00:00Coba kita uji sedikit apa yang diterangkan oleh Pak Boltak tadi.
00:05Paten itu adalah kemampuan manusia untuk menyadap dalil-dalil lingkungan.
00:18Ya, ditemukan cara untuk mengeringkan sesuatu yang basah supaya energi pengeringan itu
00:29tidak menambah beban ekonomi, dipatenkan di situ.
00:34Ya, tapi si Poltak ini dia cuma menyadap tugas dari matahari.
00:42Tanpa mesin itu juga matahari bisa lakukan.
00:48Demoisturizing.
00:50Tetapi otak Poltak menganggap bahwa kalau tunggu matahari, jumlah sampah yang berceceran.
00:59Dari rumah, dari jalan, akan memperkotor dan mendampak beban ekonomi.
01:07Oleh karena itu, ditemukan alat itu.
01:11Jadi paten itu adalah cara kita menyadap secara legal apa yang menjadi kekuasaan alam.
01:18Ada menyadap tidak legal, itu kerjaan polisi.
01:30Coba saya kaitkan kebutuhan kita untuk menghasilkan paten.
01:35Paten itu bukan haknya, paten itu adalah ide yang ada di kepala kita yang kemudian kita carikan jalan keluar
01:43supaya dia bisa bermanfaat.
01:44Yaitu dari skripsi, disertasi, tesis, diubah supaya bisa dibaca oleh industri.
01:51Sehingga dia bisa menimbulkan keuntungan ekonomi.
01:57Godaan itu yang tidak ada di dalam kehidupan intelektual kita.
02:01Akibatnya yang datang ke Indonesia itu paten dari luar minta didaftarkan ke Indonesia.
02:06Kan itu kuncinya ada di situ.
02:11Nah sekarang kita hubungkan dengan ide Presiden Prabowo
02:14untuk menghasilkan ekonomi yang bertumbuh atas asas keadilan
02:18dan dengan merawat lingkungan.
02:22Paten apa yang bisa kemplai dengan dua persyaratan politis itu?
02:29Oke, paten Pak Poltak, oke.
02:32Kita uji.
02:32Oh iya, dia bisa menurunkan emisi, oke berarti payah secara lingkungan.
02:38Dia bisa menimbulkan persatuan tata bahasa dari netizen.
02:43Karena netizen sedunia itu grammar mereka adalah environmental ethics.
02:50Paten Pak Poltak bisa menumbuhkan kembali semangat untuk pergi pada local wisdom.
02:58Sekarang kalau paten itu disedorkan pada industri,
03:03ada pembandingnya datang dari Polandia, datang dari Korea, datang dari Tokyo.
03:12Siapa yang mesti dibela?
03:15Ya kita bela Pak Poltak.
03:19Jadi hukum itu pada akhirnya hari-hari ini
03:22harus ditakar berdasarkan prinsip keduulatan ekonomi kita.
03:31Mungkin rejim berganti, ganti lagi pada nikmanya itu.
03:34Tetapi kalau kita lihat apa yang terjadi di dunia hari ini ada persaingan orang
03:38untuk memaksimalkan otak
03:42dengan mengabaikan pertanyaan-pertanyaan ekologis.
03:45Growth 8%?
03:46Oke.
03:48Yang Sanda bilang, oh saya bikin growth 10%.
03:51Oke.
03:52Maka kita pilih yang 10%.
03:54Bukan.
03:55Kita akan tanya, you bikin growth 10%,
03:57ecological footprint-nya berapa persen?
04:02Itu baru ada kemasu akalan.
04:06Jadi, tugas pemerintah adalah
04:08memfilter mana paten
04:10yang betul-betul sesuai dengan prinsip keduulatan ekonomi
04:15yang dipastikan oleh Presiden Prabowo
04:20dan dia comply dengan
04:21the new kind of global grammar dari netizen
04:25yaitu
04:26environmental friendly, environmental ethics.
04:29Kita ingin dorong itu.
04:30Saya bicara di Dewan Pertimuan Presiden
04:33kita akan bikin surat buat Presiden
04:36untuk memperkuat
04:37cara berpikir ekonomi
04:40yang memang paradigmanya lagi kita ubah.
04:42Jadi, sekali lagi, ini kesempatan yang bagus
04:46kalau seluruh otak kita di sini
04:48kita kumpulkan dan kita bilang
04:49kita punya otak ekologis
04:51melampaui otak ekonomis.
04:53Pasti MCA akan bilang
04:54Indonesia itu tidak ingin comply dengan
04:57global market financial.
05:00Dia bilang, gak perlu.
05:01Kita mau comply dengan ecological principle.
05:05Nah, keberanian itu, confidence itu
05:07yang mesti didorong
05:08supaya riset-riset akademis
05:10basisnya itu.
05:12Supaya pebisnis juga mengerti
05:14bahwa ekologi kita
05:15ekologi sistem
05:17upaya kita untuk menghasilkan
05:19justice, welfare
05:20beda dengan apa yang ada sebelumnya.
05:23Ini penting untuk kita catat
05:26Pertemuan ini.
05:27Dan
05:29patent itu sebetulnya
05:31bukan hak
05:34dari siapa yang pertama kali menemukan
05:36rumusnya.
05:38Paten artinya
05:41kita beri hak pada siapa yang
05:44mampu merawat lebih lama.
05:47Bukan siapa yang menemukan lebih awal.
05:50Patennya Pak Poltak
05:51berakhir 17 tahun lagi.
05:54Tetapi, kalau kita bisa dalilkan bahwa
05:58patent itu ditemukan pertama kali
06:01tetapi dirawat berkali-kali
06:04patentnya bisa diperpanjang.
06:06demi alasan ekologi
06:08atis, demi alasan
06:10welfare, demi alasan
06:11Pancasila itu.
06:14Penting
06:14pertemuan semacam ini
06:15bukan segedar untuk
06:19mendorong
06:20ego kita
06:22untuk growth
06:23tapi ego untuk
06:24menciptakan keadilan sosial
06:26dan keadilan ekologis.
06:27Terima kasih.
06:27Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:37Terima kasih.
06:37Sampai jumpa di video selanjutnya.