Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan harga LPG naik karena menyesuaikan harga pasar. Pemerintah sendiri memang tidak mengatur pergerakan barang yang bukan subsidi.Hal itu disampaikan Bahlil Lahadalia kepada wartawan, Senin (20/4).
Transcript
00:00You know that in the context of LPG, there are two types of LPG.
00:09There is LPG that is 3 kg and there is LPG that is above 5 kg.
00:17That is the difference between LPG that is subsidized and LPG that is not subsidized.
00:25For 3 kg, it is LPG that is subsidized.
00:31While at the top 3 kg, it is LPG that is not subsidized.
00:37For LPG that is subsidized, stock is at the standard minimum national.
00:44And the price is not flat.
00:50Flat.
00:51Sama dengan harga bensin RON90 dan harga solar CN48.
01:04Nah, kenapa harganya naik?
01:06Saya katakan bahwa kita menyatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi.
01:14Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri.
01:19Restoran.
01:21Hotel.
01:23Jadi itu memang tidak kita atur harganya.
01:27Dia menyusahkan dengan harga pasar.
01:30Begitu bos.
01:31Tapi kalau dibilang harganya langka, saya pikir laporan dari kami standar minimum di atas 10 hari kok.
01:37Di atas standar minimum nasional.
01:40Aman.
01:41Berarti ada kemungkinan harganya turun kalau harga dunia turun ya Pak?
01:44Pasti.
01:45Jadi, kan ada formulasinya.
01:48Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco.
01:52Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga.
01:56Kalau harga dunia naik, naik.
01:59Tapi kalau untuk LPG 3 kg, sejak LPG diterapkan tahun 2006, 2006-2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah
02:18kita naikkan harga dari pemerintah.
02:19Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan.
02:25Itu kira-kira.
Comments

Recommended