Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut baik dukungan Partai PDI Perjuangan untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.

Wakil Ketua DPR RI, yang juga merupakan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, mengaku turut mendengar pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Kongres PDIP yang digelar di Badung, Bali.

Dasco menyebut, dukungan seperti kritik yang membangun dari PDIP sangat diperlukan pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dasco juga mengaku, Ketua Umum PDIP sudah menyampaikan akan mendukung program-program baik pemerintah jauh sebelum adanya Kongres PDIP, dan tidak ada kaitannya dengan pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto.

Baca Juga Pasca Terima Abolisi, Tom Lembong Laporkan Tiga Hakim ke MA dan Komisi Yudisial | BERUT di https://www.kompas.tv/nasional/609498/pasca-terima-abolisi-tom-lembong-laporkan-tiga-hakim-ke-ma-dan-komisi-yudisial-berut

#pdip #politik #kabinetprabowo #gerindra

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/609502/full-adi-prayitno-soal-kemungkinan-pdip-masuk-kabinet-prabowo-pasca-amnesti-hasto-kompas-petang
Transkrip
00:00Lalu bagaimana membaca langkah politik dari PDIP khususnya Hasto Kirstianto pasca mendapat hadiah amnesti dari Presiden Prabowo Subianto?
00:08Kami membahasnya bersama dengan analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Mas Adi Prajitno.
00:13Selamat petang Mas Adi.
00:15Selamat petang.
00:16Mas Adi kalau dukungan untuk pemerintah oke lah sering disampaikan oleh PDIP.
00:20Tapi kalau ditanya bergabung ke pemerintah pasca Hasto mendapatkan hadiah amnesti dari Presiden Prabowo.
00:27Kemungkinannya seperti apa?
00:30Kalau untuk saat ini saya termasuk yang tidak yakin bahwa PDIP itu akan bergabung dengan pemerintah berkoalisi dengan Prabowo dengan cara misalnya ada kader-kader PDIP yang kemudian menjadi menteri.
00:43Saya tidak yakin dalam konteks itu.
00:45Yang ada saat ini adalah PDIP tetap menjaga jarak berada di luar kekuasaan tapi tidak menyebut dirinya sebagai oposisi tapi menjadi mitra strategis dengan cara menjadi partai politik penyeimbang.
00:58Nah ini yang menarik menurut saya ketika bicara tentang PDIP sebagai penyimbang satu sisi akan mendukung secara penuh kebijakan-kebijakan politik strategis dari Prabowo tapi PDIP juga berkomitmen dan berjanji.
01:11Kalau ada kebijakan yang dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila menimbulkan kita diadilan sosial termasuk juga misalnya ada perilaku hukum yang tidak berkeadilan PDIP berjanji akan memberikan kritik secara terbuka.
01:25Bagi saya adalah salah satu sikap yang cukup moderat yang dipilih oleh PDIP hari ini jika dibandingkan dengan ketika di erenya Pak SBY.
01:35Kita tahu ketika SBY jadi presiden dua periode 2004-2009, 2009-2014, PDIP langsung menyatakan diri sebagai partai oposisi.
01:45Hampir setiap saat dan hampir setiap kebijakan-kebijakan politik SBY bagi PDIP itu dikritisi dan kemudian menimbulkan konfrontasi yang tidak berkesudahan.
01:55Karena memang kita tahu ada jarak psikologis memang antara SBY dengan MEGA, antara Partai Demokrat dengan PDIP itu kan tidak akur.
02:04Tapi ketika bicara dengan Prabowo Subianto saya kira semua persoalannya agak berbeda.
02:09Secara personal Prabowo dengan Megawati baik-baik saja dan secara politik antara Gerindra dan PDIP bahkan diklaim sudah seperti kakak dan adik.
02:18Jadi disitu yang kemudian saya tafsirkan. Kalau kita bahasakan dengan bahasa anak muda saat ini, ini seperti teman tapi mesra.
02:28Di luar tapi bersahabat cukup mesra dengan kawan-kawan yang tidak di pemberitaan.
02:33Mas Adi, sorry saya potong. Apakah ini yang jadi pertimbangan dari PDIP ini salah satunya adalah kalau kita berbicara soal Prabowo yang tidak hanya menjalin komunikasi dengan Megawati dan juga PDIP,
02:45tapi juga dengan Joko Widodo?
02:48Kalau saya membaca rata-rata secara umum, memang DNA PDIP itu adalah di luar kekuasaan ketika kalah dalam pemilu.
02:58Khususnya dalam Pilpres. Karena di berbagai kesempatan misalnya elit-elit PDIP selalu menegaskan bahwa
03:04kalau kalah itu memang sebaiknya di luar dan menjadi check and balance sheet sebagai upaya untuk menciptakan kekuatan politik yang seimbang.
03:11Dalam konteks itu memang harus kita apresiasi mas.
03:14Di tengah semua partai politik kecuali PDIP hari ini itu sudah menyatakan diri sebagai bagian dari koalisi pemerintah hampir 90%.
03:23Tentu yang dikhawatirkan oleh publik ini akan muncul apa yang disebut dengan bahaya dari sebuah stabilitas.
03:29Karena kalau 100% bergabung dengan pemerintah, orang bertanya, kira-kira siapa nanti yang akan bersikap kritis, protes ketika ada kebijakan yang tidak pro-rakyat.
03:39Makanya ada angin segar sebenarnya ketika PDIP memilih menjadi partai penyeimbang, satu sisi berkomitmen, siap bekerja sama dengan pemerintah.
03:48Tapi kalau kemudian ada kebijakan yang pro-rakyat, PDIP berjanjakan memberikan satu serangan yang cukup tajam dan kritis.
03:57Saya kira itu adalah kabar baiknya.
03:59Itu dari PDIP menurut Anda.
04:01Kalau Mas Adi melihatnya dari Gerindra sendiri atau dari Prabowo-nya sendiri, pengennya, maunya, itu PDIP gabung, masuk ke pemerintahan, atau cukup dukung dari luar aja?
04:11Ya saya kira memang kalau melihat rata-rata secara umum mazhab politiknya dari Prabowo Subianto, itu adalah mazhab gotong royong dan merangkul semua partai politik.
04:22Bahkan sejak terpilih jadi presiden, dilantik 20 Oktober 2004 yang lalu, Prabowo Subianto mengatakan akan merangkul semua pihak, merangkul semua kelompok,
04:32tentu sebagai upaya untuk melakukan kerjasama politik, membuat Indonesia menjadi bangsa yang hebat, menjadi bangsa yang kompetitif.
04:39Karenanya, rumus dasarnya adalah kerjasama dengan semua eksponen, rumusnya adalah menciptakan stabilitas politik.
04:46Tentu dari lubuk hati yang paling dalam, kekuasaan hari ini berharap juga, PDIP sebagai partai pemenang Pilek bergabung menjadi bagian di dalamnya tentu,
04:55untuk memperkuat bagaimana menghadapi persoalan-persoalan yang dihadapi.
04:59Tapi bagi saya, gabungnya PDIP ke pemerintahan Pak Prabowo itu hanya sebatas formalitas.
05:04Karena secara subtansi, kalau kita mau jujur, PDIP itu dalam banyak hal sudah tegak lurus dan mendukung penuh program-program strategis Pak Prabowo.
05:14Kenaikan PPN 12% didukung, revisi undang-undang TNI didukung, soal program makan bergisi gratis didukung, soal sekolah rakyat didukung.
05:24Semuanya didukung begitu ya, Mas Adi ya?
05:26Dukung secara total. Nah, yang dikhawatirkan oleh publik adalah ketika PDIP bicara tentang menjadi partai penyimbang,
05:33justru sikapnya agak sedikit melunak, lebih banyak pronya kepada pemerintah dan kritisnya, proporsinya lebih sedikit.
05:40Kenapa demikian, Mas Adi?
05:42Karena kalau kita lihat ini kan hadiah dari Prabowo ini kan nggak main-main begitu, amnesti loh.
05:47Ini untuk sekjennya, sekjen PDIP saat itu, yaitu Hasto Kertianto.
05:51Tentu ada dildilan ataupun lobby-lobby yang lain yang dilakukan oleh Prabowo dan juga Megawati, Soekoroputri begitu.
05:59Ya, saya kira sifatnya sangat prediktif lah kalau ada sumsi-asumsi macam itu.
06:04Karena kalau kita mau jujur sebenarnya secara prinsip, kan ada sekitar 1116 orang yang diberikan amnesti,
06:11salah satunya Hasto dan kemudian Pak Tom Lembong yang diberikan apolisi.
06:17Iya, tapi memang yang selalu menjadi pembicaraan itu soal Hasto dan Tom Lembong.
06:22Karena ada argumen politiknya sebagai upaya untuk menjalin kerjasama,
06:26menciptakan harmoni politik sehingga tidak ada gonjang-ganjing dan kegaduhan yang tidak berkesudah.
06:31Karena harus kita akui, Mas, bahwa sepanjang peradilan Pak Hasto dan Tom Lembong itu kan terjadi huru-hara dan gontok-gontok kan.
06:39Bahwa baik Pak Tom Lembong ataupun Hasto, itu kan dinilai nuansa politiknya jauh lebih kentara dibandingkan dengan persoalan hukum.
06:47Sehingga pemerintah saat ini dan pemerintahan sebelumnya itu dikritik, sedang mentarget dan melakukan kriminalisasi.
06:53Jadi wajar kalau kemudian ketika muncul amnesti dan kemudian abolisi,
06:57ini dianggap sebagai kado indah bagi PDIP dan kado indah bagi Tom Lembong dan para pendukungnya.
07:03Oke, kado indah buat PDIP begitu ya amnesti ini.
07:06Kalau lihat dari PDIP kemudian dari Prabowo termaksud Gerindra,
07:10kalau Mas Adi sendiri melihat partai-partai pendukung Prabowo sendiri melihatnya seperti apa?
07:15Sebagai sebuah ancamankah kalau PDIP gabung ke pemerintahan atau sebagai sebuah, wah ini makin solid dong kita?
07:22Kalau maju-jur sebenarnya secara alami ya menambah orang baru,
07:26menambah partai baru yang tidak berkoalisi dari awal, ini tentu akan menimbulkan gejolah.
07:32Tapi pasti tidak akan ditampilkan.
07:34Karena orang-orang baru ini adalah orang-orang yang saya kira memang akan semakin banyak
07:39menempatkan posisi-posisi strategis nantinya di pemerintahan.
07:42Apalagi yang diajak itu adalah orang kaya seperti PDIP.
07:46Apalagi yang diajak itu adalah partai besar yang saya kira memang daya tawar politiknya
07:50pasti di atas rata-rata dibandingkan dengan partai yang lain.
07:53Dan harus diakui partai sebesar PDIP sebagai partai pemenang pilih kalau masuk menjadi bagian kekuasaan di dalamnya,
08:01tentu itu dikhawatirkan akan membuat partai-partai yang kecil, partai-partai yang lain yang sejak lama bersama dengan pemerintah,
08:07daya bergenya tidak terlampau kuat.
08:09Untuk apa bergenya dengan yang lain kalau PDIP sudah bisa diajak bergerak sesama dari dalam?
08:13Kita nantikan ya ini ya Mas Adi ya, karena ini masih jadi tanda-tanya kita semua.
08:18Terlebih, Hasto Kristianto ini juga belum mendapatkan posisi apapun dan posisi sekjen PDIP juga masih kosong nih.
08:25Ini menarik untuk kita simak bersama seperti apa dinamikanya ke depan.
08:28Terima kasih Direktur Eksekutif Parameter Politik Seligus Analis Politik telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
08:34Terima kasih Mas Adi.
08:36Terima kasih Mas, selamat sore.
08:38Usai jeda saudara di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan