00:00Setelah terpilih, apa ini program yang ingin dilaksanakan?
00:18Ya, Alhamdulillah Kongres Persatuan BWI berjalan lancar ya, akhir bulan lalu, dan saya terpilih menjadi Ketua Umum.
00:30Dan kenapa Kongres Persatuan digelar? Karena kita hampir dua tahun dualisme, ada dua Ketua Umum, Ketua Umum versi Kongres Bandung 2023 dan Kongres Luar Biasa Jakarta 2024.
00:50Sudah hampir dua tahun kita berkonflik dan dari kedua belah pihak ada kesadaran untuk menyatukan kembali agar BWI betul-betul kembali bersatu.
01:04Dan sekarang sudah bersatu dan saya menyusun kabinet juga kabinet persatuan, jadi pengurus persatuan.
01:14Jadi apa tugas pertama? Mempersatukan kembali.
01:17Saya sekarang lagi sedang mengkonsolidasi organisasi dengan mengakselerasi dualisme kepengurusan.
01:29Karena di beberapa kabupaten, provinsi masih ada dualisme ini.
01:32Kita targetkan akhir bulan Oktober ini nanti selesai dualisme.
01:39Kemudian akibat dualisme itu juga verifikasi keanggotaan.
01:46Karena kedua belah pihak di saat konflik saling mengeluarkan kartu.
01:52Dan itu harus diverifikasi lagi.
01:55Supaya ya anggota BWI betul-betul wartawan.
01:59Karena kemarin, karena ada kepentingan konflik, akhirnya saling begitulah.
02:06Kita verifikasi uang terkait dengan keanggotaan BWI,
02:10tujusnya yang baru-baru ini, agar betul-betul anggota BWI adalah betul-betul wartawan.
02:17Terus yang ketiga, konflik ini akibat kekurang sempurnaan PD-PRT kita.
02:25Nah, sehingga perlu direvisi.
02:29Maka kita akan merevisi secepatnya PD-PRT ini dan akan disahkan di Kongkernas nanti bulan Februari.
02:39Ketika ini selesai, ini menjadi pekerjaan jangka pendek saya.
02:45Jadi, insya Allah, sekarang saya sudah membentuk tim.
02:48Tim ketua penyembunan PD-PRT, ada tim penyelesaian dualisme,
02:54ada tim verifikasi keanggotaan.
02:57Sekarang sudah bekerja, dan targetnya yang dualisme Oktober,
03:03yang verifikasi November, yang penyembunan PD-PRT Februari.
03:09Setelah itu, di saat bersamaan, kegiatan diklat dan pelatihan berjalan.
03:17Apa itu?
03:18Pertama, kita punya program yang sudah berjalan, namanya Uji Kompetensi Wartawan.
03:23UKW, ini sudah banyak permintaan, karena hampir dua tahun kita kan tidak punya,
03:31ditutup oleh Dewan Pes karena konflik.
03:34Nah, sekarang ini teman-teman provinsi, kabupaten, kota sudah mengajukan untuk UKW.
03:42Nah, ini sambil berjalan.
03:45Berjalan, pelatihannya ada Sekolah Journalistik Indonesia.
03:48Ini paten kita sudah punya, dan ini kena berjalan, terus selain itu kita akan mengakselerasi ini,
03:58mas, bagaimana kita bersama-sama dengan komunitas pes lainnya, termasuk Dewan Pes,
04:06memperkuat ekosistem pes nasional, mas.
04:11Terutama terhadap ancaman diskrupsi media global.
04:16Nah, ini yang kita atur.
04:18Nah, kebetulan respon ini direspon baik oleh Minkum Ham.
04:23Minkum.
04:24Minkum.
04:24Ya, dan Minkum rasa-rasanya ingin memperkuat secara regulasi, karena memang harus diperkuat dengan regulasi ini.
04:33Kalau enggak, ekosistem kita ya mungkin kurang begitu mapan lah terhadap menghadapi tantangan diskrupsi digital ini.
04:48Nah, ini yang paling kita, tapi berat, memang berat.
04:52Ya.
04:52Regulasi yang dibutuhkan itu seperti apa bentuknya?
04:56Kayak penguatan tanda publisher right.
05:00Oke.
05:00Penguatan.
05:01Menkom.
05:02Kepres.
05:02Ya, kebetulan.
05:03Kepres.
05:04Ya.
05:05Itu dikuatkan lagi, agar menjadi undang-undang,
05:09yang lebih membuat PES kita berdaya, saing, dan sejajar dengan yang namanya platform global.
05:22Sekarang ini kan kita, platform global kan dengan enaknya sekarang.
05:26Mas.
05:27Menguasai kue iklan di Indonesia, menguasai distribusi konten berita-berita kita yang diproduksi oleh media kita,
05:39Nah, itulah yang harus kita kuatkan.
05:42Bagaimana pengaturannya.
05:44Nah, itu yang harus, sebenarnya sudah ada publisher right, cuma kurang kuat ya.
05:50Nah, itu butuh proses berapa lama?
05:54Oh, itu pertama harus ada political will dari pemerintah.
05:59Kedua, ada kesamaan tekat dari komunitas PES kita.
06:06Tekat dan niat.
06:07Tekat dan niat.
06:10Karena selama kita, apa, selama kita masih, bukan ego ya, selama kita masih berdebat terus terhadap ini,
06:22maka apa yang ingin kita bangun terhadap membangun ekosistem PES kita menjadi kuat akan menjadi stuck atau jalan di tempat atau jalan lambat.
06:37Nah, itu harus segera bersamaan dengan goodwill dan niat tekat bersama.
06:44Sudah.
06:45Ya, PWI ini kan organisasi wartawan tertua ya, Cak ya?
06:49Tua dan terbesar.
06:50Terbesar juga.
06:51Nah, bagaimana ini? Mengoptimalkan potensi ini untuk hal-hal yang konstruktif, positif dan...
06:59Ya, pertama kita harus memastikan anggota harus menjalankan tugas kerja jurnalistik dengan baik.
07:09Dan profesional ya, dengan patuh kepada kode etik jurnalistik.
07:13Itu pertama, dia kerja-kerja jurnalistiknya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan aturan regulasi yang mengatur tentang hukum.
07:23Yang kedua, kalau menurut saya, kita harus juga melembagakan pemahaman PES hidup, kita masyarakat PES hidup sebagai hidup dalam bernegara.
07:44Ya, hidup dalam bernegara sehingga PES itu harus bersama-sama dengan stakeholder bangsa, ya di situ ada pemerintah, di situ ada publik, dan masyarakat umum.
08:00Untuk saling bersinergi bagaimana membangun komunikasi yang sama-sama konstruktif.
08:09Sama-sama berniat untuk membangun bangsa dan negara.
08:17Ada kalanya, kita juga melihat banyak media-media yang dalam konteksnya itu selalu mengkritisi negara.
08:30Benar-salah dikritisi terus.
08:31Nah, itu juga barangkali akan membuat energi kita akan terkures kepada energi konflik.
08:41Justru, kita harus dalam hal ini, kita harus sportif.
08:46Bahwa ada saatnya kita mengapresiasi, ada saatnya kita mengkritisi, ada saatnya kita bersinergi.
08:56Gitu, itu yang harus fair.
09:00Nah, di situlah makanya dibutuhkan yang disebut dengan apa fungsi PES itu adalah mencari kebenaran dan keadilan.
09:12Nah, di situlah memang kita-kita ini kadang-kadang harus selalu mengingat itu
09:20agar kita ingat bahwa kerja-kerja kita juga selain kerja-kerja sebagai jurnalis yang mengabdi kepada kepentingan publik,
09:30juga kita bekerja dalam suasana kita bernegara.
09:38Ya, seperti itu.
09:40Ya, kalau kita lihat organisasi di Indonesia ini tidak ada yang luput dari perpecahan, termasuk PWI.
09:46Ya, ya.
09:47Organisasi politik, profesi, semuanya kena wabah seperti itu.
09:53Konflik, ya.
09:54Yang kami tanyakan, apa ini langkah yang akan dilakukan untuk membuat PWI ini kuat kembali seperti dulu?
10:01Ya, pertama PWI memang sempat beberapa kali konflik ya.
10:06Dulu zamannya BMDia sama Rosian Anwar, itu juga konflik tahun 80-an lah.
10:1370-an atau 80-an gitu.
10:15Di situ memang kita harus selalu menyempurnakan aturan main organisasi.
10:24Ya, kayak kita sebut PD-PRT.
10:26Makanya kita memastikan ada PD-PRT atau ADRT organisasi, khususnya PWI ini bagaimana dibuat agar betul-betul clear,
10:41tidak punya kepentingan parsial atau sesaat,
10:48tetapi dia harus bisa menciptakan harmonisasi kepentingan organisasi yang panjang
10:53dan kepentingan anggotanya dan masyarakat dan bangsa dan negara.
10:59Nah, di situlah.
11:00Mungkin ketika kita ingin memastikan,
11:04ketika kita ingin memastikan
11:05bahwa kerja-kerja jurnalisme kita ini
11:10terlindungi oleh aturan-aturan yang jelas dan pasti.
11:17PWI ini kan besar,
11:19anggotanya banyak.
11:20Nah, kalau kita lihat kan seperti raksasa,
11:22jadi kan lambat geraknya, gemuk.
11:25Apa yang akan diregukan agar PWI ini bisa lincah?
11:31Pertama, kita melakukan regenerasi.
11:38Kita banyak gemuk wartawan yang sudah senior.
11:42Kita kuih itu rata-rata 40 tahun ke atas.
11:45Oleh karena itu,
11:47agar kita untuk membuat energi baru,
11:50kita melakukan regenerasi wartawan-wartawan
11:54di usia 40 ke bawah.
11:57Nah, oleh karenanya,
11:59maka kami sekarang ini di daerah terutama,
12:03mendorong kepada teman-teman PWI daerah
12:05merekrut wartawan-wartawan muda
12:08yang bisa bekerja lincah dan cepat
12:11dan dia seorang wartawan yang profesional.
12:15Itu yang pertama.
12:17Terus yang kedua,
12:18kita memberikan semangat
12:20terkait dengan apa yang disebut
12:23pencapaian-pencapaian kinerja profesionalitasnya wartawan.
12:32Jadi kita itu tiap tahun kan tahu
12:34menyelenggarakan lomba.
12:38Lomba Andi Nogoro.
12:40Dan beberapa lomba lain yang bekerja sama dengan antara.
12:43Nah, itu adalah bagian-bagian
12:45yang mendorong wartawan-wartawan PWI ini
12:49untuk berisah berkiprah
12:51dan menunjukkan prestasi pencapaiannya.
12:55Kalau ini tercipta,
12:57walaupun gemuk,
12:59dia makin mengeroyok,
13:00makin lincah.
13:01Ketika dia bekerja dengan lincah
13:05dan menghasilkan karya-karya jurnalistik
13:07yang berkualitas
13:09dan menjuarai lomba,
13:10dia akan semakin terdorong
13:13untuk membuat lincah wartawan.
13:17Karena wartawan itu kan sejatinya hanting.
13:20Sejatinya hanting,
13:22kemudian dia menginspirasi kehantingannya
13:26dan menulis dengan suasana seni yang tinggi
13:30dan dengan intelektual yang memadai,
13:33baru dia dapat hasil karya yang memadai juga.
13:37Intinya kan itu.
13:39Nah, sekarang ini kan kemajuan teknologi
13:42sangat besar ya, Cak.
13:43Ada artificial intelligence.
13:45Nah, ini bagaimana?
13:47Menyikapi perkembangan teknologi
13:49yang sangat advance ini.
13:51Kita tentu jurnalis ya.
13:54Jurnalis siapapun lah.
13:56Harus
13:57dengan kehadirannya AI ini
14:03boleh kita menyikapi dengan respon baik,
14:09tetapi juga
14:10harus punya respon yang skeptis.
14:16Artinya apa?
14:17AI ini banyak membantu kita juga.
14:20Tetapi jangan
14:21membuat kita terjebak
14:24terhadap
14:26kemampuan AI.
14:28Jangan sampai terjebak.
14:29Wartawan itu
14:31punya naluri
14:34yang kita sebut skiptis,
14:36dia punya naluri
14:38empati,
14:40dia punya naluri simpati,
14:44dan dia punya
14:45naluri emosional.
14:48Tidak ada dia AI.
14:50Dia AI itu tidak ada.
14:51Robot.
14:53Tidak ada itu dia AI itu.
14:54Nah, itu yang harus
14:56dimainkan oleh kita.
15:00Jadi, ketika kita punya data,
15:04jangan data saja sudah sekarang.
15:06Kita harus memainkan
15:07apa yang disebut empati,
15:09simpati,
15:10emosi,
15:12hati, rasa.
15:13Nah, itulah
15:14yang membedakan.
15:16Makanya,
15:17AI ini
15:18membantu,
15:20tapi jangan jadi utama.
15:21Dia hanya pelengkap.
15:23Pelengkap.
15:26Pembantu.
15:28Pembantu, pelengkap.
15:30Utamanya adalah
15:31kita sebagai jurnalis.
15:34Dari pikiran,
15:36intelektual,
15:37rasa, perasaan,
15:39dan hati.
15:41Itulah yang membedakan
15:42dengan AI.
15:43Dan jurnalisme yang hidup,
15:45ketika dia berhasil
15:47memadukan
15:49intelektual,
15:50pikiran,
15:51rasa, perasaan,
15:52dan hati.
15:54Itulah jurnalisme
15:55yang akan menang.
15:57Dan tidak tergusur oleh
15:58kemajuan teknologi apapun.
16:00Jadi, tidak perlu takut
16:02dengan AI?
16:03Tidak perlu takut.
16:04Karena justru nanti ke depan
16:06akan kelihatan
16:08karya jurnalis tulen
16:10dengan karya tulen.
16:13Ketika
16:13wartawan, jurnalis
16:15berhasil memadukan
16:16pikiran intelektual
16:18dengan perasaan,
16:20emosi, empati,
16:21dan lainnya
16:22dengan hati.
16:24Itu yang membedakan.
16:26Siap.
16:27Terima kasih,
16:27Syamunir,
16:28sudah memberikan
16:30inspirasi
16:31ini untuk kita
16:31sebagai bermanfaat
16:32untuk pembaca
16:33dan penonton
16:34Voice of Indonesia.
16:36Terima kasih,
16:37Mas Edi.
16:38Terima kasih.
16:38Sihat semua ya.
16:39Sihat.
16:40Terima kasih.
16:41Ya, terima kasih.
16:41Terima kasih.
16:41Sihat.
16:47Terima kasih.
16:49Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh
Comments