00:00Tim Jatantras Polda Metro Jaya menangkap pembunuh aktivis pelabuhan, Ermanto Usman.
00:08Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polda Metro Jaya saat ini.
00:13Pelaku ditangkap kemarin di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
00:17Aktivis pelabuhan Ermanto Usman ditemukan tewas dibunuh di rumahnya,
00:21sementara sang istri terluka hingga kritis.
00:32Ini adalah foto terduga pelaku pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman.
00:37Polisi masih menyelidiki motif terduga pelaku melukai korban Ermanto Usman hingga terluka dan sang istri hingga kritis.
01:00Lemari memang posisinya terbuka, waktu saya masuk itu lemari itu terbuka.
01:04Tapi tidak ada satu barang pun yang diambil.
01:07Itu banyak sekali dokumen-dokumen dan juga beberapa barang yang berharga.
01:16Proses masuknya pelaku ke dalam rumah,
01:20terus proses masuknya tanpa ada kerusakan sedikit.
01:29Keluarga Ermanto Usman, aktivis pelabuhan yang ditemukan tewas di rumahnya,
01:33masih mencurigai sejumlah kejanggalan terkait penyebab kematian ayahnya.
01:39Keluarga masih yakin, jika ayahnya tewas diduga karena dibunuh,
01:43bukan semata-mata karena perampokan.
01:47Pasalnya, selain tak ada barang berharga yang hilang,
01:50sang ayah dikenal sebagai aktivis pelabuhan yang kritis membahas kasus korupsi.
01:57Kalau saya melihat sendiri kondisinya sepertinya ini adalah tindak pidana pembunuhan.
02:05Jadi emang ayah saya ketua serikat pekerja pada waktu itu,
02:11di salah satu anak perusahaan dari BUMN ya.
02:16Ayah saya sudah lama berkecimpung di pelabuhan ya.
02:21Jadi waktu itu sempat ada mengungkit kasus yang dilakukan,
02:28praktik yang dilakukan korupsi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
02:33Purnawirawan Polri, yang juga mantan wakil kepala badan SIBER dan Sandi Negara,
02:38Dharma Pongrekun meyakini,
02:39pelaku yang merampok dan menganiaya Ermanto Usman
02:43sudah mengamati rumah korban sejak lama.
02:46Hal ini terlihat dari minimnya kerusakan di kawasan tempat kejadian perkara.
02:53Mendelep ke dalam, jadi ada congkelan itu.
02:56Congkel ya?
02:57Dia ada ifor tenaga ya.
03:00Lukanya ini kan cuma luka serempet gitu ya.
03:03Apalagi kalau membuka paksa ya?
03:04Oh iya dong.
03:05Oke.
03:06Apalagi kalau di dalamnya dikunci.
03:09Oke.
03:11Berarti menurut pengalaman saya,
03:17situasi lokasi TKP ini sudah digambar oleh para pelaku.
03:24Situasi rumah ini sudah digambar berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelumnya.
03:31Hasil penelusuran tim dipo investigasi,
03:35rumah Ermanto Usman dekat dengan lahan kosong yang memudahkan pelaku untuk melarikan diri.
03:43Ada satu pijakan yang sekali lagi sangat memudahkan bagi seseorang
03:52jika ingin masuk ke area perumahan Prima Lingkar Asli.
03:59Saya akan coba buktikan seberapa mudah seseorang masuk melalui titik ini.
04:08Kini polisi masih menyelidiki motif kematian aktivis pelabuhan Ermanto Usman.
04:14Apakah benar dugaan perampokan disertai penganiayaan atau karena pembunuhan berencana?
04:21Saya sudah langsung berada di area perumahan Prima Lingkar Asli dan bisa ditunjukkan itu adalah rumah milik Bapak Ermanto Usman.
04:36Tim Liputan Kompas TV
04:44Saudara polisi sudah menangkap terduga pembunuh aktivis pelabuhan yaitu Ermanto Usman.
04:49Lantas apa motif pelaku melukai Ermanto Usman dan juga istrinya saudara?
04:54Kita bahas bersama dengan Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:58Selamat petang, Mas Yusuf.
05:04Mas Yusuf?
05:06Ya, selamat sore.
05:08Selamat sore.
05:09Yang pertama ingin saya pastikan ke Mas Yusuf adalah apa benar pelaku sudah ditangkap, kapan dan di mana?
05:15Mas Yusuf, dapat informasinya.
05:19Secara resmi kita belum mendapatkan informasi terkait dengan detail adanya penangkapan terduga pelaku dugaan pembunuhan dan perampokan yang terjadi pada
05:38tanggal 2 Maret ini hari yang sebelumnya itu disebut sebagai Pak Sutri korban perampokan.
05:47Seperti apa teknologi penangkapannya, kita belum bisa mendapatkan informasi resmi, namun kita menunggu rilis detail siapa terduga pelaku ini.
06:03Jadi, ini kan sebenarnya kita pantau dalam satu minggu ini yang peristiwa sebelumnya kan tidak dikemukakan adanya nama almarhum yang
06:19ini merupakan pensiunan JITC, belakangan baru kemudian ini mencuat.
