Skip to playerSkip to main content
  • 5 hours ago
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus mengatakan pembuatan data pada sejumlah lembaga menyebabkan pemborosan anggaran. Padahal menurutnya dengan adanya e-KTP sudah bisa mengakses ke semua bagian.Dia mengatakan juga Malaysia lebih maju dalam hal administrasi kependudukan.Hal itu disampaikan Deddy Ssitorus dalam rapat kerja bersama Wamendagri Bima Arya, Senin (20/4).
Transcript
00:00Maybe we need to learn a little bit, when we learn to learn, if we need to learn money, if
00:06we need to learn money, we need to learn money, for data, for data, if we use single data, ID
00:17card, KTP, it can be used for everyone,
00:19this Pertamina keluar uang bikin data sendiri untuk subsidi, gak nyelesaikan persoalan itu, banyak persoalan di sana, KPU keluarkan uang
00:32untuk data pemilih, triliun-triliun ini semua urusannya ini, lalu BPJS bikin lagi, Kemensos bikin lagi, semuanya bikin hanya untuk
00:42urusan data, luar biasa ini, pemborosan yang luar biasa kalau menurut saya,
00:48entah kapan kita mau selesaikan, kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini, karena gak pernah
00:55kelar, this is nothing personal Pak ya, tapi ini persoalan kita,
01:00dan saya kira benar tadi yang disebutkan, ini soal political will, apakah undang revisi, undang-undang admin duk ini memang
01:11akan membantu kita menyelesaikan,
01:12dan mengintegrasikan data itu keseluruhannya, atau undang-undang yang sedang dibahas di balek, tentang undang-undang satu data, karena kekurangan
01:22bukan kekurangan, kelebihan kita di negara ini,
01:25dalam urusan pemerintahan adalah, semua hanya mikir urusannya, urusannya, bukan tanggung jawabnya, urusannya, hanya bagaimana kewenangan itu tetap ada,
01:37tapi gak pernah menyelesaikan masalah, semua berebut kewenangan, berebut urusan, ujung-ujungnya kickback, ini yang sering jadi problem,
01:46redundancy terus terjadi, untuk soal data ini, triliunan kita buang tuh tiap tahun, tiap tahun, padahal BRI punya data nasabah
01:57misalnya,
01:59dan lain-lain lah, juga tadi rumitnya, kita punya KTP, udah pake chip, apa-apa, urusan harus pake fotokopi lagi,
02:08ditanya lagi kakak, ditanya lagi surat lahir, ditanya lagi kalau kami surat baptis, mampus gitu.
02:16Lalu buat apa kita udah ada ujungnya? Ketika kita hilang KTP, diminta itu semua lagi.
02:23Yang menyedih kalau saya Pak, KTP ini hak sahasi Pak, hak sahasi nih.
02:30Didapil saya di Kalimantan Utara Pak, ketika terjadi eksodus dan hari ini masih sering terjadi,
02:37orang-orang dari luar Kalimantan Utara, bekerja di Malaysia secara ilegal,
02:43diusir dari sana ketika sudah jatuh gajian atau apa, pulang.
Comments

Recommended