Skip to playerSkip to main content
  • 1 year ago
Pernahkah kamu masuk ke dalam lift dan menemukan tombol angka yang tidak pernah ada? Dalam cerita ini, seorang pegawai baru bernama Sunardi tanpa sengaja menekan angka 13 di lift sebuah gedung tua di Jakarta. Yang ia temui bukanlah lantai biasa, tetapi sebuah tempat misterius yang tidak tercatat dalam cetak biru bangunan. Siapakah wanita dengan tatapan kosong itu? Dan siapa yang akhirnya harus “menjaga” lantai tersebut?

portal dimensi, cerita horor, cerita mistis, cerita seram, kisah lift angker, cerita horor nyata, cerita misteri, lantai 13, cerita misteri lift, urban legend, cerita hantu indonesia, cerita mistis jakarta, cerita creepy, kisah mistis nyata, sunardi, horor kantor, kisah mistis lantai 13, pengalaman mistis

Kisah dari PORTAL DIMENSI kali ini membawa kamu menjelajahi pengalaman mistis yang mencekam, penuh teka-teki, dan membuat bulu kuduk berdiri. Beranikah kamu masuk bersama Sunardi? Atau justru kamu yang selanjutnya menemukan tombol angka 13 yang misterius itu?

Jangan lupa like, share, dan subscribe!
Karena dunia ini… jauh lebih menyeramkan dari yang kamu kira.
Selamat datang di Portal Dimensi – tempat di mana batas logika, realita, dan dunia lain menjadi kabur.

Di sini, kami membuka pintu ke beragam dimensi informasi:
🔍 Misteri dunia yang belum terpecahkan
🌐 Peristiwa viral dan fenomena sosial
🧠 Fakta mencengangkan & pengetahuan yang jarang diketahui
⚠️ Bahkan sesekali, kita akan menyelami panasnya dunia politik dan teori konspirasi

🎥 Video baru setiap hari!
👉 Klik tombol Subscribe untuk bergabung dalam perjalanan melintasi dimensi informasi.
🔔 Aktifkan lonceng notifikasi biar kamu gak ketinggalan video terbaru.
💬 Tinggalkan komentar kalau kamu punya teori, opini, atau misteri yang ingin kami bahas.
👍 Like kalau kamu suka kontennya, itu sangat membantu channel ini berkembang!
📢 Bagikan ke temanmu yang juga suka hal-hal aneh, unik, dan bikin mikir!

Siapkan pikiranmu. Di sini, setiap tayangan bisa mengubah cara kamu melihat dunia.

Disclaimer :
Konten dalam video ini disajikan sebagai karya fiksi dan hiburan semata. Beberapa cerita mungkin terinspirasi dari peristiwa nyata, mitos, atau legenda urban, namun telah dibumbui atau dikembangkan secara imajinatif.

"Portal Dimensi" tidak mengklaim kebenaran mutlak atas isi cerita dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Penonton diharapkan menyikapi setiap kisah dengan pikiran terbuka dan bijak.

Nikmati cerita, tapi jangan terlalu percaya. 😉

⚫ The rise by Scott Buckley: www.scottbuckley.com.au
Music provided by:
EMW - https://bit.ly/YouTubeEMW ⚫

