Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 tahun yang lalu
Turbulensi politik menghampiri Partai Golkar. Sang Ketua Umum, Setya Novanto, ditahan KPK karena dugaan korupsi KTP elektronik. Rapat pleno pun digelar demi mengisi kekosongan kursi ketua umum. Pro dan kontra kuat mewarnainya.

Meski demikian, posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar ditangguhkan sampai putusan praperadilan.

Bukan kali pertama Golkar dihadapkan pada situasi sulit. Tahun 1998, elektabilitas Golkar berada di titik terendah. Musyawarah luar biasa digelar, Akbar Tandjung yang terpilih sebagai ketua umum berhasil membawa Golkar ke puncak kejayaan. Pemilu 1999 dan 2004 jadi catatan keberhasilan, meski kala itu Akbar Tandjung berstatus tersangka akibat kasus korupsi dana non-budgeter Bulog.

Kali ini, nasib partai berlambang pohon beringin kembali mengundang tanya. Akankah partai beringin tetap kokoh dengan segala persoalan yang menderanya?

Kategori

🗞
Berita
Komentar

Dianjurkan