Skip to playerSkip to main content
  • 11 months ago
Disclaimer :
Konten dalam video ini disajikan sebagai karya fiksi dan hiburan semata. Beberapa cerita mungkin terinspirasi dari peristiwa nyata, mitos, atau legenda urban, namun telah dibumbui atau dikembangkan secara imajinatif.

"Portal Dimensi" tidak mengklaim kebenaran mutlak atas isi cerita dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Penonton diharapkan menyikapi setiap kisah dengan pikiran terbuka dan bijak.

Nikmati cerita, tapi jangan terlalu percaya. 😉
Transcript
00:00Kalau ini memang takdirku, aku rela.
00:30Terima kasih telah menonton!
01:00Terima kasih, Pak.
01:30Terima kasih, Pak.
02:00Aku nggak mau jadi dukun yang...
02:02Terima kasih, Pak.
02:32Sudah waktunya, Andu.
02:42Penas! Penas! Penas!
02:44Penas! Penas! Penas!
02:59Tolong! Tolong!
03:05Di Banyuwangi, tepatnya desa Seragi, kecamatan Songon Banyuwangi, ada sebuah keluarga yang tak bisa lepas dari garis takdir.
03:14Darah mereka bukan hanya mengalir, tapi diwarisi oleh sesuatu yang tidak terlihat.
03:20Dan saat satu dari mereka menolak warisan itu, roh yang lama dikubur menuntut kembali tubuhnya.
03:28Selamat datang di Portal Dimensi.
03:32Kisah kali ini bukan hanya untuk didengar, tapi untuk dirasakan.
03:36Dan jika kalian berani, mari kita mulai.
03:40Di dusun ini, para penduduknya masih hidup dalam tradisi yang kuno.
03:45Di setiap malam Jumat Gliwon, mereka pun masih menggelar selamatan.
03:50Membakar Menyang, menyuguhkan kopi paip, pisang emas, dan rokok kretek di depan rumah.
03:58Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk penjaga mereka, yaitu roh leluhur.
04:03Yang dipercaya oleh masyarakat setempat, masih mengawasi dari balik pohon radu tua,
04:09dari dalam sumur yang tidak pernah kering, atau dari atap genteng yang berlumut.
04:14Dan di tengah dusun itu, ada satu nama yang tak berani diucapkan sembarangan.
04:20Iya, nama Basaro.
04:23Basaro bukan seorang dukun biasa.
04:25Ia dibilang keturunan ketujuh dari Ratu Bintang Timur.
04:29Roh penjaga Tanah Banyuwangi, yang dipercaya secara turun-temurun,
04:34memilih perempuan dalam garis keturunan untuk dijadikan sebuah wadah.
04:39Di setiap beberapa dekade, satu anak perempuan dalam keluarga itu,
04:44akan mulai bermimpi aneh.
04:46Biasanya, dimulai dengan mimpi menari-nari di tengah kebun tebu yang terbakar.
04:52Lalu melihat keris terbang, atau ditatangi perempuan tua berjubah hitam,
04:56dan membawa kembang tujuh rupa.
04:59Bagi orang luar, ini mungkin gangguan jiwa.
05:02Tapi bagi keluarga Basaro, itu sebuah tanda panggilan.
05:07Dan anak yang mendapat panggilan itu, harus menerima warisan menjadi dukun.
05:12Atau bila menolak, akan diambil secara paksa.
05:16Tahun itu, seorang tim dokumenter dari Jakarta telah datang.
05:21Mereka ingin membuat film tentang tradisi spiritual Jawa Timur.
05:26Jawa Timur.
05:30Desa Seragi di mana ya, Pak?
05:32Oh, lumayan jauh, non.
05:34Jalan ini lurus terus.
05:36Nanti ada pertigaan, belok kiri.
05:38Nah, itu Desa Seragi.
05:40Terima kasih telah menonton!
05:54Terima kasih telah menonton!
06:15Awalnya, mereka hanya ingin meliput tarik gandrung dan upacara sebelang.
06:20Tapi ketika mereka mendengar soal keluarga Basaro, mereka lalu mengalihkan fokusnya.
06:26Kamera mulai merekam rumah Tuan Basaro seperti museum mistis.
06:31Foto-foto hitam putih leluhur.
06:34Dupa selalu menyala.
06:36Keris warisan menancap di tanah.
06:38Dan suara gamelan kecil yang tak pernah berhenti.
06:42Meski tak ada yang memainkan.
06:45Mereka merekam saat Basaro merawat warga yang kerasukan.
06:49Saat dia berkomat kamit di bawah pohon waru.
06:52Saat dia memandikan bayi yang katanya terkena sawan merah.
06:57Hati kang suci, rogo kang rese, mugi-mugi, pinaringan waras.
07:05Namun fokus ceritanya mulai bergeser.
07:08Yaitu kecucu perempuan Basaro yang bernama Dia.
07:14Dia, gadis berusia 19 tahun.
07:17Seorang mahasiswi jurusan Desen di Malang.
07:20Punya mimpi besar meninggalkan kampung halaman.
07:23Untuk hidup di kota dan membangun brand fashion sendiri.
07:26Tapi sejak sebulan terakhir.
07:29Dia pun sering berubah.
07:31Dia sering pingsan tanpa sebab.
07:33Bicara sendiri di depan kaca.
07:35Kadang tiba-tiba bisa berbicara dalam bahasa jawakawi.
07:40Kadang dia tertawa.
07:42Kadang dia menjerit di tengah malam.
07:44Seperti orang disembelih.
07:46Ibunya, Bu Ratna, anak Basaro.
07:50Dia tampak panik.
07:52Tapi menolak mengakui.
07:54Katanya dia hanya kelelahan.
07:56Mungkin karena stres kuliah.
08:01Dia cuma capek.
08:02Mungkin stres karena kuliahnya.
08:04Tapi di sini, Basaro tahu.
08:08Inilah waktunya warisan itu berpindah.
08:11Dan dia pun mulai dilirik oleh Ratu Bintang Timur.
08:15Tapi di sini masalahnya.
08:25Dia menolak.
08:27Aku gak mau jadi dukun yang.
08:30Arwah leluhur akan marah.
08:32Arwah.
08:40Erwah.
08:44Dong?
08:45Ini rahmen agak!
08:46Ini takdirmu.
08:48Aku gak mau jadi dukun yang.
08:50Semakin dia menolak, semakin aneh yang terjadi
09:03Kucing-kucing di rumah mati satu persatu
09:06Foto keluarga jatuh sendiri di tengah malam
09:09Air sumur berubah merah seperti darah
09:12Dan malam Jumat itu, suara gamelan dari rumah Mbak Saroh terdengar begitu keras
09:18Padahal tidak ada yang bermain
09:20Suara gamelan berdayu disertai suara perempuan menangis dari dalam tanah
09:48Lalu kamera dokumenter merekam semuanya
10:03Wajah dia semakin pucat, matanya seperti kosong
10:07Saat ditanya siapa namanya, gadis itu pun menjawab
10:11Aku sudah lama tidak disebut namaku
10:14Aku adalah yang kalian kubur hidup-hidup dulu
10:16Namu, siapa nama Mundo?
10:22Namaku sudah lama tidak terucap
10:24Akulah yang kau kubur hidup-hidup
10:26Akulah yang kau kubur hidup-hidup
10:27Dan kata-kata itu bukan milik dia
10:31Suaranya berubah berat
10:33Intonasinya seperti suara nenek-nenek
10:36Yang tertahan di dalam kerongkongan
10:39Cepat bawa cucuku ke altar
10:43Ritual pemanggilan arwah pun dilakukan
10:49Tim dokumenter, warga, dan beberapa dukun desa lain
10:53Pun ikut menyaksikan
10:55Dia dipakaikan kain putih
11:05Dan dibarikan di atas di karpandang
11:07Di sekelilingnya diletakkan bunga setaman
11:10Kemenyan, dan tujuh telur ayam kampung
11:13Disini mantra pun lalu dibacakan
11:25Tapi sebelum selesai
11:26Tikar mulai bergerak sendiri
11:28Dia lalu bangun
11:30Tapi bukan sebagai dirinya
11:32Aku bukan ratu kalian
11:39Aku adalah yang pernah kalian buang
11:42Dan kini aku kembali
11:44Aku bukan ratu kalian
11:46Aku adalah dia
11:47Yang pernah dibuang
11:49Dikutuk
11:50Dan kini kembali
11:51Dan roh yang merasuki dia
11:54Bukan roh leluhur
11:55Melainkan roh buangan
11:57Roh yang dulu ditolak
11:59Untuk menjadi bagian dari keluarga
12:01Basa roh
12:01Roh yang dulu dikurung dalam kendi
12:04Dan dikubur di bawah altar
12:06Roh yang haus
12:07Akan sebuah pembalasan
12:09Dari situ
12:11Semuanya pun lepas kendali
12:13Ritual berubah menjadi kekacauan
12:16Lampu padam
12:17Satu persatu warga yang hadir
12:19Mulai kesurupan
12:20Kamera bergoyang
12:22Salah satu kru
12:23Ditemukan hilang
12:24Yang lain pingsan
12:26Serta muntah darah
12:27Disini
12:29Tubuh dia pun memutar sendiri di udara
12:31Suara gamelan
12:33Berubah menjadi jeritan
12:35Basa roh lalu mencoba
12:37Menghentikan
12:38Tapi tubuhnya gemetar
12:40Mantranya seolah tak mempan
12:42Bahkan keris pusaka yang diturunkan
12:44Tujuh turunan pun
12:45Meleleh seperti lilin
12:47Dan pada keesokan paginya
12:53Rumah itu terbakar
12:55Hanya arang yang tersisa
12:57Dia menghilang
12:59Dan dusun itu
13:00Sunyi
13:01Sepi
13:02Tak ada pergerakan
13:04Video dokumenter yang mereka rekam
13:07Hanya menyisakan satu file
13:09Yaitu berisi rekaman dia
13:11Yang sedang berdiri di altar
13:13Tersenyum
13:14Tapi matanya hitam legam
13:16Seperti tak punya bola mata
13:18Di belakangnya ada bayangan tinggi besar
13:20Dengan rambut menjuntai hingga lantai
13:23Dan di akhir video
13:24Ada suara berbisik
13:26Warisan tidak bisa ditolak
13:28Yang menolak
13:30Akan dikembalikan
13:31Dengan tubuh baru
13:33Warisan tidak bisa ditolak
13:36Yang menolak
13:37Akan dikembalikan
13:38Dengan tubuh yang baru
13:40Cerita ini
13:41Mungkin terdengar
13:42Seperti sebuah dongeng
13:44Tapi di Banyuwangi
13:45Ada banyak kisah
13:46Seperti ini
13:47Tentang keluarga
13:48Yang diwarisi kekuatan
13:50Tentang perempuan
13:51Yang mendedak
13:52Bisa bicara bahasa kuno
13:53Tentang roh-roh
13:55Yang tidak pernah
13:55Benar-benar pergi
13:56Apakah kisah ini nyata?
13:59Entahlah
14:00Tapi satu hal yang pasti
14:01Kalau malam nanti
14:03Kamu bermimpi
14:04Berada di tengah
14:05Kebun tembu yang terbakar
14:06Lalu kamu melihat
14:07Seorang perempuan tua
14:08Memanggil namamu
14:10Jangan pernah menjawabnya
14:12Jangan pernah menoleh
14:14Karena bisa jadi
14:15Itu bukan mimpi
14:17Tapi sebuah panggilan
14:18Kalau kalian suka cerita ini
14:21Jangan lupa tekan like dan subscribe
14:23Tulis di kolom komentar
14:25Dan pertanyaannya
14:26Kalau kamu diwarisi ilmu dukun
14:29Turun temurun
14:29Kamu akan terima
14:31Atau menolak
14:32Dan ingat
14:33Tidak semua warisan datang
14:35Dalam bentuk harta
14:36Kadang ia datang
14:37Dalam bentuk kutukan
14:39Dan kutukan
14:40Tidak mengenal penolakan
14:41Tidak mengenal penolakan
14:42Tidak mengenal penolakan
14:43Tidak mengenal penolakan
14:45Tidak mengenal penolakan
14:47Tidak mengenal penolakan
14:48Tidak mengenal penolakan
14:49Terima kasih telah menonton
Comments

Recommended