00:00Bayangkan, kalian menemukan sebuah desa yang tak pernah ada di peta manapun, tidak tercatat di google map, tidak dikenali oleh warga sekitar, tapi desa itu benar-benar ada, lengkap dengan rumah-rumah kayu tua, jalanan tanah, serta para penduduknya yang ramah, tapi tampak begitu aneh.
00:22Pernahkah kamu bertanya, bisakah ada tempat di dunia ini yang seharusnya tidak ada?
00:30Selamat datang di portal dimensi yang di episode kali ini, kita akan membawa kalian menyusuri sebuah kisah yang misterius, mengerikan, dan membuatmu mempertanyakan apa yang nyata dan apa yang tidak.
00:45Kisah ini berjudul, Desa Yang Hilang Dari Petak.
00:48Kisah ini bermula dari seorang mahasiswi cantik bernama Bella, seorang anak kos biasa dari jurusan antropologi semester 6 yang sedang menyusun skripsi tentang budaya masyarakat pedalaman Jawa.
01:01Ia tak suka hal mistis, ia begitu rasional, logis, dan semuanya harus masuk akal.
01:09Di sini, dalam cerita ini, Bella menemukan referensi aneh dari sebuah buku tua perpustakaan kampus yang menyebut nama sebuah desa bernama Ngrogo Asi.
01:19Tapi saat dirinya mencarinya di peta, di internet, atau bertanya ke dosen serta teman-temannya, semuanya tak ada yang tahu.
01:29Desa Ngrogo Asi di mana ya?
01:30Tidak tahu.
01:34Cari aja di Google.
01:37Itu mungkin salah cetak kali, kata dosennya.
01:41Mungkin yang dimaksud itu, Ngrogo Asi hanyalah nama lokal yang sudah berubah.
01:46Tapi Bella, semakin penasaran.
01:49Karena dalam catatan buku itu tertulis, bahwa desa ini adalah salah satu desa yang paling tertutup di Jawa Tengah,
01:55dan masih menjalankan tradisi yang tidak ditemukan di tempat lain.
01:58Ritual-ritual pemanggilan leluhur, larangan membawa teknologi,
02:04dan sebuah catatan samar, desa ini tak bisa ditemukan,
02:08kecuali bila ia ingin ditemukan.
02:13Bella pun lalu berangkat, dan ia hanya membawa satu tas ransel, kamera, buku catatan,
02:21dan peta kertas versi lama dari koleksi perpustakaan.
02:25Perjalanan ke arah timur, melewati hutan serta perbukitan,
02:28hingga pada suatu sore, Bella tersesat,
02:32gogel mat pada smartphone-nya,
02:34tampak error, dan kompas yang ia bawa pun berputar-putar tak tentu arah.
02:40Jalan asfal menghilang, berubah menjadi jalan tanah.
02:43Lalu ia pun melihat gerbang kayu tua, dan diatasnya tergantung papan bertuliskan,
02:56selamat datang di ngerokok asi.
02:57Di sini pun Bella sempat tertawa kecil,
03:03serius nih, ini beneran ada?
03:05Gumamnya terheran-heran.
03:09Desa itu pun tampak terlihat damai,
03:11tampak anak-anak bermain,
03:13wanita-wanita menenun.
03:15Para lelaki berkebaya jawa,
03:17lengkap sedang mengukir kayu,
03:19tak ada motor,
03:20tak ada listrik,
03:21Semua terasa terlalu sempurna,
03:24terlalu seperti masa lalu.
03:30Maturnuun, sampun rawu, Mbak Bella.
03:32Sampean sudah ditunggu.
03:41Maturnuun, sampun rawu, Mbak Bella,
03:43sapa seorang wanita tua dari belakang.
03:46Bella pun terkejut.
03:48Kenapa wanita tua ini tahu namanya?
03:49Padahal dia belum sempat memperkenalkan diri.
03:53Ibu kenal saya?
03:55Sampean sudah ditunggu.
03:56Wanita itu pun tersenyum.
03:58Senyum yang tidak sampai ke mata.
04:01Bella kemudian diajak menginap ke rumah kayu tua.
04:04Ia diberi kamar dengan rancang bambu,
04:06lentera minyak,
04:08dan masakan khas jawa kuno.
04:10Semua terlalu otentik,
04:12seperti museum hidup.
04:13Tapi malam harinya,
04:15Bella tak bisa tidur.
04:16Karena dirinya mendengar bisikan-bisikan misterius.
04:19Dan bisikan-bisikan itu bukan dari luar,
04:22tapi dari dalam kamarnya sendiri.
04:24Seperti suara orang yang sedang membaca mantra,
04:27lalu berubah menjadi suara tangisan.
04:33Dan pada pagi harinya,
04:35Bella bertanya pada tuan rumah.
04:37Tapi mereka semua hanya tersenyum.
04:39Senyum yang sama,
04:41senyum yang kosong.
04:42Hari-hari pun berlalu.
04:46Setiap kali Bella mencoba mengambil gambar,
04:49kameranya selalu mati.
04:51Saat ia mencatat di buku,
04:52tulisannya lalu menghilang.
04:54Ia mencoba mengirim lokasi ke temannya,
04:57tapi selalu gagal.
04:59Sinyal seperti seolah tak ada.
05:02Tapi setiap kali dirinya putus asa,
05:04dan berniat untuk pergi,
05:06hujan datang dengan lebatnya.
05:08Atau kadang di jalanan tertutup kabut tebal.
05:12Di sini,
05:13seolah desa ini menahannya.
05:15Dan yang paling aneh,
05:17waktu pun terasa salah.
05:19Hari tak pernah berubah.
05:20Matahari selalu terbenam pada waktu yang sama.
05:24Jam tangannya pun berhenti,
05:25di angka jam 5 sore.
05:27Bella melihat para penduduk pun
05:29seolah tak pernah bertambah tua.
05:31Mereka tetap dengan wajah yang sama.
05:34Hingga pada suatu malam,
05:35Bella menyelinap ke bagian belakang desa.
05:38Ia ingin tahu,
05:40apa yang mereka sembunyikan.
05:43Di sini pun lalu Bella,
05:45menemukan sebuah bangunan batu kecil,
05:47seperti candi mini,
05:49yang dikelilingi bunga-bunga layu,
05:51serta berbau kemenyan pekat.
05:54Di dalamnya,
05:55ia melihat foto dirinya,
05:57ditaruh di atas altar,
05:59dan di bawah foto itu,
06:01ada nama lengkapnya,
06:02tanggal lahir,
06:03dan secari kertas bertuliskan.
06:05Yang datang,
06:07tidak boleh pulang.
06:09Di sini pun Bella lalu gemetar.
06:12Ia pun lari kembali,
06:13ke rumah tempat di mana dirinya menginap.
06:20Tapi rumah itu,
06:22kosong tak ada siapa-siapa.
06:24Bahkan seolah tidak pernah ada.
06:26Desa pun kini berubah.
06:28Jalan-jalan yang ia lewati sebelumnya hilang.
06:31Rumah-rumah lenyap.
06:32Semuanya menjadi seperti hutan belantara.
06:35Tapi hanya satu yang tersisa,
06:37yaitu gerbang kayu itu.
06:39Tapi kini tulisannya,
06:41bukan lagi selama datang di Ngerogo Asih.
06:43Melainkan,
06:45satu jiwa untuk menjaga gerbang.
06:46di sini Bella pun menjerit sekuat tenaga.
06:59Tapi seolah tak ada suara yang keluar dari mulutnya.
07:02Ia mencoba lari,
07:04tapi kakinya begitu berat.
07:06Seolah tanah mencengkeram kakinya.
07:08Dan di detik terakhir,
07:10sebelum semuanya menjadi gelap,
07:11ia melihat sesosok wanita tua,
07:14yang pertama kali menyambutnya.
07:15Wanita tua itu pun lalu tersenyum kepadanya.
07:31Satu tahun kemudian,
07:33Tim Sar menemukan sebuah tas yang berisi kamera,
07:36serta handphone milik Bella di pinggir hutan.
07:39Tapi hanya itu yang ditemukan.
07:41Tidak ada jasad,
07:42serta tidak ada jejak.
07:45Setelah diperiksa oleh Tim Sar,
07:46kamera itu pun menyimpan satu foto,
07:49yaitu sebuah desa tua,
07:50yang begitu tampak samar,
07:52dan nyaris transparan.
07:54Dengan seorang wanita berdiri di gerbangnya.
07:57Wanita cantik,
07:58matanya kosong,
07:59tangannya seperti melambeh.
08:02Tapi sebenarnya,
08:03ia sedang menahan.
08:04Dan yang paling aneh,
08:09tanggal pengambilan foto itu,
08:11dua minggu setelah Bella dinyatakan hilang.
08:14Apakah ngerogokasi,
08:15ini benar-benar ada?
08:17Ataukah ini hanya ilusi,
08:19dari hutan yang haus akan jiwa manusia?
08:22Dan jika kalian tersesat di jalan tanpa sinyal,
08:25lalu menemukan sebuah desa,
08:27yang tak ada di peta,
08:28Jangan pernah masuk ke sana.
08:31Karena mungkin,
08:32kalian yang berikutnya,
08:34akan menjadi penjaga gerbang itu.
08:37Sampai jumpa,
08:38di portal dimensi berikutnya.
08:40Jika kalian suka dengan kisah seperti ini,
08:43jangan lupa subscribe,
08:44like, dan bagikan ke teman-temanmu.
08:46Satu jiwa,
08:48untuk menjaga gerbang.
08:52Terima kasih.
Comments