00:00Polusi udara masih jadi tantangan di berbagai kota Asia.
00:04Dalam beri event Better Air Quality Conference 2026 di Bangkok,
00:09berbagai inovasi diperkenalkan,
00:11mulai dari perancangan kota rendah emisi lewat Minecraft
00:14hingga instalasi kampanye Giant Long untuk meningkatkan kesadaran publik.
00:24Polusi udara masih menjadi tantangan besar di berbagai kota Asia.
00:28Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
00:33Mulai dari penyakit pernafasan hingga menurunnya kualitas hidup warga.
00:38Di tengah kondisi ini, berbagai inisiatif muncul dari komunitas,
00:42pelajar hingga organisasi masyarakat sipil untuk menghadirkan solusi udara yang lebih bersih.
00:48Berbagai upaya tersebut dibahas dalam sesi Driving Action for Clear Skies
00:53di The Sukosol Hotel Bangkok,
00:55Jelang Konferensi Kualitas Udara atau Better Air Quality Conference 2026,
01:01sebuah konferensi internasional tentang kualitas udara dan pengendalian polusi udara,
01:06terutama di kawasan Asia,
01:07yang digelar tanggal 11 hingga 13 Maret di Bangkok.
01:12Salah satu inisiatif datang dari Indonesia,
01:15program yang digagas Yayasan Udara Anak Bangsa,
01:18mengajak pelajar membuat penyaring udara sederhana atau DIY Air Filter.
01:23Melalui kegiatan ini, pelajar diperkenalkan pada dampak polusi udara,
01:27sekalibu secara sederhana untuk mengurangi paparannya.
01:40Bicara Udara bekerjasama dengan berbagai stakeholder,
01:44mengusung berbagai program edukasi dan juga campaign.
01:48Salah satunya bersama Clean Air,
01:51dan juga beberapa sekolah di Biru School Alliance di tahun 2025 lalu.
01:55Jadi kami mengajak Clean Air untuk mendonasikan atau mendistribusikan CR Box,
02:05ini DIY Air Purifier yang mereka buat ke beberapa sekolah yang terdampak.
02:09Di sisi lain, kami juga diundang oleh sekolah untuk memberikan edukasi terkait polusi udara,
02:15dan salah satunya adalah workshop tentang DIY Air Purifier.
02:24Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu kualitas udara.
02:31Pendekatan kreatif lainnya datang dari program Bridge Cities Jakarta,
02:35melalui platform Meencraft Education.
02:39Pelajar diajak merancang kota dengan emisi yang lebih rendah.
02:49Lewat simulasi ini, pelajar mengusulkan berbagai ide,
02:53mulai dari transportasi ramah lingkungan hingga ruang terbuka hijau yang lebih luas.
02:57Jadi program ini bagian dari program Youth Re-Inventing Cities,
03:02di mana ini adalah gerakan global di kota-kota anggota C40
03:05untuk meng-engage generasi muda, khususnya pelajar,
03:09untuk menggunakan platform Minecraft Education.
03:12Jadi ada kolaborasi antara C40 Cities dengan Minecraft Education,
03:16di mana pelajar itu dibekali dengan item-item untuk menciptakan kota yang berkelanjutan.
03:24Nah di situ jadi pelajar yang berpartisipasi,
03:27ini kita kasih prompt atau permasalahan yang ada di kota Jakarta,
03:32dan ditentukan lokus-lokus untuk di mana nanti sekolah atau mahasiswa yang terlibat
03:38itu mendesain ulang lokasi tersebut.
03:44Sementara itu, di India, kampanye Giant Lung digunakan untuk menggambarkan dampak polusi udara secara visual.
03:52Instalasi berbentuk paru-paru raksasa ini menggunakan filter yang berubah warna
03:56saat mencari udara kota yang tercemar.
03:59So, the lung installation, what we call the billboard that breathes,
04:04was a very powerful visual representative of what air pollution does to our health and to our lungs.
04:11While air pollution conversations are mostly about the environment,
04:16through this campaign, we were able to shift the conversation from environment to health.
04:21And because it was something that people could see,
04:24it became a very powerful tool for advocacy through our citizens.
04:30Visualisasi ini membantu masyarakat melihat langsung dampak polusi udara yang selama ini tidak terlihat.
04:37Berbagai inisiatif ini menunjukkan bahwa upaya memperbaiki kualitas udara
04:41tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
04:44Salah satu aspek yang menjadi perhatian di Better Air Conference 2026 nanti.
04:50Winnie Octaviani, Asril Saputra, Kompas TV, Bangkok, Thailand.
Komentar