Copyright Disclaimer :
Under section 107 of the Copyright Act of 1976
Every Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.
Every Content in this Channel for purpose such as Education, Opinion, News Report, interpretation etc.
Transcript
00:00Selamat pagi.
00:01Pagi.
00:01Pagi, Pak.
00:22Pernahkah kamu masuk ke dalam lift,
00:24menekan lantai yang tidak pernah ada di gedung itu?
00:27Dan apa yang terjadi jika pintu lift terbuka
00:32dan kamu tiba di tempat yang seharusnya tidak ada?
00:36Lalu siapa yang akan kamu temui di sana?
00:39Dan bisakah kamu kembali?
00:41Selamat datang di Portal Dimensi.
00:44Hari ini, kami akan mengajakmu menyusuri
00:47sebuah kisah misterius
00:48yang dialami oleh seorang pegawai baru bernama Sunardi.
00:53Dalam kisah yang berjudul
00:54Lift ke Lantai Yang Tidak Pernah Ada.
00:58Sunardi adalah pria biasa, sederhana,
01:01baru saja diterima bekerja sebagai staff administrasi
01:05di sebuah gedung perkantoran tua di pusat kota Jakarta.
01:10Gedung itu berlantai 12
01:11dengan desain lama, bergaya tahun 80-an.
01:15Pak.
01:15Karyawan baru ya, Mas?
01:18Iya, Pak.
01:18Ya.
01:23Liftnya kuno, menggunakan tombol fisik
01:26dan sering berderit saat naik turun.
01:29Hari pertamanya, berjalan biasa.
01:33Ia pun dikenalkan pada beberapa rakan kerjanya,
01:36menerima ID card dan duduk di Lantai 6,
01:39tepat di sebelah ruang fotokopi
01:42yang konon katanya sering mati lampu sendiri.
01:46Selamat datang di tim, Sunardi.
01:48Ini ID card kamu.
01:49Terima kasih, Pak.
01:50Senang bergabung.
01:51Selamat datang.
01:52Di saat istirahat makan siang,
01:57Sunardi pun tampak turun ke kantin
01:59yang berada pada lantai dasar.
02:02Ia pun tampak masuk ke dalam lift
02:04bersama beberapa karyawan yang lain.
02:06Tapi saat semuanya keluar dari lift di lantai dasar,
02:09ia melihat satu hal yang aneh.
02:11Tombol-tombol panel lift
02:13biasanya hanya dari L atau lobby sampai 12.
02:16Tapi saat itu, ada tombol tambahan
02:19yang bertuliskan angka 13.
02:22Sunardi pun sempat berpikir
02:24itu hanya lelucon atau tombol rusak.
02:28Tapi saat dirinya menatap tombol itu,
02:30ada yang menarik jarinya untuk menekannya.
02:34Dan sebelum sempat berpikir,
02:36ia sudah melakukannya.
02:38Lift pun tampak berderit.
02:40Pintu menutup dan ia pun naik sendirian.
02:44Tapi yang aneh,
02:46lift terus bergerak melewati lantai 12.
02:49Tidak berhenti dan tidak melambat.
02:52Pintu lift pun terbuka.
02:55Sunardi pun menatap keluar.
02:57Koridor panjang tampak gelap.
03:00Cahaya redup dari lampu neon berkedip.
03:02Tak ada orang,
03:03tapi ada aroma.
03:05Seperti bau logam yang bercampur bunga melati yang membusuk.
03:09Ia pun melangkah keluar.
03:11Dindingnya berwarna krem pudar.
03:13Cat mengelupas.
03:14Karpet tampak basah.
03:17Langkahnya pun bergema.
03:18Seolah dirinya berjalan di dalam ruang kosong yang besar.
03:23Lalu,
03:23ia melihat seorang berdiri jauh di ujung lorong.
03:26Seorang wanita berambut panjang.
03:29Mengenakan seragam karyawan dengan ID card yang menggantung di leher.
03:34Maaf,
03:35ini lantai berapa ya?
03:36Tanya Sunardi sambil melangkah mendekat.
