Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung menyoroti kemungkinan adanya motif politik di balik kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menurut David, kekuatan politik Prabowo dan Gibran perlu dilihat sebagai satu kesatuan.

Sebab, upaya melemahkan koalisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk melemahkan pemerintahan.

"Kalau poinnya soal kasus politik di dalam kasus ini, maka kepentingan di belakang layar adalah ingin memecah koalisi ini," ujar David. (timecode 1:56)

David juga menyinggung kemungkinan adanya rivalitas personal maupun pertarungan antarelite dan antar-institusi yang perlu ditelusuri dalam kasus tersebut.

"Kalau kasus ini kita telusuri ada motif politik di belakangnya, maka saya mengatakan bahwa ada kelompok-kelompok pengkhianat yang ingin membuat kekisruhan supaya pemerintah ini lumpuh," katanya.

Meski demikian, David menegaskan pentingnya membedakan analisis politik dengan fakta hukum.

Menurutnya, dugaan mengenai pihak yang berada di balik penyadapan harus dibuktikan melalui proses hukum, bukan sekadar hipotesis.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700322/david-pajung-sorot-dugaan-skenario-pecah-koalisi-prabowo-gibran
Transkrip
00:00Bang David, sebentar, coba aku tanya Bang David dulu.
00:02Bang David, kalau tadi berdasarkan analisa Pak Ginting,
00:07ini bisa disampaikan udah bola liar yang akan mempercepat pemakjulan Gibran.
00:13Atau menurut Anda ini murni kasus hukum saja?
00:16Ya, biar wajar lah kalau Pak Ginting kan termasuk salah satu yang selalu berat sebelah analisnya.
00:24Saya memalumin itu, makanya saya bilang posisi kita duduk itu harus clear ya.
00:28Apakah sebagai akademisi yang ada kajian akademisnya atau sebagai politisi gitu kan.
00:33Nah gini, tadi saya memulai bahwa kepentingan pemerintah itu stabilitas dan kondusivitas.
00:39Nah, ini menciptakan instabilitas.
00:41Satu, kalau dikaitkan dengan judul, ekskapol diri tangkap sinyal pemakjulan Gibran.
00:48Berarti ada skenario di situ, kalau ikut judul ya, sorry.
00:53Kalau ikut judul ini, saya menganalisa ke judul, berarti ada skenario
00:58penangkapan Kaporli ini dijadikan pintu masuk untuk pemaksulan kalau ikut judul ini.
01:03Nah, itu berarti apa?
01:05Di sini pernah kita sengit juga berdiskusi soal itu bahwa
01:09kalau istilah Pak Said Dido, ada kelompok yang kebelet.
01:13Ada kelompok kebelet.
01:14Kebeletnya itu, satu, ini harus dipisahkan dulu kekuatan Prabowo Gibran atau Prabowo Jokowi ini.
01:22Karena satu-satunya cara mengalahkan Prabowo ke depan itu kalau diperlemah koalisi ini.
01:28Nah, salah satu pintu masuk, kalau ini sekali lagi saya kembali ke judul.
01:31Kalau judul ini dikaitkan dengan itu, maka permainan di belakang layar ini adalah kepentingannya memecah koalisi ini.
01:38Makanya tadi saya katakan bahwa apakah kes ini, karena kini kita dipancing untuk keluar dari masalah kriminalitas
01:47atau masalah hukum, tapi masalah politik.
01:50Nah, karena saya dipancing untuk bicara itu, saya ingin menyampaikan analisis saya.
01:54Kalau poinnya soal kes politik di dalam kasus ini, maka kepentingan di belakang layar adalah ingin memecah koalisi Prabowo Gibran.
02:02Itu satu. Makanya tadi saya katakan, kenapa kita nggak masuk dalam apakah ripalitas person?
02:10Apakah ripalitas antar lembaga yang sudah rahasia umum kemarin?
02:15Pertarungan elit bang, maksudnya?
02:17Ya, pertarungan elit, pertarungan institusi.
02:19Soal kasus jumpit sus kemarin itu ramai dibicarakan soal pertarungan institusi ya.
02:24Nah, apakah ini balas dendam? Kan itu juga.
02:27Lalu yang ketiga, jangan kita salah, kalau makar ini kepentingan luar yang sering Pak Presiden mengatakan ada Londoireng.
02:35Semua hal-hal dalam negeri kita end-usernya di luar.
02:39Bahkan, ya kalau misalnya yang transparan, yang sudah terbuka, orang yang mau mengak makar itu dua kali setiap bulan Agustus
02:49itu mobilisasi,
02:51demonstrasi, bahkan meminta untuk pemerintah ini dimaksulkan, kan?
02:57Itu clear, bahkan dilaporkan orangnya, termasuk saya dengan Bang Iwan melaporkan.
03:01Itu clear, terang-benerang.
03:03Pak Prabowo harus diturunkan, Gibran harus diturunkan.
03:06Itu yang namanya clear makar itu.
03:07Nah, sehingga kalau kasus ini kita telusuri ada motif politik di belakangnya,
03:13maka saya mengatakan bahwa ada kelompok-kelompok pengkhianat yang ingin membuat kekiseruhan supaya pemerintah ini lumpuh.
03:23Satu, kelompok itu hanya bisa masuk dalam kepentingan 2029 kalau kepemimpinan Pak Prabowo dilemahkan.
03:30Salah satu pintu melemahkan adalah pisah koalisi ini.
03:34Nah itu, itu.
03:35Itu saya menjawab analisa saya, Pak Ginting.
03:37Kalau menurut Bang Andi, kalau memang ada juga yang menyampaikan kasus ini membuat renggang hubungan Pak Prabowo dengan Gibran,
03:46apakah Anda melihat bahwa juga nantinya PDIP akhirnya merapat?
03:53Kalau dari kata makarnya, nggak perlu sampai sejauh itu.
03:58Makar itu subjeknya tiga.
04:00Negara, ada yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.
04:04Pemerintah, ada yang ingin menggudingkan pemerintah.
04:07Yang pertama yang paling ringan, presiden dan wakil presiden.
04:11Ada yang mengganggu keselamatan, keamanan presiden dan wakil presiden.
04:15Nah ini nggak perlu sampai yang kedua atau yang ketiga, yang pertama aja.
04:19Masih disampaikan tadi oleh Bang David, bahwa memang ada upaya memecah belah koalisi,
04:24bukankah ini artinya PDIP bisa diuntungkan?
04:26Nggak perlu sampai ke sana.
04:27Cukup pakai bahwa penyadapan ini mengganggu keselamatan dan keamanan presiden.
04:34Itu udah makar.
04:36Udah sesimpel itu.
04:37Jadi nggak perlu mikir apakah ini ada ingin mengganti pemerintahan,
04:41atau ingin separatisme, menggulingkan pemerintahan lalu melepaskan dida ini.
04:46Nggak perlu.
04:46Cukup sekarang fokus aja.
04:47Ada yang sedang mengganggu keselamatan keamanan presiden.
04:51Itu sudah makar.
04:53Ada yang sedang mengganggu keamanan presiden, kata Bang Andi.
04:57Tetapi bagaimana kita melihat bahwa ini tadi dianalisanya,
05:00kata Bang Ginting tadi, ini adalah upaya mempercepat pemakzulan Gibran.
05:06Jadi begini ya, memakzulkan presiden atau wakil presiden itu nggak gampang.
05:13Karena kalau kita lihat di dalam konstitusi, itu ada dua proses politik,
05:18satu proses hukum.
05:20Dan itu memakan waktu.
05:22Dan itu nggak gampang.
05:23Partai koalisi mau bertemu setelah reses?
05:26Mas Diki.
05:26Silahkan dicoba.
05:28Bukannya dari kemarin sudah ada yang mau tanda tangan, tapi nggak jadi-jadi itu.
05:32Tapi setelah kasus ini, mereka menyampaikan bahwa akan bertemu.
05:36Ada satu pasal di dalam konstitusi itu harus ditemukan dulu.
05:40Apakah ada unsur pidananya, ada unsur pengkhianatan negaranya.
05:44Dan itu sulit.
05:46Jadi nggak gampang juga menurunkan presiden waktu atau wakil presiden.
05:51Makanya ada makar itu menurunkan secara inkonstitusional.
05:56Maka disebut makar.
05:57Tetapi apabila kita menggunakan cara konstitusional,
06:00ada dua proses politik, satu proses hukum.
06:03Dan itu harus dijalankan apabila kita masih setia pada Undang-Undang Dasar 45.
06:09Seperti itu.

Dianjurkan