00:02Masih di Satu Menjadi Forum, Pak Dubes Dian, bolehlah paling tidak, masih jauh tadi, tapi pasti adalah sesuatu yang bisa
00:12diupayakan.
00:12Apa yang Bapak sarankan kepada pemerintah untuk Iran nih, karena tidak hanya Rusia Presiden cari minyak, tapi bisa juga ke
00:20Iran kalau memang hubungannya bisa diperbaiki.
00:23Langsung ke Iran ya, itikat baik harus dimulai dari Indonesia.
00:27Karena bebaskan kapal yang ditahan, karena itu akan membantu kita membebaskan dua kapal tangker kita yang ditahan.
00:38Paling tidak itu, nyata tuh kapal tangker kita ditahan dua.
00:42Artinya apa sih, itu kan resiprokal, kita nahan dia, dia nahan kita, simpel.
00:48Dengan dicabutnya sanksi, belum tentu perundingan ini saja akan bisa berjalan lancar.
00:55Bagaimana menafsirkan harganya, bagaimana menafsirkan kondisi kapal masing-masing, bagaimana menafsirkan kondisi minyak yang ada di kapal itu.
01:04Tidak mudah.
01:05Anda nggak menyarankan kalau nanti sudah damai situasinya, Presiden segera melakukan lawatan ke Teheran, Iran?
01:11Kalau Presiden yang sekarang pasti tidak mau.
01:16Kenapa?
01:16Ya karena posisinya dari awal sudah tidak simpati sama Iran.
01:20Buat saya, tindakan tadi yang menimbulkan kecewaan, terutama juga wafatnya Hamene dan sebagainya.
01:27Itu luka yang tidak akan bisa begitu saja datang.
01:31Datang akan menghibur kalau kita juga siap dengan konsep.
01:35Saya mau datang kita negosiasikan pal dua saya dan kapal Anda di sini.
01:40Paling tidak itu akan memberikan...
01:41Itu langkah awal ya?
01:42Langkah awal untuk memberikan...
01:47Saya ke Bung Abra.
01:48Bung Abra, kita pahamlah Indonesia ini produksi minyaknya tidak bisa mencukup dalam negeri.
01:54Sehingga impor adalah keniscayaan.
01:56Tetapi dalam konteks jangka panjang, tentu belajar dari kasus ini, kita sudah berharap ternyata angin segar juga nggak bisa segera
02:02diterka.
02:03Apa yang akan Anda sampaikan, sarankan kepada negara untuk ke depan tidak hanya berpikir jangka panjang net zero emission atau
02:10apapun,
02:10tapi ada jangka pendek yang terkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan energi di Indonesia?
02:15Ya, jadi belajar dari tekanan yang sudah kita alami tiga bulan terakhir,
02:19bahwa kenaikan harga energi ini tentunya sudah memukul berat masyarakat dan juga jangan lupa industri.
02:26Industri ini saya pikir menjadi hal yang cukup krusial,
02:29karena dalam satu bulan terakhir di bulan Mei, itu jumlah PHK bertambah 52 persen.
02:33Jadi sekitar 30 ribu orang.
02:36Artinya kan, kalau nanti harga input produksi khususnya energi mengalami penurunan,
02:41industri juga akan kembali mengalami recovery dan diharapkan nanti akan menyerap lapangan kerja yang lebih banyak lagi.
02:47Karena pastinya masyarakat akan menuntut hal yang sangat bisa dilihat dalam jangka pendek itu, pekerjaan.
02:53Yang kedua adalah beban inflasi, ya walaupun sampai bulan Mei inflasi kita masih di level 3 persen,
02:58masih di bawah target 3,5, tetapi kan tentu dengan adanya potensi inflasi di bulan-bulan berikutnya,
03:06khususnya dampak dari krisis El Nino itu juga akan mengurangi daya beli masyarakat.
03:11Nah artinya ketika nanti agetkan ada potensi tambahan alokasi subsidi tadi bisa digunakan untuk belanja sosial,
03:19kemudian belanja modal, itu diharapkan memang nanti akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita di semester kedua.
03:24Jadi saya melihat bahwa ini menjadi cuaca cerah ya buat perekonomian masyarakat,
03:30di dalam negeri melihat secara fiskal pemerintah harusnya tidak punya alasan lagi untuk mengatakan dana kita terbatas.
03:37Apalagi pemerintah punya dana sal, sisa anggaran lebih itu 400 triliun.
03:42Jadi seharusnya bisa dimanfaatkan semaksimum mungkin di semester kedua.
03:46Yang kedua yang juga menjadi ujian kita adalah kita akan melihat sejauh mana sentimen investor asing.
03:52Karena tadi kan faktor geopolitik dan eksternal sudah mulai menipis,
03:56tetapi mereka akan melihat sejauh mana kredibilitas dari kebijakan pemerintah.
04:00Apakah memang pada akhirnya akan dipercaya?
04:03Termasuk kredibilitas fiskal dan bagaimana pewaan monetar?
04:06Fiskal dan juga sinkronisasi antara fiskal dan monetar.
04:11Ini kan juga menjadi persoalan juga.
04:13Jadi nanti cerminannya adalah ketika nilai tukar kita menguat,
04:17kemudian juga capital inflow di pasar modal dan di pasar uang.
04:21Oke, Profik apa yang kita harus belajar dari sepanjang 6 bulan ini paling tidak posisi geopolitik
04:28dimana Indonesia sempat ya sudah terlanjur masuk ke BOP,
04:32kemudian di internal juga ada pro kontra.
04:34Tapi ke depan berharap katakanlah berkaca dari kesepakatan damai ini masih proses panjang,
04:39tetapi Indonesia kan harus terus mengalungi peradaban global.
04:41Tiga hal, pertama adalah bagaimana kita belajar ketangguhan.
04:47Ketangguhan.
04:48Iran atas intervensi yang diinginkan oleh negara lain.
04:52Itu yang kita harus apresiasi.
04:54Iran mampu untuk tidak mau diintervensi.
04:58Sementara kita ini seringkali sangat mudah untuk diintervensi.
05:03Apakah itu perjanjian ART, masuk ke BOP, dan seterusnya.
05:08Yang kedua adalah bagaimana kita bisa mengkapitalisir situasi.
05:17Perang yang 6 minggu yang tadinya terang mengatakan bahwa saya akan membuat perjanjian yang lebih baik
05:23daripada yang dibuat oleh Obama dengan negara-negara P5 itu.
05:28Itu kalau menurut saya ternyata banyak celah-celah yang justru dimanfaatkan oleh Iran.
05:35celah-celah yang membuat Iran sekarang itu dalam posisi yang lebih baik ketimbang sebelum dia diserang.
05:45Saya melihat ya Bapak Presiden, Presiden kita itu luar biasa.
05:49Bisa ketemu dengan kepala negara, kepala pemerintah, dan sebagainya semua.
05:53Tapi kapitalisasinya kapan?
05:57Untuk kebermanfaatan Indonesia.
05:59Ya memang katanya ada komitmen-komitmen investasi, tapi kan komitmen.
06:05Realisasi gimana?
06:07Makanya yang saya selalu katakan, ini menteri-menterinya yang tidak bisa memahami apa yang dikendaki oleh Bapak Presiden.
06:14Dan yang ketiga, yang perlu kita pelajari itu adalah tidak ada negara yang katakanlah merasa dirinya kuat dan dia bisa
06:24melakukan apa saja.
06:26Itu sudah dibuktikan oleh Iran dan menurut saya Indonesia harus belajar dan ini adalah realisasi dari politik luar negeri kita
06:37yang bebas.
06:38Oke, terima kasih Bung Abra, terima kasih Prof Hik, terima kasih Dupas Dian.
Komentar