Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tanggapi Penyadapan Presiden Prabowo, Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal oleh Oknum Kepolisian

Pengamat politik sekaligus anggota Wantimpres, Rocky Gerung, memberikan komentar pedas mengenai maraknya praktik penyadapan tanpa izin di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada Kamis (4/11).

Dalam forum tersebut, ia menyentil bahwa tindakan peretasan atau penyadapan secara tidak sah kerap diidentikkan sebagai tindakan oknum kepolisian. Komentar tersebut mengemuka di tengah sorotan publik atas penetapan status tersangka terhadap tiga perwira Polri.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat lantaran melibatkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diduga kuat terlibat dalam operasi penyadapan ilegal terhadap ponsel Presiden Prabowo Subianto.

#rockygerung #penyadapan #polri #forumbisnispatenindonesia2026

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Coba kita uji sedikit apa yang diterangkan oleh Pak Boltak tadi.
00:05Paten itu adalah kemampuan manusia untuk menyadap dalil-dalil lingkungan.
00:18Ya, ditemukan cara untuk mengeringkan sesuatu yang basah supaya energi pengeringan itu
00:29tidak menambah beban ekonomi, dipatenkan di situ.
00:34Ya, tapi si Poltak ini dia cuma menyadap tugas dari matahari.
00:42Tanpa mesin itu juga matahari bisa lakukan.
00:48Demoisturizing.
00:50Tetapi otak Poltak menganggap bahwa kalau tunggu matahari, jumlah sampah yang berceceran.
00:59Dari rumah, dari jalan, akan memperkotor dan mendampak beban ekonomi.
01:07Oleh karena itu, ditemukan alat itu.
01:11Jadi paten itu adalah cara kita menyadap secara legal apa yang menjadi kekuasaan alam.
01:18Ada menyadap tidak legal, itu kerjaan polisi.
01:30Coba saya kaitkan kebutuhan kita untuk menghasilkan paten.
01:35Paten itu bukan haknya, paten itu adalah ide yang ada di kepala kita yang kemudian kita carikan jalan keluar
01:43supaya dia bisa bermanfaat.
01:44Yaitu dari skripsi, disertasi, tesis, diubah supaya bisa dibaca oleh industri.
01:51Sehingga dia bisa menimbulkan keuntungan ekonomi.
01:57Godaan itu yang tidak ada di dalam kehidupan intelektual kita.
02:01Akibatnya yang datang ke Indonesia itu paten dari luar minta didaftarkan ke Indonesia.
02:06Kan itu kuncinya ada di situ.
02:11Nah sekarang kita hubungkan dengan ide Presiden Prabowo
02:14untuk menghasilkan ekonomi yang bertumbuh atas asas keadilan
02:18dan dengan merawat lingkungan.
02:22Paten apa yang bisa kemplai dengan dua persyaratan politis itu?
02:29Oke, paten Pak Poltak, oke.
02:32Kita uji.
02:32Oh iya, dia bisa menurunkan emisi, oke berarti payah secara lingkungan.
02:38Dia bisa menimbulkan persatuan tata bahasa dari netizen.
02:43Karena netizen sedunia itu grammar mereka adalah environmental ethics.
02:50Paten Pak Poltak bisa menumbuhkan kembali semangat untuk pergi pada local wisdom.
02:58Sekarang kalau paten itu disedorkan pada industri,
03:03ada pembandingnya datang dari Polandia, datang dari Korea, datang dari Tokyo.
03:12Siapa yang mesti dibela?
03:15Ya kita bela Pak Poltak.
03:19Jadi hukum itu pada akhirnya hari-hari ini
03:22harus ditakar berdasarkan prinsip keduulatan ekonomi kita.
03:31Mungkin rejim berganti, ganti lagi pada nikmanya itu.
03:34Tetapi kalau kita lihat apa yang terjadi di dunia hari ini ada persaingan orang
03:38untuk memaksimalkan otak
03:42dengan mengabaikan pertanyaan-pertanyaan ekologis.
03:45Growth 8%?
03:46Oke.
03:48Yang Sanda bilang, oh saya bikin growth 10%.
03:51Oke.
03:52Maka kita pilih yang 10%.
03:54Bukan.
03:55Kita akan tanya, you bikin growth 10%,
03:57ecological footprint-nya berapa persen?
04:02Itu baru ada kemasu akalan.
04:06Jadi, tugas pemerintah adalah
04:08memfilter mana paten
04:10yang betul-betul sesuai dengan prinsip keduulatan ekonomi
04:15yang dipastikan oleh Presiden Prabowo
04:20dan dia comply dengan
04:21the new kind of global grammar dari netizen
04:25yaitu
04:26environmental friendly, environmental ethics.
04:29Kita ingin dorong itu.
04:30Saya bicara di Dewan Pertimuan Presiden
04:33kita akan bikin surat buat Presiden
04:36untuk memperkuat
04:37cara berpikir ekonomi
04:40yang memang paradigmanya lagi kita ubah.
04:42Jadi, sekali lagi, ini kesempatan yang bagus
04:46kalau seluruh otak kita di sini
04:48kita kumpulkan dan kita bilang
04:49kita punya otak ekologis
04:51melampaui otak ekonomis.
04:53Pasti MCA akan bilang
04:54Indonesia itu tidak ingin comply dengan
04:57global market financial.
05:00Dia bilang, gak perlu.
05:01Kita mau comply dengan ecological principle.
05:05Nah, keberanian itu, confidence itu
05:07yang mesti didorong
05:08supaya riset-riset akademis
05:10basisnya itu.
05:12Supaya pebisnis juga mengerti
05:14bahwa ekologi kita
05:15ekologi sistem
05:17upaya kita untuk menghasilkan
05:19justice, welfare
05:20beda dengan apa yang ada sebelumnya.
05:23Ini penting untuk kita catat
05:26Pertemuan ini.
05:27Dan
05:29patent itu sebetulnya
05:31bukan hak
05:34dari siapa yang pertama kali menemukan
05:36rumusnya.
05:38Paten artinya
05:41kita beri hak pada siapa yang
05:44mampu merawat lebih lama.
05:47Bukan siapa yang menemukan lebih awal.
05:50Patennya Pak Poltak
05:51berakhir 17 tahun lagi.
05:54Tetapi, kalau kita bisa dalilkan bahwa
05:58patent itu ditemukan pertama kali
06:01tetapi dirawat berkali-kali
06:04patentnya bisa diperpanjang.
06:06demi alasan ekologi
06:08atis, demi alasan
06:10welfare, demi alasan
06:11Pancasila itu.
06:14Penting
06:14pertemuan semacam ini
06:15bukan segedar untuk
06:19mendorong
06:20ego kita
06:22untuk growth
06:23tapi ego untuk
06:24menciptakan keadilan sosial
06:26dan keadilan ekologis.
06:27Terima kasih.
06:27Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:37Terima kasih.
06:37Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan