam liputan yang liput oleh Kompas
07:44Bahwa mengatakan bagaimana kemudian pelaku melakukan mitigasi resiko
07:48Dia kemudian sudah mengkalkulasikan bagaimana resiko-resiko yang akan mereka hadapi
07:52Dia hadapi dengan cara melakukan pengelabuhan
07:55Bahkan kemudian melakukan guys lightning
07:56Karena orang-orang seperti ini memiliki satu upaya apa namanya
08:01Posisivitas gitu ya
08:02Karena mereka yang pertama adalah melakukan boundary violation
08:04Jadi mereka akan membatasi ruang gerak dari korban
08:07Agar dia tidak melakukan upaya untuk pengungkapan jati dirinya
08:11Terus kemudian bagaimana apa yang dia terima
08:13Sehingga korban cenderung untuk kemudian pasif
08:15Bahkan kemudian cenderung untuk menutupi apa yang mereka alami
08:18Yang kedua adalah mereka akan membuat korban berada pada titik isolation di sana
08:21Jadi isolasi inilah yang dijadikan dalih bagi para pelaku
08:25Bahwa apa yang menimpa korban itu tidak layak untuk diceritakan kepada pihak lain
08:29Atau kemudian ada ketakutan dalam konteks intimidasi
08:32Saat kemudian mereka menceritakan
08:33Mereka akan mendapat tindak kekerasan yang lebih berat lagi
08:35Jadi tentu dengan adanya seahat seperti ini
08:38Maka kecenderungannya adalah pelaku tidak memiliki satu kelainan tertentu gitu ya
08:42Tapi kemudian menjadikan itu sebagai dalih agar dia bisa menjadikan itu kebenaran untuk dapat melakukan kekerasan
08:48Mas yang tidak habis pikir dan membuat juga kita semua marah dan sedih
08:53Ini sampai 3 tahun berlangsungnya
08:56Dalam proses 3 tahun itu apa sebenarnya yang harus lebih didalami oleh polisi
09:00Bagaimana misalnya warga sekitar saat berpindah lokasi itu kan semestinya ada yang menyadari setidaknya saat penyiksaan itu terjadi
09:08Ya ini yang kemudian menjadi satu hal yang perlu didalami gitu ya
09:13Sehingga kemudian pihak, mohon maaf misalnya pihak korban pun berani untuk kemudian mengungkapkan
09:18Apakah kekerasan ini adalah sesuatu yang bersifat intimidatif
09:21Dan kemudian dijadikan kebenaran bagi para pelaku gitu atau oleh pelaku
09:25Atau memang korban pun mendapatkan intimidasi untuk bisa tidak bisa melakukan hal yang dia ingin ceritakan kepada pihak lain
09:33Itu yang pertama
09:33Yang kedua adalah motivasinya tentu bagaimana saya melihat adanya kecenderungan bahwa akhirnya korban itu menjadi objek komoditas
09:41Jadi saat kekerasan itu dieksploitasi bagaimana kemudian, mohon maaf sebelumnya juga harta korban
09:49Ada kecenderungan diambil alih gitu dan kemudian menjadikan itu sebagai dali untuk dapat melakukan kebenaran
09:54Maka tentu bagaimana eksploitas terhadap korban ini ditingkatkan oleh pelaku
09:58Agar kemudian korban merasa tidak memiliki suatu hal yang dia bisa lakukan
10:02Tidak memiliki lagi relasi sosial yang dia bisa adukan
10:05Yang ketiga adalah tidak memiliki satu barrier dalam konteks kekeluargaan agar dia bisa menceritakan apa yang dia alami
10:10Itu yang pertama
10:10Yang kedua sehingga akhirnya dalam konteks ini pula korban menerima bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pelaku
10:17Agar kemudian mereka atau korban sendiri dalam konteks ini dalam riwayatnya gitu ya mbak ya
10:22Itu ada tren kekerasan yang dilakukan oleh pelaku
10:26Sehingga hal ini adalah salah satu bentuk bagaimana pelaku melakukan eksploitasi dan komoditas terhadap orang-orang
10:31Yang dia anggap terkelabui dalam konteks sosial kedekatan secara emosional
10:36Nah yang ketiga tingkat penerimaan terhadap kekerasan ini memang patut dijadikan satu hal yang pencorengan terhadap moral ya
10:46Bahwa tidak ada pembenaran dalam konteks apapun sehingga korban perlu kita berikan ruang lindung yang aman
10:52Sehingga tidak ada lagi tekanan dan tidak ada eksploitasi yang akan dilakukan oleh pelaku kepada diri korban
10:57Yang keempat tentu tidak ada unsur bahwa akhirnya korban menerima itu sebagai satu pembenaran
11:02Tapi di sisi lain bisa dijadi bahwa dalam konteks ini toksitas itu adalah salah satu bentuk gaya hidup yang perlu
11:08kita cermati bersama
11:09Karena orang-orang yang terjebak pada hal tersebut sulit untuk membiasakan apakah memang pelaku yang dia terima
11:15Itu adalah kelayakan yang harus dia dapatkan dari pasangannya
11:18Atau di sisi lain itu adalah salah satu bentuk eksploitasi emosional yang dilakukan pelaku untuk bisa mendapatkan dominasi dari para
11:25korbannya
11:26Termasuk juga soal pertanggung jawaban pidana
11:28Tadi di awal kita sudah singgung juga soal bagaimana kondisi kejiwaan terkait dengan motifnya
11:33Tapi di sisi lain bagaimana pertanggung jawaban pidana ini diharapkan tetap dibebankan kepada pelaku
11:39Misalnya faktor-faktor pelaku sering menenggak miras itu kan hanya bagian kecil saja ya mas ya
11:44Dari perilaku yang dilakukan oleh korban apalagi ini sampai bertahun-tahun
11:51Betul
11:52Ya sekarang tentu yang pertama adalah ini bukan suatu hal yang pertama
11:55Kita patut mengapresiasi agak cepat dari Pol Dajabar gitu
11:58Untuk segera mengangkap kasus ini bahkan sampai sebelum titik kulminasi kasus pada tingkat nasional
12:04Yang kedua adalah dari rekam jejak tersebut bisa terpetakan pola yang kita kenal sebagai istilah serial kriminal
12:09Jadi orang-orang yang berperilaku dalam tanda kutip gitu ya jahat menjadikan perilaku baik dia sebagai topeng untuk membangun persona
12:17diri sebagai seseorang yang yang humble
12:19Seseorang yang dalam bahasa sekarang mungkin ya green flag gitu untuk dapat mengalabui para korban ya
12:24Karena kecenderungannya adalah mereka akan melakukan eksploitasi perasaan tersebut sebagai suatu hal yang mereka benarkan
12:31Yang kedua adalah akhirnya orang-orang ini menjadikan circle of violence itu sesuatu hal yang dalam tanda kutip
12:38Karena saya tanya sulit untuk mereka keluar dari sana
12:40Karena saat kemudian mereka cukup berani untuk mengatakan tidak atau kemudian menolak dari tindakan eksploitatif agresi tersebut
12:47Maka seringkali korban berhadapkan pada pilihan yang sulit
12:50Apakah keluarga atau orang-orang yang mereka tinggalkan belum dapat menerimanya atau di sisi lain
12:54Saat kemudian mereka ditinggalkan dalam konteks relasi tertentu gitu ya pelaku akan menjual cerita keburukan dari korban
13:04Sehingga korban mengalami ketakutan untuk dapat keluar dari engkara tersebut
13:06Maka yang bisa dilakukan karena jalan keluarnya tentu memberikan ruang aman kepada korban
13:11Dan kemudian memberikan punitif secara setimpal kepada pelaku dengan dari apapun dengan alasan apapun
13:17Sehingga masyarakat juga secara sosial gitu terpuaskan dalam konteks keadilan
13:21Tapi di sisi lain tetap menjaga bagaimana kemudian tindakan ini tidak menjadi pembenaran
13:25Alih-alih kemudian konteks yang lebih besar adalah kita menjadikan spousal homicide yang mengarah kepada tingkat kebunuhan
13:32Itu sebagai suatu hal yang bisa dikurangi atau kemudian direduksi
13:35Mas dan terakhir bagaimana sekarang proses yang harus berlangsung tentu perlu kehati-hatian
13:40Di satu sisi pertanggung jawaban pidana pasti dikejar untuk pelaku
13:44Tapi kan ada bagian korban yang juga dimintai keterangan
13:47Jangan sampai mengungkap trauma lebih dalam lagi dalam kondisi korban
13:51Yang saat ini juga butuh pemulihan luar biasa dalam sisi fisik maupun psikis
13:56Ya tentu peran pihak-pihak yang kemudian bisa berperan
13:59Seperti misalnya LPSK bisa memberikan bagaimana pelindungan terhadap korban
14:03Tidak hanya kemudian dalam konteks pemulihan secara psikis gitu ya
14:06Tapi tentu tadi disampaikan juga dari keluarga korban
14:09Retributif bagaimana ke depannya dia memiliki satu kesempatan hidup yang lebih baik
14:14Dan kemudian penghidupan yang lebih layak
14:16Itu yang pertama
14:16Yang kedua adalah tentu menjadikan ini sebagai salah satu barometer
14:20Bahwa tindakan kekerasan yang kemudian menjadikan diri seseorang itu sebagai objek
14:25Untuk bisa pelampiasan secara emosional
14:28Itu memiliki tingkatan yang mungkin setara dengan bagaimana orang-orang melakukan pembunuhan
14:33Secara eksploitatif kepada orang-orang yang menjadi rekan terdekatnya
14:39Yang ketiga tentu yang bisa kita lihat berikutnya adalah
14:41Ini adalah salah satu bentuk membentuk untuk menjadikan relasi-relasi yang memang mengarah kepada toxic relationship itu
14:47Sebagai suatu hal yang harus diidentifikasi dari awal
14:50Sehingga keberadaan korban-korban yang
14:53Yang bisa mengharapkan yang lebih kejam lagi atau kemudian lebih keras lagi
14:58Bisa menjadi hal yang bisa dikurangi gitu ya
15:00Dan kemudian bisa menjadi pair bersama bahwa keluarga menjadi satu hal yang penting
15:04Dan tentu para korban bisa kembali lagi ke masyarakat secara lebih bermanfaat lagi
15:08Jadi kita menunggu bagaimana penyidikan terhadap kasus ini
15:12Seterang-terangnya untuk pelaku juga pemulihan trauma korban
15:15Ini hal yang harus dikawal banyak pihak termasuk pemulihan kesehatannya
15:19Terima kasih banyak Mas Nuki atas waktunya di Sapa Indonesia Pak
15:22Sepanggat Pak
Komentar

Dianjurkan