00:00BUS Jawa Indah rute terakhir menuju neraka, sebuah kisah nyata yang tragis, 1987.
00:16Kamu percaya, ada bis yang tetap berjalan, meski semua penumpangnya sudah mati?
00:30Kalian percaya, ada bus yang masih terus berjalan, meski semua penumpangnya sudah mati?
00:41Pertanyaan itu terdengar pelan dari suara seorang wanita tua, berjilbab lusuh, berdiri di tepi kuburan Putrajaya, Surabaya.
00:49Malam itu begitu hening, langit gelap, dan hanya cahaya lampu petromak yang menyinari di atas makam-makam tanpa nama.
00:57Namanya adalah Windah, seorang mahasiswi jurnalistik yang sangat tertarik menggali kisah-kisah urban legend.
01:07Dan ketika Windah mendengar tragedi BUS Jawa Indah yang terbakar di Jalan Tol Dupa di tahun 1987,
01:15disini Windah seolah tahu bahwa ini bukanlah sekedar berita lama, tapi ini adalah sebuah panggilan.
01:23Peristiwa itu pernah menjadi catatan kelam, sarana transportasi publik di Indonesia.
01:29BUS Jawa Indah, rute Kalianget-Banyuwangi terbakar di Jalan Raya Tol Dupa, Surabaya.
01:3541 penumpang pun mati hangus terbakar.
01:39Mereka terpanggang hidup-hidup dan tak ada yang bisa keluar karena pintu bus itu terkunci.
01:44Tak ada martil, tak ada pemecah kaca, dan tubuh mereka pun akhirnya hangus terbakar dan tak bisa dikenali.
01:53Lalu semuanya, jasad-jasad tersebut dikubur secara massal di Bongseng, sebuah kuburan yang digali secara asal-asalan.
02:10Kamu tahu, tempat ini menyimpan banyak rahasia.
02:15Rahasia apa, Bu Marni?
02:17Di sini, Winda pun tapak gugup, dan Ibu Marni pun menatap Winda dengan tajam.
02:25Mereka belum pergi, Do.
02:28Setiap malam di peringatan kejadian itu, saya melihat mereka naik bus lagi dari dalam tanah.
02:38BUS itu datang jam 2 pagi, diam-diam.
02:41Tapi tanah bergetar, dan bau gosong menyebar seperti daging terbakar.
02:47Di sini pun Winda mulai menelusuri para saksi hidup.
02:53Pak Kosim, mantan sopir cadangan bus Jawa Indah, saat ini sedang sakit-sakitan.
02:59Tapi saat Winda menyebut kata tol dupa, Pak Kosim pun gemetar.
03:04Iya, Pak, benar. Ini tentang bus Jawa Indah yang pernah terbakar di tol dupak Surabaya itu.
03:13Winda pun tampak memicinkan mata.
03:16Di sini pun, Pak Kosim tak menjawab.
03:19Matanya lalu berkaca-kaca.
03:21Ia pun hanya berbisik dengan pelan.
03:24Bus itu seharusnya tak terbakar, mesin normal, bensin cukup.
03:28Tapi, ada satu penumpang yang tak masuk dalam daftar.
03:31Maksudnya penumpang gelap?
03:33Bukan, dia datang bukan dari terminal.
03:35Dia naik dari tengah jalan.
03:36Dan?
03:36Aku bersumpah, wajahnya terbakar seperti luka lama yang belum sembuh.
03:40Siapa dia?
03:41Dia, bukan manusia.
03:42Malam itu, Winda memutuskan menyewa kamar untuk menginap di area pemakaman.
03:52Dan kebetulan pemilik penyewaan kamar adalah Mas Harun.
03:56Seorang penjual kopi di dekat pemakaman Putrajaya.
03:59Yang juga pernah mengalami kejadian-kejadian yang aneh.
04:03Yaitu setelah jasad dari para korban bus Jawa Indah dimakamkan di sana.
04:08Masih ada, tapi ukuran kamarnya kecil.
04:14Terima kasih, Pak.
04:16Di sini Winda pun lalu menggali lebih dalam.
04:20Sejak para korban bus Jawa Indah dimakamkan di sini,
04:24pernah jam 2 pagi saya lihat silub bus di jalan sempit itu.
04:30Tapi, tidak ada suara mesin, tidak ada klakson.
04:33Hanya suara tangisan dari dalam.
04:35Menangis.
04:36Ya, seperti seseorang yang menyesal, tapi sudah terlambat.
04:46Bahkan beberapa waktu yang lalu,
04:48Mas Kosim penjual sati di pengkolan jalan itu.
04:52Juga didatangi seorang perempuan cantik.
04:55Dia memesan sati sepiring,
04:57tapi begitu satenya dipanggang pakai arang,
05:00wanita itu pun teriak-teriak kepanasan.
05:02Dan setelah Bang Kosim menoleh,
05:05sosok itu pun lalu berubah.
05:07Menjadi wanita yang penuh luka bakar.
05:10Semua badannya melengku hitam,
05:12gosong,
05:13baunya pun sangat begitu menyak tajam.
05:16Seolah seperti daging terbakar.
05:19Mas Kosim pun yang melihat wanita itu,
05:21dia akhirnya pingsan.
05:23Dan sudah tiga hari ini,
05:25beliau tak berani jualan.
05:27Di sini Winda bergidik,
05:29mendengar cerita Mas Harun.
05:31Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam.
05:35Di sini Winda harus segera istirahat,
05:37karena dirinya harus pergi ke kampus pagi-pagi.
05:41Dan tak terasa,
05:42sudah tiga hari Winda menginap di Putrajaya.
05:45Tapi malam ini Winda seolah,
05:47merasa tidak seperti malam-malam sebelumnya.
05:51Secara perlahan,
05:52tiba-tiba Winda merasakan dirinya,
05:54seolah berada di dalam sebuah bus.
05:57Tapi pemandangan di dalam bus itu,
05:59begitu mengerikan.
06:00Semua cendela menghitam.
06:03Tampak para penumpang,
06:04duduk sambil merintih.
06:06Kulit mereka melepuh.
06:08Tapi,
06:09tangan mereka seolah menggapai-gapai.
06:11Tolong, bukakan pintunya.
06:13Panas!
06:13Panas!
06:14Panas!
06:14Tolong, kami terbakar!
06:16Tolong, bukakan pintunya!
06:18Kami masih hidup!
06:19Suara-suara itu,
06:20semakin lama, semakin keras.
06:22Tolong, bukakan pintunya.
06:23Panas!
06:24Panas!
06:25Panas!
06:25Tolong, kami terbakar!
06:26Tolong, bukakan pintunya!
06:28Kami masih hidup!
06:29Kau bukan penumpang,
06:31tapi kenapa kau ada di sini?
06:34Tanya seorang wanita tua di bangku belakang.
06:38Semua penumpang pun lalu menatap pada Winda.
06:41Mereka semua berdiri,
06:42menatap Winda dengan tajam.
06:45Di sini,
06:46Winda pun sangat begitu ketakutan.
06:48Dan ketika mereka semua,
06:50tidak menghampiri dirinya.
06:51Di sini,
06:53Winda pun menjerit secara histeris
06:55dan terbangun dengan penuh ketakutan.
06:58Syukurlah,
06:59ternyata ini cuma mimpi.
07:00Gumam Winda dalam hati.
07:02Syukurlah.
07:09Tampak tubuh Winda,
07:10basah kuyuk oleh keringat.
07:12Winda pun merasakan ada rasa perih di tangan kirinya.
07:15Ketika Winda menoleh ke tangannya,
07:19dia pun terkejut.
07:20Tanpa ada bekas gosong di tangan kirinya.
07:24Seolah seperti habis menyentuh logam panas.
07:27Beberapa hari kemudian,
07:29Winda pun menemukan arsi pelama
07:30dari perusahaan otobus Jawa Indah.
07:32Ternyata pada hari kejadian,
07:34ada satu sopir cadangan
07:36yang seharusnya dia ikut.
07:38Namanya adalah Sugeng Hartadi.
07:41Foto lamanya
07:41sangat mirip dengan
07:43foto ayah Winda.
07:45Winda pun masih ingat,
07:48ibunya tak pernah bicara soal ayahnya.
07:51Ibunya selalu bilang,
07:53ayahnya hilang di tahun 1987.
07:56Tepat di hari kebakaran bus tersebut.
07:59Dan di salah satu kotak kayu
08:00yang berada di gudang tua rumahnya.
08:03Disanapun Winda menemukan
08:04sebuah seragam sopir
08:06dengan bau bensin yang menyengat.
08:09Dia pun juga menemukan sebuah foto
08:11di depan bus Jawa Indah bertuliskan,
08:13Kamu berikutnya.
08:17Tiket itu sudah dipesan.
08:19Malam itu Winda kembali ke Putrajaya.
08:22Winda pun menyiapkan kamera
08:23untuk merekam kejadian.
08:25Winda pun lalu menantang bus itu
08:27untuk muncul.
08:28Jam 2 pagi,
08:30kabut turun perlahan.
08:32Udara pun seperti membeku.
08:33Dan benar,
08:35bus itu akhirnya datang.
08:38Bus itu maju dengan pelan.
08:39Catnya terkelupas.
08:42Tapi pelat nomornya
08:43masih terlihat dengan begitu jelas.
08:46L3710L.
08:48Tampak pintunya terbuka
08:49dan tak ada sopir di sana.
08:53Naiklah Winda.
08:54Winda pun lalu menoleh ke belakang.
08:57Sudah saatnya kau tahu
08:58siapa dirimu sebenarnya.
08:59Tampak Bumarni sedang berdiri
09:01di belakang Winda.
09:02Tapi wajahnya berubah.
09:04Kulitnya meleleh.
09:05Matanya merah menyala.
09:07Dan saat bus itu muncul.
09:13Winda pun tersedot ke dalamnya.
09:15Tapi tiba-tiba
09:16layar pun menjadi gelap.
09:19Kamera terjatuh.
09:20Suara langka tergesa.
09:22Suara nafas penuh kepanikan.
09:24Dan semuanya menjadi gelap kulitah.
09:28Beberapa hari kemudian.
09:30Kamera Winda pun ditemukan
09:31di semak-semak dekat kuburan.
09:33Ketika diputar.
09:35Ada sebuah rekaman video
09:36yang tanpa suara.
09:39Tampak dalam video tersebut.
09:41Sebuah bus tua berjalan.
09:43Pelan.
09:44Di jalan yang seharusnya tidak ada.
09:46Di dalamnya ada kursi-kursi hangus.
09:49Bau daking derbakar.
09:50Dan suara tangis yang samar.
09:52Entah dari siapa.
09:54Dan sejak malam itu.
09:56Winda tak pernah lagi ditemukan.
09:58Hanya seragam tua.
10:00Dan bekas roda yang membakar tanah.
10:01Di sini warga sekitar bilang.
10:04Bahwa setiap malam mereka dengar suara mesin
10:07dari jalan yang sunyi.
10:09Tapi saat dilihat.
10:10Tak ada apa-apa.
10:12Hanya udara yang menjadi panas.
10:14Dan bau bensin yang semakin menyengat.
10:17Di sini mereka tahu.
10:19Bus Jawa Indah tak pernah benar-benar berhenti.
10:22Karena ia masih terus berjalan.
10:24Dan ketika bus itu berjalan.
10:26Tak semua kursi-kursinya terisi.
10:28Hanya ada satu kursi.
10:30Yang tetap dibiarkan kosong.
10:33Karena bus itu masih mencari.
10:35Mencari penumpang yang baru.
10:37Dan jika malam nanti.
10:39Kalian mendengar suara klakson di luar cendela.
10:41Padahal tak ada kendaraan di jalanan.
10:43Janganlah kalian melihat keluar.
10:45Janganlah kalian membuka pintu.
10:47Karena bisa jadi.
10:48Kamulah penumpang selanjutnya.
10:50Janganlah kalian membuka pintu.
Comments