Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim Jatanras Polda Metro Jaya menangkap pembunuh aktivis pelabuhan, Ermanto Usman.

Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polda Metro Jaya saat ini.

Pelaku ditangkap kemarin di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Aktivis pelabuhan Ermaton Usman ditemukan tewas dibunuh di rumahnya, sementara sang istri terluka hingga kritis.

Ini adalah foto terduga pelaku pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman.

Polisi masih menyelidiki motif terduga pelaku melukai korban Ermanto Usman hingga terluka dan sang istri, hingga kritis.

Polisi sudah menangkap pembunuh aktivis pelabuhan Ermanto Usman, lantas apa motif pelaku melukai Ermato Usman dan istrinya? Kita bahas bersama Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim.

Baca Juga Pembunuh Aktivis Ermanto Usman Ditangkap, Pelaku Diperiksa di Polda Metro Jaya | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/656035/pembunuh-aktivis-ermanto-usman-ditangkap-pelaku-diperiksa-di-polda-metro-jaya-kompas-malam

#pembunuhan #aktivis #ermantousman

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656049/full-kompolnas-soal-motif-pembunuhan-aktivis-pelabuhan-ermanto-usman-di-bekasi-kompas-petang
Transkrip
00:00Tim Jatantras Polda Metro Jaya menangkap pembunuh aktivis pelabuhan, Ermanto Usman.
00:08Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polda Metro Jaya saat ini.
00:13Pelaku ditangkap kemarin di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
00:17Aktivis pelabuhan Ermanto Usman ditemukan tewas dibunuh di rumahnya,
00:21sementara sang istri terluka hingga kritis.
00:32Ini adalah foto terduga pelaku pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman.
00:37Polisi masih menyelidiki motif terduga pelaku melukai korban Ermanto Usman hingga terluka dan sang istri hingga kritis.
01:00Lemari memang posisinya terbuka, waktu saya masuk itu lemari itu terbuka.
01:04Tapi tidak ada satu barang pun yang diambil.
01:07Itu banyak sekali dokumen-dokumen dan juga beberapa barang yang berharga.
01:16Proses masuknya pelaku ke dalam rumah,
01:20terus proses masuknya tanpa ada kerusakan sedikit.
01:29Keluarga Ermanto Usman, aktivis pelabuhan yang ditemukan tewas di rumahnya,
01:33masih mencurigai sejumlah kejanggalan terkait penyebab kematian ayahnya.
01:39Keluarga masih yakin, jika ayahnya tewas diduga karena dibunuh,
01:43bukan semata-mata karena perampokan.
01:47Pasalnya, selain tak ada barang berharga yang hilang,
01:50sang ayah dikenal sebagai aktivis pelabuhan yang kritis membahas kasus korupsi.
01:57Kalau saya melihat sendiri kondisinya sepertinya ini adalah tindak pidana pembunuhan.
02:05Jadi emang ayah saya ketua serikat pekerja pada waktu itu,
02:11di salah satu anak perusahaan dari BUMN ya.
02:16Ayah saya sudah lama berkecimpung di pelabuhan ya.
02:21Jadi waktu itu sempat ada mengungkit kasus yang dilakukan,
02:28praktik yang dilakukan korupsi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
02:33Purnawirawan Polri, yang juga mantan wakil kepala badan SIBER dan Sandi Negara,
02:38Dharma Pongrekun meyakini,
02:39pelaku yang merampok dan menganiaya Ermanto Usman
02:43sudah mengamati rumah korban sejak lama.
02:46Hal ini terlihat dari minimnya kerusakan di kawasan tempat kejadian perkara.
02:53Mendelep ke dalam, jadi ada congkelan itu.
02:56Congkel ya?
02:57Dia ada ifor tenaga ya.
03:00Lukanya ini kan cuma luka serempet gitu ya.
03:03Apalagi kalau membuka paksa ya?
03:04Oh iya dong.
03:05Oke.
03:06Apalagi kalau di dalamnya dikunci.
03:09Oke.
03:11Berarti menurut pengalaman saya,
03:17situasi lokasi TKP ini sudah digambar oleh para pelaku.
03:24Situasi rumah ini sudah digambar berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelumnya.
03:31Hasil penelusuran tim dipo investigasi,
03:35rumah Ermanto Usman dekat dengan lahan kosong yang memudahkan pelaku untuk melarikan diri.
03:43Ada satu pijakan yang sekali lagi sangat memudahkan bagi seseorang
03:52jika ingin masuk ke area perumahan Prima Lingkar Asli.
03:59Saya akan coba buktikan seberapa mudah seseorang masuk melalui titik ini.
04:08Kini polisi masih menyelidiki motif kematian aktivis pelabuhan Ermanto Usman.
04:14Apakah benar dugaan perampokan disertai penganiayaan atau karena pembunuhan berencana?
04:21Saya sudah langsung berada di area perumahan Prima Lingkar Asli dan bisa ditunjukkan itu adalah rumah milik Bapak Ermanto Usman.
04:36Tim Liputan Kompas TV
04:44Saudara polisi sudah menangkap terduga pembunuh aktivis pelabuhan yaitu Ermanto Usman.
04:49Lantas apa motif pelaku melukai Ermanto Usman dan juga istrinya saudara?
04:54Kita bahas bersama dengan Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:58Selamat petang, Mas Yusuf.
05:04Mas Yusuf?
05:06Ya, selamat sore.
05:08Selamat sore.
05:09Yang pertama ingin saya pastikan ke Mas Yusuf adalah apa benar pelaku sudah ditangkap, kapan dan di mana?
05:15Mas Yusuf, dapat informasinya.
