00:00Selamat pagi.
00:01Pagi.
00:01Pagi, Pak.
00:22Pernahkah kamu masuk ke dalam lift,
00:24menekan lantai yang tidak pernah ada di gedung itu?
00:27Dan apa yang terjadi jika pintu lift terbuka
00:32dan kamu tiba di tempat yang seharusnya tidak ada?
00:36Lalu siapa yang akan kamu temui di sana?
00:39Dan bisakah kamu kembali?
00:41Selamat datang di Portal Dimensi.
00:44Hari ini, kami akan mengajakmu menyusuri
00:47sebuah kisah misterius
00:48yang dialami oleh seorang pegawai baru bernama Sunardi.
00:53Dalam kisah yang berjudul
00:54Lift ke Lantai Yang Tidak Pernah Ada.
00:58Sunardi adalah pria biasa, sederhana,
01:01baru saja diterima bekerja sebagai staff administrasi
01:05di sebuah gedung perkantoran tua di pusat kota Jakarta.
01:10Gedung itu berlantai 12
01:11dengan desain lama, bergaya tahun 80-an.
01:15Pak.
01:15Karyawan baru ya, Mas?
01:18Iya, Pak.
01:18Ya.
01:23Liftnya kuno, menggunakan tombol fisik
01:26dan sering berderit saat naik turun.
01:29Hari pertamanya, berjalan biasa.
01:33Ia pun dikenalkan pada beberapa rakan kerjanya,
01:36menerima ID card dan duduk di Lantai 6,
01:39tepat di sebelah ruang fotokopi
01:42yang konon katanya sering mati lampu sendiri.
01:46Selamat datang di tim, Sunardi.
01:48Ini ID card kamu.
01:49Terima kasih, Pak.
01:50Senang bergabung.
01:51Selamat datang.
01:52Di saat istirahat makan siang,
01:57Sunardi pun tampak turun ke kantin
01:59yang berada pada lantai dasar.
02:02Ia pun tampak masuk ke dalam lift
02:04bersama beberapa karyawan yang lain.
02:06Tapi saat semuanya keluar dari lift di lantai dasar,
02:09ia melihat satu hal yang aneh.
02:11Tombol-tombol panel lift
02:13biasanya hanya dari L atau lobby sampai 12.
02:16Tapi saat itu, ada tombol tambahan
02:19yang bertuliskan angka 13.
02:22Sunardi pun sempat berpikir
02:24itu hanya lelucon atau tombol rusak.
02:28Tapi saat dirinya menatap tombol itu,
02:30ada yang menarik jarinya untuk menekannya.
02:34Dan sebelum sempat berpikir,
02:36ia sudah melakukannya.
02:38Lift pun tampak berderit.
02:40Pintu menutup dan ia pun naik sendirian.
02:44Tapi yang aneh,
02:46lift terus bergerak melewati lantai 12.
02:49Tidak berhenti dan tidak melambat.
02:52Pintu lift pun terbuka.
02:55Sunardi pun menatap keluar.
02:57Koridor panjang tampak gelap.
03:00Cahaya redup dari lampu neon berkedip.
03:02Tak ada orang,
03:03tapi ada aroma.
03:05Seperti bau logam yang bercampur bunga melati yang membusuk.
03:09Ia pun melangkah keluar.
03:11Dindingnya berwarna krem pudar.
03:13Cat mengelupas.
03:14Karpet tampak basah.
03:17Langkahnya pun bergema.
03:18Seolah dirinya berjalan di dalam ruang kosong yang besar.
03:23Lalu,
03:23ia melihat seorang berdiri jauh di ujung lorong.
03:26Seorang wanita berambut panjang.
03:29Mengenakan seragam karyawan dengan ID card yang menggantung di leher.
03:34Maaf,
03:35ini lantai berapa ya?
03:36Tanya Sunardi sambil melangkah mendekat.
03:39Maaf.
03:39Ini lantai berapa ya?
03:41Lantai ini.
03:42Bukan untuk manusia biasa.
03:44Saya,
03:44saya.
03:44Tidak sengaja.
03:47Wanita itu pun menoleh perlahan.
03:50Senyumnya tipis,
03:51matanya kosong,
03:52dan ia menjawab dengan suara yang pelan.