03:39Maaf.
03:39Ini lantai berapa ya?
03:41Lantai ini.
03:42Bukan untuk manusia biasa.
03:44Saya,
03:44saya.
03:44Tidak sengaja.
03:47Wanita itu pun menoleh perlahan.
03:50Senyumnya tipis,
03:51matanya kosong,
03:52dan ia menjawab dengan suara yang pelan.
03:55Namun tampak begitu tegas.
03:58Lantai ini bukan untuk manusia biasa.
04:02Sunardi pun mundur setengah langkah.
04:05Saya tidak sengaja.
04:06Saya mau kembali.
04:09Ayo.
04:12Cepat.
04:14Cepat.
04:15Cepat.
04:35Kamu sudah melihat.
04:37Itu cukup.
04:37Wanita itu pun tampak tersenyum lebih lebar.
04:46Tapi senyum itu,
04:47aneh.
04:48Seolah wajahnya menolak,
04:50ikut tersenyum.
04:52Kamu sudah melihat.
04:53Itu cukup.
04:55Tiba-tiba,
04:56lampu mati gelap total.
04:59Dan saat lampu menyala kembali,
05:01wanita itu sudah berdiri di belakang Sunardi.
05:03Hanya satu langkah di belakangnya.
05:05Sunardi pun berteriak dan lari kembali ke lift menekan tombol berulang-ulang.
05:12Dan pintu lih pun akhirnya tertutup.
05:15Lih pun lalu turun kembali ke lantai enam.
05:18Ia pun langsung keluar dan berlari ke ruangannya.
05:22Di sini, beberapa rekan kerjanya menatapnya dengan aneh.
05:25Pak Sunardi, kenapa pucat begitu?
05:29Pak Sunardi,
05:30kenapa pucat begitu?
05:33Ia pun tak bisa menjelaskan.
05:35Tak ada yang percaya.
05:37Tapi ia tahu,
05:38apa yang ia alami itu adalah nyata.
05:41Malamnya,
05:42ia mencoba mencari tahu
05:43tentang lantai 13.
05:45Tak ada info.
05:47Bahkan cetak biru gedung
05:48hanya menunjukkan 12 lantai.
05:50Esoknya pun ia kembali bekerja.
05:56Berusaha melupakan kejadian itu.
05:58Tapi saat hendak memfoto kopi dokumen,
06:01lampu ruangan tiba-tiba mati.
06:03Dan dari sudut cermin
06:21yang tergantung di pojok ruangnya,
06:23ia pun melihat
06:24pantulan wanita berambut panjang
06:26berdiri di belakangnya.
06:29Ia menoleh,
06:30kosong,
06:31tak ada siapa-siapa.
06:32Hari-hari berikutnya makin aneh.
06:36Sunardi merasa seolah seperti diawasi.
06:39Komputernya menyala sendiri.
06:41Printernya mengeluarkan kertas kosong
06:43dengan bercak merah yang samar.
06:46Dan di lift,
06:47tombol angka 13
06:48selalu ada
06:49hanya saat dia sendirian.
06:52Ketika ada orang lain
06:53dalam satu lift,
06:55tombol angka 13 itu pun
06:56lalu menghilang.
06:58Keesokan harinya,
06:59ia pun lalu memutuskan mencari tahu
07:02tentang siapa wanita itu.
07:04Ia bertanya ke bagian arsip
07:06tentang mantang karyawan,
07:08kasus kecelakaan,
07:10atau hal-hal yang tak biasa
07:11yang bisa menjadi didik terang.
07:13Setelah beberapa hari,
07:15ia pun lalu menemukan
07:16satu catatan lama
07:17tersimpan di lemari yang berdebu.
07:20Karyawan atas nama Ningsih,
07:21Divisi Keuangan,
07:23wafat dalam kecelakaan lift
07:24pada tahun 1997.
07:27Lift jatuh dari lantai 13
07:28yang tidak tercatat.
07:30Karyawan atas nama Ningsih,
07:32Divisi Keuangan,
07:34wafat dalam kecelakaan lift
07:35pada tahun 1997.
07:37Lift jatuh dari lantai 13
07:39yang tidak tercatat.
07:41Di sini pun Sunardi gemetar.
07:44Ia pun lalu membawa arsip
07:46ke ruang HRD.
07:48Tapi staf HRD
07:49hanya menatapnya dengan bingung.
07:51Pak, tidak ada karyawan
07:53atas nama Ningsih
07:53yang pernah tercatat di sini.
07:55Tapi ini?
07:56Ini catatannya?
07:57Pak, ini kertas kosong.
08:04Pak, tak ada karyawan
08:06bernama Ningsih
08:07yang pernah tercatat di sini.
08:10Tapi ini?
08:11Ini catatannya?
08:13Sunardi pun tampak
08:14menunjukkan selebar kertas.
08:16Staf HRD menatap kertas itu
08:18lalu berkata dengan pelan.
08:20Pak, ini kertas kosong.
08:22Ini catatannya?
08:24Pak, ini kertas kosong.
08:26Di sini,
08:27Sunardi pun pulang lebih awal.
08:29Hari itu dirinya merasa
08:30makin kacau.
08:31Di parkiran lalu ia bertemu
08:33dengan seorang satong tua
08:34yang dari awal hari pertama
08:36menyapanya.
08:37Pak, saya tanya ya.
08:39Lantai di gedung ini
08:40ada berapa ya?
08:41Kalau Sampean sudah lihat
08:42lantai itu,
08:43berarti Sampean sudah dipilih.
08:45Dipilih?
08:46Untuk apa?
08:47Untuk menggantikan yang sebelumnya.
08:49Yang sebelumnya
08:50sudah tidak kuat lagi
08:51jaga di situ.
08:52Jaga apa?
08:54Kalau Sampean sudah lihat
08:55lantai itu,
08:57ya berarti Sampean
08:58sudah dipilih.
09:00Sunardi pun
09:00lalu menelan ludah.
09:03Dipilih untuk apa?
09:04Untuk menggantikan
09:05yang sebelumnya.
09:06yang sebelumnya
09:07sudah tidak kuat
09:08lagi jaga di situ.
09:10Jaga apa?
09:12Satpang pun tak menjawab.
09:14Hanya melirik ke lift.
09:15Lalu dia pergi.
09:18Pada malam harinya,
09:20Sunardi pun bermimpi.
09:21Ia berdiri di lorong kosong
09:23lantai 13.
09:24Di ujung lorong,
09:25Ningsi berdiri
09:26sambil memegang
09:27sebuah kunci kuningan.
09:28Ini giliranku selesai.
09:30Katanya sambil menyerahkan
09:32kunci itu
09:32kepada Sunardi.
09:40Keesokan harinya,
09:41Sunardi pun
09:42tidak masuk kerja.
09:44Dan saat rekan-rekannya
09:45mencoba menghubungi,
09:47tidak ada jawaban.
09:49Kosong.
09:50Tapi yang paling aneh,
09:52di lift,
09:53tombol angka 13
09:54tidak pernah muncul lagi.
09:58Beberapa minggu kemudian,
10:00seorang pegawai magang baru
10:01yang bernama Dina
10:02hendak turun ke lobi.
10:05Ia sendirian di lift
10:06saat pintu hendak menutup.
10:08Seorang pria
10:09lalu masuk secara buru-buru.
10:11Kelantai berapa, Pak?
10:13Tanya Dina dengan sopan.
10:15Pria itu pun tampak tersenyum.
10:17Rambutnya rapi.
10:18Matanya tajam.
10:19Ia pun lalu menekan
10:20tombol 13
10:21yang tiba-tiba muncul kembali.
10:24Saya cuma mau cek sebentar.
10:26Jawab pria itu dengan datar.
10:28Saya penjaga barunya.
10:32Saya penjaga barunya.
10:35Dan di ID card pria tersebut
10:37tertulis nama Sunarti.
10:41Apakah lantai 13 itu nyata?
10:43Atau hanya dimensi lain
10:45yang muncul bagi mereka yang terpilih?
10:48Dan jika suatu saat
10:49kamu sendirian di lift
10:50dan melihat tombol angka
10:52yang tidak pernah ada sebelumnya,
10:54kamu jangan pernah menekannya.
10:56karena mungkin
10:57kamu lah yang berikutnya
10:58akan jaga di sana.
11:01Sampai jumpa
11:01di portal dimensi berikutnya.
11:04Jangan lupa like,
11:05share, dan subscribe.
11:06Karena dunia ini
11:07jauh lebih menyerangkan
11:08daripada yang kamu ketahui.
11:10Terima kasih sudah menonton!
11:25Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended