00:00Di jalan besar kota Kediri, ada satu salon tua yang tidak pernah benar-benar tutup.
00:07Kadang lampunya menyala sendiri, seolah ingin mengatakan,
00:11kami masih buka untuk pelanggan yang butuh lebih dari sekedar potong rambut.
00:17Dan satu hal yang harus kau ingat, kecantikan selalu ada harganya.
00:26Jalan Doho malam itu terlihat cukup lengang.
00:30Clara, seorang mahasiswi semester akhir, tampak melangkah cepat sambil menatap layar ponsel.
00:37Ia hampir melewatkan bangunan itu, gedung tua berlantai dua,
00:41dengan papan nama yang nyaris hilang dimakan oleh usia.
00:46Tapi langkahnya mendadak berhenti saat dirinya melihat sesuatu yang aneh di dalam salon tersebut.
00:53Lampu salon terlihat menyala,
00:56padahal tempat itu sudah kosong lebih dari dua dekade.
01:00Yang membuatnya penasaran di kaca depan,
01:04tergantung poster Lucian bertuliskan,
01:06khusus malam ini potong rambut gratis untuk yang cantik seperti kamu.
01:12Clara pun lalu mendekat,
01:14refleksi wajahnya di kaca terlihat sedikit berbeda,
01:18lebih cerah, lebih anggun.
01:19Ia pun menoleh ke kiri dan ke kanan,
01:22tak ada siapapun.
01:25Mungkin cuma gimik lawas pikirnya.
01:27Tapi saat mendorong pintu kaca,
01:29belum sampai tangannya menyentuh pintu,
01:32pintunya pun sudah terbuka dengan lembut.
01:35Dia pun tampak terkejut,
01:37seolah memang seperti sudah ada yang menunggunya di dalam.
01:40Aroma bunga melati dan hairspray lama pun langsung menyambut di dalam.
01:44Semua tampak tertata rapi,
01:47kursi salon merah tua,
01:49meja rias klasik,
01:51dan cermin besar yang bergaya Belanda
01:54masih berdiri tegak di salon itu.
01:57Di sudut ruangan pun,
01:59berdiri tiga wanita berseragam hitam
02:01yang senyumnya begitu kaku,
02:03tapi tampak begitu sopan.
02:08Selamat datang di salon mirah.
02:11Silahkan duduk Mbak Clara.
02:14Selamat datang di salon mirah.
02:18Ujar salah satunya.
02:20Silahkan duduk Mbak Clara.
02:23Di sini pun Clara tampak terkejut,
02:25padahal dia merasa belum memperkenalkan dirinya.
02:29Tapi kenapa?
02:30Para pegawai salon itu tahu namanya.
02:33Tanpa sadar,
02:33Clara pun duduk di kursi tengah.
02:35Dan salah satu pegawai wanita itu
02:37lalu memakaikan kain penutup di pundaknya.
02:40Sisir pun mulai menyentuh rambutnya.
02:43Tapi hawa ruangan pun semakin dingin dan hening.
02:47Tak ada suara AC,
02:49tak ada suara jam,
02:51bahkan tak ada suara nafas.
02:54Lalu muncullah seorang wanita
02:56dari balik tirek.
02:58Kulitnya putih,
02:59seperti porselen.
03:01Wajahnya tampak begitu cantik.
03:03Matanya pun menetap tajam,
03:05namun penuh senyum.
03:07Ia mengenakan gaun merah tua,
03:09tanpa lengan.
03:09Tampak kontras sekali dengan kulitnya.
03:13Aku mirah,
03:14katanya.
03:16Kamu cantik sekali,
03:19Clara.
03:21Aku mirah,
03:22kamu tahu,
03:23dulu aku pernah sepertimu.
03:25Muda,
03:25cantik,
03:26haus perhatian.
03:28Tapi cantik itu tidak abadi,
03:31kecuali kalau kamu tahu
03:32cara menjaga tubuhmu dari waktu.
03:35Kamu tahu,
03:36dulu aku pernah sepertimu.
03:37Muda,
03:38cantik,
03:39dan haus perhatian.
03:41Tapi cantik itu tidak abadi,
03:43kecuali kalau kamu tahu
03:44cara menjaga tubuhmu dari waktu.
03:47Clara pun di sini berusaha tersenyum,
03:50tapi tengkuknya terasa dingin.
03:53Ia pun lalu melirik ke cermin,
03:55dan ketika Clara mengarahkan pandangannya ke cermin,
03:58ia pun langsung terperanjat.
04:00Refleksi di cermin,
04:01ternyata bukan dirinya.
04:03Ia melihat wajah lain lebih pucat,
04:07bibir lebih merah,
04:09tapi itu bukan dirinya.
04:12Dan ternyata di belakangnya,
04:14telah berdiri enam wanita berseragam.
04:16Clara pun lalu berdiri.
04:19Maaf,
04:20saya nggak jadi.
04:21Maaf,
04:22saya nggak jadi.
04:25Tapi Ibu Mira,
04:26menyentuh bahunya dengan lembut.
04:29Sayang sekali,
04:30tapi kau sudah duduk di kursi ini.
04:32Sayang sekali,
04:33tapi kau sudah duduk di kursi ini.
04:36Semua lampu mendadak padam.
04:39Clara pun menjerit.
04:40Tolong!
04:41Tolong!
04:42Tolong!
04:43Tolong!
04:44Tolong!
04:46Tapi jeritanya tenggelam dalam gelap.
04:49Di sekelilingnya hanya suara gunting beradu,
04:52nafas-nafas yang berat,
04:54disertai suara tawa mereka yang pelan.
04:57Tapi,
04:58seolah begitu menakutkan.
04:59Dan terakhir,
05:03suara seseorang berbisik di telinganya.
05:06Rambutmu indah, Clara.
05:08Rambutmu indah, Clara.
05:09Sekarang kau bisa ikut membantu pelanggan berikutnya.
05:13Keesokan paginya,
05:15salon itu gelap dan tertutup,
05:17seperti biasanya.
05:18Tapi seminggu kemudian,
05:29seorang gadis lain pun lewat,
05:30dan melihat lampunya kembali menyala.
05:33Di kaca,
05:34banner baru muncul,
05:36potong rambut gratis malam ini saja.
05:39Dan di belakang kaca,
05:41berdiri empat pegawai salon berseragam hitam,
05:44yang semuanya tersenyum.
05:45Yang paling depan,
05:47wajahnya tampak begitu familiar.
05:50Cantik tapi kosong.
05:51Rambutnya hitam panjang.
05:53Dan matanya yang lelah,
05:55menatap keluar.
05:57Seperti ingin berkata,
05:59Tolonglah aku,
06:00keluarkan aku dari sini.
06:02Tapi bibirnya hanya tersenyum,
06:05seperti pegawai salon lainnya.
06:07Senyum,
06:08yang tak pernah benar-benar milik mereka lagi.
06:10Terima kasih telah menonton portal dimensi.
06:14Jika kamu duduk di kursi salon itu,
06:17pastikan bayanganmu masih milikmu.
06:20Karena jika tidak,
06:21wajahmu bisa saja menjadi etalase milik mereka berikutnya.
06:26Sampai jumpa dalam cerita yang lain.
06:29Tapi hati-hati,
06:31karena mungkin mereka masih mencari karyawan baru.
06:33Terima kasih telah menonton.
Comments