06:25Jadi, ini barangkali yang menjadi perhatian publik peristiwa yang terjadi pada tanggal 2 Maret ini hari bahwa ada dugaan ini
06:38bukan pembunuhan perampokan biasa.
06:42Nah, oleh karenanya ini tentu karena ini mendapat perhatian publik dan ditambah informasi yang belakangan bahwa ini tipis pekerja JITC
06:56dulu.
06:56Nah, diduga sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu anggota DPR bahwa ini merupakan aktor kunci terkait dengan kasus perlindung yang
07:10dulu.
07:11Jadi, tentu ini kan informasi, tapi sejauh yang kami dapatkan informasi bahwa pendidikan kasus ini ya, sebagaimana laporan awal diduga
07:23perampokan dan pembunuhan, ya perampokan biasa lah.
07:30Apa motifnya? Tentu ini yang akan didalami dan diganti.
07:34Oke, berarti masih menunggu ya penjelasan dari polisi terkait dengan apa motifnya begitu.
07:38Seperti kata Anda tadi, Mas Yusuf, bahwa ini juga akhirnya menimbulkan spekulasi begitu terkait dengan latar belakang korban begitu.
07:45Menurut Anda, dari komponen sendiri, apa yang harus dilakukan polisi untuk menyampaikan duduk perkara dari kasus ini?
07:54Yang paling utama, apa yang ada dalam fakta-fakta di TKP, itu yang tentu sudah dikantomi, sudah dikumpulkan oleh penyidik.
08:08Hingga kemudian hari ini kita mendapatkan informasi resmi, sudah melakukan penangkapan terhadap terduga belaku.
08:16Nah, itu kan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan, hingga mengarah kepada seseorang yang dicurigai, yang diduga
08:24sebagai patut terduga belaku.
08:25Nah, untuk selanjutnya, pengembangannya ada pada motif, apakah ini benar, hanya perampokan biasa, tentu fakta-faktanya kan harus didukung.
08:37Ada sempat mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah milik korban.
08:43Misalkan seperti itu.
08:45Itu yang motif seperti apa?
08:48Apakah ada hubungan dengan identitas si korban dan aktivitasnya selama ini?
08:54Tentu kita tidak bisa menduga-duga, sekali lagi dunia akhir.
08:57Semuanya itu kita dorong, penyidik, mengumpulkan fakta-fakta dan bukti-bukti memang apakah ini perampokan biasa atau bukan biasa.
09:09Itu yang kita kawal dan itu yang kita dorong.
09:12Dan selanjutnya tentu, sekali lagi karena ini mendapatkan perhatian publik dan ada aktor anggota DPR yang menyebut bahwa korban ini
09:22bukan orang biasa.
09:24Maka ini menjadi informasi penting tentu bagi penyidik.
09:27Tapi sekali lagi semuanya itu kita tidak bisa berspekulasi.
09:31Semua ini mendapatkan fakta-fakta dan bukti-bukti apabila dirasa ada kejanggalan-kejanggalan.
09:37Sebagaimana yang dimaksud oleh anak korban tentu itu menjadi informasi bagi penyidik.
09:43Dan ini akhirnya menjadi tanggung jawab dari polisi juga untuk menyampaikan ke publik ya.
09:48Sebenarnya spekulasi yang muncul di publik ini apakah betul demikian atau seperti apa ya?
09:52Dari kompolnya sendiri sejauh ini informasi yang dikumpulkan seperti apa?
09:56Karena kan sudah dilakukan oleh tempat kejadian perkara.
10:00Kemudian ada istri korban yang sedang kritis mungkin sudah dimintai informasi.
10:05Sudah dapat informasi apa?
10:07Ya sejauh ini yang kita pantau.
10:09Sebenarnya kan ini peristiwa yang dialami Pak Sutri.
10:13Yang kemudian belakangan ada dimunculkan nama almarhum korban ini sebagai aktivis pekerja buruh pelindo yang itu sempat ada kasusnya begitu
10:29besar kita sorot pada waktu itu.
10:32Itu yang menjadi menariknya Bung Yasir sehingga muncullah spekulasi publik.
10:39Walaupun demikian kami informasi awal yang kita dapatkan yang kita pantau ini masih ini perampokan.
10:47Ini pembunuhan yang perampokan yang setai dengan kekerasan.
10:53Tentu sekali lagi apakah ini perampokan biasa ataupun bukan biasa inilah yang tentu kita pantau dan kita kawal.
11:02Memastikan bahwa pendidikan ini dilakukan oleh pengidik Polda Metro Jaya bahkan ada asistensi dari baris BIM kabarnya yang ini kita
11:13akan pastikan ya.
11:14Maka ini kita dorong transparan dan akuntabel segera merilis apa sebenarnya yang menjadi latar belakang.
11:25Belum motif apa yang menjadi latar belakang apakah memang masih ingin merapokan atau bukan.
11:31Seperti apa hasil dari penangkapan ini terutama dari keterangan dari pihak kepolisian latar belakang dan juga motif dari pelaku melakukan
11:39pembunuhan ini.
11:40Terima kasih Komisioner Kompolnas Yusuf Farsim telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang.
11:45Terima kasih.
Komentar