- 2 menit yang lalu
- #penyadapan
- #prabowo
- #jenderallistyosigit
KOMPAS.TV - Polisi masih mendalami motif dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai salah satu tersangka. Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Listyo Sigit, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Penyidik juga telah memeriksa 10 saksi dan tiga saksi ahli. Selain nomor telepon Presiden, dugaan penyadapan disebut menyasar pejabat negara, tokoh politik, media, hingga pengusaha. Istana menyebut perkara ini mengarah pada dugaan makar. Namun, motif dan pihak lain yang mungkin terlibat masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Sejumlah partai politik turut mendesak polisi mengungkap pihak yang diduga menjadi otak di balik penyadapan. Gerindra meminta penyidikan tidak berhenti pada para pelaksana. Demokrat meyakini ada pihak lain yang terlibat, sementara PDIP menilai kasus ini perlu diusut tuntas.
Di tengah polemik tersebut, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono turut menyampaikan keprihatinan melalui media sosial X. Ia meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
Siapa sebenarnya pihak yang berada di balik dugaan penyadapan ini? Bagaimana penyidik dapat mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain?
Simak pembahasannya bersama Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Yulius Setiarto, Ketua Umum Gibranisti Taufik Billfakih, dan pengamat politik dari Universitas Nasional.
#penyadapan #prabowo #jenderallistyosigit
Baca Juga Listyo Sigit & 2 Jenderal Sadap Presiden Prabowo, Penyidik Usut Motif | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/699799/listyo-sigit-2-jenderal-sadap-presiden-prabowo-penyidik-usut-motif-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699800/pdip-gibranisti-pengamat-politik-soal-teka-teki-otak-penyadapan-prabowo-oleh-listyo-sigit
Penyidik juga telah memeriksa 10 saksi dan tiga saksi ahli. Selain nomor telepon Presiden, dugaan penyadapan disebut menyasar pejabat negara, tokoh politik, media, hingga pengusaha. Istana menyebut perkara ini mengarah pada dugaan makar. Namun, motif dan pihak lain yang mungkin terlibat masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Sejumlah partai politik turut mendesak polisi mengungkap pihak yang diduga menjadi otak di balik penyadapan. Gerindra meminta penyidikan tidak berhenti pada para pelaksana. Demokrat meyakini ada pihak lain yang terlibat, sementara PDIP menilai kasus ini perlu diusut tuntas.
Di tengah polemik tersebut, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono turut menyampaikan keprihatinan melalui media sosial X. Ia meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
Siapa sebenarnya pihak yang berada di balik dugaan penyadapan ini? Bagaimana penyidik dapat mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain?
Simak pembahasannya bersama Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Yulius Setiarto, Ketua Umum Gibranisti Taufik Billfakih, dan pengamat politik dari Universitas Nasional.
#penyadapan #prabowo #jenderallistyosigit
Baca Juga Listyo Sigit & 2 Jenderal Sadap Presiden Prabowo, Penyidik Usut Motif | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/699799/listyo-sigit-2-jenderal-sadap-presiden-prabowo-penyidik-usut-motif-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699800/pdip-gibranisti-pengamat-politik-soal-teka-teki-otak-penyadapan-prabowo-oleh-listyo-sigit
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Anda kembali menyaksikan Kompas Petang, saudara setelah menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo,
00:05polisi kini masih mendalami motif penyedapan Presiden Prabowo dan dugaan makar.
00:13Mantan Kapolri Jenderal Listio Sigit ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyedapan bersama dua orang perwira polri lainnya.
00:21Dalam penyidikan polisi juga telah memeriksa 10 saksi dan 3 orang saksi ahli.
00:26Istana menyebut dalam proses penyedikan ditemukan ada dugaan makar namun polisi masih mendalami motif penyedapan Presiden Prabowo.
00:40Melalui akun media sosial X, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhono menulis,
00:46kok jadi begini negara kita? Kok begini liar politik kita?
00:50Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan cara apapun dibenarkan.
00:54Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tentram hidup di negaranya sendiri.
01:01Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini,
01:04seperti juga warga negara Indonesia yang lain,
01:07saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
01:23Tanda-tanda atau indikasi-indikasi yang mengarahkan tindakan makam.
01:31Baris Krim harus mengusut tuntas siapa pihak yang menjadi otak penggerak,
01:35pemberi perintah maupun penyandang dana dibalik aksi penyedapan ilegal ini.
01:46Partai Gerindra mendesak agar polisi mengusut tuntas motif penyadapan ilegal
01:52terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan
01:57yang juga mantan Kapolri, Jendralistio Sigit Prabowo bersama perwira Polri lainnya.
02:04Jurubicara Gerindra Sugiyat meminta polisi mengusut otak dibalik penyadapan Presiden
02:09dan tidak boleh berhenti pada eksekutor yakni Listio Sigit CS.
02:14Sugiyat bilang polisi harus mengungkap motif dibalik tindakan tersebut
02:18apakah ada motif politik yang mengganggu stabilitas nasional atau tidak.
02:24Sangat tidak masuk akal jika tindakan nekat menembus pengamanan Presiden
02:28dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa perintah atau backing sistemik dari kekuatan manapun.
02:35Jangan pernah menggiring peristiwa ini seolah-olah hanya kelakuan individu yang lepas kontrol.
02:41Perlu dilakukan pendalaman secara transparan mengenai motif dibalik tindakan ini
02:47apakah murni kejahatan informasi, motif politik untuk mengganggu stabilitas nasional
02:52atau ada keterlibatan, jaringan, kepentingan pihak atau kekuatan yang lainnya.
02:57Sekjen Partai Demokrat Herman Cairo meyakini ada pihak lain yang berkolaborasi
03:02dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto oleh mantan Kapolri dan sejumlah perwira Polri.
03:09Demokrat yakin penyadapan ini tidak dilakukan sendiri tapi secara terorganisir.
03:16Pasti ada kolaborasi lah. Kan gak mungkin ini hanya dilakukan oleh seseorang.
03:23Karena ini kan persoalan kebijakan juga. Persoalan kebijakan.
03:27Kemudian ada teknik, ada teknologi, ada operator.
03:32Dan kemudian sejauh mana sebetulnya penyadapan ini dianalisis untuk kepentingan apa.
03:39Itu banyak sekali saya kira.
03:40Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menilai penyadapan terhadap Presiden
03:46adalah tindakan pelanggaran HAM berat dan mengarah ke tindakan makar.
03:51PDIP pun meminta polisi mengusut penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo secara tuntas.
03:58Pelanggaran HAM yang sangat serius terhadap hak demokrasi dan juga terhadap sistem hukum nasional.
04:05Terlebih penyadapan ilegal tersebut juga ditunjukkan kepada Presiden
04:09sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.
04:11Maka ini merupakan suatu tindakan makar yang tidak boleh ditolelir apapun alasan yang ada
04:18dan harus diusut secara tuntas siapa aktor-aktor yang terlibat di dalamnya.
04:25Menko Kumham Imipas Yusril Isamahendra menyebut,
04:28dari perkembangan penyidikan terhadap kasus penyadapan Presiden ada indikasi makar.
04:33Dari perkembangan penyidikan dan penyidikan itu dapat ditarik kesimpulan sementara,
04:43kesimpulan final, bahwa terdapat tanda-tanda atau indikasi-indikasi yang mengarah ke tindakan makar.
04:55Seperti yang disebutkan di dalam pasal 191-193.
05:01Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden.
05:06Salah satunya adalah Jenderal Listio Sigit, Kapori, yang pernah menjabat.
05:11Polisi menyebut, para tersangka diduga melakukan penyadapan ilegal pada tahun 2025 hingga 2026.
05:19Tak hanya Presiden, penyadapan juga dilakukan ke media.
05:23Tim Liputan, Kompas TV
05:29Polisi telah menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
05:33Salah satunya adalah mantan Kapoli Jenderal Listio Sigit Prabowo.
05:36Di tengah kasus, politisi sejumlah partai politik menuntut polisi mengungkap dalang dibalik aksi penyadapan yang tak hanya menyasar Presiden.
05:45Bagaimana membongkar otak penyadapan yang dilakukan Jenderal Listio Sigit Prabowo?
05:49Kita bahas bersama anggota Komisi 3 DFL Fraksi, PDIP, Julius Setiarto, Ketua Umum Gibran Nisti, Taufik Bilfakih, dan Pengamat Politik
05:58UNAS.
05:58Selamat ginting.
05:59Selamat petang, Pak Selamat, Selamat petang.
06:01Bang Bil, selamat petang, Bang Yunus.
06:04Selamat petang.
06:06Oke, saya ke Bang Julius dulu kalau begitu.
06:08Bang, kalau memang benar sesuai dugaan PDIP, ada upaya makan dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo oleh Listio CS ini benar?
06:16Menurut Anda, apa motif dibaliknya?
06:21Ya, kalau menurut saya, apabila memang dugaan tindak pidana makar sebagaimana yang disampaikan oleh Menko Kumham Imipas itu betul,
06:34maka tidak ada lain selain dari pergantian kekuasaan secara tidak konstitusional seperti itu.
06:42Oleh karena itu, bagi saya, yang paling penting sekarang ini, penyidik kepolisian Republik Indonesia itu yang pertama mendalami terus-menerus
06:55motif dibalik tindakan penyadapan ini.
06:58Motif ini, menurut saya, bukan semata-mata itu saja, kita harus mengembangkan sampai siapa saja korbannya.
07:06Apakah di situ ada dugaan penggunaan informasi itu untuk melakukan pemerasan misalnya?
07:12Apakah itu digunakan juga untuk misalnya penyanderaan tindakan-tindakan politik misalnya, dan lain sebagainya?
07:22Oleh karena itu, saya juga mendorong para korban, baik itu politisi, jurnalis, aktivis, dan lain sebagainya,
07:29yang merasa pernah menjadi korban dari penyadapan ini,
07:31untuk melaporkan diri juga kepada penyidik, untuk membantu penyidik mendalami kasus ini.
07:37Bang Julius, Anda kenapa bisa menyimpulkan bahwa ada dugaan pergantian kekuasaan secara ilegal,
07:44ada upaya pergantian kekuasaan secara ilegal, kenapa Anda sampai ke kesimpulan tersebut?
07:50Ya, kalau seperti tadi disampaikan oleh Pak Menko, bahwa makar, makar ini kan memang penggulingan kekuasaan secara inkonstitusional, begitu ya.
08:03Jadi, kalau memang dugaan itu benar, maka tidak ada lain selain daripada pergantian kekuasaan, Mbak.
08:14Baik, saya ke Pak Selamat.
08:16Pak Selamat, Anda melihatnya bagaimana ketika ada keterangan yang mengatakan bahwa ini merupakan,
08:22ada dugaan indikasi makar, kemudian tadi Bang Julius dari PDIP mengatakan,
08:27ada upaya mengganti, dugaan upaya mengganti kekuasaan secara ilegal.
08:32Ini bagaimana indikator kita sampai kepada kesimpulan tersebut?
08:36Ya, saya kira hasil pemeriksaan BKP terhadap para tersangka, itu tentu saja sudah dipelajari.
08:53Oleh kepolisian, badan ran, dan juga TNI tentunya, itu sudah memenuhi unsur-unsur dugaan makar.
09:01Tentu apa yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara,
09:05dia hanya menyampaikan saja hasil penyelidikan, hasil penyelidikan yang memang mengarah kepada dugaan makar.
09:12Bahkan saya mengatakan memang ini adalah makar yang merangkak, kudeta merangkak yang sudah disiapkan,
09:21apalagi kalau kita ingat pernyataan Budi Ari dari Projo itu, bahwa akan ada patahan sejarah.
09:29Ini kan bukan sekadar pernyataan biasa, ini sudah bagian dari yang dikemukakan oleh KSANG pada saat pidato sebagai ketua umum
09:41PSI.
09:41Ada jalan ninja, ini jalan ninja adalah jalan senyap, jalan sunyi, operasi rahasia.
09:49Maka jangan salahkan juga kalau itu terhubung dengan pernyataan-pernyataan ini.
09:56Tentu aparat penegak hukum termasuk dari badan-badan atau lembaga-lembaga negara sudah membaca hasil dari penyelidikan-penyidikan.
10:09Sudah membaca tapi baru ketahuan setelah diduga dua tahun.
10:12Artinya siapa di balik penyadapan yang dilakukan oleh Risto Segit?
10:18Ya tentu saja harus dicari siapa usernya dalam hal ini, siapa usernya.
10:26Kemudian harus user itu tentu saja kalau bicara politik, tentu saja alat sadap itu, itu kan alat negara.
10:37Maka mesti digunakan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan negara.
10:41Nah kalau sampai menyadap presiden, berarti user ini penggunanya siapa gitu?
10:50User game siapa?
10:50User itu artinya atasannya atau siapa maksud Anda?
10:53Usernya siapa di sini berpotensi?
10:55Ya artinya berpotensi ini terkait dengan apakah dengan pemerintahan lama atau apa?
11:05Saya kira ini akan...
11:06Terkait dengan pemerintahan lama?
11:09Iya ini silahkan aja kemudian bagian penyelidik-penyelidik membuktikan itu.
11:16Baik.
11:16Ini tentu saja tidak bisa menganalisis secara hukum.
11:21Oke baik.
11:22Penyelidik tentu saja ada potensi.
11:26Ya potensi tentu saja tinggal dibuktikan bagaimana.
11:30Apakah hipotesis itu memandai untuk menjadi sebuah kesimpulan?
11:35Kita masih menunggu.
11:37Saya kira presiden dalam hal ini istana sudah mengetahui dan sudah tahu bahwa ini ada dugaan mahar.
11:45Oke baik.
11:46Coba saya ke Bang Bil.
11:47Bang Bil tadi disebut-sebut ada nama Mas Kaisang.
11:50Kemudian disebut-sebut pula bahwa user.
11:52User itu mungkin saya terkait dengan kekuasaan lama.
11:55Bagaimana di respon ini?
11:58Kalau saya lebih sepakat bahwa kita punya satu persepsi yang sama.
12:02Perbuatan mantan Kapolri kita ini adalah perbuatan yang tidak bisa kita tolelir sebenarnya.
12:08Tidak hanya indikasi makar.
12:10Tapi memang benar-benar ini cukup membahayakan.
12:12Kerisauan Pak SBY juga sama.
12:14Jadi yang disampaikan oleh Bang Julius dan juga Pak Selamat saya kira adalah persepsi yang sama di semua elemen masyarakat.
12:21Tidak hanya para aktivis, para polisi termasuk kami yang notabene-nya adalah pendukung Pak Jokowi dan juga Gibran.
12:27Oke kalau memang Anda berada pada perspektif tersebut.
12:29Sekarang yang ketahuan disadap adalah Pak Presiden Prabowo Subianto.
12:32Bagaimana dengan Mas Gibran? Apakah Anda curiga dia juga disadap?
12:36Ya itu kan kita kembalikan kepada proses penyelidikan ya.
12:39Artinya kalau dari aparat kepolisian sudah mengumumkan siapa sih korban-korbannya yang selama ini kita dapatkan kan adalah informasi yang
12:46sifatnya berkelindan tapi juga tidak bisa dipastikan.
12:49Hanya satu hal yang menurut saya menarik ketika Pak Selamat sedikit mencoba untuk menyinggung keurusannya dengan pemerintahan lama yang notabene
12:57-nya ada Pak Jokowi dan juga Mas Kaisang.
12:59Saya kira juga ini analisa yang sah-sah saja tapi saya berharap tidak terlalu liar mengingat saya kira kita juga
13:06harus objektif bahwa ini masalah tidak hanya kemudian membuat banyak kalangan yang geram bahkan di kalangan kami juga sebagai pendukung
13:14Pak Jokowi juga tidak sepakat dan setuju dengan yang dilakukan oleh Kapolri kita dukung untuk kemudian mengusut ini secara lebih
13:22jauh.
13:22Satu hal saya ingin tegaskan bahwa apapun hubungan misalnya yang mau dikait-kaitkan dengan Pak Jokowi bersama Pak Sigit apapun
13:31itu kita jangan lupa bahwa ada hubungan yang jauh lebih emosional antara Pak Prabowo dan juga Pak Jokowi.
13:37Dan saya kira Pak Jokowi juga bukan tipe pemimpin yang kemudian mau memanfaatkan posisinya yang sudah di luar pemerintahan kemudian
13:45memanfaatkan mantan anak buahnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang unprosedural.
13:49Apalagi mengarah kepada makar. Saya kira itu sangat jauh dari apa yang kemudian dibayangkan oleh Pak Jokowi.
13:54Baik, saya ke Bang Julius kalau begitu. Bang Julius, jadi sebenarnya PDP sendiri yakin bahwa tindakan dilakukan oleh Listio tidak
14:03sendirian.
14:04Ada orang dibaliknya, jadi menurut PDP siapa yang harus diperiksa untuk melihat ataupun menebak dibalik tindakan dari Listio Sigit nanti
14:13dijawab bang kami segera kembali saudara tetap di Kompas Petang.
14:16Ya, seluruh Bang Julius menjawab pertanyaan saya tadi. Saya coba ke Pak Selamat dulu.
14:20Pak Selamat, kalau memang sudah ada indikasi makar, lalu bagaimana kita membedakan indikasi makar dengan penyandapan biasa?
14:29Saya kira kalau terkait dengan presiden itu tentu menjadi tanda tanya. Apalagi Tomah Bespori sudah mengungkapkan bahwa ini bukan hanya
14:40kepada presiden petinggi negara, tapi juga ketua umum partai, elit partai.
14:46Nah, ketua umum partai atau elit partai kan ada mantan presiden Megawati, ada mantan presiden SBY, berarti ada mantan wakil
14:54presiden Jusuf Kala.
14:56Ini bahaya sekali menurut saya. Kalau saja kepada presiden berani, apalagi kepada kita, orang-orang media, aktivis, kemudian pengamat, akademisi.
15:08Dan ini tentu sudah dikaji, para ahli sudah dipanggil oleh kepolisian, maka kemudian ahli hukum tata negara, ahli ilmu politik,
15:19ahli kepolisian, dan ahli yang lain.
15:21Memang ini sampai dalam tarap kesimpulan makar.
15:25Karena itu orang-orang yang diduga atau sudah dijadikan tersangka, ungkapkan saja siapa, supaya kita tidak terus berkelindan dengan rumors.
15:39Jadi harus dijawab.
15:41Mantan presiden Jokowi juga harus bicara, tapi yang menarik adalah tidak ada di situ dugaan penyadapan terhadap wakil pres.
15:52Kalau yang petinggi di negara ada, dua pres tidak ada.
15:56Saya sudah tanyakan ke beberapa menteri, pejabat setingkat menteri, dia sampai juga sudah pernah menanyakan kepada Listio Sigit Prabowo, karena
16:05dia merasa disadap.
16:07Jawaban Listio Sigit Prabowo menyangkal.
16:10Tapi tentu saja di atas langit ada langit, mereka juga berusaha mencari tahu.
16:16Sama dengan kalau kita tanyakan kepada perwira tinggi polisi aktif, kenapa Anda tidak jawab pertanyaan baik telpon maupun WA.
16:27Itu yang menanyakan adalah mantan Kapolri, petinggi-petinggi Polri, karena dia merasa bahwa kami disadap.
16:33Artinya orang-orang di luar gengnya Listio Sigit Prabowo, di kepolisian juga disadap.
16:39Terkait dengan pengalaman disadap pas lama, saya coba tanya ke Bang Julius.
16:43Bang Julius, yang kita tahu, Ibu Megawati juga pernah mengaku bahkan sudah lama tidak menggunakan handphone, karena mengaku akan disadap
16:49begitu.
16:49Mungkin Anda bisa jelaskan pengalaman tersebut?
16:52Ya, tentu kalau secara empiris saya tidak bisa menjelaskan ya, karena itu memang pengalaman personal Ibu Ketua Umum.
17:02Tetapi, melanjutkan apa yang tadi ditanyakan, saya ingin menyampaikan bahwa saat ini proses ini sudah masuk pada tahap penyidikan.
17:12Artinya, ini sudah ranah dari para penyidik di kepolisian Republik Indonesia.
17:17Oleh karena itu, boleh kita membangun sebuah teori dan lain sebagainya, tetapi saya kira dugaan-dugaan itu harus kita hentikan
17:29dulu.
17:30Karena kita percaya bahwa kepolisian hari ini menunjukkan profesionalismenya dengan melakukan tindakan yang tegas terhadap mantan Kapolri.
17:41Yang saya kira itu pasti akan sulit bagi jajaran kepolisian untuk akhirnya memutuskan menyidik kasus ini.
17:52Jadi, apresiasi terhadap Kapolri dan seluruh jajaran yang sudah berani untuk membuka kasus ini.
17:58Tapi Anda berada pada kesimpulan, PDP berada pada kesimpulan bahwa Pak Listio tidak melakukan sendiri.
18:03Jadi, Anda siapa kira-kira otak di balik ini, yang menurut Anda?
18:08Ya, seperti saya sampaikan tadi, tentu kita tidak bisa menduga-duga.
18:11Tapi siapa yang harus dikejar sekarang, supaya kita bisa membuka misteri ini?
18:16Nah, gini.
18:17Kalau untuk mengejar mau kemana, itu penyidik sudah punya teknik.
18:21Dan saya kira, relasinya itu akan mudah untuk disidik di dalam proses penyidikan itu.
18:28Siapa yang mendapat manfaat paling utama dari hasil sadapan yang dilakukan oleh para petinggi Polri ini?
18:37Siapa yang menggunakannya?
18:39Dan lain sebagainya.
18:39Siapa yang terhubung dengan Kapolri?
18:41Dan seterusnya.
18:42Saya kira itu sangat mudah untuk ditelusuri dan dibuktikan di pengadilan.
18:49Oke, baik.
18:50Saya ke Bang Bil.
18:51Bang Bil, Pak Jokowi pernah mengatakan dalam kasus pendidikan Mas Gibran, Ijazah Gibran,
18:57dia mengatakan bahwa ini merupakan ada operasi politik, ada penumpang gelap.
19:01Apakah Anda juga melihat bahwa dalam kasus Pak Listio Sigit ini juga ada korelasinya terkait dengan operasi politik?
19:09Pak Jokowi itu politisi, Mbak.
19:12Dia sudah berpengalaman.
19:13Saya kira tidak perlu kemudian terafiliasi dengan intel sekalipun.
19:17Ya, insting politik beliau itu bermain.
19:19Itu yang pertama.
19:20Yang kedua, kami juga menolak narasi-narasi sekarang yang sedang bertebaran di media sosial.
19:24Seolah-olah menghubungkan masalah Pak Sigit ini yang kebetulan mantan anggotanya Pak Jokowi dari sisi kenegaraan kemarin.
19:32Seolah-olah terafiliasi juga.
19:34Seolah-olah usernya juga Pak Jokowi.
19:36Walaupun di forum ini saya sangat setuju.
19:38Bang Julius dan juga Pak Selamat tidak mengarahkan itu ke wilayah spesifik ke Pak Jokowi.
19:42Walaupun ada singgungan, kenapa Pak Jokowi kemudian tidak berkomentar ya.
19:46Hari ini Pak Jokowi sedang menyiapkan diri untuk persidangannya besok.
19:49Nah, saya juga mau ingatkan publik bahwa ingat ya, meski Pak Sigit adalah mantan anak buahnya Pak Jokowi,
19:56tapi di kasus ijazah ini kan betapa Pak Sigit sendiri juga tidak bisa mengintervensi dan mengganggu.
20:02Bahkan Pak Jokowi juga tidak memanfaatkan posisi beliau sebagai mantan bosnya Pak Sigit gitu.
20:07Jadi artinya tidak bisa kemudian kita terlalu linier melihatnya.
20:11Kita sepakat bahwa dalam proses penyidikan ini kita serahkan kepada polisi siapa yang harus bertanggung jawab
20:17dan kita dukung kepada Pak Prabowo dan juga Mas Gibran.
20:20Nah, spesial terkait Mas Gibran.
20:22Kenapa Mas Gibran kemudian tidak disadap?
20:24Ya lucu juga, Mas Gibran itu cuma pembantu presiden.
20:27Beliau mengurusi semua program yang dikelola oleh atau yang dicanangkan oleh Pak Prabowo.
20:32Jadi bagi saya ada hal yang harus kita ingat.
20:34Kami diingatkan oleh Mas Wapres.
20:36Ingat teman-teman, saya boleh dihina, boleh di fitnah.
20:39Pak Jokowi juga, Bapak saya boleh di seperti itu kan.
20:41Tapi satu hal, tolong Pak Prabowo kita kawal, kita jaga, jangan sampai beliau sendirian.
20:46Artinya, kami relawan sangat-sangat percaya bahwa Pak Jokowi dan juga Mas Gibran
20:51orang yang sampai saat ini masih memberikan dukungan penuh kepada Pak Prabowo.
20:55Terakhir, satu hal yang harus diingatkan.
20:57Bahwa priode ketika kemudian ternyata terbukti atau disampaikan oleh pihak kepolisian
21:02ternyata sejak tahun 2025, masih gencar-gencarnya pernyataan dari Pak Jokowi
21:07bahwa kita dukung Prabowo-Gibran untuk kemudian berada di dua priode.
21:10Artinya, semangat kebersamaan Pak Prabowo dan juga Pak Jokowi itu masih begitu intens.
21:15Jadi, tidak bisa kemudian ujung-ujungnya kita arahkan kepada Pak Jokowi
21:19sebagai korban yang dinilai oleh banyak kalangan sebagai user.
21:22Aku pikir itu, Kak.
21:23Oke, baik. Saya ke Bang Julius. Bang Julius, tadi kan Pak Solomon mengatakan bahwa harus mengusut sampai ke user.
21:28Kira-kira, usernya siapa? Kan tampaknya politisnya juga pasti sudah info, sudah ada kasak kusuk begitu.
21:33Sudah ketahuan siapa mungkin yang tengah terbayang adalah yang menyuruh Pak Listio Sigit melakukan penyadapan.
21:43Suaranya masih di mute, Bang.
21:46Oke, terima kasih.
21:48Saya kira mengenai pertanyaan itu, itu bisa siapapun.
21:54Jadi, kalau menurut saya, seperti saya sampaikan tadi, penyidik itu akan dengan mudah menemukan beneficial
22:02atau penerima manfaat terbanyak dari tindakan penyadapan ini.
22:09Entah melalui relasi yang sudah terbangun lama dari mantan Kapolri ini dengan tokoh politik
22:17atau dengan pengusaha dan lain sebagainya.
22:21Karena begitu hasil penyadapan itu menjadi sebuah barang, menjadi sebuah produk,
22:25ini bisa digunakan untuk apa saja.
22:28Ini relasi yang terbangun lama atau relasi kuasa?
22:34Bisa relasi kuasa, bisa relasi personal, karena begitu barang itu sudah menjadi produk kan bisa digunakan untuk apa saja.
22:42Jadi, dalam kasus ini, kalau menurut saya, kalau melihat peta korban yang menjadi korban penyadapan itu,
22:52kita bisa melihat bahwa heavy-nya itu untuk kepentingan politik, kan gitu.
22:56Nah, kepentingan politik siapa yang akan diuntungkan, itu harus ditanyakan kepada mantan Kapolri.
23:03Karena beliau yang menginisiasi ini.
23:06Itu jawaban saya.
23:07Baik, kita akan tunggu bagaimana kelanjutan ini.
23:09Terima kasih Bang Julius.
23:10Terima kasih Bang Bil, terbaru gabung di Kompas Petang.
23:12Sampai ketemu lagi.
23:12Sampai ketemu lagi.