00:00Kalau ini memang takdirku, aku rela.
00:30Terima kasih telah menonton!
01:00Terima kasih, Pak.
01:30Terima kasih, Pak.
02:00Aku nggak mau jadi dukun yang...
02:02Terima kasih, Pak.
02:32Sudah waktunya, Andu.
02:42Penas! Penas! Penas!
02:44Penas! Penas! Penas!
02:59Tolong! Tolong!
03:05Di Banyuwangi, tepatnya desa Seragi, kecamatan Songon Banyuwangi, ada sebuah keluarga yang tak bisa lepas dari garis takdir.
03:14Darah mereka bukan hanya mengalir, tapi diwarisi oleh sesuatu yang tidak terlihat.
03:20Dan saat satu dari mereka menolak warisan itu, roh yang lama dikubur menuntut kembali tubuhnya.
03:28Selamat datang di Portal Dimensi.
03:32Kisah kali ini bukan hanya untuk didengar, tapi untuk dirasakan.
03:36Dan jika kalian berani, mari kita mulai.
03:40Di dusun ini, para penduduknya masih hidup dalam tradisi yang kuno.
03:45Di setiap malam Jumat Gliwon, mereka pun masih menggelar selamatan.
03:50Membakar Menyang, menyuguhkan kopi paip, pisang emas, dan rokok kretek di depan rumah.
03:58Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk penjaga mereka, yaitu roh leluhur.
04:03Yang dipercaya oleh masyarakat setempat, masih mengawasi dari balik pohon radu tua,
04:09dari dalam sumur yang tidak pernah kering, atau dari atap genteng yang berlumut.
04:14Dan di tengah dusun itu, ada satu nama yang tak berani diucapkan sembarangan.
04:20Iya, nama Basaro.
04:23Basaro bukan seorang dukun biasa.
04:25Ia dibilang keturunan ketujuh dari Ratu Bintang Timur.
04:29Roh penjaga Tanah Banyuwangi, yang dipercaya secara turun-temurun,
04:34memilih perempuan dalam garis keturunan untuk dijadikan sebuah wadah.
04:39Di setiap beberapa dekade, satu anak perempuan dalam keluarga itu,
04:44akan mulai bermimpi aneh.
04:46Biasanya, dimulai dengan mimpi menari-nari di tengah kebun tebu yang terbakar.
04:52Lalu melihat keris terbang, atau ditatangi perempuan tua berjubah hitam,
04:56dan membawa kembang tujuh rupa.
04:59Bagi orang luar, ini mungkin gangguan jiwa.
05:02Tapi bagi keluarga Basaro, itu sebuah tanda panggilan.
05:07Dan anak yang mendapat panggilan itu, harus menerima warisan menjadi dukun.
05:12Atau bila menolak, akan diambil secara paksa.
05:16Tahun itu, seorang tim dokumenter dari Jakarta telah datang.
05:21Mereka ingin membuat film tentang tradisi spiritual Jawa Timur.
05:26Jawa Timur.
05:30Desa Seragi di mana ya, Pak?
05:32Oh, lumayan jauh, non.
05:34Jalan ini lurus terus.
05:36Nanti ada pertigaan, belok kiri.
05:38Nah, itu Desa Seragi.
05:40Terima kasih telah menonton!
05:54Terima kasih telah menonton!
06:15Awalnya, mereka hanya ingin meliput tarik gandrung dan upacara sebelang.
06:20Tapi ketika mereka mendengar soal keluarga Basaro, mereka lalu mengalihkan fokusnya.
06:26Kamera mulai merekam rumah Tuan Basaro seperti museum mistis.
06:31Foto-foto hitam putih leluhur.
06:34Dupa selalu menyala.
06:36Keris warisan menancap di tanah.
06:38Dan suara gamelan kecil yang tak pernah berhenti.
06:42Meski tak ada yang memainkan.
06:45Mereka merekam saat Basaro merawat warga yang kerasukan.
06:49Saat dia berkomat kamit di bawah pohon waru.
06:52Saat dia memandikan bayi yang katanya terkena sawan merah.
06:57Hati kang suci, rogo kang rese, mugi-mugi, pinaringan waras.
07:05Namun fokus ceritanya mulai bergeser.
07:08Yaitu kecucu perempuan Basaro yang bernama Dia.
07:14Dia, gadis berusia 19 tahun.
07:17Seorang mahasiswi jurusan Desen di Malang.
07:20Punya mimpi besar meninggalkan kampung halaman.
07:23Untuk hidup di kota dan membangun brand fashion sendiri.
07:26Tapi sejak sebulan terakhir.
07:29Dia pun sering berubah.
07:31Dia sering pingsan tanpa sebab.
07:33Bicara sendiri di depan kaca.
07:35Kadang tiba-tiba bisa berbicara dalam bahasa jawakawi.
07:40Kadang dia tertawa.
07:42Kadang dia menjerit di tengah malam.
07:44Seperti orang disembelih.
07:46Ibunya, Bu Ratna, anak Basaro.
07:50Dia tampak panik.
07:52Tapi menolak mengakui.
07:54Katanya dia hanya kelelahan.
07:56Mungkin karena stres kuliah.
08:01Dia cuma capek.
08:02Mungkin stres karena kuliahnya.
08:04Tapi di sini, Basaro tahu.
08:08Inilah waktunya warisan itu berpindah.
08:11Dan dia pun mulai dilirik oleh Ratu Bintang Timur.
08:15Tapi di sini masalahnya.
08:25Dia menolak.
08:27Aku gak mau jadi dukun yang.
08:30Arwah leluhur akan marah.
08:32Arwah.
08:40Erwah.
08:44Dong?
08:45Ini rahmen agak!
08:46Ini takdirmu.
08:48Aku gak mau jadi dukun yang.
08:50Semakin dia menolak, semakin aneh yang terjadi
09:03Kucing-kucing di rumah mati satu persatu
09:06Foto keluarga jatuh sendiri di tengah malam
09:09Air sumur berubah merah seperti darah
09:12Dan malam Jumat itu, suara gamelan dari rumah Mbak Saroh terdengar begitu keras
09:18Padahal tidak ada yang bermain
09:20Suara gamelan berdayu disertai suara perempuan menangis dari dalam tanah
09:48Lalu kamera dokumenter merekam semuanya
10:03Wajah dia semakin pucat, matanya seperti kosong
10:07Saat ditanya siapa namanya, gadis itu pun menjawab
10:11Aku sudah lama tidak disebut namaku
10:14Aku adalah yang kalian kubur hidup-hidup dulu
10:16Namu, siapa nama Mundo?
10:22Namaku sudah lama tidak terucap
10:24Akulah yang kau kubur hidup-hidup
10:26Akulah yang kau kubur hidup-hidup
10:27Dan kata-kata itu bukan milik dia
10:31Suaranya berubah berat
10:33Intonasinya seperti suara nenek-nenek
10:36Yang tertahan di dalam kerongkongan
10:39Cepat bawa cucuku ke altar
10:43Ritual pemanggilan arwah pun dilakukan
10:49Tim dokumenter, warga, dan beberapa dukun desa lain
10:53Pun ikut menyaksikan
10:55Dia dipakaikan kain putih
11:05Dan dibarikan di atas di karpandang
11:07Di sekelilingnya diletakkan bunga setaman
11:10Kemenyan, dan tujuh telur ayam kampung
11:13Disini mantra pun lalu dibacakan
11:25Tapi sebelum selesai
11:26Tikar mulai bergerak sendiri
11:28Dia lalu bangun
11:30Tapi bukan sebagai dirinya
11:32Aku bukan ratu kalian
11:39Aku adalah yang pernah kalian buang
11:42Dan kini aku kembali
11:44Aku bukan ratu kalian
11:46Aku adalah dia
11:47Yang pernah dibuang
11:49Dikutuk
11:50Dan kini kembali
11:51Dan roh yang merasuki dia
11:54Bukan roh leluhur
11:55Melainkan roh buangan
11:57Roh yang dulu ditolak
11:59Untuk menjadi bagian dari keluarga
12:01Basa roh
12:01Roh yang dulu dikurung dalam kendi
12:04Dan dikubur di bawah altar
12:06Roh yang haus
12:07Akan sebuah pembalasan
12:09Dari situ
12:11Semuanya pun lepas kendali
12:13Ritual berubah menjadi kekacauan
12:16Lampu padam
12:17Satu persatu warga yang hadir
12:19Mulai kesurupan
12:20Kamera bergoyang
12:22Salah satu kru
12:23Ditemukan hilang
12:24Yang lain pingsan
12:26Serta muntah darah
12:27Disini
12:29Tubuh dia pun memutar sendiri di udara
12:31Suara gamelan
12:33Berubah menjadi jeritan
12:35Basa roh lalu mencoba
12:37Menghentikan
12:38Tapi tubuhnya gemetar
12:40Mantranya seolah tak mempan
12:42Bahkan keris pusaka yang diturunkan
12:44Tujuh turunan pun
12:45Meleleh seperti lilin
12:47Dan pada keesokan paginya
12:53Rumah itu terbakar
12:55Hanya arang yang tersisa
12:57Dia menghilang
12:59Dan dusun itu
13:00Sunyi
13:01Sepi
13:02Tak ada pergerakan
13:04Video dokumenter yang mereka rekam
13:07Hanya menyisakan satu file
13:09Yaitu berisi rekaman dia
13:11Yang sedang berdiri di altar
13:13Tersenyum
13:14Tapi matanya hitam legam
13:16Seperti tak punya bola mata
13:18Di belakangnya ada bayangan tinggi besar
13:20Dengan rambut menjuntai hingga lantai
13:23Dan di akhir video
13:24Ada suara berbisik
13:26Warisan tidak bisa ditolak
13:28Yang menolak
13:30Akan dikembalikan
13:31Dengan tubuh baru
13:33Warisan tidak bisa ditolak
13:36Yang menolak
13:37Akan dikembalikan
13:38Dengan tubuh yang baru
13:40Cerita ini
13:41Mungkin terdengar
13:42Seperti sebuah dongeng
13:44Tapi di Banyuwangi
13:45Ada banyak kisah
13:46Seperti ini
13:47Tentang keluarga
13:48Yang diwarisi kekuatan
13:50Tentang perempuan
13:51Yang mendedak
13:52Bisa bicara bahasa kuno
13:53Tentang roh-roh
13:55Yang tidak pernah
13:55Benar-benar pergi
13:56Apakah kisah ini nyata?
13:59Entahlah
14:00Tapi satu hal yang pasti
14:01Kalau malam nanti
14:03Kamu bermimpi
14:04Berada di tengah
14:05Kebun tembu yang terbakar
14:06Lalu kamu melihat
14:07Seorang perempuan tua
14:08Memanggil namamu
14:10Jangan pernah menjawabnya
14:12Jangan pernah menoleh
14:14Karena bisa jadi
14:15Itu bukan mimpi
14:17Tapi sebuah panggilan
14:18Kalau kalian suka cerita ini
14:21Jangan lupa tekan like dan subscribe
14:23Tulis di kolom komentar
14:25Dan pertanyaannya
14:26Kalau kamu diwarisi ilmu dukun
14:29Turun temurun
14:29Kamu akan terima
14:31Atau menolak
14:32Dan ingat
14:33Tidak semua warisan datang
14:35Dalam bentuk harta
14:36Kadang ia datang
14:37Dalam bentuk kutukan
14:39Dan kutukan
14:40Tidak mengenal penolakan
14:41Tidak mengenal penolakan
14:42Tidak mengenal penolakan
14:43Tidak mengenal penolakan
14:45Tidak mengenal penolakan
14:47Tidak mengenal penolakan
14:48Tidak mengenal penolakan
14:49Terima kasih telah menonton
Comments