00:00Aksi rakyat bela Indonesia selesai digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta pada minggu siang.
00:06Gerakan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh ini diklaim sebagai tanggung jawab moral atas kegaduhan politik karena ulah elit tertentu.
00:14Berikut laporan jurnalis Kompas TV Putri Oktaviani dan juru kamera Bimo Wicaksana.
00:20Saudara pukul 10 tadi baru saja selesai aksi rakyat bela Indonesia yang digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.
00:28Ya memang tadi dihadiri sejumlah tokoh, tidak hanya tokoh agama, organisasi masyarakat, juga tadi dihadiri sejumlah elemen masyarakat.
00:35Ada beberapa yang disuarakan, diantaranya adalah penegakan hukum maupun juga untuk pelaksanaan hasil putusan dari MA maupun juga MK.
00:46Nah tadi ada beberapa yang disuarakan dalam gerakan hari ini, tetapi untuk lebih jelasnya kita akan bertanya kepada Prof. Jimli
00:53Asidiki,
00:53selaku Ketua Dewan Pembina Aksi Rakyat Belai Indonesia Prof. Jimli.
00:57Mungkin bisa dijelaskan tadi ada beberapa secara umum yang disuarakan di aksi hari ini, mungkin bisa dijelaskan Pak.
01:03Ya ini kegiatan dadakan, inisiatif dari tokoh-tokoh masyarakat.
01:08Saya juga kaget ya, kok cepat sekali kumpul semua ormas gitu.
01:14Nah jadi ini gambaran dari kesamaan nurani dari tokoh-tokoh masyarakat, cermin dari nurani publik.
01:27Tapi sekaligus juga cermin dari kekuatan akal sehat.
01:31Nah tadi saya bilang, moral power bertemu dengan logic power membuat mereka ini kumpul.
01:40Tuntutannya lima hal itu, saya rasa itu cermin tuntutan semua orang sekarang.
01:46Paling tidak ya, mayoritas rakyat Indonesia ya, tercermin di lima tuntutan tadi.
01:54Walaupun ada yang agak halus, yang nomor lima.
01:57Tapi tidak apa-apa, tapi maksudnya adalah ekspresi kegundahan tentang perkembangan keadaan yang dianggap ini berbahaya bagi bangsa dan negara
02:09kita ke depan.
02:10Maka pertama ada sikap, ya kan, memberi dukungan kepada Kapolri untuk melakukan penegakan hukum dan pembenahan ke dalam.
02:21Kedua, dukungan kepada Presiden untuk melakukan, merealisasikan impian tentang perubahan kebijakan ekonomi.
02:32Pasal 33, konstitusi ekonomi, apapun risikonya.
02:39Termasuk kalau dia merugikan negara lain, ataupun merugikan kelompok-kelompok oligarki yang selama ini menikmati keuntungan.
02:49Nah, yang terakhir, yang terakhir dari lima poin itu ya, iyalah apa yang sudah terjadi dengan isu ijazah, apa yang
02:59terjadi dengan apa yang sudah diputuskan oleh NK, MA, itu tuntutannya segera itu ditegakkan oleh pejabat eksekutif dan legislatif.
03:10Jadi, ya masa dua puncak peradilan dalam sistem konstitusi kita sudah membuat keputusan, kok enggak dijalankan.
03:19Nah, gitu kira-kira.
03:20Terima kasih Prof. Jumlah, sedikit atas waktu yang untuk Kompas TV.
03:24Nah, itu tadi sudah perbincangan kami dan memang aksi ini juga akan dilanjutkan begitu di aksi atau konsolidasi pada tanggal
03:3210 November dan juga akan ada rencananya, akan ada agenda yang lebih besar lagi tanggal 15 November.
03:37Ini berdasarkan informasi dari Ketua Organizing Komite dari Asrakat Bela Indonesia.
03:43Tentu kita akan nantikan seperti apa, tadi juga sudah deklarasi, tetapi untuk aksi lanjutannya lagi atau apa gerakan yang akan
03:50berlanjut dari aksi hari ini, kita akan tunggu bersama Putri Oktaviani, Bimewi Jaksana Kompas TV, Jakarta.