Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-2016 Dian Wirengjurit menilai langkah awal untuk memperbaiki hubungan Indonesia dan Iran harus dimulai dari niat baik Indonesia.

Menurut Dian, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah adalah menyelesaikan persoalan kapal yang masih ditahan.

Dian menjelaskan langkah tersebut juga dapat membantu pembebasan dua kapal tanker Indonesia yang saat ini ditahan.

Ia menilai hubungan yang membaik dengan Iran membutuhkan konsep dan langkah nyata sebagai bentuk niat baik.

Sementara itu, Ekonom INDEF Abra Talattov menilai krisis energi dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan pelajaran penting bagi Indonesia.

Ia mengungkapkan jumlah pemutusan hubungan kerja atau PHK meningkat signifikan pada Mei lalu.

Menurut Abra, apabila harga energi menurun, industri memiliki peluang untuk pulih dan kembali menyerap tenaga kerja.

Ia juga menilai meredanya tekanan geopolitik seharusnya membuat pemerintah lebih leluasa mendorong perekonomian.

Menurut Abra, perhatian berikutnya adalah kepercayaan investor asing terhadap kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menilai ada tiga pelajaran penting yang dapat dipetik Indonesia dari konflik selama enam minggu terakhir.

"Iran mampu untuk tidak mau diintervensi. Sementara kita ini seringkali sangat mudah untuk diintervensi. Apakah itu perjanjian ART, masuk ke BOP, dan seterusnya," ujarnya.

Selain itu, Hikmahanto menilai Indonesia perlu lebih mampu memanfaatkan momentum hubungan internasional yang dibangun Presiden Prabowo Subianto.

Ia bahkan mengkritik jajaran pembantu presiden yang dinilai belum mampu menerjemahkan visi kepala negara.

Pelajaran terakhir, menurut Hikmahanto, adalah tidak ada negara yang dapat bertindak semaunya hanya karena merasa kuat.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rakE3PUjcR8




#perang #iran #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/676922/dubes-dian-minta-pemerintah-indonesia-bebaskan-kapal-iran-ini-alasannya-satu-meja
Transkrip
00:02Masih di Satu Menjadi Forum, Pak Dubes Dian, bolehlah paling tidak, masih jauh tadi, tapi pasti adalah sesuatu yang bisa
00:12diupayakan.
00:12Apa yang Bapak sarankan kepada pemerintah untuk Iran nih, karena tidak hanya Rusia Presiden cari minyak, tapi bisa juga ke
00:20Iran kalau memang hubungannya bisa diperbaiki.
00:23Langsung ke Iran ya, itikat baik harus dimulai dari Indonesia.
00:27Karena bebaskan kapal yang ditahan, karena itu akan membantu kita membebaskan dua kapal tangker kita yang ditahan.
00:38Paling tidak itu, nyata tuh kapal tangker kita ditahan dua.
00:42Artinya apa sih, itu kan resiprokal, kita nahan dia, dia nahan kita, simpel.
00:48Dengan dicabutnya sanksi, belum tentu perundingan ini saja akan bisa berjalan lancar.
00:55Bagaimana menafsirkan harganya, bagaimana menafsirkan kondisi kapal masing-masing, bagaimana menafsirkan kondisi minyak yang ada di kapal itu.
01:04Tidak mudah.
01:05Anda nggak menyarankan kalau nanti sudah damai situasinya, Presiden segera melakukan lawatan ke Teheran, Iran?
01:11Kalau Presiden yang sekarang pasti tidak mau.
01:16Kenapa?
01:16Ya karena posisinya dari awal sudah tidak simpati sama Iran.
01:20Buat saya, tindakan tadi yang menimbulkan kecewaan, terutama juga wafatnya Hamene dan sebagainya.
01:27Itu luka yang tidak akan bisa begitu saja datang.
01:31Datang akan menghibur kalau kita juga siap dengan konsep.
01:35Saya mau datang kita negosiasikan pal dua saya dan kapal Anda di sini.
01:40Paling tidak itu akan memberikan...
01:41Itu langkah awal ya?
01:42Langkah awal untuk memberikan...
01:47Saya ke Bung Abra.
01:48Bung Abra, kita pahamlah Indonesia ini produksi minyaknya tidak bisa mencukup dalam negeri.
01:54Sehingga impor adalah keniscayaan.
01:56Tetapi dalam konteks jangka panjang, tentu belajar dari kasus ini, kita sudah berharap ternyata angin segar juga nggak bisa segera
02:02diterka.
02:03Apa yang akan Anda sampaikan, sarankan kepada negara untuk ke depan tidak hanya berpikir jangka panjang net zero emission atau
02:10apapun,
02:10tapi ada jangka pendek yang terkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan energi di Indonesia?
02:15Ya, jadi belajar dari tekanan yang sudah kita alami tiga bulan terakhir,
02:19bahwa kenaikan harga energi ini tentunya sudah memukul berat masyarakat dan juga jangan lupa industri.
02:26Industri ini saya pikir menjadi hal yang cukup krusial,
02:29karena dalam satu bulan terakhir di bulan Mei, itu jumlah PHK bertambah 52 persen.
02:33Jadi sekitar 30 ribu orang.
02:36Artinya kan, kalau nanti harga input produksi khususnya energi mengalami penurunan,
02:41industri juga akan kembali mengalami recovery dan diharapkan nanti akan menyerap lapangan kerja yang lebih banyak lagi.
02:47Karena pastinya masyarakat akan menuntut hal yang sangat bisa dilihat dalam jangka pendek itu, pekerjaan.
02:53Yang kedua adalah beban inflasi, ya walaupun sampai bulan Mei inflasi kita masih di level 3 persen,
02:58masih di bawah target 3,5, tetapi kan tentu dengan adanya potensi inflasi di bulan-bulan berikutnya,
03:06khususnya dampak dari krisis El Nino itu juga akan mengurangi daya beli masyarakat.
03:11Nah artinya ketika nanti agetkan ada potensi tambahan alokasi subsidi tadi bisa digunakan untuk belanja sosial,
03:19kemudian belanja modal, itu diharapkan memang nanti akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita di semester kedua.
03:24Jadi saya melihat bahwa ini menjadi cuaca cerah ya buat perekonomian masyarakat,
03:30di dalam negeri melihat secara fiskal pemerintah harusnya tidak punya alasan lagi untuk mengatakan dana kita terbatas.
03:37Apalagi pemerintah punya dana sal, sisa anggaran lebih itu 400 triliun.
03:42Jadi seharusnya bisa dimanfaatkan semaksimum mungkin di semester kedua.
03:46Yang kedua yang juga menjadi ujian kita adalah kita akan melihat sejauh mana sentimen investor asing.
03:52Karena tadi kan faktor geopolitik dan eksternal sudah mulai menipis,
03:56tetapi mereka akan melihat sejauh mana kredibilitas dari kebijakan pemerintah.
04:00Apakah memang pada akhirnya akan dipercaya?
04:03Termasuk kredibilitas fiskal dan bagaimana pewaan monetar?
04:06Fiskal dan juga sinkronisasi antara fiskal dan monetar.
04:11Ini kan juga menjadi persoalan juga.
04:13Jadi nanti cerminannya adalah ketika nilai tukar kita menguat,
04:17kemudian juga capital inflow di pasar modal dan di pasar uang.
04:21Oke, Profik apa yang kita harus belajar dari sepanjang 6 bulan ini paling tidak posisi geopolitik
04:28dimana Indonesia sempat ya sudah terlanjur masuk ke BOP,
04:32kemudian di internal juga ada pro kontra.
04:34Tapi ke depan berharap katakanlah berkaca dari kesepakatan damai ini masih proses panjang,
04:39tetapi Indonesia kan harus terus mengalungi peradaban global.
04:41Tiga hal, pertama adalah bagaimana kita belajar ketangguhan.
04:47Ketangguhan.
04:48Iran atas intervensi yang diinginkan oleh negara lain.
04:52Itu yang kita harus apresiasi.
04:54Iran mampu untuk tidak mau diintervensi.
04:58Sementara kita ini seringkali sangat mudah untuk diintervensi.
05:03Apakah itu perjanjian ART, masuk ke BOP, dan seterusnya.
05:08Yang kedua adalah bagaimana kita bisa mengkapitalisir situasi.
05:17Perang yang 6 minggu yang tadinya terang mengatakan bahwa saya akan membuat perjanjian yang lebih baik
05:23daripada yang dibuat oleh Obama dengan negara-negara P5 itu.
05:28Itu kalau menurut saya ternyata banyak celah-celah yang justru dimanfaatkan oleh Iran.
05:35celah-celah yang membuat Iran sekarang itu dalam posisi yang lebih baik ketimbang sebelum dia diserang.
05:45Saya melihat ya Bapak Presiden, Presiden kita itu luar biasa.
05:49Bisa ketemu dengan kepala negara, kepala pemerintah, dan sebagainya semua.
05:53Tapi kapitalisasinya kapan?
05:57Untuk kebermanfaatan Indonesia.
05:59Ya memang katanya ada komitmen-komitmen investasi, tapi kan komitmen.
06:05Realisasi gimana?
06:07Makanya yang saya selalu katakan, ini menteri-menterinya yang tidak bisa memahami apa yang dikendaki oleh Bapak Presiden.
06:14Dan yang ketiga, yang perlu kita pelajari itu adalah tidak ada negara yang katakanlah merasa dirinya kuat dan dia bisa
06:24melakukan apa saja.
06:26Itu sudah dibuktikan oleh Iran dan menurut saya Indonesia harus belajar dan ini adalah realisasi dari politik luar negeri kita
06:37yang bebas.
06:38Oke, terima kasih Bung Abra, terima kasih Prof Hik, terima kasih Dupas Dian.
Komentar

Dianjurkan