00:00Mengenyam warisan tenun songket Pekan Baru tetap hidup di tengah modernitas.
00:10Suara lembut alat tenun tradisional terdengar bersahutan di rumah produksi ken songket yang terletak di Jalan Kayu Manis,
00:18kecamatan Pengsekaki, Pekan Baru.
00:22Di tempat inilah sejumlah perajin dengan penuh ketelatenan mengenyam benang demi benang,
00:27menjadi selebar karya budaya yang syarat makna.
00:57Aktifnya sekarang 1P3 itu tidak hanya berdiri sendiri,
01:00tapi juga merangkul pengajin-pengajin yang di luar, kita ajak berkelompok di sini.
01:04Jadi mereka produksi masing-masing, nanti hasilnya kita yang lebih memasarkan.
01:08Itu sih intinya.
01:10Kalau misalnya lamanya proses pembuatan kain itu,
01:13mungkin berapa lama kalau pakai alat tenun itu mungkin Ibu?
01:15Kalau songket yang untuk alat yang kita yang biasa itu sekitar lebih kurang 6 hari.
01:20Kalau dari produknya mungkin Ibu, Cik, kain tenunnya itu ada motif tersendiri mungkin dari kita?
01:25Kalau motif sama sih semua orang kata,
01:27karena kan kita masih memproduksi yang khas,
01:29itu itu musia,
01:30jadi kukuang, kukuang, kukuang, kukuang, kukuang.
01:33Cuman kita sekarang lebih fokus ke bahan baju.
01:36Oh gitu.
01:36Nah ini tadi lihat bahan baju.
01:38Lalu kita juga 3 tahun kebelakang,
01:40nah iskita 6 tahun yang lalu lah,
01:42kita pernah bikin seragamnya Bang Riau itu yang baju warna merah,
01:44itu 3 tahun kita kontrak ke Riau.
01:46Kenapa kita fokus sekarang lebih ke bahan baju gitu?
01:50Bahan baju karena lebih luas dipakai.
01:52Kalau songket kan hanya bisa dipakai untuk acara-acara resmi.
01:55Tapi kalau bahan baju itu bisa dipakai dengan biasa,
01:59orang-orang,
02:00hanya mau pergi jalan atau menghadiri serinat,
02:03mungkin itu bisa dipakai.
02:05Dan perawatannya pun lebih gampang,
02:06karena bisa dibiarkan-biasa dikunci.
02:09Kalau dari sergi harga mungkin kita jual dari harga berapa,
02:12sampai paling mahal itu berapa gitu?
02:14Ada yang satu lembarnya 2 juta setengah,
02:17tapi kalau untuk yang bawahnya itu kita ada yang 155 per meter.
02:20Terima kasih telah menonton!
Komentar