- 6 menit yang lalu
- #bahlillahadalia
- #golkar
- #prabowo
- #listyosigitprabowo
- #penyadapan
JAKARTA, KOMPAS.TV Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo kini berkembang menjadi polemik politik.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membantah tudingan keterlibatannya dalam kasus tersebut. Bahkan, Bahlil menyinggung sosok berkacamata yang menyebarkan isu bahwa dirinya terlibat dalam kasus penyadapan presiden.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menyoroti kedekatan Bahlil dengan Presiden Prabowo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Suka atau tidak, Pak Bahlil ini memang dekat dengan keduanya, baik pemerintahan Pak Jokowi maupun dengan pemerintahan Pak Prabowo," ujar Agung Baskoro dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Minggu (8/11/2026).
Baca Juga Ketum Parpol Muhaimin-Bahlil Mengaku Jadi Korban Dugaan Penyadapan Listyo CS | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/700359/ketum-parpol-muhaimin-bahlil-mengaku-jadi-korban-dugaan-penyadapan-listyo-cs-kompas-siang
#bahlillahadalia #golkar #prabowo #listyosigitprabowo #penyadapan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700365/full-bahlil-bantah-terlibat-kasus-penyadapan-prabowo-pengamat-soroti-soal-kedekatan-sapa-pagi
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membantah tudingan keterlibatannya dalam kasus tersebut. Bahkan, Bahlil menyinggung sosok berkacamata yang menyebarkan isu bahwa dirinya terlibat dalam kasus penyadapan presiden.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menyoroti kedekatan Bahlil dengan Presiden Prabowo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Suka atau tidak, Pak Bahlil ini memang dekat dengan keduanya, baik pemerintahan Pak Jokowi maupun dengan pemerintahan Pak Prabowo," ujar Agung Baskoro dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Minggu (8/11/2026).
Baca Juga Ketum Parpol Muhaimin-Bahlil Mengaku Jadi Korban Dugaan Penyadapan Listyo CS | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/700359/ketum-parpol-muhaimin-bahlil-mengaku-jadi-korban-dugaan-penyadapan-listyo-cs-kompas-siang
#bahlillahadalia #golkar #prabowo #listyosigitprabowo #penyadapan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700365/full-bahlil-bantah-terlibat-kasus-penyadapan-prabowo-pengamat-soroti-soal-kedekatan-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:07Saudara terima kasih Anda masih bersama kami di Sapa Indonesia Pagi
00:11Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku tidak mengetahui soal keterlibatan Ketua Umum Partai Politik
00:17dalam dugaan skandal penyedapan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya
00:26Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah melalui aparat penegak hukum diminta untuk mengusut tuntas kasus penyedapan ini
00:33secara transparan, profesional dan juga akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan
00:39Lensesnek Prasetyo Hadi menyebut pihak istana terus waspada setelah adanya kasus penyedapan ilegal
00:45kepada Presiden Prabowo Subianto oleh empat tersangka Jenderal Polri
00:54Keterlibatan Lumpar Pol dibalik isunya mas?
00:57Keterlibatan Lumpar Pol?
00:58Iya mas
00:59Belum ketan ya mas
01:02Kalau pesan buat tim khusus mas mungkin?
01:05Tim khusus dari Polri untuk investigasi terkait kasus penyedapan ini?
01:10Mereka juga saya sampaikan itu
01:15Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
01:18Jangan, transparan, terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi
01:22Yang soal penyedapan kemarin dari Pak Sugiyonom bilangnya akan ada rencana untuk konsolidasi pimpinan Parpo merespon dari penyedapan ini?
01:30Iya kan rutin kita kalau konsolidasi, teman-teman juga rutin
01:33Nanti kan tidak semuanya kita sampaikan
01:41Ketua Umum PKB Muhaymin Iskandar sebut tindakan penyedapan terhadap Presiden jadi bentuk insubordinasi atau tindakan pelawanan dan membahayakan pemimpin negara
01:52Tindakan penyedapan terhadap Presiden disebut Ketua Umum PKB ini bisa membahayakan pemimpin negara
01:58Pengendapan dinilai oleh Muhaymin Iskandar jadi bentuk insubordinasi atau tindakan tak patuh atau melawan
02:05Saat ditanya apakah Muhaymin juga turut disadap
02:09Cahimin bilang disadap atau tak disadap dirinya tak pernah berkata yang aneh-aneh
02:17Presiden adalah pemimpin tertinggi yang tidak boleh di-ud-ud kewibawanya apalagi disadap
02:27Cenderung tindakan ini insubordinasi membahayakan pemimpin negara
02:49Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Hadalia menepis isu yang menuduhnya terlibat dalam rapat bersama para jenderal terkait kasus penyedapan
02:56Serta mengancam akan melayangkan somasi kepada mereka yang menyebarkan isu tersebut
03:00Bahlil juga menyinggung sosok senior berkacamata yang mengaitkan dirinya dengan penyedapan Presiden dalam sebuah podcast
03:07Bahlil malah mengaku dirinya juga turut menjadi korban penyedapan
03:11Bahlil minta pihak yang menuduhnya terlibat penyedapan Presiden Prabowo melakukan klarifikasi
03:18Tapi begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat lihat
03:22Kok ini sudah menuduhnya ke saya
03:29Saya bilang apa maksudnya ini ya
03:31Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya
03:35Ya di dalam mimbar ini karena menuduh Ketum Partai
03:38Saya sengaja bicara di forum ini
03:41Segera klarifikasi itu
03:45Segera klarifikasi itu
03:46Dan buktikan
03:48Saya minta kepada pihak aparat keamanan
03:50Pihak komunitas
03:50Untung diusut tuntas dibuka aja
03:53Jangan fitnah terus yang dibangun
03:56Kepada
03:57Tadi itu ada senior saya juga
03:59Senior saya
04:01Yang merasa paling pintar bicara
04:04Ya
04:05Sering pakai kacamata orangnya
04:07Di podcast
04:10Ya saya bilang kalau memang itu
04:14Dinyatakan
04:15Bahwa diduga saya
04:18Buktikan
04:18Kalau tidak saya akan somasi
04:21Sementara Sekjen PD Perjuangan Hasto Kristianto bilang
04:24Kasus penyedapan terhadap Presiden Prabowo Subianto
04:26Harus diusut tuntas
04:28Hasto menambahkan
04:29Penyedapan adalah upaya membungkam kelompok kritis
04:32Termasuk PD Perjuangan
04:33Yang meningkat usai putusan MK
04:35Nomor 90 tahun 2023
04:37Tentang syarat usia Capres dan Cawapres
04:41Sikap PD Perjuangan itu juga
04:43Berdasarkan seluruh pemikiran
04:46Pemikiran dari Ibu Megawati Sukarno Putri
04:49Bagaimana penyedapan bukan sekedar penyalahgunaan kewenangan
04:53Tetapi di dalamnya merupakan
04:56Suatu pelanggaran HAM yang sangat serius
04:58Bahkan suatu kejahatan terhadap negara dan juga terhadap rakyat
05:02Apalagi kalau melihat dari seluruh pengalaman PD Perjuangan
05:08Proses penyedapan itu juga dilakukan
05:11Sebagai upaya pembungkaman terhadap kelompok-kelompok kritis
05:15Bahkan termasuk PD Perjuangan
05:17Jadi ketika saat itu kami mempersoalkan keputusan MK
05:22Nomor 90 tahun 2023
05:25Sudah muncul berbagai tekanan-tekanan seperti itu
05:29Dan tekanan itu didasarkan oleh berbagai informasi
05:33Yang diperoleh melalui hasil penyedapan
05:36Soal pengusutan penyedapan Presiden Prabowo
05:39Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad menyatakan
05:41Menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada Polri
05:44Dasko menegaskan Komisi 3 DPR
05:46Akan melakukan pengawasan pada pengusutan kasus penyedapan
05:51Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut
05:55Kepada pihak kepolisian
05:57Dan kami akan meminta Komisi Teknis
06:00Dalam hal ini Komisi 3
06:02Untuk melakukan pemantauan secara perkala terhadap perkara ini
06:09Baris Krim telah menetapkan 4 tersangka
06:11Dalam kasus penyedapan Presiden Prabowo Subianto
06:134 orang yang ditetapkan sebagai tersangka
06:16Yaitu Ex-Kalpori Jendralis Yosigi Prabowo
06:18Irjen Ahri Sondana Sution
06:20Yang terakhir menjabat Kepala Divisi Hukum Polri
06:22Serta Irjen Selamat Uliandi dan Irjen Eko Hadisantoso
06:25Meski telah mengungkap 4 tersangka
06:28Namun polisi belum mengungkap motif dan aktor intelektual
06:31Di balik penyedapan
06:32Publik pun menanti
06:34Siapa pihak di balik kasus penyedapan
06:35Dan keamanan negara ke depannya
06:37Tim Liputan Kompas TV
06:43Setelah dugaan penyedapan terhadap Presiden Prabowo Subianto
06:46Kini berkembang menjadi polemik politik
06:49Ketua Umum Partai Golkar
06:50Bahli Lahadalia membantah keras tudingan keterlibatannya dalam kasus ini
06:54Bahkan Saudara Bahlil menyinggung sosok berkacamata
06:58Yang menyebarkan isu bahwa dirinya terlibat dalam kasus penyedapan Presiden
07:02Sebenarnya siapa sosok yang dimaksud
07:04Menarkah ini sekedar persoalan klarifikasi saja
07:07Atau ada pertarungan kepentingan di balik isu penyedapan
07:10Menyeret elik politik
07:12Pagi ini Saudara kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber
07:15Yang sudah terhubung bersama kami
07:17Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro
07:20Selamat pagi Bang Agung
07:22Pagi Mbak Nanda, pemirsa semua
07:25Dan sampai dengan saat ini juga kami masih mencoba
07:27Untuk menghubungi Wakil Ketua Umum Partai Golkar
07:29Ahmad Doli Kurnia untuk bisa bergabung dalam dialog
07:31Di pagi hari ini di Sapa Indonesia Pagi
07:33Kalau gitu Bang Agung
07:35Ini kenapa kemudian kok tiba-tiba
07:37Isunya jadi menyeret Partai Golkar?
07:40Khususnya disini ada Ketum Golkar
07:41Balilah Adalia
07:42Ya awalnya kan memang kita tahu ada ya mungkin seorang jurnalis senior ya
07:49Yang menyampaikan dugaan bahwa ada keterlibatan salah satu ketum partai dalam penyedapan ini
07:57Cuma memang tidak disebut ya dari partai mana ataupun siapa namanya
08:02Cuma kita tahu bahwa netizen ini kadang bergerak progresif ya
08:08Kadang terlalu kreatif
08:09Sehingga muncul nama-nama ketum yang mengemuka
08:13Dan pada ujungnya memang menyasar Pak Bahlil semacam itu
08:18Dan dalam politik kita tahu Mbak Nanda bahwa
08:22Kadang persepsi itu lebih utama ketimbang fakta ya
08:26Sehingga mau tidak mau ini harus ditepis
08:29Dan apa yang dilakukan Pak Bahlil ketika
08:32Melantik ya pengurus Golkar di Maluku
08:37Itu sudah tepat bahwa beliau menyampaikan
08:39Bahwa beliau juga korban yang disadap ya
08:43Kemudian juga beliau menyampaikan bahwa tuduhan beliau menyadap itu sama jahatnya dengan yang menyadap semacam itu
08:53Jadi ini klarifikasi beliau yang kedua
08:57Yang ketiga yang menarik statement beliau itu
08:59Saya orang timur, kita orang timur tidak pernah berkhianat semacam itu
09:04Nah tinggal kemudian ke depan bagaimana ya strategi pemulihan citra tadi dalam respon yang cepat di forum internal Golkar
09:11Bisa ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian
09:15Karena jangan sampai persepsi yang memang dalam tanda petik fitnah itu bisa membuat seawasangka yang tidak positif dalam panggung politik
09:26kita
09:26Jadi pihak kepolisian harus segera menyampaikan dugaan-dugaan yang selama beberapa hari ini
09:33Terus beredar Mbak Nanda ya
09:34Beragam macam rumor yang mengatakan si A, si B ya terlibat ataupun langsung ya ikut serta di sana
09:43Itu harus segera diklarifikasi oleh pihak-pihak terkait supaya tidak berkembang menjadi rumor yang kontraproduktif
09:50Bagi stabilitas politik kita, bagi ya kohesi sosial masyarakat kita secara keseluruhan
09:57Sebagai pengantar begitu Mbak Nanda
09:58Oke, sebenarnya ini juga yang ingin kami konfirmasi begitu ya dengan Bang Doli
10:03Tapi kita tunggu untuk bisa bergabung bersama dengan kami pagi hari ini
10:06Tapi kalau menurut Bang Agung tadi kan sudah menyinggung ya sosok berkacamata
10:10Ini kan masih menjadi pertanyaan
10:11Berarti Bang Agung sebenarnya sudah tahunnya lah yang dimaksud oleh Pak Bahlil kemana?
10:17Ya, berkacamata ini kan banyak sebenarnya
10:20Bisa jurnalis senior, bisa tokoh senior
10:23Karena ini kan senior katanya
10:25Saya kemudian merabar-rabah, saya nanya ke beberapa pihak juga
10:27Mereka menebak-menebak juga Mbak Nanda
10:31Tapi yang jelas, apa ya
10:33Saya kira tuduhan-tuduhan semacam ini berbahaya
10:37Kalau diteruskan ya
10:38Termasuk kepada ya teman-teman netizen yang terhormat
10:42Sebaiknya diendapkan dulu sampai kita menanti ada bukti
10:45Yang solid, yang kuat ya dari pihak penyidik kepolisian
10:50Sebagaimana empat tersangka sudah ditetapkan
10:53Ya, yang semuanya berasal dari internal kepolisian sendiri
10:56Semacam itu
10:57Nah, karena kita nggak mau ini menjadi sebuah perdebatan yang tak berujung Mbak Nanda
11:03Walaupun ya, ini memang resiko dari narasi soal pemerintahan
11:08Yang punya nafas keberlanjutan Mbak Nanda
11:11Kita tahu juga bahwa
11:13Ya, selain Pak Bahlil kan sebenarnya
11:15Ketum-ketum yang sekarang berada di kabinet juga
11:19Bagian dari pemerintahan sebelumnya
11:21Dan dalam berapa kesempatan
11:23Suka atau tidak, Pak Bahlil ini memang dekat dengan
11:26Keduanya ya
11:27Baik pemerintahan Pak Jokowi maupun dengan pemerintahan Pak Prabowo
11:31Puncaknya ketika terjadi suksesi di Golkar
11:34Beliau menggantikan Pak Erlangga secara kilat
11:37Seperti itu
11:38Tapi di saat yang sama
11:39Di masa pemerintahan Pak Presiden Prabowo
11:41Beliau juga diangkat menjadi menko
11:44Ya, setelah menjadi menteri
11:46Jadi sangat strategis
11:47Jadi ini resiko ketika misalkan Pak Bahlil berada di dalam
11:51Dua patron politik besar ya
11:54Ketika bicara soal beliau sekarang posisinya dalam level yang sangat strategis
11:59Semacam itu
12:00Dan ini tidak didapatkan oleh semua
12:02Ya, jadi resiko ini yang harus beliau mitigasi
12:06Dan apa yang beliau lakukan ketika kemarin
12:08Berada di forum internal Golkar Maluku itu sudah pas
12:11Cuman kan kita merasa bahwa
12:14Kecepatan forum-forum ya online
12:17Seperti podcast
12:18Ataupun bentuk-bentukan lain ya
12:21Itu kan kadang melampaui media-media formal Mbak Nanda
12:24Jadi maksud saya disini Pak Bahlil tidak
12:27Hanya bisa menjawab di forum formal
12:30Tapi beliau juga bisa melibatkan
12:32Ya, juru bicaranya
12:33Terus juga aktif di forum-forum online
12:37Seperti podcast itu
12:38Kemudian yang ketiga ya
12:39Somasi yang beliau sampaikan juga sudah pas
12:41Tapi menurut saya
12:42Jangan sampai ini terlalu berlebihan juga
12:44Dan harapannya dari pihak
12:46Selain kepolisian ya
12:48Pihak istana juga bisa turut membantu
12:50Supaya apa?
12:51Supaya ini clear, clean, and loud
12:52Bahwa beliau memang
12:53Tidak terlibat
12:55Tapi kalau yang terjadi sebaliknya
12:57Ini justru menjadi bumerang politik bagi beliau
12:59Dan di titik ini
13:00Pihak kepolisian paling bertanggung jawab
13:02Seperti itu Mbak Nanda
13:03Oke, tapi kalau misalkan Bang Agung melihat
13:05Kemungkinan ke depannya
13:06Isu ini berkembang begitu ya
13:08Apakah memang nanti bisa saja
13:10Terjadinya keretakan
13:11Hubungan antara Pak Bahlil
13:13Dengan Presiden Prabowo Subiang
13:15Ataupun pemerintah di sini
13:17Ya, kemungkinan itu akan terbuka ya
13:19Kalau misalkan pihak penyidik
13:21Sudah memberikan klarifikasi utuh
13:23Sebenarnya siapa saja yang terlibat
13:25Pasca empat tersangka ini
13:26Karena bukan hanya Pak Bahlil
13:28Yang kemudian mengemukai ya
13:30Tapi juga ada nama-nama lainnya
13:32Yang turut serta
13:33Disebut-sebut oleh
13:34Kita di
13:35Netizen yang terhormat
13:37Saya lagi sampaikan
13:38Yang ini perlu di
13:40Kuatkan dengan bukti-bukti yang valid
13:42Jangan sampai ini fitnah
13:44Yang tidak berdasar
13:45Hoak semacam itu
13:46Yang kita tidak mau
13:47Mewarnai panggung opini
13:49Dan persepsi publik kita
13:50Semacam itu
13:51Jadi
13:51Supaya tidak korbannya
13:53Tambah lagi
13:54Selain Pak Bahlil
13:55Nanti tambah lagi nih pasti
13:56Sudah ada berapa nama sebenarnya
13:58Mbak Nanda yang menyasar
13:59Ya, Menteri
14:00Ya, kemudian
14:01Pejabat tinggi negara
14:03Kemarin sempat ada
14:04Dari Watim Pres juga
14:05Semacam itu
14:05Jadi
14:06Maksud saya
14:06Supaya ini tidak
14:08Melebar kemana-mana
14:09Ya, pihak kepolisan
14:11Langsung ya
14:11Memberikan klarifikasi
14:13Membatasi ya
14:14Rumor-rumor yang tidak
14:15Bertanggung jawab itu
14:16Supaya
14:17Penyidikan yang dilakukan
14:19Memang benar-benar jelas
14:20Konstruktif
14:21Dan punya ujung yang
14:23Pasti seperti itu
14:24Mbak Nanda
14:24Oke
14:25Tapi kalau kita melihat
14:26Di sisi lain
14:27Begitu ya Bang Agung
14:28Sebenarnya kalau
14:29Anda membaca
14:30Situasi ini
14:32Dengan munculnya
14:32Isu bahwa
14:34Pak Bahlil terseret
14:36Dalam dugaan penyadapan
14:37Ini memang murni
14:38Dugaan penyadapan
14:40Atau memang ini
14:40Sudah merupakan
14:41Pertarungan
14:42Untuk politik
14:44Antar elitnya
14:45Bang Agung
14:45Persis
14:47Ya karena memang
14:47Setelah kita bicara
14:48Penyadapan dalam konteks
14:50Golkar
14:50Arahannya ke Munasluk
14:51Mbak Nanda ya
14:52Soal pergantian
14:54Ketua Umum Partai
14:55Golkar disitu
14:56Dan
14:56Saya juga menerima
14:58Selebaran yang cukup viral
14:59Dan itu hoaks ya
15:00Bahwa Munasluk akan
15:02Digelar
15:03Dalam waktu dekat
15:04Yang sudah juga
15:05Mendaulat ya
15:06Ketumnya ya
15:07Semacam itu
15:08Yang kemudian
15:09Langsung dibantah
15:10Oleh Bang Doli
15:11Karena disitu
15:11Di posternya ada
15:13Bang Doli ya
15:14Ya seperti itu
15:16Dan beliau langsung
15:16Membantah
15:17Dan beliau menyampaikan
15:18Bahwa sudah berkomunikasi
15:20Dengan Pak Bahlil
15:21Bahwa ini ada
15:22Pihak-pihak yang
15:22Tidak bertanggung jawab
15:23Memperkeru situasi
15:25Di internal Golkar
15:26Dan saya kira
15:26Ini sebuah
15:28Mitigasi yang baik ya
15:29Dari internal Golkar
15:30Tinggal bagaimana
15:32Di tahapan eksternal
15:33Golkar bisa lebih
15:33Progresif ya
15:35Melibatkan para pihak
15:36Supaya tidak hanya
15:37Ketum yang bicara
15:38Tapi juga kader
15:39Tapi juga pihak istana
15:41Pihak kepolisian
15:41Dan para pihak lainnya
15:43Mbak Nanda
15:43Karena
15:44Isu ini akan
15:45Semacam
15:45Semakin liar ya
15:47Kalau tidak di
15:47Kontrol secara
15:49Proporsional
15:50Ya profesional
15:51Karena kita tahu
15:52Golkar ini punya
15:53Sejarah panjang
15:55Soal Munaslup ya
15:56Dalam waktu singkat
15:57Semua bisa berubah
15:58Kalau konstelasi
15:59Dan dinamika politiknya
16:00Begitu kencang
16:01Apalagi isunya
16:02Ini isu berat ya
16:03Isu penyadapan
16:05Yang dalam tanda petik
16:06Arahannya
16:07Dalam konfirmasi
16:09Yang disampaikan oleh
16:10Mensesnek
16:10Maupun
16:11Menko
16:13Kumhamimibas ya
16:14Pak Yusriel
16:14Itu ada dugaan makar
16:16Di sana
16:16Ini kan pelanggaran
16:17Maha berat
16:18Yang saya kira
16:18Hukumannya juga cukup
16:21Berat ya
16:21Dan siapapun yang terlibat
16:23Dan terdapat
16:24Teknik ini
16:24Karir politiknya
16:26The end
16:27Mbak
16:28Jadi
16:28Kalau gak hati-hati
16:31Menyikapi memang
16:32Bisa berbahaya
16:34Seperti itu
16:34Oke
16:35Nah sama dengan saat ini
16:36Saudara kami masih mencoba
16:37Untuk menghubungi
16:38Wakil Ketua Umum Partai Golkar
16:40Ahmad Doli Kurnia
16:42Untuk bisa bergabung
16:43Dalam dialog pagi ini
16:44Bersama dengan kami
16:44Tapi
16:45Bang Agung
16:46Kita melihat dari sisi yang lain ya
16:47Kalau menurut Bang Agung
16:49Dalam membaca
16:50Relasi politik
16:51Pak Bahlil
16:52Khusususnya Golkaris ini
16:53Dan juga kekuatan-kekuatan politik
16:55Di sekitar Presiden Prabowo Subianto
16:56Dalam konteks isu ini
16:57Bagaimana Bang?
16:59Ya saya melihat
17:00Justru Golkar paling loyal
17:01Dengan Presiden Prabowo
17:03Ya dalam konteks sekarang
17:04Dan
17:04Dalam banyak kesempatan
17:06Saya menyampaikan
17:07Keistimewan Golkar itu
17:08Dibuktikan dengan posisi
17:10Ya
17:11Dua Menko yang dimiliki
17:12Ya baik
17:13Menko Perekonomian
17:15Dipegang oleh Pak Erlangga Hartarto
17:17Kemudian sekarang ada
17:19Menko ISDM
17:20Dan Hilirisasi
17:21Yang dipegang Pak Bahlil
17:23Yang itu tidak dimiliki oleh partai-partai lain
17:26Di koalisi pemerintah
17:28Ya
17:28Pun kalau memang ada
17:29Itu PAN
17:30Nah saya sering menyampaikan
17:32PAN ini juga dapat jatah
17:33Dua Menko
17:34Tapi bentuknya beda
17:35Tidak langsung
17:36Satu Menko Pangan
17:37Pak Julhas
17:38Dua
17:39Wamenko
17:40Mbak Ananda
17:41Pak
17:42Wamenko pertama
17:43Pak Drajat Wibowo
17:45Wamenko Perekonomian
17:46Yang satunya lagi
17:48Wamenko Pangan
17:49Pak Hanif Faisal
17:51Semacam itu
17:51Jadi
17:51Kalau di
17:52Istilahnya di
17:54Takar
17:55Jadi setelah Golkar
17:57Itu PAN
17:57Nah bedanya
17:58Golkar itu langsung
17:59Dua Menko posisi
18:00Tapi kalau PAN
18:02Satu Menko
18:02Setengah-setengah
18:03Wamenko
18:04Dua juga
18:05Tapi
18:06Ini beda
18:08Derajatnya
18:09Semacam itu
18:09Jadi
18:10Kalau ditanya
18:11Loyalnya seperti apa
18:12Golkar
18:12Pak Bahlil loyal sekali
18:14Ya cuman kan memang
18:15Di masa silam
18:17Beliau juga loyal juga
18:18Dengan
18:19Pak Jokowi
18:20Ya yang dalam
18:21Berapa waktu terakhir
18:22Memang
18:23Dalam tanda petik
18:24Disudutkan
18:25Berapa pihak
18:26Bahwa punya ya
18:27Kedekatan dengan
18:29Pak LSP
18:30Semacam itu
18:31Selama
18:31Menjabat sebagai
18:33Kapolri
18:33Jadi
18:34Tarik-menarik
18:35Ya dua
18:36Patron ini yang
18:37Saya kira membuat
18:38Pak Bahlil
18:39Terkena residu-residunya
18:41Ya secara politik
18:42Dan ini yang harus
18:43Diminimalkan
18:44Supaya apa
18:45Loyalitas yang disampaikan
18:47Ataupun yang ditunjukkan
18:48Golkar
18:48Pak Bahlil selama ini
18:49Tidak terganggu
18:51Gegara setitik nila
18:52Ataupun dua titik nila
18:54Yang memang
18:54Dalam beberapa waktu terakhir
18:56Mengemukan
18:56Seperti itu
18:57Mbak Nanda
18:57Oke
18:58Tapi kalau Anda membaca
18:59Suasana kebatina
19:00Dan juga kesolitan
19:01Ini untuk partai
19:02Koalisi khususnya ya
19:03Kalau tadi
19:03Bang Agung singgung
19:04Sebenarnya kalau Golkar
19:06Mas sudah tidak diragukan lagi ya
19:09Tegak lurus ya
19:10Dengan pemerintah begitu
19:11Tapi kalau
19:12Abang melihat secara keseluruhan
19:14Apakah ada
19:14Mulai terlihat
19:15Perubahan arah politik
19:16Bang
19:17Iya
19:18Kasus penyadapan ini
19:19Menghentak
19:20Mengejutkan
19:21Dan
19:22Memprihatinkan
19:23Sesungguhnya
19:23Di tataran Eglit
19:24Karena kan
19:25Membuat suasana
19:26Ketidaknyamanan
19:27Itu mengemuka
19:28Jadi yang
19:29Kita dapatkan
19:30Dalam beberapa waktu terakhir
19:31Ada 6 ribuan
19:33Nomor HP
19:33Yang
19:34Disadap
19:35Mbak Nanda
19:35Dan
19:36Beberapa diantaranya
19:38Terdapat ketum-ketum
19:39Partai disana
19:40Ya kalau bicara
19:42Ketum-ketum
19:42Partai ini kan
19:43Ya kita
19:44Ngomong bukan hanya
19:45Presiden Prabowo
19:46Ketum Partai
19:48Presiden kelima
19:50Ibu Mega
19:50Juga ketum
19:50Partai
19:52Ya
19:52Pak SBE juga
19:54Walaupun ketua
19:56Majelis Tinggi
19:56Petinggi
19:57Partai
19:57Jadi ada
19:59Dalam tanda petik
19:59Tiga presiden
20:00Kita yang
20:01Disadap
20:02Nah belum lagi
20:03Ketum-ketum lain
20:04Ya yang memang
20:06Sekarang menjadi
20:06Menko
20:07Dan kader-kader
20:09Strategis lain
20:09Yang menjadi menteri
20:10Bisa dibayangkan
20:12Situasi meeting
20:13Ini kan jadi
20:13Nggak sehat
20:14Mbak Nanda
20:15Jadi saya berharap
20:16Ya
20:17Pak Presiden
20:18Segera membersihkan
20:19Kabinet
20:20Lewat reshuffle
20:21Ya supaya
20:22Apa?
20:22Supaya
20:23Sakwasangka
20:24Suasana
20:25Yang tidak nyaman
20:26Ini bisa
20:27Tereduksi ya
20:29Jadi
20:29Solusi politiknya itu
20:31Yang kedua
20:32Solusi intelijennya
20:33Mbak Nanda
20:34Ini harus
20:34Dipastikan bahwa
20:35Aman gitu ya
20:36Jadi mau nggak mau
20:38Mulai dari
20:39Seskap
20:41Sesnek
20:42Sesmil
20:44Kemudian
20:45KSP
20:46Dan seterusnya
20:47Itu harus bisa
20:48Memastikan
20:49Lingkar
20:50Pertama presiden
20:51Ini sudah aman
20:52Supaya nanti
20:54Rapat paripurnanya
20:55Nyaman
20:55Jangan sampai bocor lagi
20:58Hal-hal strategis itu
21:00Yang kemudian
21:01Dimanfaatkan oleh
21:02Apakah dia
21:03End user
21:04Atau end user
21:05Untuk kepentingan
21:06Kepentingan
21:08Politis
21:09Kepentingan
21:09Kepentingan
21:10Kepentingan
21:10Pribadi
21:10Ataupun
21:10Kepentingan
21:11Kepentingan
21:11Yang tidak
21:12Bertanggung jawab
21:12Sehingga
21:13Membuat
21:14Kekacauan
21:15Ataupun
21:15Tidak menguntungkan
21:16Kita sebagai
21:18Sebuah bangsa
21:18Mbak Nanda
21:19Seperti itu
21:19Oke
21:20Artinya
21:21Harus ada
21:21Bebersih
21:22Bersih
21:23Bersih
21:24Terima kasih
21:25Kepentingan
21:26Dan yang terakhir
21:26Ini memang
21:27Solusi hukumnya
21:27Memang
21:28Yang sedang
21:28Sekarang
21:28Diperoleh
21:29Bahwa
21:30Kalau memang
21:31Tersangkanya
21:31Sudah ada
21:32Empat
21:32Karena ini kan
21:33Sebenarnya
21:33Gampang
21:34Karena barang
21:35Buknya sudah
21:35Ada gitu
21:36Sudah
21:36Didapatkan
21:37Tinggal
21:38Dideklarasikan
21:39Tapi
21:40Ini agak
21:42Bertahap
21:42Prosesnya
21:43Agak lama
21:43Agar isu juga
21:44Tidak semakin liar
21:45Gitu ya bang
21:45Betul
21:46Harus bisa
21:48Lebih
21:48Diakseleratif
21:49Supaya tidak
21:50Kemana-mana
21:50Fitnahnya
21:51Rumornya
21:51Karena saya merasa
21:52Kasian juga
21:53Toko-toko yang
21:54Tidak terlibat
21:54Akhirnya tersandung
21:55Fitnah
21:56Ataupun
21:57Hoax
21:57Hoax
21:58Yang tidak bertanggung jawab
21:59Seperti itu
21:59Oke
22:00Bang
22:01Kalau kita menyimak
22:02Apa yang disampaikan
22:03Oleh Pak Bahlil
22:03Kan sebenarnya
22:04Pak Bahlil ini
22:05Menampik semua tuduhan itu
22:06Tapi
22:07Ketika
22:08Menyinggung
22:09Soal adanya
22:09Sosok berkacamata
22:10Dia merasa
22:11Tertuduh
22:12Begitu
22:12Sebenarnya
22:13Pesan apa sih
22:14Yang ingin disampaikan
22:14Apakah ada pesan politik
22:15Dari pernyataan
22:16Pak Bahlil
22:17Menanggapi hal ini
22:18Iya
22:19Dalam tanda petik
22:20Beliau
22:21Ingin memperbaiki
22:23Memanajemen krisis
22:25Yang sedang mengemuka
22:26Karena tuduhan
22:27Berat itu
22:28Mengarah kepada beliau
22:29Kan
22:29Nah ini harus
22:30Dispin
22:31Atau dibalik
22:32Yang kemudian
22:33Mengatakan
22:34Pria berkacamata
22:35Yang sosok senior
22:36Itu ya nanti
22:37Kalau tidak
22:38Mengklarifikasi
22:39Akan disomasi
22:403x24 jam