03:55Namun tampak begitu tegas.
03:58Lantai ini bukan untuk manusia biasa.
04:02Sunardi pun mundur setengah langkah.
04:05Saya tidak sengaja.
04:06Saya mau kembali.
04:09Ayo.
04:12Cepat.
04:14Cepat.
04:15Cepat.
04:35Kamu sudah melihat.
04:37Itu cukup.
04:37Wanita itu pun tampak tersenyum lebih lebar.
04:46Tapi senyum itu,
04:47aneh.
04:48Seolah wajahnya menolak,
04:50ikut tersenyum.
04:52Kamu sudah melihat.
04:53Itu cukup.
04:55Tiba-tiba,
04:56lampu mati gelap total.
04:59Dan saat lampu menyala kembali,
05:01wanita itu sudah berdiri di belakang Sunardi.
05:03Hanya satu langkah di belakangnya.
05:05Sunardi pun berteriak dan lari kembali ke lift menekan tombol berulang-ulang.
05:12Dan pintu lih pun akhirnya tertutup.
05:15Lih pun lalu turun kembali ke lantai enam.
05:18Ia pun langsung keluar dan berlari ke ruangannya.
05:22Di sini, beberapa rekan kerjanya menatapnya dengan aneh.
05:25Pak Sunardi, kenapa pucat begitu?
05:29Pak Sunardi,
05:30kenapa pucat begitu?
05:33Ia pun tak bisa menjelaskan.
05:35Tak ada yang percaya.
05:37Tapi ia tahu,
05:38apa yang ia alami itu adalah nyata.
05:41Malamnya,
05:42ia mencoba mencari tahu
05:43tentang lantai 13.
05:45Tak ada info.
05:47Bahkan cetak biru gedung
05:48hanya menunjukkan 12 lantai.
05:50Esoknya pun ia kembali bekerja.
05:56Berusaha melupakan kejadian itu.
05:58Tapi saat hendak memfoto kopi dokumen,
06:01lampu ruangan tiba-tiba mati.
06:03Dan dari sudut cermin
06:21yang tergantung di pojok ruangnya,
06:23ia pun melihat
06:24pantulan wanita berambut panjang
06:26berdiri di belakangnya.
06:29Ia menoleh,
06:30kosong,
06:31tak ada siapa-siapa.
06:32Hari-hari berikutnya makin aneh.
06:36Sunardi merasa seolah seperti diawasi.
06:39Komputernya menyala sendiri.
06:41Printernya mengeluarkan kertas kosong
06:43dengan bercak merah yang samar.
06:46Dan di lift,
06:47tombol angka 13
06:48selalu ada
06:49hanya saat dia sendirian.
06:52Ketika ada orang lain
06:53dalam satu lift,
06:55tombol angka 13 itu pun
06:56lalu menghilang.
06:58Keesokan harinya,
06:59ia pun lalu memutuskan mencari tahu
07:02tentang siapa wanita itu.
07:04Ia bertanya ke bagian arsip
07:06tentang mantang karyawan,
07:08kasus kecelakaan,
07:10atau hal-hal yang tak biasa
07:11yang bisa menjadi didik terang.
07:13Setelah beberapa hari,
07:15ia pun lalu menemukan
07:16satu catatan lama
07:17tersimpan di lemari yang berdebu.
07:20Karyawan atas nama Ningsih,
07:21Divisi Keuangan,
07:23wafat dalam kecelakaan lift
07:24pada tahun 1997.
07:27Lift jatuh dari lantai 13
07:28yang tidak tercatat.
07:30Karyawan atas nama Ningsih,
07:32Divisi Keuangan,
07:34wafat dalam kecelakaan lift
07:35pada tahun 1997.
07:37Lift jatuh dari lantai 13
07:39yang tidak tercatat.
07:41Di sini pun Sunardi gemetar.
07:44Ia pun lalu membawa arsip
07:46ke ruang HRD.
07:48Tapi staf HRD
07:49hanya menatapnya dengan bingung.
07:51Pak, tidak ada karyawan
07:53atas nama Ningsih
07:53yang pernah tercatat di sini.
07:55Tapi ini?
07:56Ini catatannya?
07:57Pak, ini kertas kosong.
08:04Pak, tak ada karyawan
08:06bernama Ningsih
08:07yang pernah tercatat di sini.
08:10Tapi ini?
08:11Ini catatannya?
08:13Sunardi pun tampak
08:14menunjukkan selebar kertas.
08:16Staf HRD menatap kertas itu
08:18lalu berkata dengan pelan.
08:20Pak, ini kertas kosong.
08:22Ini catatannya?
08:24Pak, ini kertas kosong.
08:26Di sini,
08:27Sunardi pun pulang lebih awal.
08:29Hari itu dirinya merasa
08:30makin kacau.
08:31Di parkiran lalu ia bertemu
08:33dengan seorang satong tua
08:34yang dari awal hari pertama
08:36menyapanya.
08:37Pak, saya tanya ya.
08:39Lantai di gedung ini
08:40ada berapa ya?
08:41Kalau Sampean sudah lihat
08:42lantai itu,
08:43berarti Sampean sudah dipilih.
08:45Dipilih?
08:46Untuk apa?
08:47Untuk menggantikan yang sebelumnya.
08:49Yang sebelumnya
08:50sudah tidak kuat lagi
08:51jaga di situ.
08:52Jaga apa?
08:54Kalau Sampean sudah lihat
08:55lantai itu,
08:57ya berarti Sampean
08:58sudah dipilih.
09:00Sunardi pun
09:00lalu menelan ludah.
09:03Dipilih untuk apa?
09:04Untuk menggantikan
09:05yang sebelumnya.
09:06yang sebelumnya
09:07sudah tidak kuat
09:08lagi jaga di situ.
09:10Jaga apa?
09:12Satpang pun tak menjawab.
09:14Hanya melirik ke lift.
09:15Lalu dia pergi.
09:18Pada malam harinya,
09:20Sunardi pun bermimpi.
09:21Ia berdiri di lorong kosong
09:23lantai 13.
09:24Di ujung lorong,
09:25Ningsi berdiri
09:26sambil memegang
09:27sebuah kunci kuningan.
09:28Ini giliranku selesai.
09:30Katanya sambil menyerahkan
09:32kunci itu
09:32kepada Sunardi.
09:40Keesokan harinya,
09:41Sunardi pun
09:42tidak masuk kerja.
09:44Dan saat rekan-rekannya
09:45mencoba menghubungi,
09:47tidak ada jawaban.
09:49Kosong.
09:50Tapi yang paling aneh,
09:52di lift,
09:53tombol angka 13
09:54tidak pernah muncul lagi.
09:58Beberapa minggu kemudian,
10:00seorang pegawai magang baru
10:01yang bernama Dina
10:02hendak turun ke lobi.
10:05Ia sendirian di lift
10:06saat pintu hendak menutup.
10:08Seorang pria
10:09lalu masuk secara buru-buru.
10:11Kelantai berapa, Pak?
10:13Tanya Dina dengan sopan.
10:15Pria itu pun tampak tersenyum.
10:17Rambutnya rapi.
10:18Matanya tajam.
10:19Ia pun lalu menekan
10:20tombol 13
10:21yang tiba-tiba muncul kembali.
10:24Saya cuma mau cek sebentar.
10:26Jawab pria itu dengan datar.
10:28Saya penjaga barunya.
10:32Saya penjaga barunya.
10:35Dan di ID card pria tersebut
10:37tertulis nama Sunarti.
10:41Apakah lantai 13 itu nyata?
10:43Atau hanya dimensi lain
10:45yang muncul bagi mereka yang terpilih?
10:48Dan jika suatu saat
10:49kamu sendirian di lift
10:50dan melihat tombol angka
10:52yang tidak pernah ada sebelumnya,
10:54kamu jangan pernah menekannya.
10:56karena mungkin
10:57kamu lah yang berikutnya
10:58akan jaga di sana.
11:01Sampai jumpa
11:01di portal dimensi berikutnya.
11:04Jangan lupa like,
11:05share, dan subscribe.
11:06Karena dunia ini
11:07jauh lebih menyerangkan
11:08daripada yang kamu ketahui.
11:10Terima kasih sudah menonton!
11:25Terima kasih telah menonton!
Comments