05:19Secara resmi kita belum mendapatkan informasi terkait dengan detail adanya penangkapan terduga pelaku dugaan pembunuhan dan perampokan yang terjadi pada
05:38tanggal 2 Maret ini hari yang sebelumnya itu disebut sebagai Pak Sutri korban perampokan.
05:47Seperti apa teknologi penangkapannya, kita belum bisa mendapatkan informasi resmi, namun kita menunggu rilis detail siapa terduga pelaku ini.
06:03Jadi, ini kan sebenarnya kita pantau dalam satu minggu ini yang peristiwa sebelumnya kan tidak dikemukakan adanya nama almarhum yang
06:19ini merupakan pensiunan JITC, belakangan baru kemudian ini mencuat.
06:25Jadi, ini barangkali yang menjadi perhatian publik peristiwa yang terjadi pada tanggal 2 Maret ini hari bahwa ada dugaan ini
06:38bukan pembunuhan perampokan biasa.
06:42Nah, oleh karenanya ini tentu karena ini mendapat perhatian publik dan ditambah informasi yang belakangan bahwa ini tipis pekerja JITC
06:56dulu.
06:56Nah, diduga sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu anggota DPR bahwa ini merupakan aktor kunci terkait dengan kasus perlindung yang
07:10dulu.
07:11Jadi, tentu ini kan informasi, tapi sejauh yang kami dapatkan informasi bahwa pendidikan kasus ini ya, sebagaimana laporan awal diduga
07:23perampokan dan pembunuhan, ya perampokan biasa lah.
07:30Apa motifnya? Tentu ini yang akan didalami dan diganti.
07:34Oke, berarti masih menunggu ya penjelasan dari polisi terkait dengan apa motifnya begitu.
07:38Seperti kata Anda tadi, Mas Yusuf, bahwa ini juga akhirnya menimbulkan spekulasi begitu terkait dengan latar belakang korban begitu.
07:45Menurut Anda, dari komponen sendiri, apa yang harus dilakukan polisi untuk menyampaikan duduk perkara dari kasus ini?
07:54Yang paling utama, apa yang ada dalam fakta-fakta di TKP, itu yang tentu sudah dikantomi, sudah dikumpulkan oleh penyidik.
08:08Hingga kemudian hari ini kita mendapatkan informasi resmi, sudah melakukan penangkapan terhadap terduga belaku.
08:16Nah, itu kan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan, hingga mengarah kepada seseorang yang dicurigai, yang diduga
08:24sebagai patut terduga belaku.
08:25Nah, untuk selanjutnya, pengembangannya ada pada motif, apakah ini benar, hanya perampokan biasa, tentu fakta-faktanya kan harus didukung.
08:37Ada sempat mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah milik korban.
08:43Misalkan seperti itu.
08:45Itu yang motif seperti apa?
08:48Apakah ada hubungan dengan identitas si korban dan aktivitasnya selama ini?
08:54Tentu kita tidak bisa menduga-duga, sekali lagi dunia akhir.
08:57Semuanya itu kita dorong, penyidik, mengumpulkan fakta-fakta dan bukti-bukti memang apakah ini perampokan biasa atau bukan biasa.
09:09Itu yang kita kawal dan itu yang kita dorong.
09:12Dan selanjutnya tentu, sekali lagi karena ini mendapatkan perhatian publik dan ada aktor anggota DPR yang menyebut bahwa korban ini
09:22bukan orang biasa.
09:24Maka ini menjadi informasi penting tentu bagi penyidik.
09:27Tapi sekali lagi semuanya itu kita tidak bisa berspekulasi.
09:31Semua ini mendapatkan fakta-fakta dan bukti-bukti apabila dirasa ada kejanggalan-kejanggalan.
09:37Sebagaimana yang dimaksud oleh anak korban tentu itu menjadi informasi bagi penyidik.
09:43Dan ini akhirnya menjadi tanggung jawab dari polisi juga untuk menyampaikan ke publik ya.
09:48Sebenarnya spekulasi yang muncul di publik ini apakah betul demikian atau seperti apa ya?
09:52Dari kompolnya sendiri sejauh ini informasi yang dikumpulkan seperti apa?
09:56Karena kan sudah dilakukan oleh tempat kejadian perkara.
10:00Kemudian ada istri korban yang sedang kritis mungkin sudah dimintai informasi.
10:05Sudah dapat informasi apa?
10:07Ya sejauh ini yang kita pantau.
10:09Sebenarnya kan ini peristiwa yang dialami Pak Sutri.
10:13Yang kemudian belakangan ada dimunculkan nama almarhum korban ini sebagai aktivis pekerja buruh pelindo yang itu sempat ada kasusnya begitu
10:29besar kita sorot pada waktu itu.
10:32Itu yang menjadi menariknya Bung Yasir sehingga muncullah spekulasi publik.
10:39Walaupun demikian kami informasi awal yang kita dapatkan yang kita pantau ini masih ini perampokan.
10:47Ini pembunuhan yang perampokan yang setai dengan kekerasan.
10:53Tentu sekali lagi apakah ini perampokan biasa ataupun bukan biasa inilah yang tentu kita pantau dan kita kawal.
11:02Memastikan bahwa pendidikan ini dilakukan oleh pengidik Polda Metro Jaya bahkan ada asistensi dari baris BIM kabarnya yang ini kita
11:13akan pastikan ya.
11:14Maka ini kita dorong transparan dan akuntabel segera merilis apa sebenarnya yang menjadi latar belakang.
11:25Belum motif apa yang menjadi latar belakang apakah memang masih ingin merapokan atau bukan.
11:31Seperti apa hasil dari penangkapan ini terutama dari keterangan dari pihak kepolisian latar belakang dan juga motif dari pelaku melakukan
11:39pembunuhan ini.
11:40Terima kasih Komisioner Kompolnas Yusuf Farsim telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang.
11:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan