Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANGKOK, KOMPAS.TV - Polusi udara masih menjadi tantangan besar di berbagai kota Asia. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, mulai dari penyakit pernapasan hingga menurunnya kualitas hidup warga.

Di tengah kondisi ini, berbagai inisiatif muncul dari komunitas, pelajar, hingga organisasi masyarakat sipil untuk menghadirkan solusi udara yang lebih bersih.

Berbagai upaya tersebut dibahas dalam sesi Driving Action for Clear Skies di The Sukosol Hotel, Bangkok, jelang konferensi kualitas udara atau Better Air Quality Conference 2026. Konferensi internasional tentang kualitas udara dan pengendalian polusi udara, terutama di kawasan Asia, ini digelar pada 11 hingga 13 Maret di Bangkok.

Salah satu inisiatif datang dari Indonesia. Program yang digagas Yayasan Udara Anak Bangsa mengajak pelajar membuat penyaring udara sederhana atau DIY air filter. Melalui kegiatan ini, pelajar diperkenalkan pada dampak polusi udara sekaligus cara sederhana untuk mengurangi paparannya.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu kualitas udara.

#konferensi #bangkok #airquality

Baca Juga Rentetan Serangan Balasan Iran ke Israel, Iron Dome Jebol! di https://www.kompas.tv/internasional/655947/rentetan-serangan-balasan-iran-ke-israel-iron-dome-jebol

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655953/konferensi-better-air-quality-2026-bahas-solusi-polusi-udara-di-asia-sapa-pagi
Transkrip
00:00Polusi udara masih jadi tantangan di berbagai kota Asia.
00:04Dalam beri event Better Air Quality Conference 2026 di Bangkok,
00:09berbagai inovasi diperkenalkan,
00:11mulai dari perancangan kota rendah emisi lewat Minecraft
00:14hingga instalasi kampanye Giant Long untuk meningkatkan kesadaran publik.
00:24Polusi udara masih menjadi tantangan besar di berbagai kota Asia.
00:28Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
00:33Mulai dari penyakit pernafasan hingga menurunnya kualitas hidup warga.
00:38Di tengah kondisi ini, berbagai inisiatif muncul dari komunitas,
00:42pelajar hingga organisasi masyarakat sipil untuk menghadirkan solusi udara yang lebih bersih.
00:48Berbagai upaya tersebut dibahas dalam sesi Driving Action for Clear Skies
00:53di The Sukosol Hotel Bangkok,
00:55Jelang Konferensi Kualitas Udara atau Better Air Quality Conference 2026,
01:01sebuah konferensi internasional tentang kualitas udara dan pengendalian polusi udara,
01:06terutama di kawasan Asia,
01:07yang digelar tanggal 11 hingga 13 Maret di Bangkok.
01:12Salah satu inisiatif datang dari Indonesia,
01:15program yang digagas Yayasan Udara Anak Bangsa,
01:18mengajak pelajar membuat penyaring udara sederhana atau DIY Air Filter.
01:23Melalui kegiatan ini, pelajar diperkenalkan pada dampak polusi udara,
01:27sekalibu secara sederhana untuk mengurangi paparannya.
01:40Bicara Udara bekerjasama dengan berbagai stakeholder,
01:44mengusung berbagai program edukasi dan juga campaign.
01:48Salah satunya bersama Clean Air,
01:51dan juga beberapa sekolah di Biru School Alliance di tahun 2025 lalu.
01:55Jadi kami mengajak Clean Air untuk mendonasikan atau mendistribusikan CR Box,
02:05ini DIY Air Purifier yang mereka buat ke beberapa sekolah yang terdampak.
02:09Di sisi lain, kami juga diundang oleh sekolah untuk memberikan edukasi terkait polusi udara,
02:15dan salah satunya adalah workshop tentang DIY Air Purifier.
02:24Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu kualitas udara.
02:31Pendekatan kreatif lainnya datang dari program Bridge Cities Jakarta,
02:35melalui platform Meencraft Education.
02:39Pelajar diajak merancang kota dengan emisi yang lebih rendah.
02:49Lewat simulasi ini, pelajar mengusulkan berbagai ide,
02:53mulai dari transportasi ramah lingkungan hingga ruang terbuka hijau yang lebih luas.
02:57Jadi program ini bagian dari program Youth Re-Inventing Cities,
03:02di mana ini adalah gerakan global di kota-kota anggota C40
03:05untuk meng-engage generasi muda, khususnya pelajar,
03:09untuk menggunakan platform Minecraft Education.
03:12Jadi ada kolaborasi antara C40 Cities dengan Minecraft Education,
03:16di mana pelajar itu dibekali dengan item-item untuk menciptakan kota yang berkelanjutan.
03:24Nah di situ jadi pelajar yang berpartisipasi,
03:27ini kita kasih prompt atau permasalahan yang ada di kota Jakarta,
03:32dan ditentukan lokus-lokus untuk di mana nanti sekolah atau mahasiswa yang terlibat
03:38itu mendesain ulang lokasi tersebut.
03:44Sementara itu, di India, kampanye Giant Lung digunakan untuk menggambarkan dampak polusi udara secara visual.
03:52Instalasi berbentuk paru-paru raksasa ini menggunakan filter yang berubah warna
03:56saat mencari udara kota yang tercemar.
03:59So, the lung installation, what we call the billboard that breathes,
04:04was a very powerful visual representative of what air pollution does to our health and to our lungs.
04:11While air pollution conversations are mostly about the environment,
04:16through this campaign, we were able to shift the conversation from environment to health.
04:21And because it was something that people could see,
04:24it became a very powerful tool for advocacy through our citizens.
04:30Visualisasi ini membantu masyarakat melihat langsung dampak polusi udara yang selama ini tidak terlihat.
04:37Berbagai inisiatif ini menunjukkan bahwa upaya memperbaiki kualitas udara
04:41tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
04:44Salah satu aspek yang menjadi perhatian di Better Air Conference 2026 nanti.
04:50Winnie Octaviani, Asril Saputra, Kompas TV, Bangkok, Thailand.
Komentar

Dianjurkan