Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Penasihat Ahli Kapolri Muradi, menduga dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan semata inisiatif pribadi.

Muradi menilai, berdasarkan karakter kepemimpinan Listyo Sigit yang dikenalnya, mantan Kapolri tersebut bukan sosok yang banyak mengambil inisiatif tanpa arahan atau perintah terperinci.

Muradi bahkan menduga ada pihak yang memberikan perintah untuk mencari informasi melalui penyadapan.

Lebih lanjut, Muradi menduga perintah tersebut berasal dari pihak di pemerintahan sebelumnya.

Ia mengaitkan dugaan itu dengan pola kedekatan dan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden sebelumnya.

Sementara itu, Wakapolri 2013-2014 Komjen (Purn) Oegroseno menilai langkah cepat Kapolri baru melakukan mutasi sejumlah pejabat strategis di tubuh Polri perlu dilihat dalam konteks pembenahan institusi.

Menurut Oegroseno, mutasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses penanganan hukum dugaan penyadapan agar berjalan tanpa gangguan.

Ia menegaskan, pembenahan Polri harus berorientasi pada penyelamatan institusi dan pengembalian fungsi kepolisian untuk kepentingan negara.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Baca Juga Oegroseno: Jangan Buru-buru Sebut Penyadapan Presiden Prabowo sebagai Makar | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/699797/oegroseno-jangan-buru-buru-sebut-penyadapan-presiden-prabowo-sebagai-makar-satu-meja

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/K3oVmdCMp4M

#kapolri #listyosigit #prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/699802/muradi-duga-eks-kapolri-listyo-diperintah-sebut-ada-kepentingan-penguasa-lama-satu-meja
Transkrip
00:00Pada pagi hari ini tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan Presiden
00:08berkenaan dengan pemberhentihan Saudara Listio Sikit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
00:19Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar
00:29dan juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara.
00:46Masih di satu penjadu forum, saya ke Prof. Muradi tadi, yang tadi saya sampaikan mengatakan bahwa ya ada mengarah ke
00:53makar dan sedang dikaji
00:55meskipun tadi Pak Ugro dan Prof. Muradi mengatakan terlalu terburu-buru menyatakan bahkan beresin dulu soal pasal terkait penyadapannya.
01:03Saya ingin melihat begini, bagaimanapun kan kita tahu apalagi sebagai mantan penasehat ahli,
01:09saat tadi saya disampaikan Kapolri Listio ini diangkat oleh Presiden Jokowi selama 4 tahun dan 2 tahun perjalanan Presiden Prabowo
01:21masih menjabat sampai diganti menjadi KSP.
01:24Sehingga yang namanya kekuatan Solo itu muncul di publik.
01:30Oh ini pasti seorang Listio Kapolri ngapain tadi kalau kata Pak Ugro Seno ini kurang kerjaan saja, ngapain sampai jalan
01:38di beda?
01:38Pasti atas perintah yang tadi disampaikan di awal memberikan suplai informasi karena ada mantan pejabat yang masih kepo dengan.
01:46Tapi kan kayaknya gak sesedaran itu Pak, pasti ada hal-hal yang apalagi sebagai Presiden selama 10 tahun,
01:53pasti ada kepentingan-kepentingan yang harus dijaga yang dia sendiri gak yakin dengan pemerintahan baru.
01:59Anda melihat?
02:00Ya kalau kebutuhan 2029, saya kira hubungan Pak Prabowo dan Pak Jokowi ini kan belakangan juga gak rapi ya, gak
02:10rapi itu gak normal gitu.
02:11Ada gimik-gimik yang saya kira secara politik kita menangkapnya tidak harmonis kayak gitu.
02:18Jadi kalaupun nanti misalnya ada situasi yang kemudian mengarah ke sana, saya kira memang yang tadi saya kembalikan bahwa karakter
02:28pimpinan kita itu bukan cuma di polisi,
02:31di tentara, di jaksan agung, di bin, itu loyal ke personal.
02:37Padahal mereka sudah di awal disumpah bahwa loyal kepada negara.
02:40Negara, negara itu simbolik current government gitu kan seperti itu.
02:44Jadi pemerintahan yang saat ini berkuasa dan itu yang kemudian gak bisa lepas.
02:49Nah saya tidak tahu apakah itu adalah bagian dari culture di polisi maupun di tentara.
02:54Prof, saya kembali lagi, tadi kan disampaikan harus identik bahwa ini adalah setia kepada negara saat disumpah.
03:02Tapi LSP ini, LISITAS Jigit Prabowo ini kan dari awal sudah disebut-sebut sebagai golden boy-nya Pak Jokowi.
03:10Kekuatan, simbol representasi kekuatan Solo, sehingga banyak orang berspekulasi ya sekali lagi,
03:16kenapa gak segera diganti, baru tahun kedua diganti ya karena masih ada kekuatan dan tangannya presiden lama masih ada di
03:23pemerintahan ini.
03:24Anda punya pendapat apa?
03:25Ya kalau ngeliat dari 2005, 2005 itu ada dua kali rencanaan, dua kali rencanaan, maka tiga kali ya.
03:31Di Januari, di bulan Maret, 2025, dan kemudian September awal.
03:37Ketika-ketika kan patah.
03:38Kenapa patah?
03:39Karena tadi, karena ada campur tangan pemerintah apa namanya, penguasa sebelumnya.
03:44Itu orang pengkaji keamanan kayak saya, Pak Groh pasti paham itu.
03:49Artinya sebenarnya secara prinsipi ketika kemudian dia sadar, realize bahwa mungkin saya 2026 akan ganti.
03:55Makanya kemudian tadi ada opsi-opsi, pengen soft landing.
03:58Sudah menyiapkan.
03:59Betul, artinya ketika soft landing, saya ketika beliau milih KSP, saya tidak menganggap beliau tidak sedang mau soft landing.
04:05Sedang mengejar, Pak, mengejar posisi yang jauh lebih strategis.
04:09Waktu bayangan saya.
04:11Benar-benar soft landing.
04:12Benar soft landing.
04:13Ternyata ingin mendekati objek yang menurut kabar reskrip disebut sebagai penyadapan.
04:20Artinya ketika kemudian melakonnya, pengen tahu dong.
04:22Saya sih kalau menurut saya, Pak Uro, saya kenal Pak Sigit sejak beliau jadi AKBP ya.
04:28Di Solo dan tahu betul.
04:29Jadi saya mengenal beliau, beliau itu bukan karakter pejabat pimpinan Polri yang inisiatif tinggi.
04:37Oke.
04:37Saya 4K Polri.
04:41Dari mulai Pak Hariti, Pak Tito, Pak Ida, Berkun, Pak Listio.
04:45Ini yang paling banyak inisiatif kan Pak Tito kemana-mana.
04:49Beliau ini yang Pak Sigit ini banyak diam.
04:53Kalau tidak ada perintah detail, dia enggak akan jalan.
04:55Oke.
04:56Anda mau bilang bahwa sebenarnya apa yang dikerjakan, yang ditudingkan oleh...
04:59Exactly, itu dia diperintah.
05:01Ada yang memerintah ya.
05:02Ada yang di order untuk mencari itu.
05:05Ini menjawab penasaran saya yang tadi sampaikan.
05:07Bahwa dia kebutuhan dia untuk kemudian pengen tahu supaya jauh lebih mudah dalam menjalankan pemerintahan,
05:13dalam menjalankan tugasnya, baik sebagai Kapolri selama 2025 dan...
05:17Dan ada yang perintah, saya dalami lagi.
05:20Ada yang merintah.
05:21Saya menduga kalau dengan pola kedekatan ini dan pola hubungan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi,
05:30itu ada di pemerintahan sebelumnya.
05:32Oke, ada pemerintahan sebelumnya untuk tidak menyebut nama mantan presiden Jokowi.
05:36Ya, saya kira kita sama-sama paham di situ.
05:38Pak Ogro, Pak kalau melihat ini Kapolri, Jenderal Siudi ini kan belum sampai tiga hari sudah melakukan banyak salimutasi posisi
05:47strategis Pak.
05:49Posisi bintang tiga.
05:50Seperti mendapat pesan bahwa saya harus beresin ini.
05:53Waktu itu kita belum tahu bakal ada peristiwa besar, dugaan, penyadapan.
05:59Kalau Anda melihat, kira-kira ini langkah yang baik dalam konteks apa tadi, proses penanganan hukum terkait soal penyadapan.
06:08Supaya bisa berjalan dengan baik, supaya tidak direcokin, sehingga hasilnya adalah yang diselamatkan adalah lembaga Polrinya.
06:17Artinya ingin mengebelikan bahwa fungsi-fungsi intelijen, fungsi keamanan, kepolisian itu memang didedikasikan
06:23sepenuhnya untuk kepentingan bahasa negara, bukan untuk kepentingan orang per orang.
06:28Itu satu. Yang kedua, tidak lagi muncul bahwa ini bukan sekedar menyikirkan orang-orang yang tidak disukai,
06:37karena bukan masuk ke dalam wilayah rejim. Menurut Anda harus seperti apa Pak?
06:42Jadi biasanya kalau sudah mencapai pangkat tertinggi, pangkat tertinggi itu mungkin bintang dua sudah kapoda dua kali, tiga kali.
06:56Atau bintang tiga dan usianya masih cukup. Saya pasti yakin sudah belanja masalah.
07:04Sudah belanja masalah.
07:05Pasal apa saja dalam Polrinya. Jadi begitu ditunjuk menjadi Kapolri harus siap. Apa yang harus dilakukan?
07:14Nah, dia akan mengambil keputusan itu dengan cara cepat saya akan siapkan untuk siapkan nanti akan ikut saya bekerja ke
07:22depan.
07:23Tapi tidak membunuh karir ya. Tapi ini disalurkan yang lain kemana.
07:27Anggap aja lari estafet 400 meter lah.
07:34Empat kali empat meter kan? Itu pemegang tongkat terakhir estafet itu kan jangan jalan santai baru mencapai finish.
07:43Langsung diambil, langsung lari saja sudah.
07:46Polisi kan butuh kecepatan, butuh percepatan untuk menghadapi perkembangan situasi kamtimas di masyarakat seperti itu.
07:52Jadi langkah yang diambil oleh Pak Komjeren Pol Suyudi ini adalah langkah cepat bagaimana belanja masalah yang sudah dilakukan beberapa
08:02waktu.
08:02Ya boleh tidak mimpi pengen jadi Kapolri, siapa tahu mendadak ditunjuk jadi Kapolri ini.
08:07Harus siap.
08:08Dia sudah siap dengan program itu. Dan mungkin juga dapat masukan-masukan dari Presiden.
08:14Tapi Pak, apakah pernah ada seorang Kapolri yang akhirnya jadi Kapolri ya, seorang calon Kapolri yang memang dia mendadak baru
08:20tahu.
08:20Memang rasanya sudah ada obrolan dulu, sudah ada pembicaraan setengah kamar dulu gitu.
08:25Pasti sudah ada pembicaraan tidak mendadak. Eh besok saya lantik kan gak mungkin.
08:28Iya kan sudah ada pendekatan dulu dan artinya apa? Akan ada deal-deal politik lah.
08:33Ini kan juga bagaimanapun jabatan politik Pak.
08:36Karena posisi strategis itu kan kita baru menangkapnya gini sekarang.
08:39Loh, oh pantesan. Jadi memang ada upaya pembersihan delistioisasi lah.
08:45Ya kalau pembersihan itu mungkin beliau tetap loyal kepada seniornya seperti itu.
08:50Tapi kalau misalnya kejadian seperti masalah penyarapan, beliau tetap strike bahwa dia harus melaksanakan tugas seperti itu.
08:56Jadi ya pasti, mohon maaf kalau kami bertindak seperti ini. Itu pasti dilakukan seperti itu.
09:01Jadi bukan, mumpung saya jadi Kapolri, saya gak mau tahu.
09:04Etika dalam hubungan antara kakak dan adik senior junior itu pasti dilakukan.
09:09Jadi pasti, mohon diizinkan Pak, kami terpaksa mengambil langkah seperti ini untuk kepentingan negara dan bangsa.
09:15Itu pasti dilakukan.
09:17Pak, kalau melihat gini, posisinya kan adalah bagaimanapun ini mantan Kapolri ya Pak, Pak Judi juniornya.
09:26Tapi kan ada target besar, publik sudah menyampaikan.
09:30Apalagi tadi sudah didorok makar.
09:31Kalau polisi kan bicara soal proses penanganan hukum.
09:34Saran dari Pak Ugro kan selalu bilang, beresin dulu nih soal penyadapannya.
09:38Tapi kan ini gak bisa dihindari Pak.
09:40Ekspektasi yang dimunculkan oleh istana misalnya tadi disampaikan bahwa indikasi makar, oleh Menko juga muncul makar.
09:47Kan ini juga sesuatu hal yang pasti menyentuh juga.
09:49Bagaimana ini seorang Kapolri bersikam untuk mengatakan bahwa eh polisi ini memang betul-betul menjalankan fungsi hukum.
09:56Bukan lagi untuk menyenangkan orang per orang.
09:59Tapi karena ada pelanggaran memang ada pasal kuhabnya dan sebagainya.
10:05Jadi penyedi itu kan mencari bukti yang ada kaitan dengan dugaan tidak bidan yang dilakukan.
10:10Ini penyadapan pertama.
10:13Kecuali dari awal ini sudah indikasi makar.
10:16Mungkin di dalam makar ada penyadapan.
10:19Nah sekarang kalau dalam penyadapan ada makar nih.
10:22Ini kan nyamunya gak susah.
10:24Ini makar kan lebih berat nih.
10:26Kalau penyadapan itu paling lama 10 tahun.
10:29Paling lama ya.
10:30Kalau makar bisa mati Pak ya.
10:31Bisa sampai kuhun mati disitu.
10:33Jadi kalau nanti ada indikasi cukup kuat.
10:37Ya silahkan kita tidak melarang untuk mengatakan makar.
10:41Tapi jangan buru-buru.
10:42Ya seperti ini lengkapi dulu.
10:44Ini penyadapan ini juga butuh waktu.
10:46Jadi kalau misalnya ini belum bisa ya sampaikan.
10:49Saya terbuka ini Pak.
10:50Unsurnya seperti ini.
10:51Kami tetap melakukan seperti ini.
10:53Oke.
10:54Bagaimana kasus ini berujung dan akan berdampak pada pemerintahan dan internal porri?
10:59Kita kembali sesaat lagi.
11:01Bagaimana kasus ini berujung dan akan berujung dan akan berujung dan akan berujung dan akan berujung.

Dianjurkan