Skip to playerSkip to main content
  • 6 hours ago
KSP Dudung Abdurachman merespons tudingan Rizieq Shihab yang menyebut dirinya sebagai sosok 'Jenderal Baliho' di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait Yaman.Dudung mengingatkan Rizieq agar bisa memunculkan keteduhan bagi masyarakat dan bangsa, bukan justru membangun narasi provokasi.Hal itu disampaikan Dudung Abdurachman kepada wartawan, Selasa (5/5).
Transcript
00:00What do you think about the president?
00:30Nah yang menguatnya itu menurut saya karena ada ajakan-ajakan revolusi ahlaklah yang kemudian akhirnya dari narasi-narasi yang disampaikan
00:45mengajak kemudian mengembangkan kegiatan-kegiatan yang menurut saya dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
00:56Dan itu kita laporkan kepada Panglima TNI, Kepala Stapang Angkatan, bahkan Gubernur pun tahu Kapolri dan sebagainya.
01:05Maka dilakukanlah tindakan-tindakan oleh TNI Polri saat itu.
01:09Dan yang membubarkan itu kan Kemen Dagri, Kemen Kopol Bukam, kalau masih ingat kata-kata saya pada saat di Monas,
01:20kalau perlu FPI bubarkan.
01:23Dan benar dibubarkan, sebetulnya memang sudah dibukukan.
01:26Nah sekarang, rame seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul.
01:37Ya itu bukan dari saya, tapi artinya bahwa menurut saya bahwa ya Pak Rijik ya, sudah tua lah, sudah sama
01:51-sama tua.
01:53Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi.
02:00Ya saya lihat bahasa-bahasanya tidak pernah berubah, bahasa-bahasa lama dengan sekarang itu ya kalau bisa, kalau dikatakan sebagai
02:11ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya berpikir jernih, matanya tidak pernah melihat orang lain, merendahkan orang lain,
02:23mulutnya tidak mengatakan orang lain, menjelekan orang lain, hatinya juga tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak
02:35dikotori dengan hal-hal yang tidak baik.
02:37Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut.
Comments

Recommended