22:41Yang kedua
22:42Cara beliau memperbaiki
22:44Citranya yang diserang tadi
22:45Bahwa beliau
22:46Korban yang disadap juga
22:47Mbak Nanda
22:48Seperti itu
22:49Jadi
22:51Kan aneh nih
22:52Saya korban
22:52Kok malah saya yang dituduh
22:54Nah yang ketiga
22:55Beliau memakai
22:56Istilahnya value ya
22:58Teman-teman dari timur
22:59Bahwa
22:59Mereka bukan orang yang
23:01Istilahnya
23:02Berkhianat gitu
23:04Kalau mereka sudah
23:05Dipercaya
23:06Mereka akan loyal
23:07Dan bertanggung jawab
23:08Dan ini disampaikan di
23:09Depan
23:10Kader-kader Golkar
23:11Di Maluku
23:12Yang akhirnya membuat
23:14Semacam
23:14Ikatan batin
23:16Yang solid
23:16Di antara
23:17Kader internal Golkar
23:18Bahwa
23:19Ya ketu mereka
23:20Tidak bermasalah
23:21Apalagi di sela-sela
23:23Pertemuan tersebut
23:24Pak Balil
23:25Mengatelpon dari Presiden
23:26Gitu
23:27Bahwa
23:27Relasi mereka
23:29Sesungguhnya
23:30Ya aman saja
23:31Gitu
23:31Dan
23:32Terakhir beliau
23:33Menyampaikan bahwa
23:34Jangan main-main
23:35Sama saya
23:36Om paham
23:37Barang ini
23:37Semacam itu
23:38Jadi
23:38Yang khasnya Pak Balil
23:40Berkomunikasi
23:41Yang juga
23:42Sekaligus
23:43Meyakinkan ya
23:44Di internal
23:44Bahwa beliau
23:45Memang tidak
23:46Terlibat
23:46Tapi di eksternal
23:47Belum tentu
23:48Mbak Nana
23:48Karena tadi ya
23:49Persepsi itu
23:50Kadang dalam politik
23:52Lebih utama
23:53Ketimbang
23:54Fakta
23:54Bahkan menjadi
23:55Kenyataan itu sendiri
23:56Nah ini yang coba
23:57Di telah
23:59Apakah
24:00Ini sudah
24:01Bisa diminimalkan
24:03Ya persepsi
24:03Persepsi
24:04Minot bahwa
24:05Dalam ternyata petik
24:05Pak Balil
24:06Lebih dekat dengan
24:07Poros Solo
24:08Timbang Poros Sambalang
24:10Padahal tadi
24:10Di penjelasan di awal
24:11Sesungguhnya
24:12Justru
24:12Porsi beliau
24:14Ketika berada
24:15Di dua Poros ini
24:16Sama
24:17Sama seimbangnya
24:19Bahkan lebih
24:19Besar tonnya
24:20Kepada Presiden Prabowo
24:22Semacam itu
24:22Tapi publikan
24:23Susah
24:24Ya memilah
24:25Memilih
24:26Memfilter
24:26Konteks
24:27Kekinian
24:28Di mana
24:29Peran Golkar
24:29Sudah berbeda
24:30Dan berubah
24:31Ketika Presidennya
24:32Berganti
24:32Seperti itu
24:33Nah oke
24:34Kita akan lihat
24:35Kedepannya akan
24:35Mengarah
24:36Seperti apa
24:37Berarti ya Bang Agung
24:38Kita akan lihat
24:39Sama-sama
24:39Baik terima kasih
24:40Bang Agung Baskoron
24:41Direktur Eksekutif
24:42Trias Politika
24:43Yang sudah
24:43Bagi waktunya
24:44Bersama dengan kami
24:45Dan sampai dengan saat ini
24:46Dialog berakhir
24:46Saudara
24:47Kami masih mencoba
24:47Untuk menghubungi
24:48Wakil Ketua Umum
24:49Partai Golkar
24:50Ahmad Doli Kurnia
24:51Tapi belum ada
24:51Konfirmasi lebih lanjut
24:52Bang Agung terima kasih
24:53Selamat pagi
24:54Salam sehat
24:54Selamat pagi